
"Oh iya ... Bapak jadi lupa satu hal yang harus diucapkan terlebih dahulu," ujar Mr. Jack kepada kami lalu menaiki meja guru yang berada di depan kelas.
Beliau melakukan gaya dengan berpose layaknya Kamen Ryder yang telah melakukan Ryder Kick yang membuat kami semua tidak bisa berkata-kata lagi dan hanya melongok melihat kelakuan Mr. Jack yang absurd.
"SELAMAT DATANG DI SEKOLAH KEJURUAN WARRIOR DI DISTRIK BORNEO WATER!!!" serunya bak singa yang mengaum kepada mangsanya.
Perasaan kami saat itu campur aduk layaknya sebuah bubur yang di aduk-aduk, perasaan terkejut dan bingung menjadi satu, lalu secara perlahan-lahan bertepuk tangan dan tiba-tiba saja si Kunyuk Artizy juga ikut-ikutan berteriak seperti seorang gladiator yang berhasil memenangkan duelnya di arena Colossium.
"YEAH!!!" teriak Artizy sambil berdiri dan mengangkat tangannya ke atas.
Lalu di ikuti oleh seluruh kelas dan ya aku juga salah satunya, akan aneh rasanya jika aku juga tidak mengikuti kegilaan di kelas.
"Ehem ... untuk hari pertama ini kalian semua harus kenal satu sama lain dulu dengan seluruh orang yang ada di kelas ini," ujar Mr. Jack sambil turun dari meja dengan melompat ke depan.
"Pertama-tama bapak akan panggil satu per satu lalu maju kedepan sini setelah itu perkenalan diri kalian seperti biasa lalu memberitahu dari Clan mana, jika tidak ya tidak perlu dan baru kalian memperkenalkan Warrior yang kalian punya," ujar Mr. Jack melepas kacamata hitamnya.
"Oh iya dan satu lagi jangan gunakan Skill apapun disini yang efeknya bisa merusak sekolah, apa kalian ingin di hari pertama Kalian bermasalah dengan guru BK? Jika kalian mau ya silahkan!" lanjut Mr. Jack sambil mengambil beberapa lembar kertas yang sepertinya itu adalah absen kelas pegangan guru.
"Mengerti!" sahut kami semua dengan kompak.
Mr. Jack mengerutkan jidat nya. "MENGERTI APA!?"
"MENGERTI MR. JACK!" sahut kami dengan kompak sambil sedikit berteriak.
"Bagus itu baru semangat muda, kalian ini anak muda harus selalu bersemangat! Baiklah Bapak akan mulai memanggil dan dimulai dari bangku paling depan pojok kanan. Ayo silahkan maju dan perkenalkan dirimu serta Warriormu Nak!" ujar Mr. Jack sambil menunjukkan kedua jempol tangannya kepada kami.
Dengan sedikit canggung, siswi perempuan yang mempunyai rambut lurus berwarna hitam gelap dengan pita kucing di atas poninya dengan wajah manisnya itu melangkah maju ke depan kelas, dia menatap kami semua dengan senyum canggungnya lalu dia pun memperkenalkan namanya.
"Halo teman-teman semuanya ... perkenalkan namaku Mika, aku berasal dari Clan Shaman. Warrior yang kumiliki adalah Light Shaman, ia bertipe Semi Support dan Semi Magic," ujarnya sambil tersenyum ringan dan melambaikan tangan kanannya kepada kami.
Mika terdiam lalu memandang Mr. Jack, di dalam benakku sepertinya dia mengalami demam panggung makanya dia terlihat kebingungan setelah memperkenalkan diri.
"Ayo perlihatkan Warrior mu itu Mika, jangan gugup disini kita semua adalah satu tim yang artinya kita semua adalah satu keluarga jadi jangan takut ya, lagi pula tidak akan ada yang mengigitmu," ujar Mr. Jack mencoba menyemangati Mika dengan sedikit candaan yang garing.
Dengan percaya diri, lagi-lagi Si Kunyuk Artizy juga ikut berkomentar apa yang di sampaikan oleh Mr.Jack.
"Benar itu Mika, santai saja ...," ucap Artizy menyemangati Mika.
Mika mengangguk lalu tersenyum manis ke arah kami semua setelah itu dia segera melakukan Summoning.
