Mythical Rubick

Mythical Rubick
65 | Kingslayer Project



Another Pov


Flashback on


"Ayah, apa itu sebuah keadilan?" tanya anak kecil yang tengah duduk di pangkuan ayahnya.


Terlihat dari pakaian yang di kenakan oleh pria berkumis itu adalah setelan militer. Tertulis nama Kapten Elliot di bagian dada sebelah kanan.


"Keadilan adalah sesuatu yang harus kita jaga walaupun harus mengotori tangan kita sendiri, Wilkes!" ucap Kapten Elliot.


"Kenapa kita harus mengotori tangan demi menjaga keadilan, bukankah perdamaian adalah jalan satu-satunya yang harus kita jalankan?" tanya Wilkes dengan polosnya.


Kapten Elliot tersenyum manis kepada anak pungutnya itu lalu berkata. "Terkadang seorang pria harus bisa mengorbankan tangannya untuk dikotori demi menjaga sesuatu agar nampak bersih, begitu pula dengan keadilan."


Kapten Elliot lalu memegangi kepala Wilkes sembaring berkata. "Jika pria itu adalah diri mu, apakah kau siap ikut serta menjaga dunia ini agar terlihat bersih?"


Wilkes mengangguk cepat. "Tentu saja, karena aku kan anak ayah yang paling hebat!"


Sekelompok pria dewasa dengan pakaian perang super lengkap mendekat, mereka lalu memberi hormat kepada Kapten Elliot.


"Kapten, kita mendapatkan tugas!" ucap salah satu prajurit dari pasukan yang Elliot pimpin.


Kapten Elliot hanya mengangguk, lalu berkata kepada Wilkes. "Tetaplah di dalam ruangan ini, OK. Jagalah tempat ini seolah-olah kau menjaga dunia ini!"


Wilkes dengan penuh percaya diri mengangguk lalu tersenyum manis.


Flashback off


Pria tua terbangun dari tidurnya, dengan sepenuh tenaga yang tersisa ia mencoba bangun dari posisi berbaringnya.


Di dinding terdapat banyak sekali foto, penghargaan, dan juga medali. Di salah satu foto yang ada di dinding itu tertulis nama Letnan Elliot, Mike, Sullivan, dan Carl di atas kepala tiap orang yang ada di foto itu, tertulis juga di bingkai itu Kingslayer project.


Dia teringat pertemuan pertamanya dengan anak punggutnya yang sekarang telah menjadi orang paling dicari dan paling mengancam ketataan dunia, Wilkes.


Rasa bersalah, menyesal, dan ketakutannya selalu saja menghantui di masa-masa tuanya dan di masa-masa pensiunnya ini. Bahkan ia merasa telah mati namun tubuhnya tetap hidup di dunia ini.


Penyesalan yang ia harus alami adalah kenapa ia harus membiarkan anak itu hidup.


Flashback on


Kingslayer Project adalah salah satu misi yang sangat rahasia. Bahkan di dunia ini, hanya 10 orang yang tau akan proyek ini. Proyek ini berlangsung ketika Elliot yang masih menjabat sebagai Letnan diharuskan membunuh seluruh clan yang saat itu di anggap sebagai pembangkang dari pemerintahan dunia.


Clan itu telah meluncurkan beberapa serangan kepada distrik-distrik dan bahkan dengan tega menyerang rumah sakit serta sekolah-sekolah yang tidak mendukung gerakan mereka.


Misi itupun dilakukan pada malam hari ketika semua orang tengah tertidur pulas, Letnan Elliot dan pasukannya menyusup ke desa mereka dan mulai membunuh tanpa di sadari oleh satu orangpun.


Sampai akhirnya mereka berhasil membunuh pimpinan dari clan tersebut.


Di dalam lemari pakaian terdengar suara tangisan bayi yang membuat mereka berempat langsung bergerak mendekat lemari itu.


Terdapat istri dan kedua anaknya dari pimpinan clan itu.


"T-tolong jangan bunuh kami, kami tidak ada hubungannya dengan semua ini!" lirih perempuan itu memohon ampun kepada Elliot dan pasukannya.


Karena merasa iba, Elliot pun memerintahkan pasukannya untuk menahan perempuan itu dan kedua anaknya namun rupanya anak kecil itu menerjang salah satu prajurit Elliot dan perempuan itu bahkan menyerang Elliot dengan sebilah pisau yang ia sembunyikan dibalik tubuhnya. Karena tidak punya keahlian beladiri, ayunan pisau itu dengan mudah di tahan oleh Elliot dan membalikkan pisau itu kepada perempuan itu.


