
Hai semua, maaf karena telat up, author tidak tau ada masalah apa di servernya, padahal biasanya tidak pernah seperti ini, dan maaf telah membuat para pembaca sekalian kecewa, author juga ikut merasa bersalah karena tidak bisa up jadinya, dan semoga lain kali tidak ada kesalahan seperti ini. Selamat membaca 😁
BRUK....
Emily langsung memeluk Cassandra sekuat tenaga, dan dia meneteskan air matanya.
"Kamu jahat Cassy, hiks... hiks... kamu membuatku khawatir setengah mati. Apakah kamu tidak kasian padaku, tadi malam aku terus di introgasi oleh pak Dewo, sampai sekarang aku masih gemetar ketakutan, aku sangat takut jika terjadi sesuatu padamu, karena itu bisa membahayakan nyawaku." keluh Emily pada Cassandra.
"Apa maksudmu?" ucap Cassandra bingung.
"Ya, jika kamu kenapa-kenapa, nyawaku nantinya yang akan melayang." ucap Emily.
"Hahaha, itu tidak mungkin. Pamanku tidak sejahat itu, dia orang yang sangat baik dan berhati lembut." ucap Cassandra.
Dan disaat mereka tengah sibuk berbincang-bincang, Dewo pun terbangun dari tidurnya, dia menghampiri Cassandra dan menyentuh dahinya.
"Apakah kamu merasa pusing?, atau badanmu terasa sakit?" tanya Dewo pada Cassandra.
"Ah tidak Paman, aku merasa baikan." ucap Cassandra.
"Baiklah kalau begitu, dan Emily, bukankah kamu harus pergi ke sekolah?" ucap Dewo.
"Ah iya pak, saya akan bersiap-siap." ucap Emily.
"Nanti kalau sudah selesai turun ke bawah ya, kita sarapan bareng." ucap Dewo.
"Ah.... baik pak." ucap Emily terkejut.
Setelah itu Dewo pun keluar dari kamar Cassandra, dan dia pun ke dapur untuk memasak kemudian membersihkan dirinya di kamarnya.
"Oh astaga, apakah ini bukan mimpi?. Apakah pak Dewo tadi mengajakku sarapan bersama?, Huaaa, hatiku sangat senang, jantungku sekarang tengah berdetah dengan kencang." ucap Emily bahagia.
"Hahaha, kamu ini sangat lucu Emily. Sudah sana siap-siap, bukankah kamu tidak ingin paman menunggumu?" ucap Cassandra.
"Ah iya, aku harus berdandan secantik mungkin." ucap Emily.
Emily turun dari tangga, dan itu dapat menyita perhatian Dewo padanya, Dewo melihat Emily dengan kagum, dia baru sadar bahwa gadis itu lumayan cantik jika berdandan seperti itu.
'Apakah itu Emily?, kenapa dia terlihat begitu manis.' ucap Dewo dalam hati.
Emily pun menuju ke meja makan, dia sering kali curi-curi pandang ke arah Dewo, dan Dewo tidak menyadarinya.
"Apakah pak Dewo selalu tampan seperti ini, kenapa dia terlihat semakin tampan jika di lihat dari dekat." gumam Emily sambil makan.
"Apakah kamu mengatakan sesuatu?" tanya Dewo pada Emily.
"Ah tidak pak." ucap Emily kikuk.
"Oh ya, apakah nanti kamu di jemput sama supir mu?" kata Dewo.
'Ah sial, aku tidak memikirkan itu, dan jika aku menelfon sekarang aku bisa telat nantinya. Sepertinya aku harus naik taksi deh.' ucap Emily dalam hati.
"Tidak pak, saya naik taksi." ucap Emily.
"Kalau begitu bagaimana jika kamu berangkat dengan saya saja, bukankah lebih irit. Cepat habiskan sarapan mu, saya tunggu di mobil." ucap Dewo.
"Ya Tuhan, mimpi apa aku semalam, kenapa hari ini begitu indah." ucap Emily.
Dewo dan Emily pun sampai di kampus, dan Dewo terlebih dahulu turun, dia berniat untuk membukakan pintu untuk Emily namun tiba-tiba saja ada seseorang yang menghantamnya dari belakang.
Bruk...
Hai, Jan lupa untuk like, komen dan vote ya. See you again 👋