My Wife My Maid

My Wife My Maid
Taman Hiburan2



Cassandra, Bima, Dewo dan Emily menikmati waktu mereka di taman bermain, mereka tidak tau kalau mereka sedang diawasi, lebih tepatnya Cassandra lah yang di awasi. Sepertinya kalian juga tau siapa orang yang mengawasi Cassandra, sapa lagi kalau bukan Danial dan Dhefin.


Dhefin sudah menceritakan semua tentang kisah mereka, Danial masih tidak percaya bahwa dia memperlakukan Cassandra dengan begitu buruk, dan dia tidak menyangka Cassandra masih setia terhadapnya meskipun sudah berkali-kali di sakitinya.


'Jika semua cerita itu benar, aku akan merasa sangat sangat bersalah padamu, aku bahkan tidak percaya kenapa kamu bisa bertahan padahal aku terus-terusan menyakitimu. Terbuat dari apakah hatimu itu Cassandra?' ucap Danial dalam hati.


"Ayah, apakah Ayah tidak akan menghampiri Mama." ucap Dhefin.


"Tidak Dhefin, Ayah masih belum mengingatnya, Ayah takut jika Ayah datang ke sana dia akan menjadi semakin benci kepada Ayah karena dengan begitu mudahnya Ayah melupakannya, padahal Ayah lah orang yang selalu menyakitinya." kata Danial.


"Lalu... untuk apa kita ke sini?" tanya Dhefin.


"Entahlah, Ayah juga tidak tau, tapi entah mengapa Ayah rasa Ayah mengenali tempat ini." ucap Danial.


"Tentu saja Ayah kenal, kita pernah ke sini bersama Mama, apakah Ayah mengingat sesuatu?" ucap Dhefin.


"Benarkah begitu?, mungkin tempat ini bisa membuat Ayah mengingat ibumu." ucap Danial.


Di sisi lain Cassandra dan yang lain tengah beristirahat, mereka kelelahan karena berkeliling dan bermain banyak wahana di sana.


"Ada apa dengan wajahmu Cassandra?, apakah kamu baik-baik saja?" ucap Emily, dan itu membuat semua orang melihat ke arah Cassandra.


"Benar kata Emily, kenapa wajahmu terlihat begitu gelisah?, apakah ada sesuatu yang terjadi padamu?" ucap Dewo.


"Ada apa Cassandra?, katakan lah, aku ada di sini untukmu, kamu bisa mengatakan semua keluh kesah mu." ucap Bima.


"Tak apa, aku baik-baik saja, kalian tidak perlu khawatir." ucap Cassandra pada mereka.


"Benarkah itu?, lihat aku Cassandra." ucap Bima dan Cassandra pun menatapnya. "Bukankah kita sudah berjanji untuk saling berbagi suka ataupun duka kita, lalu..." ucap Bima terhenti karena Cassandra.


"Aku tau itu Bima, aku baik-baik saja, percayalah padaku, jika aku ada masalah aku akan menceritakannya padamu." ucap Cassandra.


"Baiklah, aku percaya padamu." ucap Bima.


'Aku baik-baik saja Bim, aku hanya merasa tidak nyaman berada di tempat ini, tempat ini mengingatkan aku pada pria itu, tempat ini begitu banyak menyimpan kenangan bersamanya, yah... walaupun itu bukan hal yang baik, tapi ketahuilah, aku dapat melihatnya tersenyum dengan sepenuh hati di tempat ini, dan wajahnya itu... astaga, apa yang sedang aku pikirkan.' ucap Cassandra dalam hati.


Setelah mengisi perut mereka, mereka pun melanjutkan aktivitas mereka, mereka jalan-jalan bersama, bercanda ria seakan-akan tak ada beban hidup. Bima memainkan sebuah permainan untuk bisa mendapatkan boneka untuk Cassandra, tapi sayangnya dia selalu kalah dalam permainan itu, sedangkan Dewo, dengan sekali coba dia langsung bisa mendapatkannya, tapi Bima tidak mau kalah, dia memiliki ide yang brilian, tapi itu menurutnya, bukan untuk yang lain. Bima membeli sebuah bando berbentuk telinga beruang, dan dia pun memakainya di kepalanya, tak lupa dia juga berbicara imut di depan Cassandra.


"Hai nona Cassandra, aku adalah tuan beruang yang paling tampan dan ter imut yang pernah ada." ucap Bima dengan suara imut.


"Apa lagi yang kamu lakukan Bima." ucap Cassandra.


"Apakah nona Cassandra tidak menyukaiku?" ucapnya sedih.


"Ya." ucap Cassandra terus terang.


"Padahal aku melakukan hal ini biar kamu terhibur, tapi ternyata kamu tidak terhibur, bahkan kamu juga tidak menghargai usahaku." ucap Bima.


'Apakah aku telah menyakiti perasaannya?, aku tidak berniat melukai hatinya.' ucap Cassandra dalam hati.


"Ah... bukan begitu maksud ku Bima, bukannya aku tidak menyukai penampilanmu, aku hanya tidak ingin kamu melakukan hal aneh seperti ini untukku, aku lebih suka kamu yang seperti biasanya, jangan pernah mau mempermalukan dirimu hanya untuk membahagiakan orang lain." ucap Cassandra.