Pisau yang di niatkan untuk membunuh Elliot malah membunuh si penggunanya. Naas perempuan itu terkena sayatan di bagian lehernya, nasib buruk juga di alami anak kecil yang menerjang prajurit Elliot tadi, dengan mudah prajurit itu mematahkan lehernya dan didetik itu juga si anak kecil itu dinyatakan tewas ditempat.


Perempuan itu dengan sisa tenaga yang ada di dalam tubuhnya, meminta kepada Elliot untuk menjaga bayinya.


Ada niatan untuk membunuh bayi itu namun ia tidak tega karena melihat wajah dari bayi itu begitu manis dan polos. Akhirnya Elliot pun mengangkatnya sebagai anak dan akan merawatnya sampai ia dewasa.


Flashback off


***


Dimasa-masa tuanya, yang seharusnya sekarang ia bisa bercengkrama dengan cucu-cucunya namun itu hanya imajinasi semata saja.


"Aku benar-benar dihantui olehnya!" gumam Elliot sambil menatap sebuah foto.


Another Pov end


Minggu sebelum kembali masuk sekolah, aku berencana untuk berlatih-latih sedikit di tempat biasa yang aku pakai ketika masih kecil dulu. Lokasi itu tepat di hutan kota, kawasan ini memang sering digunakan untuk para warrior sepertiku yang ingin berlatih jadi kerap kali aku juga melihat beberapa warrior muda bahkan yang sudah berumur juga berlatih disini karena tempat ini begitu umum. Namun ada salah satu tempat yang mungkin hanya aku saja yang mengetahuinya, tempat itu ada di balik gua yang tersembunyi.


Sebuah padang rumput dengan pohon besar yang ada di tengahnya. Pohon itu dikelilingi oleh sebuah kubangan air, air itu begitu jernih sampai-sampai ikan yang ada di kubangan itu jelas terlihat berenang kesana kemari.


Sebuah ekosistem yang dibuat oleh alam untuk makhluk-makhluknya, begitu indah dan berjalan dengan semestinya. Tetapi ketika melihat hal itu, terbesit satu pertanyaan di dalam benakku. Seandannya manusia menjalankan tugasnya dengan semestinya apakah keadaanya akan seperti ini atau mungkin akan lebih baik.


Aku mengikuti saran paman Gray untuk melakukan meditasi untuk meningkatkan kemampuan sihirku. Kata paman Gray, fungsi meditasi sendiri untuk pengguna warrior Mythical Rubick seperti kami sangat berguna untuk menambah daya ingat, daya tampung, dan untuk menenangkan penggunanya.


Beruntung aku mempunyai mentor seperti paman Gray yang selalu menasehatiku agar selalu bijak untuk menggunakan skill pasif itu, seadainya saja aku dengan nafsunya dan rakus menggunakan skill pasif itu. Mungkin aku sudah gila atau yang lebih buruknya lagi aku bisa-bisa mati dalam artian tertentu, bukan tubuhku yang mati tetapi jiwaku yang mati karena terlalu banyak menampung apa yang telah di ambil akhirnya otakpun mengalami overload.


Tubuh manusia memiliki batasan, itulah alasan sesuatu yang berlebihan bisa berbahaya dan itu sudah menjadi hukum alam.


...


Tak terasa sudah hampir 2 jam telah berlalu, bahkan burung-burung dengan santainya bertengger di kepala, bahu, bahkan di tanganku. Hewan-hewan lain juga rupanya ikut berkumpul disekitarku, mulai dari rubah, kelinci, dan rusa, alasan mereka berkumpul adalah mereka merasa nyaman karena tidak adanya hal yang mengancam.


"H-hallo semua, apa yang kalian lakukan?" tanyaku, tersenyum melihat mereka yang juga sedang menatapku.


***


"A-aduh, bokongku sakit!" keluhku karena terlalu lama duduk, akibatnya pantatku menjadi sakit.


Di perjalanan pulang, aku merasa seperti ada yang mengikuti sejak aku keluar dari gua tadi. Aku berpura-pura tidak tahu dan tetap terus berjalan tetapi dengan kewaspadaan tingkat tinggi.


Dari aura yang ia keluarkan saat ini tidak ada indikasi mengancam ataupun hal-hal buruk, aura yang aku rasakan adalah aura orang yang penasaran dan ketertarikan terhadap lawan jenis.


Sebaiknya aku menjebaknya, batinku dalam hati.


Aku berencana untuk bersembunyi untuk menghilangkan jejakku, dan akhirnya sosok itu muncul juga karena merasa orang yang di ikutinya menghilang dari pandangannya.


Sosok wanita berambut lurus berwarna hitam kebiruan terlihat sedang mencariku dan bergumam kebingungan, dan sosok itu rupanya Mayumi. Aku langsung bernapas lega karena yang muncul adalah Mayumi dan bukan sosok hantu ataupun sesuatu yang bisa dibilang aneh.


