My Wife My Maid

My Wife My Maid
Gelang



Malam hari.


Danial pulang ke rumahnya, dia lupa untuk memberi tau keluarganya jika Cassandra sedang di rawat di rumah sakit.


(Bunyi telefon masuk)


"Ada apa Mama nelfon aku?, apakah ada sesuatu dengan Dhefin?" kata Danial.


Danial pun mengangkat telfonnya.


"Halo, ada apa Mah?" tanya Danial.


"Sayang, apakah kamu tau dimana keberadaan Cassandra?, Mama menelfonnya, tapi sayangnya dia tidak membawa telfonnya. Dia tidak ada di rumah seharian ini, apakah kamu tau kemana dia pergi?" . ucap Sandra khawatir.


"Ah ya Mah, Danial tau dimana Cassandra berada. Cassandra ada di rumah sakit, tadi malam dia demam tinggi, jadi Danial membawanya ke rumah sakit." jelas Danial pada keluarganya.


"Astaga Danial, kenapa kamu tidak memberi tau Mama. Apakah kamu tidak kasian melihatnya sendirian di rumah sakit tanpa ada yang menemaninya. Baiklah sekarang kamu siap-siap, Mama tunggu kamu di rumah sakit, awas saja jika kamu tidak datang." ucap Sandra tidak mau di bantah.


'Sendiri apanya, dia pasti sedang bermesraan dengan Kevin. Dan untuk apa juga aku pergi ke sana, mengganggu pemandangan saja.' batin Danial.


"Tidak Mah, Danial capek. Mama aja yang pergi ke sana." ucap Danial.


"Gak mau, pokoknya Ayah harus dateng. Kalau ayah gak dateng Dhefin yang akan jagain Mama." ucap Dhefin.


'Jika aku biarkan Dhefin ke sana dan merawat Cassandra, dia pasti tidak ingin ke sekolah seperti waktu itu. Dan itu juga bukan membuat Cassandra sembuh, tapi membuatnya kerepotan mengurus dhefin.' ucap Danial dalam hati.


"Baiklah-baiklah, aku akan ke sana." kata Danial.


"Baiklah, mama tunggu di sana, jangan lama-lama. Mengerti!" ucap Sandra mengingatkan.


"Iya Mah."


Telfon pun selesai, Danial pergi ke kamarnya dan membersihkan dirinya. Dia sudah berniat untuk pergi tapi Rayna menghalanginya.


"Mau pergi ke mana?" tanya Rayna.


"Mau pergi ke rumah sakit. Ada apa?" tanya Danial.


"Hm... sayang, aku butuh uang nih, kamu transfer uang ke rekening ku ya." ucap Rayna.


"Kamu perlu berapa?" tanya Danial.


"Tidak banyak kok, 100jt sudah cukup." ucap Rayna.


"Baiklah, aku akan mentransfernya, nanti juga masuk. Aku pergi dulu, kamu baik-baik di rumah." ucap Danial, dia kemudian mencium Rayna sebelum pergi ke rumah sakit.


"Hm... enak banget ya, tinggal minta, dan uang pun akan datang dengan sendirinya." ucap Rayna.


Bunyi telfon pun terdengar dari ponsel Rayna.


"Halo, ada apa lagi Brayen." ucap Rayna sebel.


"Mana uangnya?" ucap Brayen, kekasih Rayna.


"Tunggu besok pagi, akan aku transfer besok." kata Rayna.


"Baiklah, awas saja jika kamu bohong, aku akan memberi tau kebenaran itu pada Danial." kata Brayen.


"Oke-oke, kamu tenang saja." ucap Rayna.


Telfon pun selesai.


"Dasar, aku tidak bisa begini terus, lama-lama Brayen pasti minta di kirimin uang terus." ucap Rayna khawatir.


Sebenarnya rahasia apa yang Rayna sembunyikan dari Danial?, sepertinya bukan hanya tentang hubungan mereka. Mungkin saja rahasia itu sangat besar, tidak sesimpel yang kita pikirkan. Namun, yang namanya rahasia tidak mungkin tetap menjadi rahasia, karena adanya rahasia itu untuk bisa terbongkar.


Disisi lain, Danial pergi menuju ke rumah sakit, namun dia masih kesal dengan kejadian tadi. Dia mengemudikan mobilnya dengan sangat pelan, karena dia tidak ingin cepat sampai di rumah sakit.