Sambil menyatukan kedua tangannya layaknya berdoa Mika melakukan Summoning. "Hmm baiklah ... Summon!"
Cringgg ...
Bunyi lonceng bergerincing di penjuru ruang kelas, ruangan kelas seakan-akan berubah layaknya sedang berada di dalam kuil karena efek dari Summoning Mika. Satu kata yang ada di dalam benakku adalah mengagumkan dan sungguh menenangkan.
Satu kelas begitu terpesona dengan efek saat Mika melakukan Summoning Warrior miliknya begitu pula denganku, saking terpesonanya aku jadi lupa berkedip bukan hanya terpesona dengan warriornya tapi juga dengan orangnya, ia begitu manis.
Mika mengeluarkan aura yang sangat hangat dan sangat nyaman, ini biasa terjadi tergantung pemilik dari Warrior tersebut, jika si pemilik warrior mempunyai hati yang busuk serta niat jahat maka, akan keluar aura yang menekan serta gelap tetapi jika hati si pengguna itu bersih dan baik hati maka aura yang akan dikeluarkan akan begitu hangat dan terasa begitu nyaman berada di sekitarnya.
"Sungguh mengagumkan Nak," Mr. Jack bertepuk tangan dan diikuti oleh seluruh anggota kelas.
"Selanjutnya perkenalkan senjata yang Warrior mu miliki, Mika!" lanjut Mr. Jack kepada Mika, sambil menulis sesuatu di sebuah kertas yang beliau pegang.
"Tongkat ini bernama Dandelion Staff bertipe Support dan buku ini bernama Book of Iris bertipe Magic, Mohon bimbingannya teman-teman semua," ucap Mika sambil membungkukkan kepalanya lalu tersenyum manis kepada kami semua.
"Baiklah Mika kau boleh kembali ke bangkumu, selanjutnya siswi yang duduk di samping Mika!"
Perempuan dengan tatapan tajam seperti mata seorang predator yang sedang mengincar mangsanya melangkah maju menuju depan kelas. Penampilannya terlihat sederhana tapi terkesan garang, dia ini perempuan atau laki-laki sih.
"Yo ... perkenalkan namaku Ellen dari Clan Legion, Warriorku Beast Warrior bertipe Offensive Fighter. Summon!" tuturnya tanpa basa basi dia langsung melakukan Summoning.
Seekor Liger (Lion Tiger) tiba-tiba mengaum ketika Summoning berhasil dilakukan, tubuh Liger (Lion Tiger) itu benar-benar besar dari pada tubuh dari Ellen itu sendiri.
"RRRAAAWWW!" raung Liger milik Ellen kepada kami.
Ellen pun memperkenalkan Ligernya dan senjata yang ia miliki, dengan wajah yang penuh percaya diri ia lalu berkata. "Liger ini bernama Jeo dia adalah partnerku dan Kapak besar ini Bloody Axe sesuai namanya, kapak ini penuh dengan darah dari para korban yang telah aku kalahkan dan aku siap membuat musuhku tidak berani mendekat! Jadi mohon kerja samanya semua!"
Ellen membungkukkan kepalanya sambil tersenyum lebar, rupanya dia tidak sedingin yang aku pikirkan.
※※※
"Baiklah Ellen kau boleh kembali ke bangkumu! Kalo begitu selanjutnya ayo silahkan maju ke depan!" Mr. Jack mengangguk lalu mempersilahkan Ellen kembali.
Seorang siswi perempuan berambut hitam kebiruan nan lurus sepinggang, dengan senyum terpasang di wajahnya melangkah maju ke depan kelas untuk memperkenalkan dirinya.
Dengan wajah yang berseri-seri dia menyapa dan memperkenalkan diri. "Halo semua teman-teman ... selamat pagi! Perkenalkan namaku Karin aku berasal dari Clan Rose, Warriorku Poison Jasmine bertipe Magic."
Karin mengepal tangannya kedepan lalu melakukan Summoning. "Summon!"
Dan seketika ruangan dipenuhi oleh bunga-bunga yang bermekarang layaknya di sebuah taman karena efek dari Summoning Karin, sangat mengagumkan itulah yang ada di benakku bayangkan saja dirimu ada di tempat terbuka yang dipenuhi oleh bunga-bunga yang tengah bermekaran.
