My Wife My Maid

My Wife My Maid
Roti Jepang 2



Keesokan harinya


Danial dan Dewo sudah pulang ke rumah masing-masing, hari ini mereka mendatangi apartemen Kevin lagi, yah mereka ingin memberikan Cassandra sebuah hadiah. Dan aku jamin kalian tau itu apa:). Ya apa lagi kalau roti Jepang🤣.


Mereka membawa barang masing-masing, entah mengapa mereka bisa berpapasan di lobi apartemen. Mereka melirik satu sama lain, seakan-akan sedang melihat barang bawaan mereka.


'Apa yang Paman lakukan di sini?, jangan bilang dia juga membelikan Cassandra roti Jepang. Tapi tenang saja Paman, ponakan Paman inilah yang akan mendapatkan ciumannya. Karena aku sudah menyuruh Tomy membeli semua macam roti Jepang yang ada di Jepang, dan aku sendiri yang menyuruhnya datang ke jepang.' ucap Danial dalam hati.


'Kenapa Danial juga ke sini?, apa dia juga mau membawakan Cassandra roti Jepang?. Ini tidak bisa di biarkan, dan apa yang dia bawa?, apa itu roti Jepang nya?. Apa dia gila?, kenapa banyak sekali sampai satu karung, dasar bocah gila.' batin Dewo.


"Hai Danial, apa yang kamu bawa?. Kamu mau jualan beras?" ejek Dewo kepada Danial.


"Tentu saja tidak, aku membawakan hal spesial untuk Cassandra, dan tentunya jauh lebih banyak dari pada punyamu. Dan aku bisa menjamin keaslian barang yang aku bawa ini. Tidak seperti punyamu." ucap Danial tidak mau kalah.


"Yah, walaupun punyaku sedikit tapi aku yakin Cassandra pasti menghargai barang yang aku bawa ini." ucap Dewo.


"Yah kita lihat saja nanti." ucap Danial.


Mereka menuju ke apartemen Kevin, mereka terlihat buru-buru, seakan-akan terlihat seperti sedang balapan lari.


Mereka pun akhirnya sampai di depan pintu apartemen Kevin. Danial menekan bel yang ada di sana, dan tidak butuh waktu lama pun pintu itu terbuka.


Ceklek


"Eh kalian, ada apa ke sini?. Dan apa yang kamu bawa itu Danial?, seperti orang pindahan saja." ucap Kevin mengejek Danial.


"Ya, aku memang ingin pindahan. Dan aku akan pindah ke sini." ucap Danial tanpa menghiraukan perkataan Kevin dan masuk begitu saja.


"Dimana Cassandra?" tanya Dewo.


"Dia ada di dalam." jelas Kevin.


Tak lama setelah itu Cassandra pun keluar dari kamarnya.


"Eh, kenapa kalian ke sini lagi?, dan apa yang kamu bawa?" ucap Cassandra pada Danial.


"Ini?, ini aku bawakan hanya untukmu. Bukankah kamu kemarin sangat menyukainya." ucap Danial.


"Aku juga bawa." ucap Dewo tak mau kalah.


Cassandra bingung dengan mereka berdua, benda apa yang mereka bawa hingga sebanyak itu, dan bisa membuatnya bahagia.


"Benda apa yang kalian maksud?, aku tidak mengingat pernah bilang bahwa aku menginginkan benda itu?" ucap Cassandra.


"Apakah kamu lupa, bukankah kemarin kamu meminta Kevin untuk membelikan ini untukmu, jadi kami juga membelikan ini untukmu. Apakah kamu senang?" tanya Danial.


'Tidak mungkin kan mereka membawa roti Jepang. Jika itu benar aku bisa membangun toko untuk menjualnya.' ucapnya melihat karung yang di bawa Danial.


"Jangan bilang kalian membawakan aku roti Jepang?" tanya Cassandra pada mereka.


"Tentu saja kami membawakan itu untukmu." ucap mereka berbarengan dengan senyuman yang indah di wajah mereka masing-masing.


"Apakah kamu suka?" tanya Danial.


"Suka, tapi untuk apa kalian membawa sebanyak itu?, aku hanya memerlukan sedikit. Itu bisa aku gunakan sampai 2 tahun." ucap Cassandra.


"Apa?, gunakan?. Bukankah itu roti Jepang?, kenapa kamu gunakan, harusnya kan kamu makan." ucap Danial.


"Iyuh, sapa juga yang akan memakan benda itu." ucap Cassandra jijik.


"Bukankah yang kamu maksud itu ini?" ucap Danial memperlihatkan isi di karung itu.


"Astaga, bukan itu yang aku maksud." ucap Cassandra.


"Lalu apa?" tanya Dewo.


"Itu.... itu... yg di gunain perempuan pas haid." ucap Cassandra.


"Hah apa?" ucap Danial tidak mengerti.


"Masak kalian tidak tau. Semacam popok gitu loh." ucap Cassandra."Oh ayolah, jangan buat aku semakin malu." lanjut Cassandra.


Kevin memperhatikan mereka, dia tertawa terbahak-bahak karena kesalah pahaman itu. Akhirnya dia membantu Cassandra untuk menjelaskan pada mereka, karena dia sudah tidak tega melihat wajah Cassandra yang sudah memerah karena malu.


Kevin membisikkan mereka sesuatu, dan akhirnya mereka berdua pun mengerti.


"Oh jadi pembalut, aku pikir apa. Ngomong gitu aja susah, sampek bilang roti Jepang segala. Mana ngerti aku, terus bagaimana dengan nasib roti-roti ini?" ucap Danial.


"Kamu makan aja semua itu." ucap Cassandra jutek.


"Hei, kenapa kamu tidak menghargai pemberianku ini, aku sudah susah-susah membelinya sampai ke Jepang." ucap Danial tak terima.


"Sudahlah, dia lagi PMS. Jangan ganggu dia jika kamu tidak ingin di makan olehnya." jelas Dewo.


'PMS?, benda apa lagi itu?. Dan bagaiman dengan ciumannya?' ucap Danial dalam hati.


Hai, jangan lupa untuk like, komen dan vote sebanyak-banyaknya. See you di bab selanjutnya.