My Wife My Maid

My Wife My Maid
Terlambat



Danial sampai di rumah sakit, dia langsung berlari menuju ruang Cassandra, di situ juga sudah ada polisi, mungkin suster itu yang melaporkannya.


"Dimana dia?" tanya Danial.


"Maafkan saya tuan, saya gagal menjaga nona Cassandra." ucap suster itu sambil menangis.


"Bagaimana bisa ini terjadi, kemana kalian semua, dasar tidak becus." ucap Danial.


Danial pun menghubungi keluarganya, dia juga menghubungi Kevin melalui hp Cassandra.


"Mah, apakah Cassandra ada di sana?" tanya Danial.


"Kenapa kamu tanya sama Mama, bukankah kamu yang menjaganya?" ucap Sandra.


"Aku.... aku tinggal dia sebentar, dan saat aku kembali dia sudah tidak ada." ucap Danial.


"Bagaimana Mungkin itu terjadi?, kemana kalian semua?. Astaga, kenapa kamu selalu membuat masalah Danial. Tunggu di sana, Mama dan Papa akan ke sana." ucap Sandra.


"Baik Mah, Danial tunggu mama di sini." ucap Danial.


Danial pun menelfon Kevin.


"Kevin." ucap Danial.


"Kenapa kamu yang nelfon?, dimana Cassandra." tanya Kevin.


"Dia di culik, apakah kamu mengetahui sesuatu?. Misalnya orang yang benci pada Cassandra." tanya Danial.


"Jika itu, kamu sendiri yang tau jawabannya." ucap Kevin dan langsung mematikan telfonnya.


"Apa maksudnya?" ucap Danial bingung.


Keluarga Danial sudah sampai di rumah sakit, dan mereka menyuruh bawahannya untuk mencari Cassandra. Danial pergi ke kamar Cassandra, mungkin saja di sana ada petunjuk, namun dia tidak menemukan apapun, Danial merasakan pusing di kepalanya, dan dia pun memutuskan untuk merebahkan dirinya di atas tempat tidur Cassandra.


"Aku masih bisa mencium aromamu di sini, sangat menenangkan." ucap Danial sambil memeluk bantal itu.


Danial masih memikirkan perkataan Kevin, namun dia sama sekali tidak mengerti, dia masih bingung dengan apa yang Kevin katakan. Danial menatap langit-langit kamar itu, dan matanya tertuju pada kamera CCTV, dia langsung bangun dari tidurnya dan pergi ke ruang pengawasan.


"Dimana ruangan pengawasnya?" tanya Danial pada suster itu.


"Di lantai 3 tuan." ucap suster itu.


Danial pun berlari, dia pergi dengan tangga karena lift nya penuh. Dia menaiki tangga dengan cepat, dan akhirnya dia sampai di lantai 3. Nafasnya sudah ngos-ngosan, tapi itu tidak mencegahnya untuk mencari Cassandra. Danial masuk ke ruang pengawas itu tanpa permisi dan langsung membukanya dengan kasar. Dan semua orang yang ada di sana pun terkejut.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya salah satu pengawas.


"Apa kalian buta?, kerja kalian itu tidak becus." ucap Danial.


"Maaf Pak, anda masuk ke ruangan ini tanpa meminta izin dan sekarang anda marah-marah." ucap pengawas itu.


"Kalian itu punya mata atau tidak sih, jika mata kalian tidak berguna buang saja mata itu." ucap Danial geram.


"Apa maksudmu?" ucap pengawas itu.


"ISTRIKU HILANG, DIA DI CULIK DALAM PENGAWASAN KALIAN." ucap Danial.


"Apa?, itu tidak mungkin, kami menjaganya selama 24 jam, bagaimana mungkin itu terjadi." ucap pengawas itu.


"Cepat periksa CCTV nya." ucap Danial.


Mereka pun memeriksa CCTV itu dengan cermat, Danial melihat Cassandra dibawa oleh kedua pria itu dengan kasar. Dia pun menggebrak meja yang ada di sana.


"Tuan, tahan amarah anda." ucap pengawas itu.