'Jadi bagimu ini memalukan?, aku pikir kamu akan terhibur Cassandra.' ucap Bima dalam hati.


"Jika aku tidak boleh melakukannya, lalu kenapa kamu melakukannya sendiri." ucap Bima.


"Apa maksudmu?" ucap Cassandra.


"Hei Bima, mau kemana kamu?" ucap Cassandra.


"Kamu tidak perlu mengikuti ku, bukankah aku memalukan untukmu." ucap Bima.


"Tidak, bukan begitu maksud ku." ucap Cassandra berusaha mengejar Bima.


"Sudahlah Cassandra, kamu tidak perlu melakukan hal itu untukku." kata Bima.


Cassandra merasa bersalah, dan dia pun berlari ke arah Bima dan memeluknya.


"Dengarkan aku, aku tidak bermaksud untuk mengatakan hal itu padamu, aku hanya tidak ingin kamu berbuat seperti ini untukku, bukan karena aku membencimu, tapi... aku hanya tidak ingin kamu di permalukan oleh orang lain." ucap Cassandra sambil terus memeluk Bima. mendengar hal itu Bima pun melepas pelukan Cassandra dan dia pun menatap Cassandra, posisi mereka sekarang berhadapan.


"Di permalukan apanya Cassandra?, aku melakukan ini untukmu, untuk membuatmu bahagia, terserah orang lain berkata apa padaku, intinya aku hanya ingin membuatmu senang, tapi ternyata apa kamu mal-" ucap Bima terhenti karena tiba-tiba saja Cassandra menciumnya.


Danial terkejut melihat hal itu, dan entah mengapa dia merasakan sakit di hatinya.


'Kenapa dadaku terasa sakit?, apakah mungkin itu karena aku melihatmu berciuman dengan pria lain?, tapi bukankah itu wajar, kamu dan dia berpacaran, jadi wajar saja jika kalian berciuman, tapi kenapa aku ingin sekali menjauhkan mu darinya, untuk apa aku melarang mu melakukan hal itu, padahal aku bukan siapa-siapa mu.' ucap Danial dalam hati.


"Cassandra." ucap Bima tidak percaya dengan apa yang barusan terjadi.


"Ada apa?, bukankah aku sudah membuktikan bahwa aku tidak membenci mu." ucap Cassandra.


"Ya.. aku percaya itu, tapi aku jauh tidak percaya bahwa kamu bakalan menciumku." ucap Bima.


"Sudahlah, jangan membuatku malu. Bisakah kita melanjutkan jalan-jalannya." kata Cassandra.


"Tentu saja my princess." ucap Bima.


Mereka menghabiskan sepanjang hari di taman itu, dan tanpa mereka sadari hari pun sudah gelap.


"Ini sudah malam, sepertinya kita harus pulang." ucap Dewo.


"Tidak tidak, kita tidak boleh melewatkan pesta kembang api." ucap Emily.


"Apa yang di katakan Emily ada benarnya juga, kita sudah bekerja begitu keras selama ini, jadi apa salahnya untuk menikmati waktu istirahat kita." ucap Bima.


"Baiklah, kita pulang setelah acara itu selesai." kata Dewo.


"Bagaimana kalau kita melihatnya dari atas bianglala, itu pasti akan terlihat sangat indah." ucap Emily.


"Maaf, tapi aku tidak bisa ikut, aku memiliki phobia." ucap Cassandra.


"Kalau begitu kalian saja yang naik, aku akan menunggu di sini bersama Cassandra." ucap Bima.


"Baiklah, ayo kita pergi." ajak Emily pada Dewo.


Emily dan Dewo sudah naik bianglala, sedang Bima dan Cassandra, mereka memilih duduk di bangku taman yang ada di sana. Danial dari tadi memperhatikan Cassandra dan Bima, dia merasa sakit hati melihat kedekatan mereka berdua, tapi apalah daya, dia tidak punya hak untuk melarang Cassandra agar menjauh dari Bima.


"Ayah... bisakah kita naik bianglala?" kata Dhefin.


"Tentu saja." ucap Danial, dan mereka berdua pun naik bianglala.


Acara pesta kembang api pun di mulai, mereka semua menikmati pemandangan yang sangat indah itu, itu menambah keharmonisan mereka. Tapi sayangnya ada seseorang yang tidak menikmatinya, yaitu Danial, tiba-tiba kepalanya sakit ketika melihat kembang api itu, dan banyangan-banyangan akan masa lalunya itu terlintas di pikirannya, seperti sebuah film yang di putar, dan sekarang semua itu jelas, wajah perempuan yang selalu menghantui pikirannya, dan juga semua pertanyaan yang selalu dia tanyakan, dia mengingat semuanya, semua tentang masa lalunya, tapi... akankah dia bisa mendapatkan hati Cassandra?, mungkin dia memang bisa mendapatkan ingatannya, tapi bagaimana dengan hati Cassandra?.


See you di bab selanjutnya 👋, jangan lupa untuk terus like, komen dan vote sebanyak-banyaknya ya.