
"Kenapa kamu bisa ada di sini?, Apakah kamu tidak bekerja?, walaupun kamu CEO di perusahaanmu tetap saja kamu harus bekerja, apa kata bawahan mu nanti jika CEO mereka seenaknya tidak masuk?"
"Maaf paman, aku sebenarnya ingin masuk, tapi Dhefin melarangku, dan dia menyuruhku untuk menjaga gadis itu."
"Siapa gadis itu?, setauku dia bukan ibunya Dhefin."
"Dia babysister nya Dhefin, dan Dhefin sangat dekat dengannya."
"Benarkah?, tumben Dhefin bisa dekat dengan seseorang, padahal dengan kita yang keluarganya saja tidak begitu dekat."
"Ya, aku juga tidak mengerti paman."
"Ya sudah sekarang kamu pergi ke kantor, gadis itu biar paman yang urus."
"Baik paman."
Halaman Kampus.
"Kenapa kamu bisa bersama dengan Bramantyo itu?"
"Karena...."
'Oh tidak, aku tidak bisa memberi tau Kevin tentang trauma ku, kalau tidak dia pasti khawatir.'
"Karena apa Cassandra?"
"Karena.... itu, hm..... ah iya, karena dia takut aku kabur."
"Kabur?"
"Ya, dia takut aku kabur dari tanggung jawabku."
"Tanggung jawab apa?"
"Ah sudahlah jangan bahas dia. Sudah dulu ya, aku harus menjemput Dhefin. Bye Kevin."
"Bye Cassandra."
'Aku harus membuat Cassandra berhenti dari pekerjaannya, karena sejak dia bekerja, dia jadi semakin sibuk, dan tidak ada waktu untukku, bagaimana mungkin aku membuatnya jatuh cinta padaku.'
Malam hari
Cassandra menyiapkan makan malam, dia tidak sendiri, Dhefin membantunya, karena dia tidak ingin Cassandra kecapean dan sakit lagi.
"Mama, besok datang ke sekolah Dhefin ya."
"Memangnya ada apa?"
"Besok di sekolah Dhefin ada festival, dan Dhefin ingin mengikuti lombanya, lombanya itu biasanya bersama kedua orang tua, jadi mama ikut ya."
"Baiklah, apakah kamu sudah memberitahu Ayahmu?"
"Belum, Dhefin takut Ayah tidak mau ikut."
"Kenapa begitu, dia harus ikut dong, kan ini untuk kebaikan anaknya. Baiklah, nanti kita berdua bujuk dia ya."
"Oke Ma."
.
.
.
.
.
Danial sudah pulang dari kantor, dia masuk kerumahnya dan langsung di sambut oleh Dhefin dan Cassandra.
"Tidak ada apa-apa, kamu mau mandi atau makan."
"Aku mau mandi dulu."
"Ayah mau Dhefin siapkan air panas?"
"Tidak perlu, ayah bisa sendiri."
"Apakah kamu butuh sesuatu."
"Tidak, aku pergi dulu."
"Baiklah." ucap Cassandra dan Dhefin.
'Ada apa dengan mereka berdua?, sepertinya ada yang tidak beres, apa rencana mereka sebenarnya?, sudahlah nanti juga mereka akan mengatakannya.' batin Danial.
"Apakah kamu sudah selesai mandi?"
"Ya."
"Ayah mau makan apa?"
"Beef steak saja."
"Mau minum kopi?"
"Tentu."
"Ayah mau Dhefin suapi?"
"Ah sudahlah, ada apa ini sebenarnya?, apa yang kalian inginkan."
"Yes." kata keduanya.
"Bisakah Ayah datang ke festival sekolah Dhefin?"
"Maaf Dhefin, Ayah sibuk. Apalagi tadi kamu menyuruh Ayah bolos."
"Tapi ayah, Dhefin ingin ayah ikut."
"Bagaimana jika Tomy saja yang menggantikan Ayah?"
"Dhefin tidak ingin Tomy, yang Ayah Dhefin itu ayah bukan Tomy, atau jangan-jangan Dhefin adalah anak Tomy, makanya setiap ada acara Tomy yang selalu menghadirinya."
"Bukan begitu Dhefin..."
"Ya sudah kalau tidak mau pergi, Dhefin juga tidak butuh Ayah." ucapnya sambil pergi ke kamarnya.
"Dasar tidak peka, kamu itu Ayahnya, dia hanya ingin kamu datang sebagai ayahnya, jika yang datang itu Tomy pasti orang lain beranggapan jika dia adalah anaknya Tomy. Tidak bisakah kamu meluangkan waktumu sehari saja untuk anakmu?"
"Aku sibuk."
"Itulah yang membuatmu tidak dekat dengannya, apakah kamu pernah melihat Dhefin tersenyum lebar seperti kemarin?, aku yakin itu adalah yang pertama kalinya."
'Benar kata Cassandra, aku baru melihat Dhefin tertawa selepas itu, apakah selama ini dia tidak bahagia?, aku rasa tidak, aku sudah memberikan segalanya untuknya.' batin Danial.
"jangan pernah kamu berfikir jika harta bisa membeli kebahagiaan, yang diperlukan seorang anak hanyalah kasih sayang, bukan harta, terlebih Dhefin hanya punya kamu, dan kamu malah mengabaikannya."
'Apakah aku harus datang ke acara itu?, sepertinya tidak ada cara lain untuk membuat Dhefin senang.'
"Baiklah aku akan pergi, tapi aku punya syarat untukmu, setelah makan malam pergilah ke kamarku."
Astaga, apa yang akan Danial lakukan pada Cassandra di kamarnya ya.....
Tunggu kelanjutannya, dan jangan lupa untuk like, komen dan vote Oke.
Sampai jumpa:)