"Cepat periksa kendaraan mereka." ucap Danial. Dan akhirnya mereka menemukan plat nomor itu. Danial meminta bawahannya untuk memeriksa nomer kendaraan itu, dan akhirnya mereka menemukan tempat dimana Cassandra di sekap.


"Tenanglah Cassandra, tunggu aku, aku kanan menyelamatkan mu." ucap Danial.


Cassandra POV


Aku terbangun dari tidurku, dan aku tidak tau dimana aku berada, aku berusaha untuk melarikan diri, namun sayangnya tangan dan kakiku terikat.


"Lihatlah gadis itu, bukankah dia sangat cantik?" ucap pria 1.


"Sangat cantik, apakah kita bisa mencobanya boss." kata pria 2.


"Kalian ingin mencobanya?, maka tunggu sampai aku selesai." ucap ketua itu. Dia pergi mendekatiku namun suara ponsel menghalanginya.


"Siapa sih." ucapnya kesal.


"Ada apa sayang?" ucap ketua itu pada seseorang di seberang.


"Apakah kamu sudah menculiknya?" tanya seseorang di sana, dan aku yakin dia seorang wanita.


"Tentu saja, dia ada di sini sekarang." ucapnya.


"Cepat buat perhitungan dengannya, dan cepatlah pergi sebelum Danial menemukanmu?" kata wanita itu.


"Baiklah, kamu tenang saja Rayna." kata ketua itu.


Aku tidak tau apa yang akan dia lakukan padaku, dia mendekat padaku dan dia hampir saja menciumku jika aku tidak memalingkan wajahku.


"Apa yang ingin kamu lakukan?" tanyaku padanya.


"Tenanglah cantik, kita akan bersenang senang?" ucap pria brengsek itu.


"Lepaskan, jangan sentuh aku." ucapku, tapi mereka tetap menyentuh tubuhku,


Mereka menarik bajuku hingga bajuku robek, dan mereka membuang bajuku, kini aku hanya mengenakan Br@ dan c3l@n@ d@l@m saja. Aku menangis, aku memohon pada mereka, namun mereka tidak mendengarkan ku.


"Tolong berhenti, hiks.... hiks.... aku mohon pada kalian hiks..., aku akan memberikan uang pada kalian agar kalian berhenti." ucapku, tapi mereka tidak mengubis perkataan ku.


"Kami tidak butuh uang, kami hanya ingin tubuhmu cantik." ucap pria 1.


"Aku mohon jangan..... hiks....hiks..., Danial... dimana kamu, tolong selamatkan aku...." ucap ku, aku tau itu tidak akan berhasil namun.


Braaak...


Pintu itupun terbuka, aku pikir itu adalah Danial, namun ternyata itu Kevin, dia pergi memukul ke 3 orang itu, dan aku sangat terkejut melihat Kevin mengalahkan ke 3 orang itu, walaupun wajahnya sedikit terluka.


"Cassandra, kamu tidak apa-apa?" tanya Kevin padaku.


"Kevin......" ucapku, dan aku langsung menangis di pelukannya. "Aku takut Kevin, mereka... mereka ingin menyentuhku." keluhku pada Kevin.


"Tenanglah, ada aku di sini, sudah ya jangan menangis lagi." ucapnya berusaha menenangkan aku.


Kevin pun membuka Hoodie nya, dan memakaikannya padaku. Dan aku kembali memeluknya.


Author POV


Dan disini lain, Danial baru saja sampai di tempat itu, dia melihat ke3 orang itu kabur, Danial pun semakin khawatir dan dia memutuskan untuk masuk ke dalam, dan di sana, dia melihat Cassandra sedang menangis di pelukan Kevin, dan dia tengah mengenakan Hoodie Kevin yang kebesaran di tubuhnya.


"Hah.... aku terlambat." ucap Danial. "Harusnya aku tau, bahwa kamu pasti aman bersamanya, maafkan aku, aku tidak pernah bisa melindungimu. Aku akan pergi, aku tidak ingin mengganggu waktu kebersamaan kalian." lanjut Danial.


Danial pun pergi dari sana, namun Cassandra sempat melihatnya.


