
Liburan sekolah pun telah tiba, kebanyakan orang akan menghabiskan waktu liburan mereka dengan bersenang-senang bersama teman-teman mereka ataupun dengan keluarga mereka untuk pergi piknik ataupun hanya sekedar makan-makan di restoran keluarga.
Berbeda denganku, ketika musim libur seperti ini aku lebih suka bekerja paruh waktu untuk mengisi waktu luang. Biasanya aku mengambil pekerjaan paruh waktu sebagai penjaga perpustakaan, membantu perkebunan paman Albert di desa atau membantu pekerjaan Kakakku di kantornya sebagai petugas kebersihan atau petugas jaga mesin foto copy.
"Apa perkebunan paman Albert sudah masa panen ya? Lebih baik aku telpon saja paman Albertnya!" gumamku sambil memegang telpon genggamku dan mencoba menghubungi paman Albert.
"Halo paman, ini Muzzy!"
"Ada apa Dek Muzzy? Paman sedang sibuk ini?"
"Begini paman, Muzzy sudah masuk masa liburan, apa Muzzy bisa membantu di kebun paman?"
"Aduh gimana ya, saat ini kebun paman sedang mengalami gagal panen akibat serangan para Rat. Maaf ya Muzzy paman harus membersihkan ladang lagi sampaikan salam ku pada Kakak mu!"
Aku merasa sedih ketika paman Albert mengatakan bahwa ladangnya sedang mengalami gagal panen akibat ulah Rat, ya memang mereka suka merusak dan juga mencuri tapi tidak biasanya mereka bisa masuk terlalu dalam ke desa.
"Sepertinya kali ini bekerja paruh waktu di perpustakaan kota saja!" gumamku dengan nada suara sedih.
Jika aku bekerja paruh waktu di kebun Paman Albert, bayaranya akan sangat banyak dan juga aku bisa makan sepuasnya buah-buahan disana. Tapi jika bekerja di perpustakaan kota, bayarannya cukup sedikit hanya sekitar 5€ perjam dan aku bekerja hanya 6 jam perhari berarti aku hanya mendapatkan 30€ per hari, oh iya liburan semester kali ini lumayan lama yaitu sekitar 14 hari biasanya hanya 1 minggu.
※※※
Hari ini aku memutuskan untuk membersihkan kamar terlebih dahulu lalu menghubungi teman Kakakku yang bekerja di perpustakaan kota itu.
Ketika sedang asik membersihkan kolong bawa ranjangku, aku menemukan buku yang dulu biasa aku baca ketika masih kecil. Buku itu berisikan para Warrior-warrior hebat di masanya dan sekarang generasi sudah berubah.
Ketika aku mencoba untuk membuka buku itu dan melihat gambar seorang warrior dari Clan Shaman, tiba-tiba saja sekumpulan informasi tentang warrior itu masuk kedalam tubuhku. Bukan hanya informasi mengenai warrior itu, bahkan seluruh skill bahkan senjata yang dimiliki warrior itu telah ku rebut.
"Rubick ... apa yang terjadi?" ujarku sambil memegang kepalaku karena terkejut.
"Aku baru saja menggunakan Spell Steal Tuan!"
Aku benar-benar terkejut, ini sangat berbeda dengan sebelumnya yang dimana aku hanya bisa mengambil skill dan sekarang malah bisa mengambil setiap gerakan, skill, maupun senjata.
"Rubick jangan pernah lakukan itu secara mendadak ok, biar aku saja yang menentukan kapan harus menggunakan kemampuan itu, mengerti?" ucapku sambil mencoba mengatur napas agar kondisiku menjadi lebih tenang lagi.
"Maafkan aku Tuan, apa tuan marah?"
"T-tidak aku tidak marah, h-hanya saja aku terkejut. Sebaiknya aku bertemu dengan paman Grey, bisa bantu aku untuk bertemu dengan dia, Rubick-chan?" ujarku yang masih terlihat terkejut.
"Tentu saja Tuan. Ayo kita berangkat segera!"
Rubick bersinar sangat terang dan ketika aku membuka mataku kami berdua sudah masuk kebawah alam sadarku untuk bertemu paman Grey.
