My Wife My Maid

My Wife My Maid
Makan Malam



Malam hari


Dewo sudah berada di depan apartemen Emily, dia menekan bel yang ada di sana, dan tidak butuh waktu lama, seseorang di dalam pun membukanya.


"Paman udah dateng?, ayo masuk Paman." ucap Cassandra.


"Dimana Emily?" tanya Dewo sambil masuk ke dalam.


"Dia ada di dalam Paman, tunggu sebentar ya Paman, aku akan memanggilnya." ucap Cassandra, dan ia pun pergi ke kamar Emily.


"Apakah kamu sudah selesai?, ayo cepat turun, Paman sudah menunggu mu dari tadi." kata Cassandra.


"Apakah aku cantik?, bagaimana dengan riasan ku?, apakah terlalu tebal?, dan apakah bajuku cocok dengan bajunya?" tanya Emily bertubi-tubi.


"Cukup, berhentilah mengoceh. Kamu sudah sangat cantik sayangku, dan cepatlah turun, sebelum Paman mengganti pasangannya." ucap Cassandra.


"Baiklah-baiklah." kata Emily.


Cassandra keluar terlebih dahulu, kemudian di belakangnya di ikuti Emily, dia terlihat sangat cantik, walaupun dengan riasan yang tipis. Dewo melihat ke arah Cassandra, namun Cassandra pun merubah posisinya, dia beralih ke samping Emily dan menariknya untuk maju.


"Apakah kamu sudah siap?" tanya Dewo.


"Ah iya Pak." ucap Emily.


"Bukankah saya sudah bilangan untuk tidak mengatakan Bapak jika kita tidak di sekolah, aku tau aku tua, tapi sangat aneh jika mendengar ucapan Bapak padahal kita bukan berada di sekolah." kata Dewo.


"Ah maaf Pak, saya tidak bermaksud begitu, tapi.... saya tidak nyaman jika memanggil nama anda, karena bagaimana pun anda lebih tua dari saya." kata Emily.


"Ya sudah panggil Paman dengan sebutan kakak saja, bukankah itu tidak membuat paman terlihat lebih tua, dan kamu juga akan merasa nyaman dengan memanggilnya menggunakan sebutan itu." ucap Cassandra.


"Aku setuju dengan saran Cassandra, Bagaimana denganmu?" kata Dewo.


"Baiklah, saja juga setuju." kata Emily.


"Tunggu apa lagi, sekarang praktek kan saja." ucap Cassandra antusias.


"Apa maksudmu?, bagaimana mungkin aku mengucapkan hal itu, aku merasa tidak enak dengan pak Dewo." ucap Emily sambil berbisik.


"Sudahlah, lagian itu juga berguna untuk kedepannya, tidak mungkin kan pada saat kamu menjadi istri pak Dewo kamu memanggilnya dengan sebutan Bapak, orang akan berfikir jika dia adalah ayahmu nantinya." jawab Cassandra dengan suara yang sangat pelan.


'Betul juga ucap Cassandra, sepertinya aku harus terbiasa dengan ini. Baiklah mari kita coba.' ucap Emily dalam hati.


"Em.... kakak, Bagaimana jika kita berangkat, bukankah ini sudah malam?, tidak baik membuat mereka menunggu." ucap Emily malu-malu.


"Benar katamu, kalau begitu kita berangkat sekarang, dan Cassandra, kamu baik-baik di sini. Jika terjadi apa-apa telfon aku ataupun Emily." kata Dewo pada Cassandra.


"Iya... aku mengerti, sekarang lebih baik kalian cepat pergi, jika tidak kalian akan terlambat nantinya." ucap Cassandra sambil mendorong Emily dan Dewo keluar.


"Kamu seperti mengusirku saja, ini tuh tempatku." ucap Emily sebal.


"Aku tau itu, dan aku hanya ingin membantumu." ucap Cassandra sambil memberikan muka mengejek di depan Emily, dan sebelum Emily memukulnya dia sudah menutup pintu itu.


"Cassandra....." teriak Emily di luar apartemen, dan kemudian mulutnya di tutup oleh Dewo dengan tangannya.


"Suuuut, diam lah jika kamu tidak diam kita akan di usir nantinya." kata Dewo.


Emily tidak mendengarkan perkataan Dewo, dia hanya terdiam di tempatnya karena terkejut dengan perlakuan Dewo padanya.


'Astaga astaga astaga....., Mama.... bibir anak mu di pegang oleh seorang lelaki...., bibirku sudah tidak suci lagi, tapi tenang saja, aku akan membuatmu menyukaiku kak dewo.' ucap Emily dalam hati.


"Ayo kita berangkat, yang lain pasti sudah menunggu kita." kata Dewo, lalu dia pun menggandeng tangan Emily dan menariknya pergi.


'Astaga.... aku bisa jantungan ini jika terus di perlakukan seperti ini.' batin Emily.


Dewo dan Emily pun sampai di kediaman orang tua Danial, mereka turun dari sana dan langsung di sambut oleh Jovan dan Sandra.


"Malam juga Dewo." ucap Sandra, kemudian Sandra pun langsung menghampiri Emily dan memeluknya.


"Aku sangat merindukanmu Emily, Bagaimana dengan sekolahmu?" kata Sandra.


"Semuanya berjalan lancar kak." ucap Emily.


"Kita lanjut di dalam saja, di luar dingin." kata Jovan.


Mereka semua pergi ke ruang tamu, dan tiba-tiba dari arah tangga datanglah Danial, dia langsung menghampiri Emily kemudian mencekiknya.


"DIMANA KAMU SEMBUNYIKAN CASSANDRA HAH, CEPAT BERI TAU AKU." ucap Danial dengan amarah yang menggebu-gebu.


