
"Ya, aku gila. aku gila karena AKU MENCINTAI MU." ucap Danial.
Cassandra terkejut mendengar perkataan Danial, dia hanya bisa terdiam mematung di tempat. Danial yang sadar akan apa yang dia ucapkan pun memilih untuk pergi.
'Ada apa dengannya?, setelah bilang suka dia pergi meninggalkan aku?. Maunya tuh apa?' ucap Cassandra dalam hati.
"Ah, Sus masalah Hp nya nanti ya, akan saya gantikan Hp Suster." ucap Cassandra.
"Ya tidak apa nona." ucap Suster itu ramah.
"Dasar Danial, udah merusak HP orang trus pergi gitu aja." kata Cassandra.
Disisi lain, Danial pergi ke parkiran. Dia pergi karena dia bingung dengan apa yang dia ucapkan. Dia merasa bahwa yang dia katakan hanya karena marah saja, namun itu adalah kenyataan yang dia tutupi.
"Dasar mulut sialan, kenapa kamu bisa ngomong begitu?, kamu ini mulut ku apa bukan sih? gak nurut banget." ucap Danial pada dirinya sendiri. "Astaga, aku sampai lupa ngasih bubur ini ke Cassandra. Baiklah kita berikan ini pada Cassandra, habis itu kita pergi. Aku harus menjaga jarak dengan Cassandra, kalau tidak dia pasti akan mempertanyakan perkataan ku tadi." lanjutnya.
Tak lama kemudian Kevin pun datang, dia datang membawa bubur, dan seperti biasa, dia juga membawa bunga mawar dan juga balon berbentuk hati.
Ceklek
"Hai Cassandra, bagaimana perasaanmu sekarang?, apakah masih sakit?" tanya Kevin.
"Aku merasa sudah lebih baik, mungkin besok aku sudah boleh pulang." ucap Cassandra.
"Jika belum sembuh jangan memaksakan diri, aku akan merawat mu di sini, jadi jangan khawatir." ucap Kevin.
"Tenang saja aku tidak akan memaksakan diriku, dan ya untuk apa kamu bawa balon dan bunga itu?" tanya Cassandra.
"Balon ini aku bawakan untukmu supaya kamu tidak kesepian, dan untuk bunga, aku tau kamu tidak suka bau rumah sakit, jadi aku bawakan ini untuk mengurangi baunya." jelas Kevin.
"Baiklah, itu bagus sekali." kata Cassandra.
"Apakah kamu sudah sarapan?, aku bawakan kamu bubur." kata Kevin.
"Benarkah itu?, untung kamu bawa bubur, kamu tau tidak aku sudah lapar dari tadi." ucap Cassandra.
'Padahal aku nungguin bubur yang di belikan oleh Danial, tapi entahlah, orangnya kabur gitu aja.' batin Cassandra.
"Kamu mau apa?" tanya Cassandra.
"Aku akan menghias kamar ini menjadi lebih baik." ucap Kevin.
Kevin meletakkan balon-balon itu di kepala ranjang Cassandra, dan dia juga meletakkan bunga mawar di samping tempat tidur Cassandra.
"Wah.... ini sangat bagus." ucap Cassandra.
"Tentu saja, siapa dulu yang mendekornya." ucap Kevin dengan bangga. "Ya sudah ayo makan, aku akan menyuapimu." lanjut Kevin.
"Tak perlu Kev, aku punya tangan jadi aku akan makan sendiri." ucap Cassandra.
"Tapi tanganmu di infus, jika kamu menggerakkannya itu akan membuat cairan yang keluar tidak lancar." ucap Kevin.
"Baiklah-baiklah." ucap Cassandra mengalah.
Kevin menyuapi Cassandra, dia juga membantu Cassandra ketika dia ingin minum. Dia merawat Cassandra dengan baik, seakan-akan tidak ingin membuat Cassandra kesakitan.
"Aaaawwww ...." ucap Cassandra.
"Ada apa Cassandra?, apakah ada yang sakit?" tanya Kevin khawatir.
"Mataku kelilipan." ucap Cassandra.
"Sini, aku akan meniupnya." ucap Kevin.
Kevin membantu Cassandra membersihkan matanya yang sedang kelilipan. Dan disisi lain, Danial masuk. Jika dilihat dari posisi Danial, mereka terlihat seperti sedang berciuman.
'Apa yang mereka lakukan?, dasar tidak punya malu. Kenapa dia dengan mudahnya melupakan perkataanku tadi?, dan sekarang, dengan mudahnya dia berciuman dengan Kevin.' ucap Danial.
Danial pun pergi dari kamar inap Cassandra dengan keadaan marah, dia membuang bubur yang tadi dia beli ke tong sampah.
"Percuma aku memberikan perhatianku padamu Cassandra, kamu tidak pernah mengharapkannya." ucap Danial dan dia pergi ke kantornya.
Hai, jangan lupa untuk like, komen dan vote. Jangan lupa juga untuk follow akun Instagram author @Fafawilona. See you again 👋😘