My Wife My Maid

My Wife My Maid
Rencana



Pagi ini sudah bulan ke 7 setelah pernikahan Cassandra, dan di kabarkan Cassandra tengah mengandung anak Bima, dan mereka merayakan kehamilan Cassandra yang ke 7. Cassandra semakin di batasi pergerakannya oleh Bima, padahal dirinya tidak ingin hal itu, namun mau bagaimana lagi, jika Bima bersitegas dia juga tidak bisa membantahnya dan hanya bisa mengikutinya.


Bima sendiri tengah menyeleksi para pembantu yang akan menemani hari-hari istrinya nanti, dia tidak ingin istri dan calon bayinya nanti kenapa-kenapa, jadi dia memutuskan untuk memilihnya sendiri.


"Bima.... cukup satu jangan banyak-banyak." ucap Cassandra memohon.


"Tidak princess, klo aku bilang 10 ya sepuluh." ucap Bima tak mau kalah.


"Itu terlalu banyak Bima..." kata Cassandra.


"Tidak, itu jauh lebih cukup, atau mungkin kurang." ucap Bima.


"Buat apa aku memiliki pembantu sebanyak itu, 1 aj itu sudah cukup." Kata Cassandra.


"Tidak Cassandra, 1 mana cukup untukmu, nanti siapa yang membantumu masak, yang membantumu membuat susumu, yang membantumu mandi. yang membantumu berdiri, berjalan, dan...." kata Bima terpotong oleh perkataan Cassandra.


"Cukup cukup, baiklah, kita rekrut 2 saja." kata Cassandra.


"Tidak, sembilan." kata Bima tak mau kalah.


"Tiga aja ya..." ucap Cassandra memohon.


"Delapan, baru aku setuju." ucap Bima tak ingin di bantah.


"Terlalu banyak Bima kalau delapan, lagi pula jika urusan berjalan, mandi dan lain-lain masalah pribadi, aku masi bisa, jadi jangan terlalu banyak." kata Cassandra memelas.


"Aku tau itu Cassy, tapi kamu tau kan, ini semua demi kamu, demi keamanan dan keselamatan mu." ucap Bima.


"Iya... aku tau itu. tapi juga tidak boleh berlebihan. Bima, coba tatap aku, lihat mataku. Aku bertanya, apakah kamu percaya padaku?". ucap Cassandra.


"Sudahlah Cassandra ini juga..." kata Bima.


"Jadi kamu tidak percaya padaku?" kata Cassandra menyela.


"Tidak begitu sayang.... Huh.... baiklah, kita rekrut 4 orang, apakah kamu puas." ucap Bima mengalah.


'Sudah 7 bulan kita bersama sebagai suami istri tapi kamu hanya bisa menyukaiku?, kapan aku bisa mendengan kata I Love You dari bibirmu cassandra.' ucap Bima dalam hati.


Disisi lain Danial tengah mempersiapkan rencananya, dia sudah menunggu detik-detik ini. Dia sangat khawatir rencananya untuk merebut Cassandra gagal, terlebih lagi Cassandra dengan mengandung. Dia tidak munafik, walaupun dia tidak menyukai Bima, tapi jika dia berhasil mendapatkan Cassandra walaupun dalam keadaan hamil pun dia bersedia menerimanya, walaupun anak itu bukanlah darah dagingnya sendiri.


"Bagaimana Tommy?, apakah rencana kit berhasil?" tanya Danial.


"Berhasil tuan, sesuai dugaan kita. Dan sebentar lagi kita akan mendapatkannya." ucap Tommy yakin.


"Kerja bagus." ucap Danial.


'Lihatlah Cassandra, aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan mu, aku akan terus memperjuangkan mu. Dan kamu tunggulah aku, sebentar lagi kita pasti akan dapat bersama.' ucap Danial dalam hati.


"Jika rencana kita berhasil dengan total, aku pasti akan langsung menjemputnya untuk pulang bersamaku ke Indonesia." kata Danial.


"Tentu tuan, rencana kita pasti akan berhasil." ucap Tommy mengiyakan.


Sebenarnya apa rencana mereka, mengapa terdengar begitu misterius?, apakah mereka akan menculik Cassandra, atau justru ingin berperang dengan keluarga Putra untuk memperebutkan Cassandra???


.


.


.


.


.


.


**Hai para readers sekalian, Selamat Tahun Baru ya.... Semoga tahun ini menjadi tahun yang penuh kebahagian, dan selamat, kamu bisa tetap berjuang hingga detik ini. Ternyata kalian orang-orang yang kuat ya. Intinya semangat.... jangan sampai menyerah, karena masih ada orang yang mengharapkan kalian, termasuk author, jadi semangat ya....


Happy New Year 🎉🎉🎉**