
Dewo memarkirkan mobilnya di depan rumahnya, sebelum sampai ke rumahnya dia sudah menelfon seorang dokter. Dewo masuk kerumahnya dan Cassandra sudah tidak lagi ada di sofa itu, dia sudah di pindahkan ke kamarnya.
Dokter memeriksa kondisi Cassandra, Emily sangat khawatir dan dia hanya bisa duduk sambil mengamati dokter itu yang sedang memeriksa keadaan Cassandra. Dewo masuk ke kamar Cassandra dan dia langsung menghampiri Emily dan menghujaninya dengan banyak pertanyaan.
"Bagaimana bisa begini?, apa yang terjadi padanya?, apakah dia berkata sesuatu padamu?, kenapa kamu diam saja?. " ucap Dewo emosi.
"Tenanglah Pak, saya juga tidak tau apa-apa, dia hanya menelfon saya untuk datang kerumah bapak, dan setelah saya sampai di rumah bapak Cassandra sudah tidak sadarkan diri." jelas Emily.
"Baiklah kamu boleh pergi." kata Dewo pada Emily.
Emily merasa sedang di usir oleh Dewo, dia memang menyukai Dewo, tapi dia tidak akan meninggalkan Cassandra sendirian. Terserah jika nantinya Dewo malah membencinya karena yang dia inginkan adalah merawat sahabatnya.
"Maaf Pak, tapi saya tidak bisa pergi, saya akan di sini menemani Cassandra. Karena Cassandra menelfon saya sebelum dia pingsan, mungkin saja ada sesuatu yang ingin dia sampaikan pada saya." ucap Emily.
"Kamu benar juga, baiklah kamu bisa tetap di sini." ucap Dewo.
Dokter selesai memeriksa Cassandra dan dia pun memberi tau kondisi Cassandra pada mereka berdua.
"Dia tidak apa-apa, dia hanya kecapean dan dia juga stres, dia hanya butuh istirahat dan jangan sampai membuatnya stres lagi. Ini vitamin untuknya, itu akan membantu tubuhnya kembali sehat, tapi jika masalah pikiran, saya tidak bisa membantu, hanya kalianlah yang bisa membantunya untuk kembali ceria." ucap dokter itu.
"Baiklah Dok, saya akan membuatnya bahagia." ucap Dewo.
'Kenapa Pak Dewo begitu perhatian pada Cassandra, apakah dia suka pada Cassandra?, sebenarnya apa hubungan mereka, sepertinya hubungan mereka tidak sesimpel yang aku bayangkan.' ucap Emily dalam hati.
"Kalau begitu saya pergi dulu, masih ada pekerjaan di rumah sakit yang menunggu saya." ucap dokter itu.
"Baiklah dok, mari saya antar." ucap Dewo.
Dewo mengantar dokter itu ke depan rumahnya, tidak lama setelah itu dia kembali ke kamar Cassandra. Dewo menghampiri Cassandra, membenarkan selimutnya kemudian mencium puncak kepala Cassandra.
'Cassandra, aku iri padamu. Jika yang ada di tempatmu itu adalah aku, mungkin aku akan segera bangun dan memeluknya. Tapi aku tau itu tidak mungkin terjadi.' batin Emily.
"Emily, kamu bisa tidur di kamar sebelah, Cassandra biar aku yang urus." ucap Dewo.
"Tidak Pak, saya akan tidur bersama dengan Cassandra saja, dan bapak bisa istirahat di kamar Bapak." kata Emily.
"Tidak perlu, aku tidak butuh istirahat, kamu saja yang istirahat, bukankah besok kamu ada kelas." kata Dewo.
"Tapi Pak...." ucap Emily terhenti oleh Dewo.
Emily keluar dari kamar itu, tapi dia tidak mengerti harus pergi ke mana, dia tidak hafal denah rumah itu, dan akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke kamar sebelah kiri Cassandra, mungkin saja itu kamar yang Dewo maksud.
Emily masuk ke kamar itu, tapi ternyata itu adalah kamar Dewo, dan dia terkejut melihat foto yang ada di laci sebelah kasur itu, dia pun menghampirinya untuk memastikannya, dan ternyata itu benar-benar foto Cassandra.
"Kenapa foto Cassandra bisa ada di sini?, dan jika pak Dewo adalah pamannya, kenapa foto ini bisa ada di sini, apa yang sebenarnya Cassandra sembunyikan padaku?. Apa mungkin pak Dewo menyukai Cassandra?, tidak tidak, itu tidak mungkin." ucap Emily.
Emily pun keluar dari kamar Dewo, dan dia pergi ke kamar sebelah, kamar itu terletak di sebelah kanan kamar Cassandra.
"Sepertinya ini kamar yang pak Dewo bilang." kata Emil dan dia pun masuk ke dalam.
.
.
.
.
.
Pagi hari
Cassandra membuka matanya, dan dia dapat melihat Dewo tidur di sofa dekat kasurnya.
"Apa yang terjadi?, kenapa Paman bisa tidur di sini?, bukankah tadi malam dia bilang bilang akan menginap di rumah Mama, tapi kenapa dia kembali?" ucap Cassandra bingung.
Cassandra kembali memikirkan apa yang terjadi semalam, dan dia pun mengingat semua kejadian itu, tiba-tiba seseorang masuk ke kamar Cassandra, dia adalah Emily.
"Emily itu kamu?, kenapa kamu bisa ada di sini." ucap Cassandra.
Emily diam saja, dia hanya menatap Cassandra dengan tatapan yang tajam, itu membuat Cassandra takut, dia terus berusaha bertanya pada Emily namun Emily tidak mengubis perkataannya, Emily terus saja berjalan mendekat ke arah Cassandra dan....
BRUK...
Hai, maaf ya tidak bisa update seperti semula, author sudah mencoba mengirimkannya berkali-kali, namun tetap saja tidak bisa. Biasanya hanya butuh waktu satu jam episode yang baru sudah bisa di upload, tapi entah mengapa dari kemarin tidak bisa, maaf ya sudah membuat kalian kecewa, author juga kecewa, tapi mau bagaimana lagi. Tapi jangan sedih karena author selalu up setiap hari, jadi kalau tidak up bakal ada up dobel untuk kalian. See you 👋, Jan lupa tinggalkan jejak ya😘❤️