My Wife My Maid

My Wife My Maid
Rindu & Benci



"Apakah Paman sudah kembali?, bukankah paman bilang dia akan menginap malam ini?" ucap Cassandra, suara ketukan itu terus berbunyi hingga membuat Cassandra pergi untuk membuka pintu itu, dan tiba-tiba telfonnya berdering.


Cassandra pun langsung kembali ke kamarnya, dia pergi mengangkat telfonnya dan ternyata yang menelfon itu Dewo.


"Halo, ada apa Paman?" tanya Cassandra.


"Hai Cassy, apakah aku mengganggu tidurmu?" tanya Dewo.


"Ah tidak Paman, aku baru saja selesai makan." ucap Cassandra.


"Oh baiklah kalau begitu, sekarang tidurlah, mimpi indah Cassandra." ucap Dewo, dan dia sudah ingin mematikan sambungan teleponnya


"Tunggu Paman." ucap Cassandra.


"Ada apa Cassandra?" tanya Dewo.


"Hm.... apakah malam ini paman menginap di rumah orang tua Danial?" tanya Cassandra.


"Tentu saja, ada apa Cassandra?. Apakah kamu takut sendirian?, jika ya aku akan pulang sekarang." kata Dewo.


"Tidak perlu paman, aku hanya bertanya saja." ucap Cassandra.


"Oh, baiklah kalau begitu. Cepat tidur, sudah malam, besok kamu harus pergi ke sekolah." kata Dewo.


"Baik Paman, kalau begitu Cassandra tutup dulu ya telfonnya. Selamat malam Paman." ucap Cassandra.


"Selamat malam juga Cassandra." ucap Dewo, lalu telfon pun berakhir.


Dewo merasa senang karena Cassandra menanyakan dirinya, dia berfikir jika Cassandra sedang merindukannya, padahal Cassandra bertanya karena maksud lain.


'Sepertinya Cassandra sudah terbiasa dengan kehadiranku di sisinya, hingga dia bertanya apakah aku menginap atau tidak, apakah aku harus kembali ya.... tidak - tidak, jika aku kembali Cassandra tidak jadi merindukan aku, baiklah bersabarlah Dewo, hanya kurang 8 jam lagi, setelah itu kamu bisa bertemu dengannya.' ucap Dewo dalam hati.


Dewo pun memutuskan untuk tertidur, dan sepertinya dia akan bermimpi indah malam ini. Sedangkan disisi lain, Cassandra sangat penasaran dengan seseorang yang sedang mengetuk pintu rumah Dewo, dia sangat penasaran sehingga dia memutuskan untuk melihatnya, dan betapa terkejutnya dia melihat Danial yang tengah duduk bersandar di depan pintu itu.


"Danial." ucap Cassandra tak percaya. Cassandra yang ketakutan pun memutuskan untuk pergi ke kamarnya, namun baru beberapa langkah iapun terhenti.


"Paman, cepat buka pintunya. Aku di depan rumahmu... apakah kamu tidur?" tanya Danial dengan keadaan mabuk. "Apakah dia sudah tidur?, bukankah pria tua itu tidak pernah tidur?. Sudahlah aku pulang saja." ucap Danial pada dirinya sendiri.


Mendengar suara Danial, Cassandra pun menghentikan langkahnya, dia kembali menuju pintu itu dan melihat Danial dari jendela. Dia dapat melihat Danial yang pergi dari rumah itu, ada perasaan rindu di hatinya, namun tiba-tiba saja bayangan tentang kejadian kemarin menghampirinya dan membuatnya tersadar akan kebenciannya terhadap Danial.


"Ada apa dengan hatiku, aku ingin sekali membencinya, namun disisi lain, aku begitu merindukannya. Apa yang harus aku lakukan hiks... hiks..." ucap Cassandra sambil menangis di depan jendela itu.


Sebelum pergi dari rumah Dewo, Danial masih memperhatikan rumah itu, dia seperti melihat bayangan seseorang menutup tirai jendela itu.


"Apakah itu Paman?, tapi kenapa dia tidak membukakan pintu untukku?. Mungkin aku salah liat." ucap Danial dan dia pun pergi dari rumah itu.


Sesampainya di rumah orang tuanya, Danial di bantu oleh satpam di sana, dan kehadirannya membuat semua orang yang ada di sana panik.


