My Wife My Maid

My Wife My Maid
Restoran



Jam 8 malam


Cassandra tengah berada di ruang tengah, dia tengah sibuk mengerjakan dokumen-dokumen yang menumpuk itu, sampai-sampai menutupi wajahnya.


Bima datang ke arahnya, dia memperhatikan wajah Cassandra yang tengah serius, dia sangat kagum melihatnya, walaupun dia sedang serius pun wajahnya masih tetap terlihat cantik.


'Cassandra, apakah kamu sadar, tanpa kamu sadari pun wajahmu sangat cantik. Kamu semakin membuatku terpesona padamu, aku tidak yakin aku bisa menahan rasa ini lebih lama.' ucap Bima dalam hati.


Bisa menyenggol tangan Cassandra, dan kemudian Cassandra pun menoleh ke arahnya.



"Ada apa tuang Bima, apakah anda kurang kerjaan hingga anda menggangguku." Ucap Cassandra.


"Hei, kenapa kamu begitu jutek padaku, aku hanya ingin mengajakmu keluar." Ucap Bima.



"Tidakkah kamu melihat aku sedang apa?" Ucap Cassandra.


"Ini di rumah Cassandra, kamu bisa melanjutkan itu besok, aku tidak menyuruhmu untuk selalu bekerja, kamu tidak bekerja pun aku akan tetap membayar gajimu." ucap Bima.


"Tapi sayangnya aku tidak suka makan gaji buta." ucap Cassandra.


"Oh ayolah Cassandra, hanya sebentar, aku hanya ingin mengajakmu untuk makan bersama di luar, bukankah kita sudah lama tidak pergi keluar, biarkan tugas-tugas itu di sini, aku akan membantumu nanti." Kata Bima.


"Maaf Bima, tapi aku tidak bisa." Ucap Cassandra yang masih sibuk dengan dokumen-dokumennya.


"Oh ayolah, aku akan mengurangi gajimu jika kamu tidak ikut denganku." Ucap Bima.


"Kamu bisa melakukan hal itu." Ucap Cassandra cuek.


"Hei, apakah kamu tidak peduli?" tanya Bima heran.


"Untuk apa aku peduli akan hal itu, aku sudah memiliki banyak uang, bahkan walau kamu memotong semua gaji pun aku tidak akan langsung jatuh miskin." kata Cassandra.


"Kamu..." Ucap Bima terhenti ketika melihat Cassandra sudah membereskan semua dokumen-dokumennya.


"Cepatlah sebelum aku berubah pikiran." ucap Cassandra kemudian.


Tanpa menunggu waktu lama pun Bima langsung pergi ke kamarnya untuk bersiap-siap, begitupun dengan Cassandra.


"Aku tidak mengerti terbuat dari apa mulut pria itu, dia bahkan tidak pernah capek untuk mengoceh setiap hari." Ucap Cassandra.


Disisi lain Danial dan Alena tengah menikmati makan malam mereka di restoran mahal, dan itu juga sebagai acara penutup kencan mereka, dan juga waktu terakhir mereka di Paris karena besok pagi mereka harus kembali ke Indonesia.


Cassandra dan Bima tanpa sadar datang ke restoran yang sama, yah bagaimana mungkin mereka tidak pergi ke sana, restoran itu adalah restoran terbaik yang ada di Paris, jadi tidak salah jika mereka bisa bertemu di sana.


Cassandra dan Bima pun masuk ke restoran itu, dan dengan ramah pelayan di sana menghampiri mereka dan menyiapkan meja untuk mereka, mereka sering pergi ke sana, oleh karena itu pelayan di sana sudah kenal dengan mereka.


"Anda ingin pesan apa tuan?" tanya pelayan itu.


"Seperti biasa." ucap Bima.


Danial begitu takjub melihat arsitektur di hotel itu, sangat klasik tapi terkesan modern. Mata Danial pun tak sengaja melihat Bima, dan dia juga bisa melihat seorang gadis yang sedang bersamanya.


'Apakah itu gadis yang tadi?, Sepertinya sekarang aku bisa melihat wajahnya.' ucap Danial dalam hati.


