
Emily dan Dewo pun pergi dari rumah keluarga Danial, Dewo mengantar Emily terlebih dahulu, tapi Emily memintanya untuk mengantarnya ke rumah orang tuanya, dia tidak ingin membuat Cassandra khawatir karena matanya yang bengkak karena menangis.
Dewo pun selesai mengantar Emily dan dia pun pulang kerumahnya, dia tidak ingin menemui Cassandra dengan kondisi sedang emosi, dia takut nantinya dia akan melukai Cassandra.
Danial sedari tadi mengikuti mobil Dewo, dia ingin sekali mengetahui dimana tempat Dewo menyembunyikan Cassandra, namun sayangnya Dewo hanya pergi ke rumah Emily kemudian ke rumahnya. Danial tidak lagi mencurigai rumah Dewo, karena tidak mungkin Cassandra akan kembali ke sana, dan tempat yang dia curigai adalah rumah Emily.
"Terus awasi rumah Emily, jika kalian menemukan gadis itu, langsung kabari aku." ucap Danial pada seseorang yang dia telfon.
Ya, Danial menyuruh seorang mata-mata untuk memata-matai Emily, dia yakin bahwa gadis itu yang menyembunyikan Cassandra.
.
.
.
.
Keesokan paginya, Emily tidak pergi ke apartemennya, dia sedang menghadiri pesta keluarganya, dan dia sudah memberitahu Cassandra sebelumnya, supaya gadis itu tidak khawatir nantinya.
Mata-mata Danial mengabarinya bahwa keluarga Emily sedang pergi, dan mungkin jika Cassandra berada di sana dia sedang sendirian saat ini, dan tanpa menunggu waktu yang lama pun Danial langsung bergegas pergi ke sana. Dia melaju dengan kecepatan penuh, dia sampai di depan rumah Emily, dia mengetuk pintu rumah itu, dan di bukalah oleh asisten rumah tangga di sana.
"Ada apa tuan?" tanya wanita itu.
"Aku ingin bertemu dengan Cassandra." ucap Danial to the poin.
"Cassandra?, sepertinya anda salah alamat tuan. Di sini tidak ada yang bernama Cassandra, dan putri dari keluarga ini bernama Emily, bukan Cassandra." ucapnya.
"Jangan pernah membohongiku, aku tau kalian menyembunyikannya, cepat katakan dimana dia?, jika tidak kamu akan tau apa yang akan aku perbuat padamu." ucap Danial mengancam.
"Maaf tuan, tapi sampai kapanpun anda bertanya tentang Cassandra aku tidak akan menjawabnya, karena memang di sini tidak ada yang bernama Cassandra." jelas pembantu itu.
Danial sudah tidak tahan, dia langsung masuk ke rumah itu, pembantu itu pun langsung memanggil keamanan. Danial mencari ke seluruh rumah, namun dia tidak menemukan keberadaan Cassandra, keamanan pun datang, dia di cegah oleh satpam yang ada di sana, dan satpam itu sudah menelepon polisi.
"Mau apa kamu?, lepasin aku." ucap Danial.
"Maaf Pak, tapi Anda masuk ke rumah ini tanpa meminta izin." ucap satpam itu.
"Lalu apa hubungannya dengan mu?" kata Danial.
"Saya akan membawa Bapak ke kantor polisi." ucap satpam itu, dan tidak butuh waktu lama pun polisi itu datang. Polisi itu membawa Danial ke kantor polisi untuk di tindak lanjuti.
"Lepaskan, aku tidak bersalah, merekalah yang bersalah. Mereka telah mengurung istriku, kamu harusnya menangkap mereka bukannya menangkap aku." ucap Danial emosi.
"Maaf pak, saya hanya bertugas untuk mengamankan anda, jika anda memiliki penjelasan, anda bisa menjelaskannya di kantor polisi." ucap polisi itu.
Danial pun dibawa ke kantor polisi, dia terus memberontak di sana hingga polisi pun mengurungnya di sel tahanan. Polisi itu juga sudah mengabari keluarga Emily tentang kejadian tadi.
"Dimana malingnya Pak?" ucap William ayah Emily.
"Dia ada di sel tahanan Pak, mari saya antar." ucap polisi itu.
Polisi itu pun mengantar Emily dan keluarganya ke sel tahanan, Emily dan keluarganya pun terkejut melihat Danial.
"Danial?" ucap William tidak percaya.
"Paman?, kenapa Paman bisa ada di sini?" tanya Danial.
"Paman di sini karena dapat kabar kalau rumah paman di masukin orang." kata William.
"Jadi... itu rumah paman?" ucap Danial tak percaya.
"Oh jadi kamu orangnya, ada apa kamu masuk ke rumahku Danial." tanya William.
"Maafkan atas kelancanganku Paman." kata William.
"Tidak apa-apa, jangan pikirkan hal itu. Tapi kenapa kamu datang ke rumah Paman?" kata William.
