My Wife My Maid

My Wife My Maid
Awal Baru



Pagi hari


Danial terbangun dari tidurnya, dia merasakan pusing di kepalanya karena alkohol semalam. Dia pergi ke kamarnya dan membersihkan dirinya, setelah membersihkan dirinya Danial berangkat ke kantornya. Dia tidak ingin fikirannya terus terngiang-ngiang akan Cassandra.


"Pagi tuan, hari ini kita ada rapat jam 10 pagi." jelas Tomy pada Danial.


"Ya." ucap Danial.


Rapat pun di mulai, semua orang sedang sibuk dengan proposal mereka masing-masing. Pada saat perundingan tidak ada komentar sama sekali dari Danial, Danial hanya fokus menatap ke depan. Mereka pun menjadi takut, tidak ada yang berani menatap Danial. Padahal Danial sedang memikirkan Cassandra, dia tidak dapat fokus pada pekerjaannya, dan alhasil dia menunda rapat itu.


"Rapat di tunda." ucap Danial, kemudian dia pergi ke kantornya.


Di kantornya, Danial duduk dan memijat pelipisnya. Dia merasa pusing, dan fikirannya tidak bisa terfokuskan. Tomy yang merasa kasian dengan kondisi tuannya itu pun menyuruhnya untuk beristirahat di rumah, namun Danial menolaknya.


"Tuan, jika anda tidak bisa fokus pada pekerjaan lebih baik tuan beristirahat di rumah. Urusan kantor biar saya yang urus." ucap Tomy pada Danial.


"Tidak Tom, pikiranku semakin kacau jika aku berada di rumah." ucap Danial.


Tomy pun semakin bingung, dia ingin sekali menolong tuannya, tapi dia tidak tau bagaimana caranya membuat tuannya itu menjadi seperti biasanya.


'Aku harus menemukan nona Cassandra, hanya dia yang dapat membuat tuan kembali seperti sebelumnya. Aku tidak tega melihat tuan seperti ini.' ucap Tomy dalam hati.


"Bagaimana jika tuan mencari nona Cassandra saja, carilah di tempat dia biasanya ke sana. Mungkin saja anda menemukan petunjuk." ucap Tomy.


"Aku tidak tau tempat kesukaannya, aku suami yang buruk. Bahkan tempat kesukaannya saja aku tidak tau, Bagaimana lagi aku harus mencarinya." ucap Danial patah semangat.


"Semangat lah tuan, saya yakin anda pasti bisa menemukan nona Cassandra." Kata Tomy.


"Aku pergi dulu, kamu urus pekerjaan kantor." ucap Danial.


"Baik tuan." kata Tomy.


Sebenarnya Danial tidak tau kemana ia harus mencari Cassandra, yang dia lakukan hanyalah mengitari jalanan, mengikuti kemana pun mobilnya membawanya. Dia sudah tidak tau lagi apa yang akan dia perbuat untuk mencari Cassandra. Dia sudah menyuruh bawahannya untuk mencarinya, namun sama sekali tidak membawakan hasil.


Setelah mengelilingi kota, dia mampir ke tempat dia membeli gelang. Ya, gadis kecil itu tetap berada di tempat kemarin, Danial pun menghampirinya dan duduk di sebelahnya.


"Eh kakak." ucap gadis kecil itu.


"Hai." ucap Danial.


"Kenapa wajah kakak terlihat murung?" tanya gadis itu.


"Apakah kamu masih mengingat seorang gadis yang aku ceritakan waktu itu?" ucap Danial.


"Ya aku mengingatnya, apakah kakak berhasil mendapatkannya?" kata gadis kecil itu.


"Tidak, dia pergi meninggalkan aku." kata Danial.


"Bagaimana bisa kak?. Apakah dia menolak mu?" tanya gadis itu.


"Tidak, akulah yang membuatnya pergi. Aku menyakiti hatinya, itulah mengapa dia pergi meninggalkan aku." ucap Danial.


"Tenanglah kak, jika dia memang di takdirkan untuk kakak, walaupun banyak sekali rintangan yang ada, kakak pasti akan menemukannya. Itulah kekuatan cinta, jadi jangan patah semangat, carilah dia. Dia pasti sedang menunggumu untuk menemukannya." ucap gadis kecil itu.


"Benar katamu, aku akan mencarinya. Terimakasih gadis kecil, dan siapa namamu?" ucap Danial.


"Namaku Lovely, ingat itu." ucap Lovely.


"Baiklah aku akan mengingat namamu." ucap Danial sambil berlari.


"Semangat lah kak, kamu berhak bahagia." ucap Lovely, namun Danial tidak mendengarnya, karena dia sudah melajukan mobilnya.


