My Wife My Maid

My Wife My Maid
Pertengkaran



Cassandra tinggal di panti asuhan, dia tidak menyangka bahwa dia akan kembali ketempat itu, ketempat dimana dia di tinggalkan oleh orang tuanya dan Hanya tempat itulah yang mau menerimanya.


"Kenapa nasibku sial sekali, jika tau akan seperti ini aku lebih baik tidak menikah dengan siapapun, harusnya aku tetap tinggal di sini, karena hanya tempat inilah yang mau menerimaku, dulu pada saat aku di tinggal orang tuaku tempat inilah yang menerimaku dengan sukarela, dan sekarang pada saat aku di buang oleh suamiku aku hanya bisa kembali ketempat ini." ucap Cassandra.


"Kak, kenapa kakak melamun saja, tidak baik loh kak, bunda bilang jika kita melamun kita bisa kesurupan, hati-hati loh kak nanti kakak kesurupan hantu panti, aku mendengar dari Tino jika panti asuhan kita ini berhantu." ucap salah satu anak panti asuhan.


"Astaga Helena, sekarang kamu sudah bisa menceramahi ku ya. Dan ingat hal ini, panti asuhan ini tidak berhantu, jika memang berhantu pasti mereka kabur mendengar tangisanmu yang nyaring itu."


"Aku tidak menceramahi kakak, aku hanya mengucapkan apa yang bunda bilang, dan panti asuhan ini benar-benar berhantu."


"Apakah kamu pernah melihat hantu?"


"Tidak."


"Lalu Bagaimana mungkin kamu bisa menyimpulkan bahwa panti ini berhantu."


"Aku mengetahuinya dari Tino."


"Dasar gadis polos, Tino hanya menakut nakutimu. Baiklah, sekarang ayo kita bermain, bukankah kamu kesini untuk mengajakku bermain."


"Hehehe, kakak tau aja." ucapnya sambil tertawa.


"Dasar kamu, sudahlah ayo kita main, dimana yang lain?"


"Apakah kakak tidak tau, kita sedang bermain petak umpet, jadi sekarang giliran kakak yang jaga."


"Hei bagaimana bisa begini, apakah kalian mengerjai ku, ini sungguh tidak adil."


"Sudahlah kak, cepat cari kita."


"Baiklah-baiklah, awas saja ya jika kalian ketangkap, aku akan menggelitik kalian."


Cassandra mulai melupakan masalahnya, yah hanya merekalah yang bisa membuat Cassandra melupakan masalah itu.


.


.


.


.


.


Sedangkan disisi lain, Danial sudah mulai frustasi, dia sudah tidak tau lagi bagaimana cara membujuk Dhefin, Dhefin tidak hanya marah padanya tapi dia juga mengurung dirinya di kamar.


"Dhefin sayang, keluarlah nak, Ayah mohon padamu." ucapnya sedih.


Namun tidak ada satupun suara yang terdengar dari dalam.


"Dhefin, ayah tau ayah salah, Ayah mohon kamu keluar ya sayang, Ayah benar-benar khawatir padamu."


Namun tetap saja itu tidak membuat Dhefin membuka suara.


"Dhefin, Ayah sudah tidak tau lagi harus berbuat apa agar kamu keluar, Ayah benar-benar memohon padamu agar kamu keluar dari kamarmu, ayah akan melakukan apapun itu, ayah berjanji akan mengabulkan semua permintaanmu, apapun itu." ucap Danial.


Tetapi Dhefin tetap diam, dia masih tidak ingin menjawab perkataan Danial.


"Apakah kamu ingin Cassandra?, jika kamu menginginkannya aku akan mencarinya untukmu, aku akan membawa Cassandra kesini, lihat saja Ayahmu akan membawa Cassandra padamu, tapi kamu harus berjanji pada ayah bahwa kamu akan keluar dari kamar ini."


Dhefin tetap tidak menjawabnya, Danial yang putus asa pun pergi meninggalkan kamar Dhefin, namun tiba-tiba.


Ceklek


"Dhefin apakah kamu sudah memaafkan ayah?"


Mendengar hal itu Dhefin pun berniat untuk menutup pintunya lagi.


"Baiklah-baiklah, ayah akan membawa Cassandra padamu, kamu jangan mengurung diri lagi ya."


Dhefin tidak mengubis ucapan Danial, dia pergi masuk kedalam kamarnya, namun dia tidak menutup pintunya, seakan-akan dia mengisyaratkan bahwa dia menunggu Danial membawa Cassandra dan tidak akan mengurung dirinya lagi.