'Danial?, apakah itu Danial?, tapi kenapa bukan dia yang menyelamatkan aku. Apakah dia tidak peduli padaku?, hah... apa yang aku pikirkan, dia sudah memiliki Rayna di hatinya, untuk apa dia menyelamatkan ku.' batin Cassandra.


Kevin pun menggendong Cassandra keluar, dia membawa Cassandra ke apartemennya. Dan di sana dia juga sudah menelfon dokter.


"Bagaimana keadaannya dok?, apakah terjadi sesuatu padanya?" tanya Kevin.


"Tidak apa-apa, kamu tenang saja. Dia hanya syok saja, dan aku sudah memberinya obat tidur, supaya dia bisa tidur dengan nyenyak." ucap dokter kepercayaan keluarganya.


"Terimakasih dok, saya antar dokter ke luar." ucap Kevin.


Setelah mengantar dokter itu, Kevin pun kembali ke kamarnya, dan dia membelai kepala Cassandra.


"Kenapa kamu selalu ingin berada dekatnya, bukankah kamu sudah tau, sampai kapan pun kamu tidak akan pernah merasa bahagia di sampingnya, justru dia hanya bisa menyakitimu." ucap Kevin.


Disisi lain, Danial kembali ke rumahnya. Keluarga nya pun sudah menunggunya di sana, mereka terheran-heran melihat Danial pulang dengan keadaan lesu, dan dia pulang sendiri tidak bersama Cassandra.


"Danial, kenapa kamu pulang sendiri?, dimana Cassandra" tanya Sandra.


"Dia bersama kekasihnya, untuk apa aku mencarinya, lebih baik aku tidur." ucap Danial ketus.


Danial pun pergi ke kamarnya, sedangkan keluarga masih bingung dengan perkataan Danial. Dan suara telfon pun terdengar.


"Siapa yang menelepon malam-malam begini?" ucap Sandra, dan dia pun mengangkatnya.


"Halo, siapa ya?" tanya Sandra.


"Halo Tante, ini Kevin. Kevin cuma mau bilang kalau Cassandra ada di sini, Tante tenang saja, Cassandra aman bersamaku." ucap Kevin.


"Oh sukur lah kalau begitu." ucap Sandra.


"Kevin tutup dulu ya Tante, selamat malam." ucap Kevin ramah.


"Ya, selamat malam." ucap Sandra.


"Siapa yang nelfon Mah?" tanya Jovan.


"Kevin, dia bilang Cassandra ada bersamanya. Dan apakah Papa tau, sepertinya Danial kita sedang cemburu pada mereka. Bukankah dia tadi sangat bersemangat untuk mencari Cassandra, dan sekarang dia lesu seperti itu, sepertinya dia kalah satu langkah di bandingkan dengan Kevin." ucap Sandra.


"Syukurlah jika dia sadar, Papa juga sangat setuju jika Cassandra yang menjadi menantu kita." ucap Jovan.


"Yah... Mama juga, kita hanya bisa membantu mereka dengan doa." ucap Sandra.


Sedangkan di sisi lain, Danial memutuskan untuk mandi dan menjernihkan pikirannya, namun dia sangat kesal mengingat kejadian tadi.


Aaaahhhkkkk.....


Teriaknya, dia memukul dinding kamar mandi hingga tangannya berdarah.


"Kenapa kamu tega berbuat seperti itu padaku Cassandra, apakah kamu benar-benar tidak menganggapku sama sekali?. Aku sudah berusaha mencarimu, tapi kenapa aku selalu kalah jika dibandingkan dengan Kevin." ucap Danial. "Apakah kamu tidak pernah sekalipun menghargai usahaku, aku tidak pernah kamu peluk seperti itu pada saat aku menolong mu kemarin malam, aku juga tidak mendapatkan pelukan itu ketika aku menjagamu semalaman. Apakah aku tidak pantas untuk mendapatkannya." lanjutnya.


Hai guys, author udh crazy up nih, kalian harus semangat juga dong untuk vote, like dan komennya, biar author juga semakin semangat bikin novelnya. Oke, see you di bab selanjutnya 👋