My Wife My Maid

My Wife My Maid
Cincin



Rayna merencanakan sesuatu yang tidak mereka duga, dia dari tadi memperhatikan Cassandra. Entah apa yang akan dia perbuat nantinya, mungkin itu akan membuat Cassandra menderita.


Cassandra bingung, dia tidak mengerti kenapa temannya itu bisa datang ke pesta yang sangat mewah ini, karena terlalu penasaran dia pun bertanya pada Kevin.


"Kevin." panggil Cassandra.


"Ya Cassandra." ucap Kevin lembut.


"Apakah ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku?" tanya Cassandra.


"Maksudmu?" tanya Kevin bingung.


"Aku tau kamu sedang menyembunyikan sesuatu dariku." ucap Cassandra.


"Apakah itu?, aku tidak mengerti?" ucap Kevin yang masih tidak mengerti maksud Cassandra.


"Siapa kamu sebenarnya Kevin?, kenapa kamu bisa datang ke pesta ini?, kamu pasti bukan orang biasa, jika tidak, tidak mungkin kamu bisa berada di sini." jelas Cassandra.


"Baiklah Cassandra, aku akan mengatakan yang sebenarnya. Bukankah kamu tau, namaku Kevindra Aditama, sesuai namaku, aku adalah bagian dari keluarga Aditama, lebih tepatnya pewaris tunggal. Aku minta maaf padamu, aku tau aku menyembunyikan ini darimu, tapi itu karena aku ingin mendapatkan seseorang yang ingin menjadi temanku karena aku seorang Kevin, bukan sebagai pewaris perusahaan Aditama." ucap Kevin panjang lebar.


"Tapi kita sudah lama berteman, kenapa kamu masih tidak mengatakannya padaku?, mungkin saja jika kita tidak ke pesta sekarang kamu tidak akan pernah mengatakannya." ucap Cassandra kecewa.


"Maafkan aku Cassandra, aku tau aku salah, aku berniat mengatakannya, tapi kita tidak pernah memiliki waktu. Entah kamu yang sibuk ataupun aku sendiri, dan pada saat kita bertemu, aku hanya ingin menghabiskan waktu berdua denganmu." ucap Kevin menyesal.


"Baiklah, aku tau itu, tapi aku harap tidak ada rahasia - rahasia yang lain, apakah kamu mengerti?" ucap Cassandra.


"Siap bos, aku mengerti." ucap Kevin.


"Yasudah ayo kita balik." ajak Cassandra.


"Oke." sebelum pergi Kevin menatap Cassandra, dan dia menyadari bahwa Cassandra tidak memakai tasnya. "Dimana tas mu Cassandra?" tanya Kevin.


"Eh ya lupa, sepertinya ada di meja tadi deh." ucap Cassandra.


"Dasar ceroboh, yasudah ayo kita ambil." ajak Kevin.


Kevin dan Cassandra pergi mengambil tasnya dan pergi dari pesta, namun keributan pun terjadi.


"Aduh dimana cincinku?" ucap Rayna.


"Cincin?, cincin apa?" tanya wanita disebelahnya.


"Aku kehilangan cincinku, itu cincin berharga. Cincin itu adalah bentuk cinta Danial kepadaku, dia yang memberikannya padaku dulu, tapi sekarang sudah hilang, Bagaimana ini?" ucap Rayna kebingungan.


"Kamu letakkan dimana?" ucap wanita itu.


"Aku letakkan di tasku, apa mungkin ada yang mencurinya?" ucap Rayna, dan itu membuat orang-orang disana mulai waspada.


"Itu tidak mungkin, disini orang-orang terpandang, mana mungkin mereka melakukan hal itu." ucap teman Rayna.


"Mungkin saja, tapi bukannya disini tidak hanya ada orang-orang terpandang saja, tapi..." ucapnya sambil menatap Cassandra.


Semua orang mulai bergosip dan menatap Cassandra dengan tatapan benci, mereka yakin sekali bahwa Cassandralah yang mengambil cincin itu.


Danial pun datang, dia datang bersama Aditama, ayah Kevin. Dia kebingungan dengan suasana di pesta itu, dan akhirnya dia memutuskan untuk bertanya.


"Ada apa ini?" ucap Danial.


"Sayang, cincinku yang diberikan olehmu pada saat kita pacaran dulu hilang." ucap Rayna dengan wajah yang dibuat-buat.


"Hanya itu?, sudahlah aku akan membelikan yang lain untukmu." ucap Danial.


"Tidak mau, itu kan cincin yang diberikan olehmu dengan penuh kasih sayang." ucap Rayna manja.


"Lalu kamu maunya apa?" tanya Danial.


"Itu tidak perlu, aku akan membelikan yang lain untukmu." kata Danial.


"Aku hanya ingin cincin itu, bukan yang lain." rengek Rayna.


"Baiklah-baiklah, aku akan menyuruh bodyguard ku untuk memeriksa semua orang yang ada di sini." ucap Danial setuju.