Dengan sekuat tenaga Danial memerintahkan semua bawahannya untuk mencari Cassandra, namun sampai malam hari pun mereka tidak menemukan keberadaan Cassandra, mereka sudah mencari ke tempat Cassandra tinggal namu tetangganya bilang bahwa Cassandra tidak pulang sama sekali, dan mereka sudah mengecek ke apartemen Kevin namun tidak ada tanda-tanda keberadaan Cassandra di sana.


Danial pun langsung pergi kekediaman Aditama. Dia sebenarnya berteman baik dengan keluarga Aditama, namun karena ada suatu permasalahan sehingga membuat Kevin tidak begitu suka dengan Danial dan itu membuat Danial tidak pernah mengunjungi tempat itu lagi.


.


.


.


.


.


Ceklek


"Eh tuan Danial, ada apa anda kesini." tanya pembantu di sana.


"Saya ada perlu dengan Kevin."


"Tuan Kevin?"


"Ya, ada apa bik?, apakah dia tidak ada di rumah."


"Eh tidak tuan, tuan Kevin ada di rumah, tapi beberapa hari ini dia seperti tidak bersemangat, dia hanya berdiam diri di kamarnya, masuk dulu saja tuan, saya akan memanggilnya."


"Terimakasih bik."


"Eh Danial, tumben kesini ada apa nak?" ucap Aditama, ayah Kevin.


"Tidak ada apa-apa kok om, hanya ada perlu dengan Kevin."


"Kevin?, apakah dia berbuat sesuatu padamu?"


"Tidak om, aku hanya ingin bertemu dengannya."


"Oh baiklah, om tinggal dulu ya."


"Ya om."


Kevin turun dari kamarnya, dia sebenarnya sangat tidak ingin menemui Danial, tapi dia penasaran ada keperluan apa hingga Danial pergi ke rumahnya.


"Ada apa?" tanya Kevin.


"Dimana Cassandra."


"Tidak tau."


"Jangan sembunyikan dia, aku tau kamu pasti sedang menyembunyikannya kan?"


"Apa yang kamu maksud, bukankah dia sudah menjadi istrimu?, lalu kenapa kamu menanyakannya padaku."


"Dasar kamu."


Buuggg.


Danial memukul Kevin, Kevin yang tidak terima pun membalas pukulan Danial dan akhirnya mereka saling baku hantam. Semua orang yang ada di sana terkejut, mereka mencoba menenangkan keduanya, namu itu tidak berhasil, dan akhirnya Aditama pun datang.


"Ada apa ini?, apa yang kalian lakukan?, kalian sudah bukan anak kecil lagi, ada masalah apa hingga kalian bisa seperti ini?" tanya Aditama.


"Aku tidak mengerti Ayah, dia datang dan langsung menyerang ku."


"Dia sendiri yang sudah menyembunyikan istriku."


"Sudah kubilang aku tidak tau."


"Sudahlah tidak usah bohong, aku tau kamu yang menyembunyikan Cassandra, dimana dia?"


"Kevin, apakah itu benar?" tanya Aditama pada putranya.


"Tidak ayah, aku tidak menyembunyikan Cassandra, bertemu saja aku tidak pernah."


"Tidak usah bohong kamu." ucap Danial tidak percaya.


"Aku sudah tidak pernah bertemu dengan Cassandra lagi setelah dia menikah denganmu."


"Aku tidak percaya."


"Jika tidak, kamu bisa bertanya pada Ayahku, aku tidak keluar rumah sedikitpun."


"Sapa tau kamu menyuruh orang suruhanmukan."


"Kamu bisa mengeceknya, aku tidak menghubungi siapapun, cek saja sendiri ponselku."


Danial mengecek ponsel Kevin dan benar saja dia tidak menelfon siapapun. Dia menelepon Cassandra dengan ponsel Kevin, namun nomer telpon Cassandra tidak aktif.


"Bagaimana?, sudah percaya?"


Danial tidak menjawab pertanyaan Kevin, dia memberikan telfon Kevin kepadanya dan langsung pergi meninggalkan kediaman Aditama.


Danial langsung menyuruh bawahannya untuk menyelidiki tentang Cassandra, dia ingin tau asal usul Cassandra, dia harap dia dapat menemukan keberadaan Cassandra secepat mungkin.


"Cassandra, aku mohon padamu, aku harap kamu tidak bersembunyi dariku, aku membutuhkanmu, aku butuh kamu dan Dhefin dia membenciku karena mu." ucap Danial lirih.


Hai semua, jangan lupa untuk like, komen dan vote ya terimakasih:)