Disisi lain, Cassandra tengah sibuk dengan kehidupan barunya. Yah dia tengah mempersiapkan diri untuk masuk ke sekolah baru besok, dia berharap akan mendapatkan seorang teman nantinya.


"Hai Cassandra, apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Dewo.


"Eh Paman, aku sedang mempersiapkan keperluan untuk besok." ucap Cassandra.


"Sepertinya kamu bersemangat sekali ya." ucap Dewo.


'Syukurlah jika kamu bahagia, aku pikir kamu akan tetap memikirkan Danial. Ternyata pikiranku salah, tenanglah Cassandra, aku akan membuatmu merasa bahagia.' ucap Dewo dalam hati.


.


.


.


.


.


Malam pun tiba, Danial memutuskan untuk kembali kerumahnya, dia sudah mencari Cassandra ke seluruh kota dan pelosok-pelosok yang ada, namun dia tetap tidak menemukan Cassandra. Tapi itu tidak membuatnya patah semangat, dia sangat yakin bahwa Cassandra masih ada di kota ini dan dia akan kembali mencarinya besok.


Seperti biasa, Danial selalu minum alkohol untuk menghilangkan semua pikirannya, dia tidak makan sama sekali, tapi dia mengkonsumsi alkohol layaknya makanan pokok. Tomy selalu melarangnya, namun apalah daya, tuannya tidak pernah mau mendengarkannya.


Pagi hari


Hari ini adalah hari pertama Cassandra di sekolah barunya, dia sangat antusias. Dia begitu menantikan seorang teman baru di sana, Dewo yang melihatnya bersemangat pun ikutan tersenyum, seakan-akan kebahagiaan Cassandra mengalir padanya.


"Apakah kamu sudah siap?" tanya Dewo.


"Tentu saja Paman, aku sudah menantikannya dari kemarin." ucap Cassandra.


"Baiklah, kita berangkat." ucap Dewo sambil mengemudikan mobilnya.


Cassandra sampai di kampus barunya, dia melihat ke sekeliling tempat itu, dan ya tempat itu tak kalah mewah dari kampus lamanya. Dewo mengajak Cassandra untuk ke kelasnya, hari ini adalah pelajaran Dewo, jadi dia sendiri yang akan mengantar Cassandra ke kelas pertamanya.


"Kelas pertamamu adalah kelasku, jadi kamu akan masuk bersamaku nanti, dan ya jangan lupa memperkenalkan dirimu nanti. Semoga kamu mendapat teman nantinya." ucap Dewo pada Cassandra.


"Baiklah ayo kita pergi." ajak Dewo.


Selama perjalanan menuju kelas, semua orang memperhatikan Cassandra, ya itu juga karena penampilan Cassandra yang sangat cantik, mereka bertanya-tanya, siapakah orang di samping dosen mereka.


Tidak banyak gadis-gadis di sana menatap Cassandra benci, karena walaupun Dewo adalah dosen yang terkenal killer namun dia seorang primadona di sana. Banyak gadis-gadis yang mengidolakannya.


Sesampainya di kelas Dewo masuk terlebih dahulu, dan setelah itu dia memanggil Cassandra untuk masuk. Semua orang di sana telah menantikan kehadiran Cassandra, mereka sangat penasaran dengan wajah Cassandra. Cassandra pun masuk ke dalam, semua pria yang ada di kelas itu di buat takjub olehnya. Dewo merasa cemburu dan akhirnya dia meminta muridnya untuk diam. Dewo pun menyuruh Cassandra untuk memperkenalkan dirinya, kemudian menyuruh Cassandra untuk duduk di samping Emily.




"Hai Cassandra, kenalkan namaku Emily Rose, kamu bisa memanggilku Emily." ucap Emily.


"Halo Emily, senang berkenalan denganmu. Bisakah kita berteman?" tanya Cassandra.


"Tentu saja." ucap Emily.



Akhirnya kelas selesai, Emily mengajak Cassandra untuk jalan-jalan. Cassandra sebenarnya tidak setuju, namun karena itu permintaan dari teman barunya dan dia pun mengiyakan ya.


Emily mengajak Cassandra berkeliling di kampus, sekalian supaya Cassandra lebih mengenal kampus barunya. Namun di sisi lain Dewo sangat khawatir dengan Cassandra, dia sudah mencari Cassandra di kampus itu, namun tidak menemukannya. Dewo pun mulai resah, dia takut jika Cassandra sudah bertemu dengan Danial, dan mungkin jika itu terjadi, Cassandra tidak akan bisa bersama dengannya lagi.


Dewo pun memutuskan untuk menelfon Cassandra, dan akhirnya Cassandra menjawabnya, dan asalkan kalian tau, ponsel dan nomer Cassandra yang sekarang semuanya baru, karena Dewo tidak ingin Danial melacak Cassandra menggunakan ponselnya yang lama, sehingga dia meminta Cassandra untuk meninggalkan ponselnya di rumah orang tua Danial dan menggantinya dengan ponsel baru.