"Senjata yang kumiliki ini bernama Gloves of Gaia, Mohon kerjasamanya semua, semoga kita bisa menjadi Warrior yang hebat bersama-sama di masa depan!" harapnya sambil membungkukkan kepalanya lalu tersenyum kepada kami semua.
Semua anggota di dalam kelas bertepuk tangan dengan sangat meriah, menurutku Karin memiliki aura kepemimpinan dan kharismatik.
"Oke berikutnya, apa perempuan lagi? Di kelas ini kelihatannya mendapat jatah siswi perempuan yang cukup banyak ya! Beruntung sekali bagi murid laki-laki di kelas ini karena di kelilingi oleh para perempuan yang cantik-cantik nan manis," ujar Mr. Jack sambil bercanda kepada kami semua agar suasana tidak terlalu tegang.
"Hahaha ...," semua anggota kelas kompak tertawa.
Mr. Jack mempersilahkan Karin kembali ke bangkunya, lalu siswi yang di sampingnya berdiri untuk memperkenalkan dirinya.
Lalu maju Siswi perempuan bersurai pendek dengan tatapan sedikit datar, mungkin ia masih mengalami pembiasaan diri.
"Selamat pagi semua, perkenalkan namaku Lumia. Aku tidak berasal dari Clan manapun, Warriorku Ember Mage bertipe Magic," ucapnya sambil tersenyum ringan.
Sambil menutup kedua matanya Lumia melakukan Summoning. "Summon!"
Hawa panas menyelimuti kelas akibat efek summoning Lumia, cahaya terang menerang dari efek Summoning Lumia menyilaukan mata layaknya seekor burung Phoenix yang terlahir kembali dari abunya sendiri.
"Tongkat ini bernama Blaze Staff dan siap membakar apapun yang berada di hadapannya," tegasnya dengan penuh percaya diri yang membara-bara seperti Warrior miliknya.
"Wow menakjubkan sekali tapi ingat jangan pernah gunakan kemampuan mu itu untuk menyakiti orang yang tidak bersalah dan jangan gunakan kemampuan mu itu di dekat penduduk biasa ya!" kata Mr. Jack sambil bertepuk tangan lalu menulis di secercah kertas.
Mr. Jack lalu duduk di bangku guru layaknya guru sekolah pada umumnya. "Baiklah Lumia kau boleh kembali ke bangku mu dan selanjutnya ayo maju cepat cepat cepat!"
Si Kunyuk Artizy dengan penuh semangat dan percaya menuju depan kelas dan langsung memperkenalkan namanya.
Artizy menutup kedua matanya sambil mengangkat kedua tangannya sampai ke bahu lalu mengepal kedua lengannya itu. "Baiklah ... Summon!"
Kabut hitam tiba-tiba menyelimuti ruangan kelas serta diiringi kicauan burung gagak yang terkesan dengan para pemburu.
"Pistol besar ini bernama Rhapsody, ia bertipe Offensive Ranger dan pedang besar ini bernama Rondo, ia bertipe Offensive Fighter, mohon kerja sama nya semua!!!" tuturnya sambil membungkukkan kepalanya.
"Artizy berasal dari Clan Hunter, Clan yang bisa dibilang ternama, bapak tidak sabar melihat aksimu di arena nanti Artizy jangan buat bapak kecewa ya!"
Mr. Jack mempersilahkan Artizy kembali duduk dan sampailah giliranku untuk maju memperkenalkan diri serta Warrior milikku, diriku sedikit gugup tapi aku harus bersikap tenang.
Aku tersenyum kepada teman-teman semua lalu mulai memperkenalkan diri. "Halo teman-teman semua ... perkenalan Namaku Muzzy dan nama Warrior Mythical Rubick bertipe Universal ...,"
Belum sempat aku melanjutkan perkenalan ku, Mr. Jack memotong karena terkagum dengan tipe warriorku, ya karena tipe itu lumayan langka.
"Tipe Universal!? Jarang sekali bapak mempunyai anak didik dengan Warrior bertipe Universal sungguh mengagumkan, tapi warrior seperti apa Mythical Rubick itu, Muzzy?" potong Mr. Jack sambil memasang wajah yang bertanya-tanya seperti apa Warrior milikku.