"Ap... apa yang ka-kamu... mak... sud." ucap Emily berusaha menjawab walaupun lehernya di cekik oleh Danial.


"Danial lepaskan dia." ucap Dewo.


"Aku tidak akan melepaskan dia, sebelum dia memberitahukan keberadaan Cassandra padaku." ucap Danial tidak mau di bantah.


"Lepaskan nak, kamu bisa membunuhnya." kata Sandra berusaha menasehati Danial.


"Mama dan Papa selama ini sudah di bohongi oleh mereka berdua, mereka lah yang telah menyembunyikan Cassandra, Danial sudah menemukannya, dan sekarang apa?, Cassandra pergi dari tempat itu, dan Danial tidak tau dia pergi ke mana." kata Danial.


"Apakah itu benar Dewo?" tanya Jovan.


"Jauhkan tangan mu darinya jika kamu masih menginginkan Cassandra." kata Dewo, dan Danial pun segera melepaskan cengkeramannya dari leher Emily, Emily pun terbatuk dan terduduk lemas, tapi dengan sigap Dewo menangkap tubuhnya.


"Aku memang yang menyembunyikan Cassandra selama ini, tapi sekarang aku tidak tau dimana dia berada. Bukankah kamu tau sendiri, tadi siang aku berada di sekolah, dan ketika aku pulang tadi, dia sudah tidak ada di rumah, dan aku tidak tau kemana dia pergi." bohong Dewo.


"Kenapa kamu menyembunyikan Cassandra dari kami Dewo, bukankah kamu tau sendiri bahwa kita berusaha keras untuk mencarinya?, kenapa kamu melakukan itu?" kata Sandra tak percaya.


"Karena aku tidak tega melihat perbuatan kalian padanya, aku merasa kasihan padanya, tidak ada seorangpun yang peduli padanya, makanya itu aku menyembunyikan Cassandra dari kalian semua. Tapi sekarang, aku benar-benar tidak tau dimana dia berada." kata Dewo.


"Sudahlah jangan berbohong lagi, aku tau kalian yang menyembunyikan Cassandra dariku, cepat katakan dimana kalian menyembuhkannya?" ucap Danial frustasi.


"Untuk apa kamu mencarinya jika nantinya kamu justru menyakitinya, biarkan dia bahagia, dia juga pantas bahagia, biarkan dia memulai hidupnya tanpa harus merasa tersakiti." kata Dewo.


"Itu bukan urusanmu, dia istriku tentu saja aku harus mencarinya." kata Danial.


"Cukup Ayah, Ayah jangan egois, biarkan mama bahagia, kalian semua sudah menyakitinya, dan sekarang kalian ingin Mama kembali ke sini dan dengan begitu saja dia akan memaafkan kalian?" kata Dhefin yang baru saja muncul.


"Dhefin, apa yang kamu katakan sayang, apakah kamu tidak ingin berkumpul lagi bersama Mama?, tenang saja sayang, ayah akan menemukan Mama dan kita akan kembali memulai hidup kita bersama Mama." ucap Danial.


"Dhefin memang ingin bersama Mama, Dhefin juga sangat merindukan Mama, tapi Dhefin jauh lebih ingin melihat Mama bahagia, dan jika Mama bahagia jika dia tidak bersama Dhefin, maka Dhefin rela jika Mama pergi meninggalkan Dhefin." ucap Dhefin sambil menangis.


"Itu tidak mungkin, aku tidak akan membiarkan Cassandra pergi dari kehidupan kita, Ayah akan membawa Mama pulang, tunggu dan lih-" ucap Danial pun terhenti.


PLAK


Suara tamparan pun terdengar, semua orang terkejut melihat hal itu. Yah, Emily yang menampar Danial, dia sudah tidak tahan melihat keegoisan Danial.


"Apakah kamu sudah cukup bicaranya?, sekarang dengarkan aku, siapa yang sudah menyakitinya?, siapa juga yang sudah membuat Cassandra berada di posisi ini?, dan siapa juga yang membuat Cassandra pergi dari sini?, bukankah kalian semua tau jawabannya, terlebih kamu Danial. Belajarlah dari putramu, dia jauh lebih paham dari pada kamu yang bodoh, oh tidak, kamu bukan bodoh, tapi kamu sangat egois, kamu hanya mementingkan keinginanmu saja, kamu tidak pernah sekalipun membayangkan apa yang telah Cassandra rasakan, apa yang sudah gadis itu lalui, kamu tidak pernah berfikir akan hal itu. Dan ya, jika aku memang yang menyembunyikan Cassandra, sampai kapanpun aku tidak akan membiarkanmu untuk menemuinya, karena aku tau apa yang akan kamu lakukan padanya, karena orang egois sepertimu hanya tau tentang kebahagiaanmu sendiri." ucap Emily.


"Sudahlah Emi, percuma berkata seperti itu padanya, lebih baik kita pergi." ajak Dewo, kemudian dia membawa Emily pergi dari sana.


'Apakah aku egois?, apakah aku tidak pernah mementingkan perasaan Cassandra?, apakah aku yang selalu menyakitinya?' ucap Danial dalam hati.


Danial pergi dari sana, dia pergi ke kamarnya dan menelfon bawahannya untuk memata-matai Emily, dia yakin bahwa gadis itu lah yang menyembunyikan Cassandra.


"Cassandra, aku akan menemukanmu, bukan untuk memaksamu untuk tinggal bersamaku, aku hanya ingin penjelasan darimu, dan jawaban atas semua perkataan yang dikatakan gadis itu." ucap Danial.


Halo semua, jangan lupa untuk komen perasaan kalian ketika membaca episod ini, dan juga jangan lupa untuk memberikan like, komen dan vote sebanyak-banyaknya, see you di bab selanjutnya 👋