Cassandra yang tengah sibuk berbincang-bincang dengan Emily pun harus terhenti ketika mendapat telfon dari Dewo.


"Halo Paman." ucap Cassandra.


"Dimana kamu Cassandra?." tanya Dewo khawatir.


"Aku sedang di taman bersama Emily Paman." kata Cassandra.


"Baiklah, Paman ke sana sekarang." ucap Dewo dan mengakhiri panggilannya.


Dewo langsung pergi ke taman, dan dia pun menghampiri Cassandra yang tengah duduk bersama Emily.


"Cassandra, kemana saja kamu. Aku sudah mencarimu kemana-mana." ucap Dewo khawatir.


"Ah, maaf Pak." ucap Cassandra.


"Tidak Pak, ini salahku, aku yang mengajak Cassandra untuk berkeliling. Jadi ini bukan salahnya, salahkan saja aku." ucap Emily membela Cassandra.


"Hm.... sepertinya kamu sudah memiliki sahabat ya Cassandra." ucap Dewo sambil mengacak-acak rambut Cassandra.


"Hahaha, iya Paman." kata Cassandra.


"Apa?, Paman?". ucap Emily kaget.


"Ah ya, kenalkan, dia Pamanku. Dan ini sahabatku Emily." ucap Cassandra memperkenalkan mereka berdua.


'Astaga, ternyata Cassandra adalah keponakan Pak Dewo. Mati aku, bagaimana nantinya nasibku.' ucap Emily dalam hati.


Emily bilang begitu karena tadi dia cerita pada Cassandra tentang Dewo, dia bilang bahwa Dewo itu dosen yang killer, namun walaupun dia killer, Emily tetap menyukainya, dan tadi dia juga bilang pada Cassandra untuk tidak merebut Dewo darinya. Dan Cassandra yang mendengarnya pun hanya tertawa.


"Ah, aku pergi dulu, aku ada kelas setelah ini." ucap Emily melarikan diri, namun dengan sigap Cassandra menarik tangannya.


"Mau kemana kamu Emily, bukankah hari ini kita tidak ada kelas?, kelas apa yang kamu maksud?." ucap Cassandra.


"Ah... itu, itu..." ucap Emily terbata-bata.


"Bukankah kamu bilang suka pada pamanku, jadi sana dekati dia." ucap Cassandra bisik-bisik.


"Apakah kamu gila, Bagaimana bisa aku mendekatinya." ucap Emily juga ikut bisik-bisik.


"Apa yang kalian lakukan?" tanya Dewo bingung dengan sikap mereka.


"Ah tidak Paman, kami hanya berniat untuk pergi ke luar. Bolehkah Paman?" tanya Cassandra.


"Iya Pak, ini hanya sebentar. Aku berjanji akan menjaganya, jadi Bapak tidak perlu khawatir." ucap Emily.


"Tidak bisakah aku ikut?" tanya Dewo khawatir.


"Tidak boleh, ini girls time." ucap Emily.


"Hm... baiklah, tapi jangan lama-lama ya." ucap Dewo.


"Baik Paman, dan terimakasih sudah mengijinkan Cassandra pergi." ucap Cassandra.


'Apa pun akan aku lakukan demi membuatmu tersenyum Cassandra.' ucap Danial dalam hati.


"Ya, berhati-hatilah." ucap Dewo dan dia pun pergi meninggalkan ke dua gadis itu.


"Kita akan ke mana?" tanya Cassandra.


"Tentu saja pergi ke Mol." ucap Emily sambil menarik Cassandra pergi.


Cassandra dan Emily tengah sibuk memilih baju, karena sekarang adalah akhir bulan, jadi semua barang di sana serba diskon. Cassandra sangat lelah memilih semua baju itu, sebenarnya bukan dia yang memilihnya, Emily lah yang memilihnya dan dia hanya diam dan mengikuti keinginan temannya itu.


Disisi lain, Danial juga sedang berada di Mol yang sama, dia ke sana karena ada meeting bersama klien. Kliennya memutuskan untuk mengadakan rapat di situ, dan dia pun menyetujuinya. Danial sedang mencari tempat yang di maksud oleh kliennya, namun pada saat dia memperhatikan sekeliling, dia melihat gadis yang sedang dia rindukan.


"Cassandra." ucap Danial.


Halo semua, jangan lupa untuk vote ya, semakin banyak kalian vote semakin membuat author bersemangat untuk menulis. Dan bagaimana nih ceritanya, mau di pertemukan apa tidak nih, komen di bawah ya. See you😘♥️