My Wife My Maid

My Wife My Maid
Maaf....



"Maaf Bima, seharusnya aku tidak perlu memikirkannya terlalu lama. Aku akan ikut bersama mu, karena hanya kamulah yang selalu ada di sisiku dan selalu menerimaku keadaanku. Sekarang ayo kita ke bandara." ucap Cassandra yakin.


"Apakah ini benar-benar keputusan mu Cassandra?, aku tidak ingin kau menyesali keputusanmu ini." kata Bima menyakinkan.


"Aku yakin Bima... aku tidak akan menyesalinya."


'Memang apa yang harus aku sesali, orang yang aku cintai mulupakanku, dan dia hanya bisa membuatku merasa sakit, ntah itu di masa lalu ataupun sekarang. Apa lagi yang bisa kuharapkan darinya. Sudah lelah hatiku akan dirinya, karena apa cinta itu ada untuk membuat mu merasa bahagian, bukan untuk membuatmu merasa menderita. Karena cinta adalah bentuk dari kebahagiaan sejati, jika menyakiti itu bukan lagi cinta, tapi sebuah kebencian.' ucap Cassandra dalam hati.


"Jika memang itu pilihanmu, aku tidak dapat menentangnya, tapi tidak ada salahnya kamu untuk bertemu Danial untuk terakhir kalinya." kata Bima.


"Tidak perlu Bima, kita berangkat sekarang saja." kata Cassandra.


"Tidak Cassandra, aku tidak ingin kamu menyesali keputusan mu nantinya." ucap Bima menyakinkan.


"Baiklah, tapi aku harap kamu ikut bersamaku." ucap Cassandra.


"Baiklah." kata Bima.


Cassandra dan Bima masuk ke restoran, tapi sayangnya pelayan di sana menghentikan mereka, pelayan itu bilang bahwa restoran ini sudah di pesan untuk pertunangan seseorang. Mendengar hal itu Cassandra menelfon Danial, namun sayangnya tidak ad jawaban sama sekali, hingga akhirnya Cassandra memutuskan untuk kembali dan mengirimkan sebuah pesan suara pada Danial.


"Sudahlah Bima, dia tidak ada di sini, lebih baik kita berangkat sekarang, aku tidak mau jika sampai kita terlambat dan ketinggalan pesawat." kata Cassandra.


"Baiklah Cassandra, ayo." kata Bima sambil menarik tangan Cassandra.


Sesampainya di bandara Cassandra dan Bima langsung menuju ke pesawat, karena pemberangkatan sebentar lagi. Cassandra masih merasa tidak enak hati terhadap Danial, karena dia telah berjanji padanya untuk makan malam, namun sayangnya rencana itu jd batal.


"Cassandra apa yang kamu pikirkan?" tanya Bima.


"Eh.. tidak ada Bima, aku hanya lupa berpamitan kepada Kevin dan juga Emily." kata Cassandra berbohong.


"Bukankah kamu bisa mengirimkan mereka sebuah pesan nanti." ucap Bima menenangkan.


"Hm... iya, akan aku lakukan setelah pesawat mendarat nanti." kata Cassandra.


Disisi lain, waktu sudah menunjukkan akan berganti hari, yah... sekarang sudah jam 12 malam, restoran tersebut harusnya tutup jam 10 tapi Danial bersikeras untuk tetap menunggu Cassandra dan memohon pada mereka untuk tidak menutup restoran tersebut, tapi sayangnya hingga saat ini pun tidak ada tanda-tanda Cassandra akan datang.


"Mohon maaf tuan, ini sudah jam 12 malam, sudah sangat malam dan kami harus segera tutup, karena besok jam 6 kami harus membuka restoran." ucap manager restoran tersebut.


"Sebentar lagi, tunggu sebentar lagi, kekasihku pasti akan datang." ucap Danial dengan nada memohon.


"Tu... tuan, ini sudah malam, mungkin saja nona Cassandra lupa akan janjinya, atau mungkin dia ada kendala." ucap Tommy menasehati Danial.


"Tidak mungkin dia lupa, tapi.... jika dia mengalami kendala mengapa dia tidak menelfonku." ucap Danial lirih.


"Apakah tua. sudah mengecek hp anda, mungkin saja hp anda tidak terdengar pada saat nona Cassandra mengabari anda." kata Tommy.


Danial pun langsung berlari menghampiri telfonnya, dan dia langsung mengecek panggilan telepon.


"Benar katamu Tommy, dia menelfonku, sepertinya dia memang sedang ada urusan." ucapnya dengan nada gembira.


