My Wife My Maid

My Wife My Maid
Takut



"Danial, apa yang kamu lakukan?" ucap Kevin.


'Sial.' batin Danial.


"Eh tidak apa-apa, aku hanya memeriksa keadaan Cassandra saja." ucapnya gugup.


"Lalu kenapa posisi mu begitu?, seperti orang menguping saja." kata Kevin.


"Mana ada, aku hanya ingin melihat Cassandra, dan aku mendengar suara orang bicara, jadi aku mendengarkannya, eh pintunya terbuka." ucap Danial.


"Benarkah begitu?" kata Kevin.


"Ya." ucap Danial.


"Kalau begitu ngapain kamu masih di situ?" ucap Kevin.


"Terserah aku dong, aku mau tetap di sini atau tidak. Ini rumah orang tuaku, tentu saja aku bebas berkeliaran dimana pun aku mau." kata Danial.


"Kamu mengganggu waktu istirahat Cassandra, pergilah." kata Kevin.


"Justru kamu yang mengganggunya." kata Danial tidak mau kalah.


"Aku temannya, jadi aku yang akan menemaninya di sini. Sedangkan kamu?" ucap Kevin dengan bangga.


"Hanya teman, sedangkan aku adalah sua-" ucap Danial terhenti, dia sadar bahwa dia sudah bercerai dengan Cassandra.


Danial yang salah bicara pun melihat ke arah Cassandra, dan Cassandra hanya diam dan mengalihkan pandangannya.


'Apakah aku menyakitinya?' batin Danial.


"Sudahlah, lebih baik kamu pergi. Mengganggu pemandangan saja." ucap Kevin.


Danial hendak pergi, dia berjalan dengan lambat, dia masih memikirkan perkataannya tadi, dia menutup pintu kamar Cassandra dengan perlahan.


"Tunggu." ucap Cassandra lemah.


Dan seketika Danial terhenti dan membuka pintu itu lagi. Dia kembali melihat Cassandra, dia penasaran dengan apa yang akan di katakan Cassandra padanya.


"Ada apa Cassandra?" ucap Danial menunggu perkataan yang akan di katakan Cassandra padanya.


"Aku harap kamu jangan menemui ku lagi, ini yang terakhir kalinya." ucap Cassandra.


"Tapi kenapa?" tanya Danial bingung.


"Karena aku tidak ingin melihatmu." ucap Cassandra.


"Baiklah." kata Danial, dan dia menutup pintu Cassandra.


Danial turun ke bawah dengan wajah lesu, dia bingung, kenapa Cassandra tidak ingin melihatnya.


'Apakah aku berbuat sesuatu yang buruk padamu Cassandra, hingga menatap wajahku saja kamu tidak mau.' ucap Danial dalam hati.


Disisi lain, Kevin sedang menemani Cassandra, dia tak kala membuat kelucuan agar Cassandra terhibur, namun Cassandra bahkan tidak bereaksi sama sekali.


"Ada apa Cassy?" tanya Kevin.


"Tak apa Kev, aku hanya ingin sendiri." ucap Cassandra.


"Baiklah, aku akan pulang. Jagalah kesehatanmu dan jangan lupa minum obat, biar kamu cepat pulih." ucap Kevin.


"Kamu tenang saja, aku akan menjaga kesehatanku." ucap Cassandra.


"Aku pulang dulu. Cepat sembuh Cassandra." ucap Kevin.


Kevin pun pulang, hanya tersisa Cassandra sendiri di kamarnya. Dia memikirkan perkataannya tadi.


"Apakah aku menyakiti perasaannya?, kenapa wajahnya seperti itu?. Bukankah itu baik jika aku tidak bertemu dengannya, dia harusnya senang karena aku tidak lagi mengganggunya. Apakah aku membuat kesalahan." ucap Cassandra seorang diri.


Malam hari


Danial masih menginap di rumah orang tuanya, sedangkan Rayna, dia memutuskan untuk tinggal di rumah Danial saja, dia tidak betah tinggal bersama orang tua Danial, terlebih tidak ada pembantu di sana yang bisa dia suruh-suruh.


Danial baru pulang dari kantornya, itu sudah sangat malam. Dia berniat untuk lembur dan akhirnya pulang jam 11 malam, dia berniat untuk masuk ke kamarnya namun dia mendengar suara benda jatuh.


