My Wife My Maid

My Wife My Maid
Bertemu?



"Cassandra." ucap Danial.


Danial pun berlari ke tempat gadis itu berada, namun karena mol di sana sedang mengadakan diskon besar-besaran, membuat tempat itu menjadi ramai.


"Sial." ucap Danial yang kesusahan untuk pergi ke tempat Cassandra.


Danial terus berjuang untuk bisa melewati kerumunan ibu-ibu yang sedang rebutan barang yang mereka sukai, hingga tiba-tiba ada benda melayang ke kepalanya. Dan bisakah kalian bayangin itu apa, itu adalah Br@, benda itu bertengger manis di kepala Danial, semua orang yang berada di sana tertawa melihatnya. Danial mengabaikan mereka semua, dia membuang br@ itu asal dan terus berjalan untuk menemui Cassandra.


Danial sampai di tempat Cassandra tadi berada, dia mencari ke sana-kemari, namun tidak menemukannya. Dia berteriak memanggil nama Cassandra, namun sayangnya gadis itu tidak ada di sana.


"Apakah aku sedang berhalusinasi?, mungkinkah ini terjadi karena aku terlalu merindukannya?" ucap Danial pada dirinya sendiri.


Danial pun memutuskan untuk pergi dari tempat itu, dan pada saat dia pergi Cassandra datang dari belakang tubuh Danial, dia baru saja kembali dari toilet. Yah menunggu Emily berbelanja membuatnya kebelet karena saking lamanya Emily berbelanja, dan pada saat Danial tiba di toko itu, Cassandra sudah pergi dari sana, itulah sebabnya dia tidak bertemu dengan Cassandra.


Siang hari, Cassandra dan Emily pun menyudahi acara belanja mereka, Emily mengantarkan Cassandra ke rumah Dewo. Selama ini dia ingin sekali pergi ke rumah itu, tapi dia tidak memiliki alasan untuk pergi ke sana. Cassandra menyuruh Emily untuk masuk, tapi dia tidak mau, dia bilang penampilannya sangat buruk sekarang, mungkin lain kali. Setelah mengantar Cassandra Emily langsung pulang dan Cassandra pun masuk ke dalam.


Di dalam rumah sudah ada Dewo yang sedang menunggu Cassandra pulang dengan wajah khawatir, karena dia tidak ingin Cassandra bertemu dengan Danial nantinya.


"Cassandra, kemana saja kamu lama sekali?" ucap Dewo.


"Maaf paman, tadi kita sedang berbelanja, dan maaf sudah menggunakan uangmu. Nanti jika aku sudah mendapatkan pekerjaan aku akan menggantinya." ucap Cassandra pada Dewo.


Dewo memang memberikan Cassandra kartu kredit, namun Cassandra tidak ingin menggunakannya, tapi ketika tadi dia sedang pergi bersama Emily terpaksa dia menggunakannya, dan dia berniat akan menggantinya ketika dia sudah mendapatkan pekerjaan. Padahal Dewo sangat ingin jika Cassandra menggunakan kartu itu, tapi sayangnya Cassandra tidak seperti gadis lain yang suka sekali berbelanja dan menghambur-hamburkan uang.


"Tak apa Cassy, bukankah aku sudah bilang untuk mempergunakan kartu itu, kenapa kamu masih sungkan untuk menggunakannya?" ucap Dewo.


"Maaf Paman, tapi aku tidak ingin merepotkan Paman." ucap Cassandra.


"Aku tidak merasa di repotkan Cassandra, lagi pula bukankah di sini kamu juga bekerja." ucap Dewo.


"Bekerja?, bekerja apa Paman?, Cassandra tidak melakukan pekerjaan apapun." ucap Cassandra.


"Bukankah kamu merawatku, memasak, dan membersihkan rumah ini, apakah itu bukan suatu pekerjaan?" tanya Dewo.


"Itu memang tugasku Paman, aku di sini numpang hidup sama Paman, paman membiayai sekolahku, makananku dan keperluan sehari-hari. Jadi aku juga harus membantu Paman untuk menjaga dan merawat rumah ini. Dan itu hanya pekerjaan kecil." ucap Cassandra.