"Kau mencariku, Mayumi?" tanyaku sambil tertawa ringan karena ia terlihat kebingungan.


Ia langsung membalikkan badannya dan terkaget karena aku rupanya sudah ada di belakangnya.


"K-kkenapa, s-sejak kapan?" ucapnya gagap dan seperti susah mengucapkan kata demi kata.


Aku dibuatnya tertawa karena tingkahnya yang salah tingkah karena telah ketahuan mengikutiku.


"Kau tau, menguntit itu adalah hal illegal bukan?" ujarku sambil mendekat ke arahnya.


Dia hanya tersenyum sambil tersipu malu, pipinya memerah karena ulahnya sendiri.


"Apa yang kau lakukan disini, Mayumi?" tanyaku yang sedikit penasaran karena jarang sekali ada warrior yang berani sampai sejauh ini masuk ke dalam hutan.


Mereka yang menggunakan hutan ini biasanya hanya di pesisir hutan dan jarang sekali masuk begitu dalam seperti yang aku lakukan karena beberapa alasan, selain takut ada kehadiran monster, mereka takut karena rumor mengatakan disini penuh dengan makhluk yang tak kasat mata, sebut saja mereka hantu.


Rumor turun temurun dan pamali terus tersebar, itulah mengapa kebanyakan orang takut untuk terlalu dalam menjelajahi hutan. Ada istilah keren sih untuk itu, lestari karena pamali, berkat rumor dan pamali itu terus tersebar, hutan disini justru terjaga keasriannya. Ada untungnya juga sih sebenarnya.


"H-hehehe, sebenarnya aku tadi hanya berjalan-jalan dan tidak sengaja melihat mu, Muzzy," ujar Mayumi yang membuatnya malah bertanya-tanya, untuk apa dia ada di hutan ini.


"Begitu ya, tadi aku habis latihan. Disini memang tempat favoritku untuk berlatih, apa kau tidak takut berjalan-jalan sendiri di hutan ini?"


"Hmm, disini memang tempat yang cocok untuk latihan warrior terlebih disini juga sangat tenang, bukan?"


Ketika aku ingin mengatakan sesuatu, ia langsung memotong dan berkata ia harus pulang. Ia melambaikan tangannya lalu berlari meninggalkan ku sendiri yang nampak kebingungan dengan tingkah laku anak yang satu itu.


Mayumi Pov


Kenapa dada ini begitu berdetak kencang ketika melihatnya dari dekat, dan kenapa pula aku harus bertemu dengannya disaat seperti ini. Aku terus bertanya-tanya tentang perasaan ini, apakah aku salah jika menyukai orang yang adalah target tuan Wilkes itu sendiri, orang yang sebenarnya harus ku lawan namun ketika aku melihat wajahnya apalagi ketika melihat senyumnya itu, seketika aku langsung kalah begitu saja. Bahkan untuk berbicara dengannya saja terasa begitu sulit.


"Tidak, aku tidak boleh kalah, aku harus melawan perasaan ini!" gumamku sambil terus berlari keluar hutan.


Iya benar, aku tidak boleh kalah dari perasaan ini, tugasku untuk mengawasinya dan bukan jatuh cinta kepadanya namun ia begitu baik, tampan, dan tidak pernah memandangku sebagai musuh, padahal aku sudah pernah melawannya kala itu tetapi ia tetap memperlakukanku seperti kawannya.


"Muzzy, kau memang luar biasa!" pujiku sambil tersenyum.


Mayumi Pov end


"Itu anak kenapa, apa dia kerasukan hantu di hutan ini?" tanyaku sambil melihat ngeri sekeliling.


Kicauan burung gagak membuatku terkejut.


"Sebaiknya aku harus keluar hutan ini secepatnya deh!" gumamku lalu mulai berjalan dengan cepat.


Another Pov


Kicauan burung gagak tadi adalah tanda bahwa ada kehadiaran Spirit yang tengah memandang Muzzy dari kejauhan. Spirit itu adalah Dark Spirit, ketertarikan Dark Spirit dikarenakan Muzzy sudah dirasa pantas untuk bertemu dengannya, selain Muzzy, Dark Spirit sudah mengawasi Artizy lebih dulu dan juga Ellen. Alasannya ia mengawasi Artizy karena Artizy telah berhasil mengendalikan sisi gelapnya sedangkan Ellen telah berhasil mengatasi ketakakutannya.


Memang alasannya terlihat simpel atau sederhana, namun ada hal khusus atau istimewa kenapa mereka berdua lebih duluan di awasi oleh Dark Spirit dan hanya ia yang mengetahui hal tersebut.


-Tbc-