Danial pun menghampiri meja Cassandra dan Bima, dia menyapa mereka. Bima menoleh ke arah Danial dan dia sangat terkejut melihat Danial di sampingnya. Begitupun dengan Cassandra, dia begitu mengenali suara itu, tapi dia tidak tau suara siapakah itu. Cassandra menoleh ke arah Danial, namun hal itu di gagalkan oleh Bima, Bima langsung menggapai kepala Cassandra kemudian dia pun menariknya ke dalam pelukannya.


'Sial.' ucap Danial dalam hati.


"Ada ap tuan?" Tanya Bima, namun sebelum Danial menjawab Bima sudah memasangkan Cassandra sebuah earphone.


"Ah tidak ada, saya hanya menyapa saja." Ucap Danial, tapi dia tidak bisa berbohong karena dari tadi matanya terus tertuju ke arah Cassandra


"Apakah Anda akan terus memandangi kekasih saya?" Ucap Bima.


"Ah maaf, saya hanya penasaran dengan wajah pendamping anda, saya penasaran wanita seperti apa dia hingga membuat anda yang terkenal anti wanita ini jadi begitu posesif terhadapnya." Ucap Danial.


"Ya, aku begitu posesif terhadapnya, lalu tunggu apa lagi?, bukankah kamu sudah tau jika aku posesif, kenapa masih di sini?" Ucap Bima ketus.


"Baiklah-baiklah, selamat menikmati waktu berkencan anda, maaf mengganggu waktu kalian." Ucap Danial kemudian dia pun kembali ke mejanya.


Cassandra pun memberontak, dia berusaha untuk melepaskan diri dari Bima, dan setelah itu dia juga membuka earphone yang ada di kupingnya.


"Apa yang kamu lakukan?, apakah tidak cukup kamu mempermainkan aku?" Ucap Cassandra kesal.


"Maaf maaf, aku tidak sengaja." Ucap Bima.


Cassandra pun pergi ke toilet, dia ingin membenarkan penampilannya, yah sekarang kondisinya sangat kacau, terlebih rambutnya yang kusut karena ulah Bima tadi.


"Aku tidak mengerti dengan jalan pikiran pria itu, kenapa dia selalu saja membuatku kesal." Ucap Cassandra sambil merapikan rambutnya.


Cassandra pun selesai merapikan rambutnya dan dia pun berbalik untuk pergi ke mejanya, tapi matanya beradu dengan para seseorang yang ada di depannya.


'Alena.' ucap Cassandra dalam hati.


"Kamu?, ngapain kamu di sini?, dasar gadis murahan, pria kaya mana lagi yang kamu goda hah?, atau mungkin kamu sudah menjadi simpanan om om tua ya?" Ucap Alena bengis.


"Maaf, aku tidak mengenal anda, dan saya harap anda menjaga perkataan anda." Ucap Cassandra.


Alena yang tak rela dirinya di sindir pun akhirnya mendorong Cassandra keluar dari toilet itu dengan keras, dan Cassandra pun terjatuh di sana, tapi sayangnya ada seseorang yang menangkap tubuhnya sebelum tubuhnya menyentuh ke lantai itu.


"Apa yang kamu lakukan Alena?, kenapa kamu mendorong perempuan ini?" Ucap Danial.


Cassandra yang terkejut melihat Danial pun hanya bisa terdiam. Keributan pun terjadi, semua orang memperhatikan mereka.


Bima pun penasaran dengan apa yang sedang terjadi, dan dia melihat Cassandra berada di sana, gadis itu tengah berada di pelukan Danial, dan untungnya wajahnya tidak terlihat karena terhalang oleh rambutnya.


'Oh tidak, aku harus segera menjauhkan Danial dari Cassandra, jika tidak aku tidak tau lagi apa yang akan terjadi nantinya.' ucap Bima dalam hati.


Bima pun langsung mengambil Cassandra dalam pelukan Danial, dan dia pun juga mengatakan pada Danial untuk tidak menyentuh miliknya, dan setelah itu dia pun membawa Cassandra keluar dari restoran itu.


Hai semua, jangan lupa untuk tetap like, komen dan vote sebanyak-banyaknya ya, see you again 👋😘