Pada saat lampu merah, ada seorang anak kecil yang sedang menjual sebuah gelang, itu hanya gelang yang terbuat dari manik-manik. Entah mengapa pada saat melihat gelang-gelang itu dia malah teringat dengan Cassandra, dia pun menepikan mobilnya dan membeli satu gelang untuk Cassandra.


"Hm..." jawab Danial.


"Apakah itu untuk pacarmu?" tanya gadis itu.


"Hm... bukan, dia hanya teman." kata Danial.


"Baiklah, aku bisa membantu mu untuk memilihnya. Beritahu aku sifat teman kakak." ucap gadis kecil itu.


"Dia.... dia wanita yang baik, hatinya juga lembut, dan penyayang. Dia juga cantik, cantik yang alami, bukan karena make up." ucap Danial.


"Sepertinya kakak, menyukai wanita itu." ucapnya.


"Apa yang kamu katakan?, itu tidak mungkin, kita hanya berteman." ucap Danial menyakinkan.


"Benarkah itu, lalu apa salahnya jika kalian pacaran?" ucap gadis itu dengan polosnya.


"Gadis kecil, kamu masih belum memahami apa arti pacaran, dan untuk memulai sebuah hubungan kita harus sama-sama memiliki perasaan terhadap pasangan kita." ucap Danial pada gadis kecil itu.


"Lalu kenapa?, bukankah kamu mencintainya?. Ataukah karena wanita itu mencintai pria lain." tanya gadis itu.


"Entahlah, aku juga tidak tau aku mencintainya atau tidak, dan untuk gadis itu, dia seperti memiliki orang yang dia cintai." ucap Danial.


"Apakah wanita itu sudah menolak mu, atau mungkin dia mengatakan padamu bahwa dia sudah memiliki orang yang dia sukai?" kata gadis itu.


"Tidak, dia tidak mengatakannya." kata Danial.


"Lalu, bagaimana kamu tau bahwa gadis itu tidak menyukai mu?" kata gadis itu.


"Entahlah, aku hanya menebaknya." ucap Danial.


"Seharusnya kamu tidak boleh menebak sesuatu seperti itu, jika kamu mencintainya tembak saja dia, ungkapkan perasaanmu padanya. Dan ya, ambil ini, aku memberikan gelang ini untukmu, gratis. Tapi kamu harus berjanji padaku untuk memberikan nya pada wanita itu." ucap gadis kecil itu.



"Apakah menurutmu dia akan menyukai gelang ini?, ini hanya gelang biasa, bukan terbuat dari emas ataupun permata." ucap Danial.


"Aku sangat yakin dia mau menerimanya, bukankah kamu sendiri yang bilang jika dia memiliki hati yang baik, Bagaimana mungkin dia menolak pemberian mu. Dia pasti menghargainya, percayalah padaku." ucap gadis itu.


"Baiklah, aku akan membeli ini." ucap Danial.


"Tidak tidak, aku memberikannya padamu, jadi kamu tidak boleh membelinya." ucap gadis kecil itu.


"Tapi kamu pasti rugi." ucap Danial.


"Tak apa, hanya satu." ucap gadis itu.


"Baiklah, aku akan menerima ini, dan aku juga membeli semua gelang yang ada di sini." ucap Danial.


"Untuk apa?, itu sangat boros. Aku tidak mengijinkannya." ucap gadis itu.


"Aku membeli semua gelang ini, dan tugasmu adalah membagikannya pada semua pejalan kaki yang sedang bersama dengan kekasihnya. Bagaimana?" tanya Danial.


"Apakah kamu tidak sayang dengan uang mu?" tanya gadis itu.


"Gadis kecil, bukankah kamu yang bilang sendiri, uang tidak bisa membuat orang bahagia, tapi jika dengan uang kita bisa membuat orang lain bahagia, kenapa tidak." ucap Danial.


"Baiklah, semoga berhasil." ucap gadis itu.


"Ya, sampai jumpa lagi." ucap Danial.


Danial pergi setelah membayar gelang-gelang itu, dan dia pergi ke rumah sakit dengan kecepatan penuh.


"Aku akan memberikannya untukmu Cassandra, ku harap kamu menyukainya." ucap Danial.


Hai semua, jangan lupa vote novel author ini sebanyak-banyaknya, dan jangan lupa tinggalkan komen dan like kalian. Sampai jumpa lagi 😘