"Jika begitu kita pulang saja tuan, kita hubungi nona Cassandra di perjalanan saja." ucap Tommy.


"Cepat pulang, aku akan menghubungi Cassandra." ucap Danial sambil berjalan menuju mobil.


"Sial, kenapa hpnya mati?, apakah terjadi sesuatu padanya?" ucap Danial khawatir.


"Sabarlah tuan, ini sudah malam, mungkin saja nona Cassandra sudah tidur. Apakah nona Cassandra tidak mengirimkan pesan??" tanya Tommy memastikan.


"Eh... dia mengirimkan ku sebuah pesan suara." kata Danial.


"Cepat buka tuan, agar tuan dapat memastikannya." kata Tommy.


Danial segera mengambil earphone yang ad di kantongnya dan kemudian membuka pesan suara tersebut.


"Tuan Danial, maaf aku tidak bisa datang, bukannya aku tidak menginginkannya. tapi aku sudah ada di restoran tersebut tapi sepertinya restoran tersebut sedang ada acara, dan ya aku tadi menelfonmu tapi tidak ada jawaban sama sekali, makanya aku mengirimi mu pesan." dan pesan suara pun berakhir.


"Sial." ucap Danial marah.


'Astaga... ada ap dengan tuan, mengapa dia terlihat marah.' ucap Tommy takut.


"Tommy, buat restoran tadi bangkrut, aku mau mereka bangkrut besok pagi." ucap Danial memerintah.


"Ba... baik tuan." ucap Tommy gugup.


'Apa yang sebenarnya terjadi, mengapa tuan ingin sekali restoran itu bangkrut?' batin Tommy bertanya-tanya.


...Keesokan paginya Danial berangkat ke perusahaan pagi-pagi sekali, dia tidak tidur semalaman karena Masi memikirkan Cassandra, dia terus menelfon nya tapi tidak ada jawaban sama sekali dari Cassandra....


"Sial." ucap Danial membanting semua benda di mejanya.


"Kenapa tidak ada jawaban satupun darinya." kesal Danial.


Danial pun memutuskan untuk datang ke perusahaan Bima, dan pada saat bertanya pada resepsionis mereka berkata bahwa nona Cassandra tidak lagi menangani proyek itu, dan proyek itu telah di serahkan pada pak Dodi, sebagai wakil direktur di sana. Danial menanyakan alasan Cassandra pergi, dan apakah dia tidak kembali ke sini atau pun kemana gadis itu pergi, namun sayangnya resepsionis itu tidak mengetahui apapun tentang Cassandra akan kemana dan kemvali atau tidaknya.


"Sial.... mengapa hal ini harus terjadi..., aku baru saja mendapatkan ingatanku, aku sudah akan berjuang untuk mengejarnya, namun apa yang terjadi, dia malah menghilang." ucap Danial.


Setelah pergi dari perusahaan Bima, Danial langsung menelpon Tommy untuk melacak keberadaan Cassandra, dan tidak butuh waktu lama Tommy mendapatkan informasi yang diminta oleh Danial.


"Tuan, aku menemukannya. Nona Cassandra tadi malam menaiki pesawat dengan tujuan Prancis, dan dia pergi bersama tuan Bima. Dan besar kemungkinan dia sekarang berada di rumah tuan Bima." ucap Tommy.


"Baiklah, siapkan tiket pesawat menuju Prancis sekarang juga." kata Danial.


"Baik tuan." ucap Tommy.


Pada malam hari Danial baru menginjakkan kakinya di Prancis, dan dia tidak ingin beristirahat, dia langsung pergi ke kediaman Putra, tapi sayangnya di sana dia dikejutkan dengan sebuah pernikahan, dan yang menikah adalah Cassandra, mantan istrinya yang masih dia cintai.


"Tidak, tidak mungkin, mana mungkin kamu tega meninggalkan ku dan menikah dengan pria lain. Hahaha... sepertinya aku mengalami jet leg." ucapnya menyakinkan dirinya.


"Lebih baik aku beristirahat terlebih dahulu kemudian besok aku akan kembali ke sini untuk memastikannya." ucap Danial, dan kemudian dia pun memutuskan untuk pulang ke hotel.


Hai semua, semoga kalian masih setia membacanya, dan maaf kalau kalian sampai lupa sama cerita ini, author mohon maaf sebesar-besarnya atas keterlambatan up-nya, dan semoga kalian menyukai hasil karyaku yang masih sangat banyak kekurangan ini, dan sudah setia membaca novel ini. Author cuma mau bilang....


Author cinta kalian ♥️♥️♥️