My Wife My Maid

My Wife My Maid
Menyadari



"Dokter, pasien mengalami kejang-kejang." ucap suster itu.


"Apa?. Cepat kita harus segera menolongnya jika tidak nyawanya bisa terancam." ucap Bima.


"Tidak boleh, kalian tidak boleh memberikan darah itu pada Cassandra, Dhefin membutuhkannya bagaimana jika dia kenapa-kenapa." ucap Rayna.


"Tenanglah, anakmu tidak mungkin kenapa-kenapa, dia masih memiliki 8 kantong darah. Yang terpenting sekarang adalah menyelamatkan gadis itu." ucap Bima.


Tanpa menunggu waktu yang lama Bima langsung pergi ke ruangan Cassandra, dia berniat untuk memberikan Cassandra kantong darahnya, namun Dewo menghalanginya.


"Dokter, saya ingin mendonor, tapi saya tidak tau golongan darah saya." ucap Dewo.


"Baiklah, kita periksa." ucap Bima.


Setelah di periksa ternyata golongan darah Dewo juga B, dan dia pun mendonorkan 2 kantong darahnya, 1 untuk Cassandra dan 1 lagi untuk Dhefin.


Dewo menyuruh Bima untuk memberikan semua darah Cassandra pada Dhefin, karena jika dia tau bahwa darahnya tidak diberikan pada Dhefin dia pasti akan marah.


Kondisi Cassandra sudah mulai membaik, Bima pun kembali ke ruangan Dhefin untuk memberikan darah itu padanya. Semua orang terkejut melihat 2 kantong darah, karena setau mereka Bima hanya membawa satu kantong darah keluar.


"Kenapa ada 2 kantong darah?" tanya Danial.


"Tuan yang bersama gadis itu ternyata juga memiliki darah yang sama, jadi dia mendonorkan 1 darahnya untuk gadis itu dan 1 lagi untuk putramu." jelas Bima.


'Apa?, bagaimana mungkin paman memiliki darah yang sama dengan Cassandra, dan dia juga mendonorkan darahnya pada Cassandra, jadi darah Paman mengalir di tubuh Cassandra, sialan.' batin Danial.


Danial sebenarnya khawatir dengan kondisi Cassandra, namun dia terlalu kecewa dengan perbuatan Cassandra padanya.


Setelah beberapa jam kemudian akhirnya Cassandra pun sadar. Dia melihat ke sekeliling ruangan itu dan dia tau bahwa dirinya berada di rumah sakit. Dia memperhatikan tangannya yang sedang di infus, tapi dia terkejut karena bukan cairan putih yang mengalir tapi darah. Cassandra bergegas mencabutnya, karena dia yakin bahwa itu darahnya sendiri.


"Apa yang kamu lakukan Cassandra?" tanya Dewo yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu.


"Aku tidak bisa menerima darah ini, ini darah untuk Dhefin, bagaimana mungkin aku mengambilnya." ucap Cassandra sambil menangis.


"Cassandra, tenanglah. Itu bukan darahmu itu darahku, darahku yang mengalir di tubuhmu. Jika kamu tidak percaya kamu bisa melihat bekasnya di tanganku." ucap Dewo memperlihatkan bekas jarum suntik tadi.


"Lalu, bagaimana dengan Dhefin?" tanya Cassandra.


"Kondisi Dhefin sudah membaik, dan dia mendapatkan 3 kantong darah. 2 dari mu dan 1 dariku." ucap Dewo.


"Syukurlah kalau begitu. Terimakasih Paman." ucap Cassandra.


"Tak apa, harusnya aku yang berterima kasih padamu, karena sudah menyelamatkan nyawa Dhefin." kata Dewo.


"Itu adalah tugasku." ucap Cassandra.


"Cassandra, bisakah kamu memberi tahuku apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Dewo.


Akhirnya Cassandra menceritakan semua kejadian itu dari awal. Dewo mendengarkan penjelasan Cassandra dengan teliti, dan dia yakin bahwa Cassandra tidak bersalah.


'Aku harus menyelidikinya.' batin Dewo.


"Jadi begitulah ceritanya Paman. Tapi jika masalah perusahaan, aku tidak tau sama sekali, aku tidak ingin Perusahaan itu, aku bukan wanita yang gila harta yang akan melakukan apapun demi harta. Aku melakukan semua itu selama ini karena aku memang sangat menyayangi Dhefin, bukan karena maksud tertentu." jelas Cassandra.


