My Wife My Maid

My Wife My Maid
Awal Sebuah Perjuangan



Dhefin melihat ke arah Ayahnya, dia sedikit khawatir melihat wajah Ayahnya yang terlihat kesakitan.


"Ayah.... ada apa?" kata Dhefin.


"Ah, tak apa." ucap Danial.


"Lalu kenapa Ayah memegang kepala Ayah." ucap Dhefin.


"Karena sekarang Ayah sudah mengingat semuanya." kata Danial.


"Apa?, apakah itu benar Ayah?" tanya Dhefin tak percaya.


"Hm.... tentu saja, dan tugas kita sekarang adalah mendapatkan hati Mamamu." kata Danial.


"Tapi.... akankah Mama mau kembali bersama kita." ucap Dhefin lirih.


"Percayalah pada Ayah, Ayah akan membuat Mama kembali." ucap Danial.


"Tapi bagaimana jika Mama menolaknya?" kata Dhefin.


"Ayah akan terus berusaha sampai Mamamu kembali bersama kita." ucap Danial.


"Bagaimana caranya Ayah?" tanya Dhefin.


"Tentu saja dengan memperlakukannya dengan baik, kita ambil hati Mama." kata Danial.


Disisi lain Bima dan Cassandra duduk terdiam, tidak ada satupun dari mereka yang mengeluarkan suara, entah itu Bima ataupun Cassandra.


'Apa yang sedang gadis ini pikirkan?, apakah itu masalah di kantor?, harusnya aku tidak menyuruhnya untuk mengurus kerjasama dengan perusahaan Bramantyo jika tau itu membebankan dirinya. Baiklah, besok aku akan menyuruhmu untuk kembali bersamaku ke Prancis, kita akan menghabiskan waktu kita bersama di sana, tidak ada yang akan menjadi penghalang di antara kita, terlebih sekarang kamu sudah mau membuka hatimu untukku, itu saja sudah cukup, sekarang yang terpenting adalah membuatmu jatuh hati padaku.' batin Bima.


Cassandra tengah memikirkan kenangan-kenangan indah bersama Danial, dia juga tidak tau mengapa dia bisa teringat kenangan itu, padahal di hatinya dia ingin sekali mengubur semua ingatan tentang pria itu, namun apalah daya, dia tidak bisa membohongi hati kecilnya.


'Apakah aku terlalu bodoh hingga aku bisa melupakan semua perbuatan burukmu padaku, dan justru kenapa aku terus terngiang-ngiang akan kenangan indah kita?. Apakah aku salah jika aku masih mencintaimu?, apakah aku salah jika aku ingin kembali bersama mu?. Aku tau ini tidak mungkin, terlebih jika aku mengingat semua perbuatan padaku, aku bingung dengan diriku sendiri, padahal aku tau bahwa setiap kenangan yang bersamamu itu lebih banyak kenangan buruk, tapi entah mengapa aku masih mengharapkan kehadiranmu. Sepertinya kamu telah berhasil merebut hatiku Danial, sampai-sampai hatiku penuh dengan dirimu, tidak ada sedikitpun tempat yang tersisa untuk orang lain.' ucap Cassandra dalam hati.


"Cassandra, bagaimana menurutmu?" kata Bima.


"Aku bertanya padamu bagaima pendapa mu tentang pesta kembang api tadi?" kata Bima.


"Ah... maaf Bima, aku tidak memperhatikannya." ucap Cassandra.


"Tak apa jika kamu tidak memperhatikannya, aku hanya tidak ingin kamu bersedih. Hm... Cassandra, bolehkah aku tau apa yang sedang kamu pikirkan?" ucap Bima ragu. " Aku harap itu bukan tentang aku yang berdiri di depan mu tanpa memakai baju." ucap Bima mencairkan suasana.


"Ih apaan sih, gaje banget kamu Bim." ucap Cassandra sambil memukul pelan dada Bima.


"Hahaha, kalau bukan kenapa wajahmu bisa memerah." kata Bima sambil tertawa.


"Dasar bocah tidak tau malu, bagaimana mungkin aku mau memikirkan kamu, apa lagi dengan keadaan seperti itu." kata Cassandra.


"Keadaan seperti apa Cassandra?" ucap Bima memancing Cassandra.


"Ya... seperti tidak mema.... yak dasar bocah tengik, kenapa kamu membuatku mengatakan hal memalukan seperti itu." kesal Cassandra.


"Bukan begitu, aku tak bermaksud mengatakan hal itu, aku hanya tak mengerti apa yang kamu katakan." ucap Bima membela dirinya.


"Kok kamu makin ngeselin sih, tau ah aku sebel." ucap Cassandra karena tidak terima dirinya di isengin.


"Hahaha, baiklah aku minta maaf." ucap Bima pada Cassandra sambil berlutut di depannya dan memegang kedua tangan Cassandra.


"Aku tidak mau memaafkanmu." ucap Cassandra.


"Benarkah?, meskipun itu dengan mentraktir mu dengan Boba selama satu bulan." ucap Bima.


"Sepertinya kamu tidak mau ya, ya sudah deh tid-" ucapan Bima terpotong oleh Cassandra.


"Akan aku pertimbangkan." ucap Cassandra.


'Hahaha, dasar gadis yang lucu, di traktir Boba aja udah luluh hatinya. Itulah mengapa aku tidak mau melepaskan mu begitu saja Cassandra.' ucap Bima dalam hati.


Hai semua, maaf author lama gak update soalnya lagi sibuk sama sekolah, sebentar lagi author bakal lulus SMA, jadinya gak bisa terus-terusan bikin novel. Author sebenernya udah dari lama pengen up, apa lagi setelah baca semua komen kalian, maaf ya kalau author udh ngecewain hati para readers sekalian. jika author ada waktu author bakal lebih sering lagi untuk update, dan doain juga supaya author di terima di universitas yang author inginkan, mohon bantuan doanya ya🙏🏻. Jangan lupa untuk like, komen dan vote ya, see you next time 👋. Love you ❤️.