"Ah lihat siapa yang sudah berhasil meningkatkan Cube of Arcane miliknya, benar bukan, simpel. Kau hanya perlu berbuat baik dan berbicara dengan Cube milik mu," ujar paman Grey sambil tersenyum puas.
"Paman ada yang ingin aku tanyakan!?" ujarku mendekat kearah paman Grey yang tengah duduk santai.
Paman Grey tersenyum sambil mengangkat cangkir teh miliknya. "Santai dulu, ayo kita minum teh. Dasar anak muda tidak sabaran!"
Kami berdua duduk di pondok yang dulu adalah tempatku pertama kali bertemu dengan paman Grey.
"Jadi apa yang ingin kau tanya tadi?" tanya paman Grey lalu meminum teh miliknya.
Aku mengerutkan dahiku. "Begini paman, masalah skill pasif Spell Steal, kenapa sekarang semua informasi warrior milik orang lain bisa ku miliki?"
"Mythical Rubick adalah Warrior yang sangat-sangat unik, Spell Steal milik mu itu masih tahap ke 2, dia akan selalu meningkat dan meningkat setiap kali Cube of Arcane meningkat menjadi lebih kuat lagi ..." sahut paman Grey lalu meletakkan cangkir tehnya ke meja.
"Karena kau sudah meningkatkan Cube of Arcane milik mu menjadi 3x3 berarti tugasku sudah hampir selesai untuk mengawasi mu!" lanjut paman Grey dengan senyum puas di wajahnya.
"Sudah hampir selesai? Tapi aku masih banyak pertanyaan Paman!"
"Kau akan tau dengan sendirinya siapa yang memberiku tugas untuk membimbing mu, aku tau kau itu selalu penuh pertanyaan tapi aku akan memberitahu salah satu skill pasif yang akan kau dapatkan!"
"Apa itu paman?" tanyaku penasaran sampai sampai aku mendekatkan wajahku kearahnya.
"Anak ini, kau itu selalu bersemangat dan tidak sabaran. Baiklah nama skill pasif mu itu adalah Arcane Supremacy!"
"Arcane Supremacy?"
"Ya, itu skill pasif baru milik mu. Skill pasif itu akan memperkuat seluruh skill yang kau miliki atau skill yang telah kau ambil dari orang lain, jadi simpelnya seperti ini. Kekuatan warrior milik orang lain itu akan digandakan kekuatannya bisa dibilang double damage,"
"Tapi jangan sembarangan mengambil skill milik orang lain ok, jangan jadikan kekuatan mu itu yang akan membunuh mu tapi gunakan kekuatan mu untuk menolong walau kau harus mati karenanya!" ucap paman Grey lalu merubah raut wajahnya menjadi sedih.
Aku memandang paman Grey dengan tatapan penuh tanda tanya, aku merasa tatapan itu adalah tatapan orang yang kecewa terhadap sesuatu. Tatapan yang pernah aku lihat sebelumnya.
"Paman ..." ucapku dengan raut wajah sedih pula, aku merasa iba ketika melihatnya seperti itu.
Paman Grey hanya memandangiku dengan seribu kebisuan, aku merasa aura yang dikeluarkan paman Grey saat itu adalah aura kesedihan.
"Apa paman bahagia karena pengorbanan itu?" tanyaku secara tiba-tiba dengan senyum di wajahku.
Paman Grey tertawa sambil mengacak-acak rambutku yang padahal sudah acak-acakan. "Tentu saja bahagia, kau akan merasa bahagia jika pengorbanan mu membuat orang bahagia juga."
Hampir 30 menit aku berbicara dengan paman Grey sampai-sampai dia beberapa kali harus mengisi ulang cangkir teh miliknya, paman Grey berkata bahwa semakin banyak aku mengambil informasi Warrior lain maka tubuhku akan mendapatkan konsekuensinya yaitu energi milikku juga akan cepat terkuras jadi aku disarankan untuk mengambil informasi warrior tertentu saja yang bermanfaat bagiku selain itu juga ada konsekuensi lain yang harus aku terima jika terlalu sering menggunakan skill Pasif Spell Steal dari Mythical Rubick tapi jika tubuhku mampu mengatasinya hal itu tidak akan pernah menjadi masalah untukku.
...
