
Keesokan paginya
Cassandra keluar dari kamarnya, dia pergi ke dapur untuk membuat sarapan, namun ketika dia hendak pergi ke dapur matanya tidak sengaja melihat pria yang dia cintai sekaligus yang menyakitinya, itu tengah tertidur di sofa ruang tamu, dia sangat kasihan melihatnya, namun dia juga tidak bisa terus-terusan bersikap seperti itu padanya, dia harus bersikap tegas pada lelaki itu supaya dia tak lagi mempermainkannya.
Cassandra melanjutkan langkahnya ke dapur, dia membuat nasi goreng, setelah selesai dia pun pergi ke kamarnya untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai dengan urusannya pergi ke kamar Dewo untuk membangunkannya dan menyiapkan dia keperluan untuk pergi bekerja.
Cassandra dan Dewo sudah berada di meja makan, Dewo sebenarnya tidak ingin Danial bergabung bersama mereka, tapi dia ingat perkataan kakak iparnya bahwa Danial tidak pernah makan sedikitpun sejak Cassandra pergi, hingga dia merasa kasihan dan pergi untuk mengajak Danial sarapan.
"Hei, bangunlah. Kita sarapan dulu." ucap Dewo.
"Hm... aku tidak ingin makan." ucap Danial.
"Ya sudah, padahal Cassandra yang memasaknya, jika kamu tidak mau akan aku habiskan saja semuanya." ucap Dewo, kemudian dia pergi meninggalkan Danial.
Setelah mendengar perkataan Dewo Danial langsung pergi ke dapur untuk ikut sarapan, tapi dia merasa tidak enak dengan Cassandra, hingga dia terdiam dan tidak ikut makan. Cassandra merasa kasihan pada Danial, dan dia pun menyuruh Danial untuk duduk.
"Duduklah." ucap Cassandra dingin.
"Ah baiklah." ucap Danial, tapi dia tidak ikut makan, karena yang Cassandra bilang hanya duduk, bukan makanlah. Padahal yang Cassandra maksud itu supaya Danial ikut makan bersamanya. Namun sayangnya dia tidak mengerti apa maksud Cassandra tadi padanya.
'Apakah dia bodoh, aku menyuruhnya untuk bergabung bersama kami, dan sekarang dia hanya duduk saja. Apakah dia semakin bodoh karena di tinggal olehku.' ucap Cassandra dalam hati.
"Kenapa dilihat saja, aku tau masakanku tidak enak, tap-" ucap Cassandra terhenti karena melihat Danial langsung mengambil piring dan langsung mengisinya penuh, sangat penuh. Danial makan dengan rakus, yah bayangkan saja dia belum makan selama beberapa hari, dan pada saat makan orang yang di cintainya lah yang memasaknya.
"Aku tidak hanya merindukanmu, tapi aku juga merindukan masakan ini." ucap Danial di sela makannya, dan dia pun melanjutkannya lagi.
"Apakah kamu kesurupan?, itu sangat banyak, apakah kamu yakin bisa menghabiskannya?" tanya Dewo.
Ya, makanan itu Cassandra masak untuk dirinya, Dewo, Danial, Emily dan dua penjaga di luar. Dan itu habis oleh Danial, dia makan porsi 4 orang, dan yang lebih mengagetkan lagi, itu habis dengan begitu cepat.
"Apakah kamu tidak apa-apa?" tanya Dewo khawatir, karena Danial menghabiskan makanan itu dengan sangat cepat.
"Aku tak apa, apakah kamu tidak menghabiskan makananmu?, aku bisa membantumu." ucap Danial dan dia hendak meraih piring Dewo.
"Apakah kamu sudah gila?, kamu sudah menghabiskan semuanya, dan masih ingin mengambil punyaku?" ucap Dewo.
"Aku hanya menawarkan diri, sapa tau kamu tidak menghabiskannya." ucap Danial.
Cassandra selesai makan, dia membereskan piringnya dan pergi ke dapur untuk mencucinya. Danial ikut di belakang Cassandra dan juga memegangi piringnya.
