
Cassandra dan yang lain tengah asik mengobrol di ruang tamu. Mereka asik bercanda pasal roti Jepang tadi, dan ya, akhirnya roti Jepang yang jumlahnya 1 karung itu sudah Danial berikan pada karyawan kantornya. Mereka sibuk bercanda namun tiba-tiba terdengar bunyi telepon.
Tidak hanya satu telfon yang berbunyi, tapi 2 telfon. Kedua ponsel yang berbunyi itu milik Cassandra dan Danial. Sebelum mengangkat telfonnya Cassandra melirik Danial, dia sudah tau siapa yang menelepon Danial, yah siapa lagi kalau bukan Mak lampir itu ( Rayna ).
Akhirnya Cassandra mengangkat telfonnya, dan begitupun dengan Danial.
Telfon Cassandra.
"Halo, ya ada apa Ma?" tanya Cassandra pada Sandra.
"Halo Cassandra, bagaimana kabarmu?. Apakah Danial merawatku dengan baik?" tanya Sandra.
"Ah iya Ma, dan kondisi Cassandra sekarang sudah lebih baik." ucap Cassandra.
"Jika kamu merasa lebih baik, bagaimana kalau kamu kembali tinggal di sini. Dhefin sudah sangat rindu denganmu, Mama dan Papa juga sangat merindukanmu." ucap Sandra.
"Iya Ma, Cassandra juga sangat merindukan kalian. Dan rencananya Cassandra akan ke sana Malam ini." kata Cassandra.
"Baiklah kalau begitu, Mama akan masak makanan favorit kamu. Supaya kamu makin sehat dan tidak sakit lagi." kata Sandra.
"Cassandra jadi tidak sabar mencoba masakan Mama." ucap Cassandra.
"Baiklah, kalau begitu Mama tutup dulu ya. Bye cantik." ucap Sandra menutup telfon.
"Bye Mah." ucap Cassandra.
Telfon Danial.
"Halo?" ucap Danial.
"Halo sayang, kamu kemana saja. Kamu ini lebih sering menghabiskan waktu di luar, bagaimana dengan nasibku. Apakah kamu sudah bosan denganku kemudian membuang ku?" ucap Rayna.
'Astaga, aku lupa dengan Rayna, dari kemarin-kemarin aku hanya fokus dengan Cassandra. Pasti dia marah jika tau aku bersama dengan Cassandra.' ucap Danial dalam hati.
"Maafkan aku sayang, di kantor sedang ada masalah, makanya aku jarang pulang ke rumah." ucap Danial.
"Apakah kamu tidak akan pulang?, aku sudah sangat rindu." ucap Rayna manja.
"Tenanglah, nanti malam aku akan pulang. Kamu tunggu aku ya." ucap Danial.
"Baiklah, aku akan menunggumu." ucap Rayna.
"Bye juga sayangku" balas Rayna.
Setelah menyelesaikan telfon mereka, mereka berdua pun kembali ke ruang tamu. Kevin dan Dewo penasaran dengan orang yang menelepon Cassandra, dan mereka pun bertanya padanya.
"Siapa yang menelfon mu Cassy?" tanya Kevin.
"Ah, itu Mama." ucap Cassandra.
"Oh, kakak ipar. Apa yang kakak ipar bilang padamu?" tanya Dewo.
"Dia bertanya kapan aku akan pulang, dan aku memutuskan untuk pulang nanti malam." ucap Cassandra.
"Apa?, kenapa nanti malam?" ucap Danial tidak terima.
"Memangnya kenapa?, bukankah kamu juga di suruh pulang oleh pacarmu, jadi pulanglah dan jangan temui aku lagi. Aku tidak mau di sebut PHO (Perusak Hubungan Orang)." ucap Cassandra.
"Apa maksudmu Cassandra?, siapa yang berani mengatakan hal itu padamu?" ucap Danial.
"Sudahlah, lebih baik kamu pulang saja. Sebelum pacarmu yang datang ke sini dan menamparku." ucap Cassandra.
"Tapi Cass-" ucap Danial terhenti.
"AKU BILANG PULANG YA PULANG." ucap Cassandra dengan lantang.
Kevin dan Dewo pun terkejut melihat Cassandra yang terlihat begitu emosi. Dan akhirnya mereka menyuruh Danial untuk pergi dari tempat itu. Sedangkan Cassandra sendiri, setelah marah dia langsung pergi ke kamarnya dan menutup pintunya dengan keras.
"Sudahlah Danial, turuti saja permintaannya, lagian yang di katakan Cassandra ada benarnya. Kalian sekarang sudah tidak ada hubungan lagi, tidak baik jika kamu terus bertemu dengannya, itu akan membuat orang berpikiran buruk terhadapnya. Bukankah di gedung pernikahan kemarin kamu memilih Rayna, jadi lepaskan Cassandra. Biarkan dia bahagia, dan jangan pernah menyesal akan keputusanmu, karena itu sudah terlambat. Kamu sudah menyakiti hatinya, jadi jangan harap untuk bisa mendapatkannya kembali." ucap Dewo pada Danial.
"Aku tau itu Paman, aku telah menyakiti hatinya, tapi entah mengapa, akhir-akhir ini hatiku menjadi gundah, aku tidak tau apa alasannya." ucap Danial.
"Pergilah, jangan menginjakkan kaki di apartemen ku lagi, aku muak melihatmu." ucap Kevin. "Dan ya, jauhi Cassandra. Karena kamu hanya bisa menyakitinya bukan membahagiakannya." jelas Kevin pada Danial.
'Benar apa yang dikatakan Kevin, aku hanya menyakiti Cassandra, aku tidak pernah membuatnya tersenyum sedikit pun. Sedangkan dia dan paman, mereka selalu mendapatkan senyuman yang tulus darinya. Apakah benar bahwa aku harus menjauhinya?, tapi kenapa aku merasa tidak ingin jauh darinya. Apa yang telah kamu perbuat padaku Cassandra, hingga aku bisa seperti ini.' ucap Danial dalam hati.
Disisi lain, Cassandra sedang menangis di kamarnya, dia meratapi hidupnya yang sangat suram itu.
'Apakah di hatimu hanya ada Rayna seorang?, jika itu benar maka pergilah, jangan temui aku. Aku tidak ingin terus berharap akan hal yang tidak pasti. Terlebih ketika aku tau, kamu hanyalah mantan majikan ku, bukan mantan suamiku. Karena kamu tidak pernah sekalipun bersikap layaknya seorang suami, dan kita sudah mengakhiri kontrak itu, jadi kita bukan pasangan suami istri lagi. Aku harap kamu mengerti Danial, semua ini juga untuk kebaikan kita. Untuk kebaikan hatiku, dan untuk melanjutkan hidup kita masing-masing.' ucap Cassandra dalam hatinya.
Hai, Jan lupa untuk like, komen dan vote. Semoga kalian tetap suka dengan ceritanya. See you👋