
Setelah mengatakan hal itu, Cassandra masuk ke dalam, dia tidak ingin berkeliaran di kediaman Bramantyo, dia hanya ingin menemui Dhefin. Cassandra berniat untuk pergi ke kamar Dhefin, namun Rayna menahannya.
"Hei pembantu, aku harap kamu tau posisimu, kamu hanya pembantu, ya.. walaupun kamu berhasil merebut hati Dhefin tapi kamu harus tau, sampai kapanpun kamu tidak akan bisa merebut hati Danial, apakah kamu tau kenapa?, karena di hatinya hanya ada aku seorang, hanya Rayna Mavisha." ucap Rayna sombong.
"Maaf ya, aku juga tau posisiku, aku memang hanya pembantu, tapi aku juga mantan istri Danial, tidak sepertimu, yang hanya sekedar seorang pacarnya saja, yang bahkan pernah meninggalkan anaknya dan pacarnya sendiri hanya demi keegoisannya." ucap Cassandra tidak kalah bengis. "Dan ya, jangan pernah berfikir untuk menindasku, aku bukan perempuan yang lemah yang mau begitu saja ditindas oleh orang lain. ingat itu." lanjutnya.
Setelah itu Danial masuk kedalam rumah, dia melihat Cassandra dan Rayna bertengkar, dia berniat memisahkan mereka, tanpa dia sadari dia mendorong Cassandra begitu kuat.
Bug
"Ah...." ringis Cassandra.
"Astaga, maafkan aku Cassandra." ucap Danial dengan khawatir.
Danial berniat untuk membantu Cassandra berdiri, namun Cassandra menepis tangannya. Danial terkejut dengan reaksi Cassandra, dan dia pun hanya bisa melihat Cassandra berdiri dengan sendiri.
"Aku tidak tau dimana salahku, aku bahkan tidak melakukan apa-apa, tapi kenapa kamu malah mendorongku?, jika kamu tidak suka dengan keberadaanku kamu bisa mengusirku, tidak perlu diusir pun aku akan pergi, tapi jangan harap aku kembali ke tempat ini." ucap Cassandra.
Cassandra berbalik dan berniat untuk keluar dari rumah itu, Danial hanya bisa terdiam dan melihat kepergian Cassandra, dia sudah tidak tau lagi apa yang akan dia perbuat untuk membujuk Cassandra, karena yang bisa dia lakukan hanyalah membuat Cassandra terluka.
'Jika pergi dariku bisa membuatmu bahagia maka lakukanlah, aku tidak akan menahanmu, dan maaf, aku hanya bisa menyakitimu.' batin Danial.
Tiba-tiba Dhefin berlari ke arah Cassandra dan memeluknya.
"Mama...., Mama jangan pergi, Dhefin tidak ingin Mama pergi, Dhefin sangat merindukan Mama, Dhefin hanya ingin berada di samping Mama." ucap Dhefin disela tangisannya.
"Maaf Dhefin, tapi Mama tidak bisa tinggal di sini, jika Dhefin mau Dhefin bisa tinggal bersama Mama." ucap Cassandra lembut.
"Apa maksudmu?, apakah kamu berniat membawa Dhefin?, aku tidak akan pernah membiarkan kamu membawa Dhefin, dia putraku, aku ibunya jadi aku yang pantas merawatnya, sedangkan kamu?" ucap Rayna sarkas.
Plaaak
Danial menampar Cassandra, dia menampar Cassandra dengan begitu kuat hingga Cassandra terjatuh ke lantai, Cassandra yang terkejut pun hanya bisa terdiam.
"Mama....." teriak Dhefin.
Dhefin pergi menghampiri Cassandra dan memeluknya, dia melihat pipi Cassandra yang bengkak karena ulah Ayahnya.
"Ayah jahat, kenapa ayah memukul Mama?, apa salah Mama?, dia hanya mengatakan yang sebenarnya, hiks... hiks... Mama selalu merawat dan menjaga Dhefin, sedangkan perempuan itu." ucap Dhefin sambil menunjuk Rayna. "Dia hanya bisa menghabiskan uang saja." lanjutnya.
"Dhefin diam kamu, Ayah terlalu memanjakanmu. Kamu terlalu sering bersama wanita itu hingga dia dapat mencuci otakmu." ucap Danial.
"Ya, ini memang salahku, seharusnya aku tidak melamar pekerjaan di sini, harusnya aku tidak bertemu dengan kalian, harusnya aku tidak akan pernah bertemu dengan pria brengsek sepertimu, mungkin kehidupanku tidak seperti sekarang, aku bisa hidup dengan bahagia tanpa menjadi bahan omongan orang-orang. Dan ya, aku memang mencuci otak Dhefin sehingga sekarang dia dapat terbuka dan bisa menunjukkan senyumnya, ya semua ini salahku, memang akulah yang membawa masalah di keluarga ini, dan aku akan pergi dari sini, aku harap tidak akan ada lagi orang yang mencariku dan memohon-mohon kepadaku dengan embel-embel Dhefin. Mulai sekarang aku tidak punya hubungan lagi dengan kalian, baik itu sebagai pembantu, ibu Dhefin, atau pun.... istri dari seseorang, aku tidak ada hubungan akan hal itu. Aku harap kalian semua bahagia, terimakasih atas semua ketidak Adilan yang kalian lakukan padaku, aku pergi." ucap Cassandra mengeluarkan semua kekesalannya.
Cassandra pergi dari rumah itu, dia sudah memantapkan hatinya untuk bisa pergi meninggalkan Danial dan Dhefin, itu berat untuknya, terlebih setelah dia sadar bahwa dia benar-benar mencintai Danial, tapi dia sudah tidak sanggup hidup dengan hinaan dan ketidak percayaan dari orang yang dia sayangi.
Dhefin mengejar Cassandra, namun Danial memegang tangannya dan menariknya ke kamarnya.
"Lepaskan, aku hanya ingin pergi bersama Cassandra, aku tidak mau tinggal bersama kalian, hanya Cassandra yang menyayangiku, hanya dia yang bisa memberikan cinta yang tulus padaku." ucap Dhefin.
"Cukup, diam Dhefin, Ayah sudah terlalu memanjakanmu dan selalu mengikuti kemauanmu, sekarang dengarkan ucapanku. Tidak ada lagi Cassandra, di rumah ini tidak ada yang boleh menyebut nama Cassandra, atau kalian semua tau akibatnya, terlebih kamu Dhefin. Jika kamu masih terus memikirkan Cassandra, Ayah akan membuat Cassandra menderita, dengar itu." ucapnya dengan tegas dan pergi dari kamar Dhefin.
"Ayah jahat, kalian semua jahat, aku membenci kalian semua." teriak Dhefin.
"Kenapa semua orang memperlakukan aku seperti ini, hanya Cassandra yang selalu mencintai dan menyayangiku, dan sekarang, tidak ada lagi orang yang dapat memberikan aku kasih sayang." ucap Dhefin lirih.
Hai semua, apakah ceritanya semakin menarik?, jika iya jangan lupa untuk like komen dan vote ya, dan follow akun author. Sampai jumpa di episode selanjutnya 👋.