"Aku tidak mau tau, pokoknya pakai saja kartu itu, dan ya. Nanti malam aku akan menginap di rumah kakak, kamu tidak apa-apa kan jika aku tinggal sendirian di rumah?" kata Dewo.


"Iya Paman, Cassandra tidak apa-apa kok." ucap Cassandra.


"Siap Pak Bos." ucap Cassandra.


"Hahaha ada-ada saja kamu Cassandra." ucap Dewo sambil mengelus kepala Cassandra, yah kebiasaan barunya adalah membelai kepala gadis itu, entah mengapa itu terasa menyenangkan baginya.


Malam hari


Seperti biasa, Danial akan menghabiskan malamnya di klub malam, dia berusaha menenangkan pikirannya di tempat keramayan, dia berharap pikirannya tidak lagi memikirkan Cassandra namun itu tidak pernah terjadi, sekalipun dia mabuk di pikirannya tetap ada Cassandra. Karena Cassandra sudah mengisi hati dan pikirannya.


Dewo pergi ke rumah keluarga Danial, tapi dia tidak menemukan Danial di sana, dan dia pun memutuskan untuk bertanya pada Sandra.


" Kakak ipar, dimana Danial?" ucap Dewo.


"Hah, aku tidak tau lagi dengan anak itu, dia selalu pergi ke bar untuk menenangkan pikirannya, aku sangat khawatir dengan kesehatannya. Dia juga tidak pernah mau makan sedikitpun, dan aku sudah mencoba menasehatinya, tapi dia tidak mendengarkannya." kata Sandra.


"Mungkin itu karma untuknya, bukankah selama ini dia selalu menyakiti hati Cassandra, itu saja tidak sepadan akan perbuatannya pada Cassandra." ucap Dewo.


"Aku tau, tapi melihatnya seperti itu membuatku tidak tega. Bisakah kamu membantu kakak untuk mencari Cassandra?, hanya dia yang bisa mengubahnya." ucap Sandra.


'Maaf kan aku kakak ipar, Cassandra ada di rumahku, tapi aku tidak ingin memberi tau kannya pada kalian, karena aku tidak tega jika melihat gadis itu terus mengeluarkan air mata.' ucap Dewo dalam hati.


"Aku akan membantumu kakak ipar, tapi jika Cassandra tidak ingin kembali kita juga tidak bisa memaksanya, dia juga berhak bahagia. Jika dia tidak bahagia bersama dengan Danial, maka lebih baik untuk tidak menemukannya bukan." kata Dewo.


"Tapi bagaimana dengan nasib Danial nantinya." ucap Sandra.


"Dewo benar sayang, kita tidak bisa memaksa Cassandra untuk kembali, terlebih kita sendiri yang sudah menyakitinya, kita tau bahwa dia gadis baik, tapi mendengar sebuah kebohongan sedikit tentangnya kita malah membencinya tanpa mengetahui itu benar atau salah." kata Jovan.


"Kamu benar Pah, maaf Mama terlalu khawatir pada Danial hingga Mama tidak mementingkan perasaan Cassandra." ucap Sandra sambil menangis.


"Sudahlah, lebih baik kita makan malam, sebelum makanannya menjadi dingin nantinya." ucap Jovan.


Disisi lain, Danial sudah sangat mabuk, dia sudah tidak kuat tapi dirinya tetap memaksakan untuk mengemudikan mobilnya sendiri. Dia mengemudikan mobilnya menuju rumah Pamannya, dia tidak ingin pulang ke rumahnya, atau pun rumah orang tuanya, karena dia akan terus terbayang-bayang akan keberadaan Cassandra di sana. Dia mengetok pintu rumah itu dia harap pamannya akan membukanya untuknya.


Didalam sana Cassandra hendak berniat untuk tidur, tapi mendengar ketukan pintu membuatnya mengurungkan niatnya untuk pergi ke kamarnya.


"Apakah Paman sudah kembali?, bukankah paman bilang dia akan menginap malam ini?" ucap Cassandra, suara ketukan itu terus berbunyi hingga membuat Cassandra pergi untuk membuka pintu itu, dan....


Halo semuanya, jangan lupa untuk like komen dan vote sebanyak-banyaknya ya... See you again 👋😘♥️