"Astaga sayang, kenapa kamu bisa seperti ini nak." ucap Sandra sambil meneteskan air matanya.


"Danial, kenapa kamu bisa sampai seperti ini, bagaimana jika Dhefin melihat keadaan ayahnya yang seperti ********." ucap Jovan.


"Sadarlah Danial, apa yang kamu katakan, kamu tidak boleh berkata seperti itu nak." ucap Sandra.


"Kenapa Mah?, ini memang kenyataannya, dan sekarang karena ******** ini Mama kehilangan menantu Mama, Dhefin kehilangan Mamanya, dan Papa, Papa kehilangan sebagian dari perusahaannya." ucap Danial.


"Tidak Danial, jangan berkata seperti itu. Ayolah kita ke kamar, bersihkan dirimu, mama akan membuatkan kamu pereda mabuk." ucap Sandra.


Ketika Jovan mengantarkan Danial ke kamarnya, Dewo pun keluar dari kamarnya dan membantu kakaknya mengangkat Danial.


"Astaga Danial, apa yang kamu lakukan?" ucap Dewo.


"Paman, kenapa Paman ada di sini, bukankah tadi Paman ada di rumah paman sendiri?" ucap Danial.


"Sepertinya kamu benar-benar gila Danial, Bagaimana mungkin Dewo bisa ada di rumahnya, orang dari tadi dia ada di sini." ucap Jovan.


'Astaga, apakah tadi Danial bertemu dengan Cassandra?' ucap Dewo dalam hati.


"Kenapa kamu bilang seperti itu?" tanya Dewo pada Danial.


"Aku tadi melihat seseorang di dekat jendelamu, aku pikir itu kamu." ucap Danial.


"Sepertinya kakak benar, dia sudah gila." ucap Dewo menutupi kebenaran itu.


"Sudahlah, berhenti mengigau, ayo cepat ke kamarmu dan jernih kan pikiranmu." ucap Jovan pada Danial.


Setelah mengantarkan Danial ke kamarnya, Dewo langsung pergi ke kamarnya dan menelfon Cassandra. Namun telfonnya tidak diangkat sama sekali, Dewo pun menjadi khawatir, dia terus menelfon Cassandra hingga Cassandra mengangkatnya.


"Cassandra?, apakah kamu baik-baik saja?" ucap Dewo.


"Ah maaf Pak, ini aku Emily." ucap Emily.


"Kenapa kamu yang mengangkat telfonnya?" kata Dewo.


"Tadi Cassandra menelfon saya, dan saya pun kerumah bapak untuk menemuinya, dan sesampainya saya di sana, saya menemukan Cassandra pingsan di lantai." ucap Emily.


Setelah Danial pergi, Cassandra langsung menelfon Emily, dia sudah tidak tau lagi siapa yang akan dia telfon hingga dia memutuskan untuk menelfon Emily. Tiba-tiba Cassandra merasa kepalanya sangat sakit, dia tidak tau kenapa kepalanya sakit dan akhirnya dia pun jatuh pingsan. (Dan jika kalian bertanya bagaimana caranya Emily bisa masuk, itu karena ada penjaga di rumah Dewo, dan Emily meminta mereka untuk membukakan pintu untuknya.)


"Dimana dia sekarang?" tanya Dewo khawatir.


"Dia sedang tidur Pak, dan saya sudah memindahkannya ke atas sofa." kata Emily.


"Baiklah, tunggu aku pulang, jangan tinggalkan dia sendirian, apa kamu mengerti?" ucap Dewo dengan tegas.


"Bapak tenang saja, aku tidak akan meninggalkan Cassandra sendirian." ucap Emily.


Dewo pun menutup teleponnya, dan dia langsung bergegas pulang. Dia sampai lupa berpamitan pada kakaknya, yang ada di pikirannya hanya Cassandra.


"Cassandra, jangan sampai terjadi sesuatu padamu, dan jika sampai sesuatu terjadi padamu aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri." ucap Dewo sambil mengemudikan mobilnya.


Halo semua, maaf ya semuanya, author gtw ada masalah apa, harusnya part ini sdh up pada tanggal 23, tapi entah kenapa di revisi nya lama, author minta maaf ya, mungkin ada kesalahan teknis🙏 . jangan lupa untuk tetap like, komen dan vote sebanyak-banyaknya ya, see you again 👋.