Setelah beberapa lama akhirnya cincin itu ditemukan, dan cincin itu ditemukan di tas Cassandra.


"It... itu, itu bukan aku. Aku tidak tau sejak kapan cincin itu ada di sana." ucap Cassandra, namun semua orang tidak ada yang percaya padanya.


"Halah, bilang aja kamu irikan sama Rayna, makanya kamu ambil cincin itu." ucap teman Rayna.


"Tidak, bukan seperti itu. Aku benar-benar tidak mengambilnya." ucap Cassandra takut.


"Lalu apakah cincin itu pergi sendiri ke tasmu?" ucap Rayna.


"Tapi itu bukan aku, aku tidak akan pernah mengambil barang orang lain." jelas Cassandra.


"Gak usah ngeles deh, pacar orang aja di ambil, apalagi cincin." ucap teman Rayna dengan bengis.


"Tidak, itu tidak benar aku..." ucap Cassandra terhenti, dia tidak tau harus berkata apa lagi, dia sudah tersudut, walaupun sudah berkali kali menjelaskannya, tidak akan ada orang yang percaya padanya.


"Sudahlah, yang penting sekarang cincin itu ketemu, masalah selesai kan." ucap Danial.


"Selesai apanya?, mungkin saja dia tidak hanya mengambil cincinku, tapi juga barang-barang orang yang ada di pesta ini." ucap Rayna.


"Tidak, aku bukan orang yang seperti itu." ucap Cassandra membela dirinya.


"Kita harus menghukumnya Danial, jika tidak dia akan melakukannya lagi." kata Rayna.


"Tidak Danial, itu bukan aku, aku saja tidak tau jika cincin itu ada di tasku." jelas Cassandra pada Danial.


Semua orang memaki Cassandra dan menyuruh Danial untuk menghukum Cassandra, Danial yang mendengar perkataan yang lainpun memilih untuk menghukum Cassandra.


"Baiklah, kita serahkan saja dia pada pihak berwajib." ucap Danial.


Cassandra yang mendengarnya pun tak percaya, dia melihat ke arah Danial, dan seketika air matanya pun mengalir. Dia sudah tidak kuat merasa penghinaan ini, dan akhirnya dia pun bersuara.


"Bukankah kalian ingin membawaku ke pihak berwajib, maka silahkan saja. Tapi kalian harus periksa CCTV terlebih dahulu, setelah itu kita tau siapa pencurinya." ucapnya disela tangisan.


Rayna mulai panik, dia lupa dengan keberadaan CCTV, jika itu dibiarkan mungkin dirinyalah yang akan menjadi bahan omongan orang-orang.


"Tidak, kita serahkan saja dia pada kepolisian, dia hanya mencari alasan saja, bukankah barang buktinya sudah ada padanya." ucap Rayna meyakinkan.


"Danial, bukankah kamu setuju denganku?, jika memang aku yang mencurinya aku tidak akan pernah menolak hukuman apapun, tapi jika itu bukan aku.." perkataan Cassandra terhenti.


"Tentu saja itu kamu, kamu pasti benci karena kamu sudah tidak bisa bertemu dengan Dhefin, makanya kamu mau mengambil cincin itu kan. Aku tidak percaya padamu Cassandra, aku pikir kamu wanita baik-baik, tapi apa ini?, kamu mencuri?, sepertinya aku sudah salah menilaimu. Mulai sekarang aku perintahkan kamu untuk pergi dari sini, jangan sampai aku melihatmu lagi, jika tidak. Kamu tau sendiri akibatnya." ucap Danial.


"Apa maksudmu, bukankah yang dia ucapkan benar, kita harus memeriksa CCTV dulu, baru bisa menemukan kebenarannya, jangan hanya dari alibi masing-masing." ucap Kevin marah.


"Sudahlah Kev, tidak akan ada yang percaya padaku, lebih baik kita pergi." ucap Cassandra lemah.


Cassandra dan Kevin pun pergi dari pesta itu, semua orang mengolok-olok Cassandra, dan Cassandra hanya bisa menyeka air matanya.


Danial menatap punggung Cassandra, dia merasa sakit, entah mengapa dia sendiri tidak tau. Dia selalu bingung dengan hatinya, kenapa bisa seperti itu.


'Cassandra, aku tau kamu benci padaku, tapi jangan pernah libatkan seseorang yang penting dalam hidupku. Aku harap kamu bisa bahagia.' batin Danial.


sedangkan disisi lain, Rayna sedang merayakan kemenangannya.


'Hahahaha, akhirnya. Aku sudah menunggu hari ini tiba, hari dimana wanita itu di permalukan dan di tatap benci oleh Danial. Dan sekarang tidak akan ada lagi yang bisa merebut Danial dariku.' batin Rayna.


Bagaimana kelanjutannya?, apakah seru?, komen dibawah ya. Oh ya author punya kabar baik nih, jika besok like nya sampai 200 author bakal langsung up episode selanjutnya. Author tunggu ya, Jan lupa untuk vote, komen dan follow akun author, see you 👋.