"Aku percaya padamu Cassandra. Lalu sekarang bagaimana?, mereka sudah membencimu, dan mereka juga sudah mengusirmu. Kamu akan tinggal dimana nantinya?" tanya Dewo.


"Aku tidak tau Paman, aku tidak ingin kembali ke panti, karena aku tidak ingin membuat orang-orang panti merasa khawatir, dan aku tidak ingin pergi ke apartemen Kevin. Karena aku tidak ingin selalu merepotkannya." ucap Cassandra.


"Lalu, kamu akan tinggal dimana?" kata Dewo.


"Aku masih belum memikirkannya." ucap Cassandra.


"Hm... bagaimana jika kamu tinggal bersamaku?, tapi jika kamu mau. Jika kamu tidak mau juga tidak apa-apa, aku tidak akan memaksamu." ucap Dewo.


"Tapi..." ucap Cassandra.


"Aku tau kekhawatiran mu, tapi tenangng saja. Aku akan melindungimu dan menjauhkanmu dari mereka. Aku tidak akan memberi tau mereka akan keberadaanmu." ucap Dewo.


"Baiklah Paman, aku akan tinggal bersama mu." ucap Cassandra.


'Danial, jangan salahkan aku jika aku merebut Cassandra darimu. Itu salah mu sendiri, kamu tidak pernah menghargai perasaan nya yang tulus padamu. Jangan menyesal jika dia menjadi milikku nantinya. Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku Cassandra, dan tenang saja, aku akan selalu menjaga dan menyayangimu.' ucap Dewo dalam hati.


Cassandra pun di perbolehkan keluar dari rumah sakit, dia sebenarnya sangat ingin melihat Dhefin untuk terakhir kalinya, namun dia tau bahwa Danial tidak akan mengijinkannya.


Dewo mengantar Cassandra ke rumah orang tua Danial, karena semua barang-barangnya ada di sana, namun sebelum pergi Cassandra menitipkan surat pada Dewo. Di sini Dewo akan berakting seolah-olah dia tidak tau keberadaan Cassandra. Cassandra menuliskan surat untuk Danial dan untuk Mama dan Papanya.


Cassandra sebenarnya tidak ingin pergi dari rumah itu, tapi perlakuan mereka terhadapnya sudah membuat hatinya terlalu sakit. Dia tau bahwa mereka salah faham, tapi mau bagaimana lagi, Cassandra tidak memiliki bukti yang jelas untuk membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah.


.


.


.


.


.


.


Keesokan harinya


Dhefin pun akhirnya sadar, Danial yang melihat Dhefin sadar pun segera memanggil Bima. Bima memeriksa kondisi Dhefin, dan kondisi Dhefin sudah membaik.


"Bagaimana perasaanmu sayang?, apakah ada yang sakit?, dimana yang sakit?" tanya Danial.


"Tidak ayah, Dhefin tidak apa-apa." ucap Dhefin.


"Tidak apa-apa bagaimana, kamu kecelakaan gara-gara gadis itu, bagaimana mungkin kamu tidak apa-apa." ucap Rayna.


"Apa maksudmu?, Mama tidak mencelakai Dhefin, justru dia yang menolong Dhefin." ucap Dhefin.


"Jangan membelanya Dhefin, dia sendiri mengakui perbuatannya, dia sendiri yang bilang lalai menjagamu." ucap Danial.


"Tidak Ayah, ini bukan salah Mama, ini salah Dhefin. Dhefin tidak mendengarkan perkataan Mama, justru Mamalah yang telah menyelamatkan Dhefin, dia berlari walaupun kakinya sedang terluka, dan dia juga yang membawa Dhefin ke rumah sakit. Jika Mama memang ingin membunuh Dhefin, buat apa Mama menyelamatkan nyama Dhefin." jelas Dhefin.


"Ceritakan pada Ayah kejadiannya dari awal." ucap Danial.


Dhefin pun menceritakan semua kejadiannya. Semua orang yang ada di sana pun terkejut mendengan penjelasan dari Dhefin. Mereka merasa bersalah pada Cassandra, terlebih perlakuan mereka kemarin terhadapnya.