Hampir seluruh anggota kelas kebingungan mendengar Warriorku yang bernama Mythical Rubick terkecuali Artizy, Reznov dan Robin yang sudah duluan kebingungan.
Aku menganggukkan kepalaku. "aku tidak berasal dari Clan manapun, biar ku perlihatkan kepada Bapak dan teman-teman sekalian bagaimana Warrior yang ku punya."
"Ayo Rubick bantu aku, Summon!" ucapku sambil mengulurkan tangan kananku kedepan seperti ingin meraih sesuatu.
Seketika seisi kelas berubah dan penuhi cahaya berwarna hijau gelap yang di hiasi kubus-kubus yang melayang-melayang di sekitar tubuhku. Begitulah efek dari Summoningku.
"Inilah Mythical Rubick Mr. Jack, Kubus yang melayang di atas tangan kananku ini adalah senjataku. Ia bernama Cube of Arcane, semua orang pasti mengira ini hanyalah sebuah kubus biasa tapi inilah senjata yang ku miliki," jelasku kepada Mr. Jack.
"Hebat sekali, aku belum pernah merasakan aura sekuat ini," ujar Mika terpana melihatku.
Mr. Jack mengeluarkan Warriordex khusus untuk para guru yang lebih banyak isinya dibanding dengan Warriordex biasa.
"Di Warriordex tidak tertulis lengkap informasi seputar warrior ini, hanya ada informasi tipe sisanya berstatus Unknown, Bapak sama sekali belum pernah menemukan kasus seperti ini selama bapak menjadi guru di sekolah ini. Tapi bapak yakin suatu hari nanti kau akan menjadi seorang Warrior yang hebat dengan Warrior milikmu itu,"
"Bapak berlebihan ... tapi saya akan berusaha untuk jadi yang terbaik di masa depan. Jadi mohon kerja samanya semua dan mohon bimbingannya," sahutku sambil membungkukkan kepalaku sambil memberi senyum kepada mereka semua.
Semua orang di kelas bertepuk tangan dan Mr. Jack mempersilahkan ku kembali duduk, di dalam hati ku benar-benar terjadi konflik. Hati ini menginginkan aku untuk kembali bertarung lagi dan mencari untuk apa dan siapa aku bertarung tetapi diriku sama sekali tidak punya alasan lagi untuk bertarung.
"Hebat sekali Bocah kubus, tidak ku sangka Warriormu seperti itu," ejek Artizy kepadaku.
"Apa kau mengejek ku Artizy!" sahutku dengan wajar datar.
"Haha bercanda kawan, jangan dibawa serius Muzzy,"
※※※
Akhirnya selesai juga sesi perkenalan. Kami pun di beri sedikit arahan dan diberi sedikit informasi bagaimana kedepannya kamisemua, Mr. Jack juga memberikan beberapa tips-tips bertarung ya walaupun hanya sekedar tips biasa.
"Jujur bapak senang punya murid-murid seperti kalian, kalian punya semangat muda yang tinggi serta keberagaman kalian yang memperkaya keunikan kelas ini," ujar Mr. Jack tersenyum kepada kami.
Mr. Jack mengubah raut wajahnya menjadi sedikit cemberut. "Tetapi ada kabar buruk bagi kita semua, kabar buruknya adalah kelas kita mendapat peringkat paling bawah atau bisa di bilang kita mendapat kelas rank F!"
"Apa ... Kenapa kelas F? Bukannya kita akan melakukan tes terlebih dahulu sebelum penentuan rank antar kelas?" tanya Karin terkejut mendengar hal yang diluar ekspektasinya.
"Sistem yang digunakan saat ini sudah berubah dari yang sebelumya, sistem yang sekarang penentu rank kelas akan di tentukan melalui statistik bertarung kalian!" ujar Mr. jack menjelaskan tentang sistem kelas yang baru dengan raut wajah sedih.
"Tapi kenapa tidak diberitahu sejak awal?" tanya salah satu murid di kelasku yang protes.
"Bapak juga kurang mengetahuinya karena keterbatasan informasi yang di berikan para Elder. Elderlah yang menciptakan sistem baru ini, jadi kami para guru tidak bisa menolak sistem ini karena mereka lah yang menjalankan sistem di sekolah ini!" sahut Mr. Jack menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.