Aku terbaring di kasur milikku sambil memikirkan hal yang baru saja ku ketahui, kekuatan sebenarnya dari Mythical Rubick memang terlalu kuat tapi setiap kekuatan pasti ada dampak atau konsekuensi yang diterima penggunanya.
Aku duduk lalu memanggil rubick untuk mencoba membaca informasi tentang warrior yang barusan aku ambil dari buku tadi.
Aku mencoba fokus kepada rubick dan Rubick pun bergerak merubah bentuknya menjadi sebuah pedang katana berwarna hitam pekat.
"Wow, bukankah ini Black Dragon Fury. Jadi ini peningkatan milik mu Rubick!"
"Hehe hebat bukan Tuan. Ini masih belum seberapa Tuan, saya masih bisa meningkat lagi!"
Karena keasikan dengan rubick, aku jadi lupa menelpon teman kakakku itu, tapi untung saja dia masih di perpustakaan jadi besok aku sisa mengirim surat pengajuan saja lagi.
※※※
Di malam hari aku mencoba untuk berlatih menggunakan pedang Black Dragon Fury di belakang rumah saat kakak tengah tertidur pulas karena kelelahan bekerja hari ini.
Benar saja setiap gerakan milik warrior tersebut bisa aku ikuti dan ku kuasai dengan sangat mudah seakan-akan akulah orang pemilik aslinya.
"Ok saatnya mencoba serangan skill, [Light Slash]!"
Dengan cerobohnya aku mengeluarkan skill dengan sembarang sampai-sampai menghancurkan pagar rumahku dan juga pagar milik tetangga.
"Mati aku!" ujarku sambil menepuk dahiku.
Besoknya ketika kakakku ke halaman belakang untuk melakukan latihan fisik, ia melihat pagar rumah dan pagar tetangga sebelah hancur terpotong karena ulahku malam tadi.
"MUZZY!" teriak kakakku dengan suara lantangnya.
Aku bersembunyi dibalik jendela sambil mengintip kakakku yang tengah berdecak pinggang karena ulahku.
Dengan penuh amarah, tetanggaku menceramahiku dan sepanjang beliau berceramah kakakku terus saja meminta maaf dan aku juga disuruh kakakku untuk bertanggung jawab sepenuhnya. Ya karena juga aku sih, gara-garanya jadi aku harus mengganti semua kerugian ini.
Separuh tabunganku langsung terkuras habis karena harus membayar semua ganti rugi, padahal aku sudah berencana untuk membeli miniatur Zoid yang sudah aku idam-idamkan sejak dulu, yaitu Blade Liger.
"Lain kali jika ingin latihan pergi ke tempat latihan di pinggir hutan, disitu kau bebas menggunakan skill milik mu. Tapi tunggu dulu sejak kapan kau mempunyai skill memotong seperti ini?"
"Hmm ... sejak aku masuk pusat pelatihan Kak hehe," alasanku sambil menggaruk pipiku.
Kakakku mengerutkan dahinya seolah-olah tidak percaya dengan apa yang aku katakan tadi. "Aneh bukannya senjata mu itu sebuah Cube, mana mungkin bisa mengeluarkan serangan memotong seperti ini. Bukannya serangan mu itu menembak dan meledakkan?"
Aku sangat bingung bagaimana menjelaskan itu kepada kakakku, memang benar dari dulu aku hanya bisa menembakkan Cube dan meledakkan Cube.
"I-ini semacam serangan baru, aku mengubah Cube menjadi semacam piringan pisau!" ujarku berbohong.
"Hmm aneh sekali!" kata kakakku sambil menggaruk kepalanya lalu masuk ke dalam rumah.
Karena kejadian itu aku jadi terlambat di hari pertamaku bekerja paruh waktu, aku memberitahu bahwa ada sedikit masalah kepada Kak Michi dan untung saja dia selalu baik kepadaku.
"Sudah-sudah tidak apa-apa, lain kali jangan terlambat lagi ya. Jadi mohon kerja samanya, Muzzy!" ucap kakak Michi dengan senyum manis di wajahnya.
Aku mengangguk dan membalas senyumnya, dengan ini aku dinyatakan resmi bekerja paruh waktu untuk mengisi waktu luang liburanku dan juga semua hasilnya akan aku tabung lagi untuk membeli miniatur Zoid tadi yang sudah lama aku inginkan.
-Tbc-