Bruk


10Menit yang lalu


Cassandra ingin ke kamar mandi untuk mandi sebentar, dia tidak tahan karena badannya sangat lengket oleh keringat. Sebenarnya tubuhnya masih lemas, tapi dia memaksakan dirinya untuk pergi mandi.


"Tak apalah, hanya sebentar." ucapnya.


Dia memutuskan untuk berendam dengan air hangat sebentar. Setelah 10 menit berendam dia merasa pusing, dan dia pun menyudahinya. Dia berniat mengambil handuk untuk menutupi tubuhnya, namun kepalanya sangat sakit dan akhirnya dia pun jatuh pingsan.


"Suara apa itu?" kata Danial."Kenapa suaranya berasal dari kamar Cassandra, apakah dia baik-baik saja?. Baiklah kita periksa saja." sambungnya.


Danial hendak memeriksanya, dia sudah berada di depan kamar Cassandra dan berniat untuk membukanya, namun perkataan Cassandra terngiang-ngiang di kepalanya.


"Tidak tidak, Cassandra melarangku untuk menemuinya, jika aku menemuinya sekarang dia pasti akan marah." ucapnya.


Danial pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya, namun hatinya tidak tenang, dia terus memikirkan apa yang terjadi pada Cassandra, dan akhirnya dia berlari dan membuka pintu kamar Cassandra.


"Persetanan dengan perkataan Cassandra, aku tidak peduli. Lebih baik aku memeriksanya, maafkan aku Cassandra." ucapnya.


Danial masuk ke kamar Cassandra, namun dia tidak menemukan Cassandra di sana, dia juga memperhatikan sekeliling, namun tidak ada tanda-tanda barang jatuh. Dan akhirnya dia mengetuk pintu kamar mandi Cassandra.


"Cassandra, apakah kamu ada di dalam?" ucap Danial, namun tidak ada jawaban.


Danial masih menunggu Cassandra keluar, karena dia takut jika dia masuk Cassandra tengah mandi. Dia menunggu Cassandra selama 5 menit, namun tidak ada suara satu pun dari kamar mandi, Danial mulai khawatir dan akhirnya dia memutuskan untuk masuk.


"Maafkan aku Cassandra." ucap Danial, dia membuka pintunya, sayangnya pintu itu terkunci. Danial masih berusaha memanggil nama Cassandra.


"Cassandra..., Cassandra buka pintunya." namun tidak ada jawaban dari Cassandra, Danial semakin khawatir dan akhirnya dia mendobrak pintu kamar mandi Cassandra.


Dobrakan pertama gagal, Danial tetap mencobanya lagi, dan dobrakan kedua juga tidak berhasil. Tapi itu tidak membuat semangatnya luntur, dia kembali mendobrak dengan sepenuh tenaga dan akhirnya berhasil.


Danial sangat terkejut melihat Cassandra terbaring tak berdaya di lantai kamar mandi dengan kondisi Tel*nj*ng. Dia mengambil handuk yang ada di sana dan menutupi tubuh Cassandra.


Danial menggendong Cassandra dan meletakkannya di kasur, dia berniat memanggil dokter pribadinya, namun dia sudah sangat khawatir. Dia memakaikan Cassandra baju dan membawanya pergi ke rumah sakit.


Danial mengemudi dengan kecepatan tinggi, dia tidak ingin Cassandra kenapa-napa. Dia terus memanggil nama Cassandra agar Cassandra sadar, namun tidak ada hasilnya sama sekali.


"Cassandra bangunlah." ucapnya. "Jangan buat aku khawatir Cassandra, jika sampai kamu kenapa-kenapa, aku tidak akan pernah memaafkanmu." ucapnya.


Tanpa Danial sadari air matanya jatuh, dia menangis. Danial memarkirkan mobilnya di depan UGD dan langsung menggendong Cassandra masuk.


"Cepat periksa dia, jangan sampai dia kenapa-kenapa." ucapnya membentak suster yang ada di sana.


Suster itu pun membawa Cassandra masuk ke dalam sebuah ruangan dan Cassandra pun di periksa oleh dokter. Danial yang dari tadi khawatir hanya bisa mondar-mandir di luar ruangan tempat Cassandra di periksa.


"Jangan sampai terjadi sesuatu padamu. Aku tidak tau apa jadinya aku tanpamu." ucap Danial sambil meneteskan air mata.


Hai gimana nih, menegangkan gak? jawab di kolom komentar ya. Jangan lupa untuk vote author ya, see you 👋