"Apa karena ketua Elder itu anak dari kepala sekolah? Apa para Elder yang lain tidak ada yang berani menentang sistem ini atau mereka semua hanya sampah yang menginginkan kekuasaan semata," sahut Artizy penuh amarah.
Tiba-tiba saja si kunyuk Artizy berkata sesuatu yang menurutku itu adalah luar biasa dari seseorang yang bersikap kunyuk seperti dia.
Aku jadi teringat kata-kata ayah dulu, bahwa semakin kuat Warrior yang dimiliki seseorang maka semakin besar juga tanggung jawab si pengguna Warrior tersebut, untuk apa kekuatan itu dipergunakandan itu semua tergantung diri si pengguna Warrior.
"Artizy! Tolong jaga mulut mu kawan ... kita sebagai murid baru tidak bisa berbuat banyak," pungkasku mencoba menenangkan Artizy.
"Tapi Muzzy ini suatu ketidakadilan," tepis Artizy yang sepertinya tidak setuju dengan argumentasiku.
"Iya aku mengerti apa yang kau pikirkan Artizy, tapi tunggu sampai waktu yang tepat untuk mengalahkan ketidakadilan ini, walaupun kau adalah pengguna Warrior yang kuat dan hebat tapi mereka disini berkuasa dan ingat ini adalah wilayah kekuasaan mereka. Jadi bersabarlah," sahutku sambil menepuk pundak Artizy.
Si kunyuk Artizy itu mulai tenang setelah mendengar perkataaku, mungkin dia akhirnya menggunakan akal sehatnya dari pada emosinya.
"Kau benar teman, kau bersamaku kan Muzzy. Ayo kita kalahkan mereka di Arena dan buat mereka jadi pecundang di wilayahnya sendiri," ujar Artizy sambil tersenyum lebar.
Dengan bodohnya diriku mengiyakan ajakannya yang konyol itu.
"Iya kawan ... eh apa? Kau ingin menantang mereka di Arena ? A-apa kau sudah gila? Mereka itu Elder yang ada kau akan dikalahkan dengan mudah." Sahutku kepada ide gilanya Artizy.
"Tenang Comrade, kita semua akan mengalahkan mereka jadi lihat saja nanti," sahut Reznov menyetujui ide gilanya si kunyuk Artizy.
"Jangan bilang kalian memiliki ide yang sama dengan si Kunyuk ini," ujarku sambil menunjuk Artizy.
"Tentu saja ...," sahut mereka berdua dengan kompak dan sambil mengacungkan kedua jempol mereka.
"Hehe baiklah kawan-kawan kita akan menjadi Warrior yang paling hebat di dunia ini, Semangat!!!" tegas Artizy kegirangan.
"Simpan semangat kalian untuk nanti!" sahutku menggelengkan kepala karena ide mereka yang brilian.
Tiba-tiba saja ada pengumuman di speaker kelas, bahwa kami harus membuat tim dan di setiap tim beranggotakan 7 orang, dilanjutkan perintah bahwa setelah membentuk tim segera mungkin ke lapangan untuk diberikan pengarahan oleh kepala sekolah.
"Baiklah sesuai pemberitahuan tadi bapak akan membagi 4 kelompok di kelas ini ada Alpha tim, Beta tim, Charlie tim dan terakhir Delta tim," ujar Mr. Jack kepada kami semua.
"Semoga kita satu tim ya Muzzy! Reznov! Robin! Hehe," ungkap Artizy berharap kami semua satu tim dengannya.
"Semoga saja Comrade," jawab Reznov dengan tenang.
-Tbc-
Pojok Fyi
● Skill adalah jurus atau mantra yang harus di ucapkan oleh si pengguna Warrior, jika saat pengucapan Skill tidak sampai selesai maka Skill otomatis tidak akan keluar.
● Summon adalah ritual pemanggilan Warrior oleh sang pemilik, efek Summoning tergantung dari jenis Warrior tersebut. Efek Summoning tidak menyakiti orang yang berada di sekitar orang yang melakukan Summoning.
● Elder adalah organisasi elite yang mengatur sistem-sistem di sekolah (OSIS), merekalah yang menjalankan sistem yang ada di sekolah mulai dari mengatur peraturan sekolah sampai peraturan yang lain-lainnya tetapi mereka harus berkonsultasi dengan para guru untuk mendapat persetujuan.