'Jadi, Cassandra lah yang telah menyelamatkan Dhefin, lalu kenapa dia bilang bahwa dia yang salah?. Apa yang sebenarnya terjadi?' ucap Danial dalam hati.


"Tapi perempuan itu juga mengambil perusahaan mu Danial, itu sama saja." ucap Rayna.


Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka, semua orang melihat siapakah yang tengah masuk ke ruangan itu, dan dia adalah Tomy


"Ada apa Tomy?" tanya Danial.


"Tuan, saya sudah memeriksanya. Perusahaan itu bukan di ambil oleh nona Cassandra, namun mereka menggunakan nama nona Cassandra supaya tidak diketahui oleh kita. Dan orang yang mengambilnya adalah Brayen." ucap Tomy.


"Itu pasti teman Cassandra, dia pasti menyuruh temannya mengambil perusahaan mu." ucap Rayna.


"Tidak tuan. Kemarin setelah menyelidiki tentang kasus penculikan nona Cassandra dia lah pelakunya, dan jika dia memang teman nona Cassandra dia tidak akan berani memperkosa nona Cassandra." jelas Tomy.


"Apa?, Cassandra di perkosa?" ucap Sandra terkejut.


"Ya Nyonya, nona Cassandra hampir saja di perkosa, tapi usaha mereka di gagalkan oleh tuan Kevin." kata Tomy.


"Astaga, apa yang kita lakukan pada Cassandra, dia mengalami semua itu dan kita, kita malah percaya pada sesuatu yang tidak pasti, dan malah menyalahkannya kemarin. Dan dia hampir saja kehilangan nyawanya karena keegoisan kita." ucap Sandra menyesal.


"Papa sudah tau bahwa itu bukan salah Cassandra, tapi Papa tidak memiliki bukti untuk membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah." ucap Jovan.


"Lalu bagaimana sekarang?, dimana dia?. Kita harus mencarinya." kata Sandra.


"Tenanglah sayang, kita akan mencarinya oke." ucap Jovan menenangkan istrinya.


'Apa ini?, kenapa semua nya malah begini. Ternyata Cassandra tidak bersalah, justru dia adalah korbannya, tapi apa yang aku lakukan padanya, aku sudah berbuat begitu kejam padanya, dan aku juga hampir membunuhnya. Maafkan aku Cassandra, maafkan aku. Aku mohon maafkan aku." ucap Danial dalam hati.


"Jadi kalian sudah sadar bahwa Cassandra tidak bersalah, lalu apa yang akan kalian lakukan?, kalian akan pergi mencarinya dan meminta maaf. Lalu dengan polosnya Cassandra akan memaafkan kalian, dan kalian akan menyakitinya lagi suatu hari nanti. Bukankah itu yang kalian pikirkan. Kalian sangat kejam, kalian menyakiti hatinya, dia sampai rela kehilangan nyawanya demi menyelamatkan Dhefin, dan ini perlakuan kalian terhadapnya?. Kalian tidak pantas mendapatkan maaf darinya, dan jangan pernah mencarinya, jika kalian mencarinya hanya untuk membuatnya tersiksa." ucap Dewo yang baru saja masuk.


"Apa maksudmu?." ucap Danial mencengkram kerah baju Dewo, dan siap untuk menghantamnya.


"Berhentilah membuatnya menderita, dia sudah bahagia sekarang, jangan buat dia tersiksa, sudah cukup penghinaan yang kalian lakukan. Terlebih kamu Danial. Segera urus perceraian mu dengan Cassandra, kalian memang tidak memiliki hubungan suami istri, tapi kalian Syah secara hukum, jadi cepat ceraikan dia dan biarkan dia bebas dari hubungan itu." jelas Dewo.


"Aku tidak akan pernah menceraikannya, aku akan mencarinya, dan aku akan membuatnya kembali, dan kita akan memulai semuanya dari awal." ucap Danial.


"Jangan serakah kamu Danial, kamu telah memilih Rayna jadi lepaskan lah Cassandra." ucap Dewo.


"Aku tidak akan pernah melepaskannya, dia adalah milikku, dia istriku, aku berhak atas dirinya, dan aku juga sangat mencintainya." ucap Danial dengan lantang.


Hai semua, sempatkan diri untuk vote ya, karena vote kalian sangat berharga. Dan bagaimana dengan ceritanya?, komen di bawah ya. See you again 👋😘