"Istri?, siapa istrimu? dan kapan kamu menikah? kenapa kamu tidak mengundang ku?. Jangan bilang dia Rayna." kata William.
"Bukan Paman, dia bukan Rayna. Namanya adalah Cassandra, dan aku sudah lama menikah dengannya." jelas Danial.
"Lalu kenapa kamu mencarinya di rumahku?" tanya William.
"Harusnya Paman bertanya pada putri paman sendiri." kata Danial.
"Emily?, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya William pada putrinya.
"Emily juga tidak tau Yah, Emily tidak mengerti apa yang dia maksud." kata Emily.
"Dia berbohong Paman, justru dia lah yang menyembunyikan istriku." kata Danial.
"Apa itu benar Emily." kata William.
"Tidak Ayah, dia berbohong." ucap Emily.
"Emily, bukankah Ayah selalu bilang padamu untuk tidak pernah berbohong, lalu apa ini?, kamu berbohong pada Ayah?" kata William, dan seketika Emily pun tidak bisa membantah ucapan Ayahnya.
"Ada apa sayang?, kenapa kamu berbohong pada Ayahmu?" tanya Rose, bunda Emily.
"Maaf Bun, tapi... Emily tidak bisa memberi tahunya dimana Cassandra berada, Emily merasa kasian padanya, dia selalu menyakiti perasaan Cassandra, Emily sudah tidak sanggup jika melihat Cassandra meneteskan air matanya, sudah cukup banyak lelaki ini menyakiti hatinya." ucap Emily.
"Apakah itu benar Danial?" tanya William.
"Benar Paman, semua yang di katakan Emily itu benar, akulah orang yang menyakitinya." ucap Danial.
"Apakah kamu menyesal sekarang?" tanya William.
"Danial sangat-sangat menyesal Paman." ucap Danial sendu.
"Jika misalnya kamu memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya, apa yang akan kamu perbuat padanya?" kata William.
"Aku akan meminta maaf padanya, dan aku berjanji untuk tidak lagi menyakitinya, dan jika bisa aku ingin dia kembali, tapi jika dia tidak ingin kembali, maka.... aku akan melepaskannya." ucap Danial dengan berat hati.
"Baiklah kalau begitu. Emily, beritahu dia dimana Cassandra berada, bukankah kamu sudah mendengarnya." kata William.
"Tapi Ayah, Bagaimana jika dia kembali menyakiti Cassandra?" tanya Emily.
"Aku berjanji padamu, aku hanya ingin meminta maaf padanya, dan perihal dia ingin kembali padaku atau tidak, aku tidak akan memaksanya." ucap Danial pilu.
Emily merasa kasian melihat Danial seperti itu, dan akhirnya dia pun memberi tahukan dimana Cassandra berada.
"Baiklah, aku pegang kata-kata mu, dan awas saja jika kamu masih menyakitinya, aku tidak akan segan-segan membuatmu menderita." ucap Emily.
"Aku janji padamu, aku tidak akan menyakiti hatinya lagi, jika kamu tidak percaya kamu bisa ikut bersamaku." ucap Danial.
"Baiklah, dia berada di apartemenku, kamu bisa menemuinya sendiri, tapi jika sampai terjadi sesuatu pada Cassandra, sampai kapanpun aku akan membuatmu menderita." jelas Emily.
"Baiklah, aku tidak akan mengecewakanmu, terimakasih Emily." ucap Danial.
'Semoga keputusan ini bisa membuatmu kembali merasakan cinta Cassandra, tapi jika dia malah membuatmu menderita, aku tidak akan segan-segan untuk membuatnya menderita 2 kali lebih berat dari pada yang kamu alami saat ini.' ucap Emily dalam hati.
Danial pun di bebaskan dari penjara, dan dia pun langsung melajukan mobilnya ke alamat yang telah di berikan oleh Emily. Danial telah sampai di sana, dia ingin sekali membuka pintu itu, tapi dia tidak siap akan kenyataan yang akan terjadi nantinya.
'Aku mencintai mu Cassandra, aku menyayangimu. Aku ingin kita kembali seperti dulu, tapi aku tau, kamu pasti tidak akan pernah memaafkan aku, aku tau itu. Tapi... jika itu membuatmu bahagia, maka aku harus rela melepaskan mu, tapi entah mengapa, hati ini tidak dapat menerima kenyataan yang ada.' ucap Danial dalam hati.
Danial yang tidak sanggup akan kenyataan yang akan terjadi pun akhirnya memilih untuk pulang, tapi sebelum dia pergi, pintu apartemen itu terbuka.
Ceklek
Hai semua, maaf ya author telat up nya. Sebenarnya author tengah sibuk dengan persiapan ulangan, jadi mungkin kedepannya author akan update 2 hari sekali, maaf ya 😔. Dan semoga ujian nanti author mendapat nilai yang memuaskan, mohon doanya ya🙏. Dan kalian harus tetap like, komen dan vote sebanyak-banyaknya ya, see you again 👋