"Ada apa?" ucap Cassandra dingin.
"Ah.... hm.... aku hanya ingin mencuci piringku." ucap Danial kikuk.
Cassandra mengabaikan Danial, kemudian dia pergi ke kamarnya dan bersiap untuk berangkat ke kampus.
"Apakah kamu sudah siap?" tanya Dewo.
"Ya, sudah Paman." ucap Cassandra.
"Tidak ada yang ketinggalan kan?" kata Dewo.
"Tidak Paman, aku sudah memeriksanya tadi." ucap Cassandra.
"Baiklah kalau begitu, ayo kita berangkat." ucap Dewo.
"Tunggu sebentar." ucap Danial membuat Cassandra dan Dewo menoleh ke arahnya.
"Ada apa?" tanya Dewo.
"Tanyakan saja padanya." kata Dewo.
Namun bukannya menjawab pertanyaan Dania Cassandra malah pergi ke mobil Dewo, dan itu menandakan bahwa dia tidak ingin di antar oleh Danial.
"Sudahlah, biarkan dia tenang dulu. Jangan terus mengekangnya, jika kamu menyukainya, kamu harus menghargai semua perbuatannya, mungkin saja itu yang bisa membuat dia senang." kata Dewo.
"Hm... baiklah paman." ucap Dewo.
Kelas pun selesai, Cassandra dan Emily keluar dari kelasnya, mereka berniat untuk pergi jalan-jalan lagi. Yah begitulah Emily, dia tidak ingin sahabatnya terus termenung dalam kesedihan, jadi dia ingin membawa temannya ke tempat yang ramai dan indah supaya membuat hatinya senang.
"Wah siapa itu?" ucap siswi di sana.
"Eh gila, ganteng banget." ucap siswi yang lain.
"Siapa ya gadis yang dia tunggu?" ucap gadis yang satunya.
"Beruntung banget ya gadis itu, udah cowoknya cakep, so sweet lagi." ucap gadis satunya.
"Eh ada apa sih?, kenapa kalian ribut-ribut di luar?" tanya Emily.
"Itu loh, ada cogan (Cowok Ganteng) yang lagi nungguin seseorang di depan gerbang sekolah kita, dan dia menunggu di situ dari tadi pagi, so sweet banget kan." ucap salah satu murid di sana.
Cassandra dan Emily pun pergi melihat, dan betapa terkejutnya mereka.
"Danial." ucap mereka berdua berbarengan.
"Kamu kenal dia?" tanya Emily.
"Ya, dia mantan suamiku." ucap Cassandra.
"APA?" ucap Emily berteriak.
"Suuut... jangan keras-keras." ucap Cassandra.
"Eh, iya-iya maaf." kata Emily.
"Jadi kamu istrinya dia?" ucap Emily.
"Ya." ucap Cassandra
"Lalu kenapa kamu bisa berada di rumah pak Dewo." ucap Emily.
"Nanti akan aku ceritakan padamu, sekarang bagaimana caranya menghindari pria itu?" ucap Cassandra.
"Serahkan saja padaku." ucap Emily.
Emily kemudian pergi, dia pergi ke ruang pengumuman, dan dia mengumumkan bahwa pria yang di depan gerbang itu tengah mencari pasangan, dan siapa yang pertama kali menyatakan cinta padanya dia lah yang akan menjadi pacarnya. Semua siswi yang ada di sana pergi menghampiri Danial, mereka saling berebutan, dan saat itulah Emily dan Cassandra pergi ke luar.
"Ah, akhirnya kita selamat." ucap Emily.
Dan pada saat mereka hendak pergi, ada seseorang yang menahan pundak mereka.
"Apakah kita ketahuan." ucap Emily khawatir.
Hai semua, jangan lupa untuk like, komen dan vote sebanyak-banyaknya, dan komen juga bagaimana kelanjutan ceritanya, apakah Cassandra akan menerima permintaan maaf dari Danial, atau justru mengabaikannya dan malah memilih pria lain, komen di bawah ya. See you again 👋.