My Wife My Maid

My Wife My Maid
Mengungkapkan Isi Hati



Ceklek


Cassandra keluar untuk membuang sampah, dan betapa terkejutnya dia melihat Danial berasa di sana.


"Cassandra." ucap Danial.


Bukannya menjawab Cassandra justru pergi ke dalam, tak lupa dia juga mengunci pintunya. Tanpa menunggu waktu yang lama Danial langsung menghampiri pintu itu dan terus mengetuknya.


"Cassandra.... buka pintunya, aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Cassandra.... aku mohon padamu." ucap Danial lirih.


Namun tidak ada jawaban dari Cassandra, Danial tidak ingin menyerah, dia terus membujuk Cassandra untuk membuka pintunya.


"Cassandra... aku mohon buka pintunya. Aku ingin sekali bertemu dengan mu, aku juga ingin mengatakan sesuatu padamu." ucap Danial, namun Cassandra tetap dengan pendiriannya.


"Baiklah jika kamu tidak membukakan pintu untukku, kamu cukup mendengarkan perkataan ku saja. Cassandra, aku tau aku bodoh, aku juga tau kalau aku egois, aku menyia-nyiakan kamu, wanita yang dengan tulus mencintaiku. Aku benar-benar di butakan oleh cinta ku pada Rayna, tanpa aku ketahui rasa cinta itu sudah lama hilang, dan tergantikan oleh mu. Aku tidak tau sejak kapan aku mencintaimu, dan aku tidak bisa membayangkan bahwa aku menikahi pembantuku sendiri, dan sekarang aku juga mencintainya. Bukankah kisah cinta kita lucu?, tapi asalkan kamu tau Cassandra, aku benar-benar mencintaimu, aku ingin kamu menjadi milikku, aku ingin kita hidup bersama, hanya ada aku, kamu dan juga Dhefin. Tapi... aku sadar, mencintai bukan harus memiliki, melepaskan juga termasuk mencintai, karena cinta yang sesungguhnya adalah melihat orang yang kita cinta itu bahagia, untuk apa kita bersama jika kamu tidak bahagia." ucap Danial, kemudian air matanya pun mengalir.


"Maafkan atas semua kesalahanku Cassandra, aku disini hanya untuk menanyakan keputusan mu, jika kamu ingin kita kembali, aku akan dengan senang hati menerima mu, tapi jika kamu..., kamu ingin berpisah dariku, aku juga akan mengabulkannya, aku sadar aku hanya bisa menyakitimu, dan aku kesini untuk memberikan kamu kebebasan, jika kamu ingin kembali padaku, bukalah pintu ini, aku akan dengan senang hati menyambut mu, tapi... jika kamu setuju untuk bercerai, maka... tidak perlu kamu keluar dari sana. Aku menunggumu disini, kamu bisa memikirkannya, aku akan menunggumu selama 5 jam, apakah itu cukup?, jika kurang katakan saja, tapi jika kamu setuju kamu bisa mengetuk pintu ini." kata Danial.


Cassandra mendengarkan semua ucapan Danial, dan dia setuju untuk memikirkan apa yang dikatakan Danial, dan dia juga setuju untuk mempertimbangkannya selama 5 jam, dan ia pun mengetuk pintu itu. Danial merasa senang karena Cassandra meresponnya, walaupun itu hanya ketukan pintu saja, tapi itu sangat berarti untuknya.


Lima jam kemudian, Danial terus menunggu di depan pintu, dia sangat khawatir tentang apa yang akan Cassandra pilih, tapi dia terus meyakinkan dirinya untuk menerimanya, karena itu adalah keputusan yang terbaik untuk mereka berdua.


"Cassandra, ini sudah 5 jam, apakah kamu sudah membuat keputusan?, jika belum aku bisa menunggumu lebih lama lagi." ucap Danial halus.


'Jika keputusan itu adalah ingin tetap bersamaku, aku rela menunggunya sampai kapanpun, tapi... jika sebaliknya... aku tidak sanggup, aku tidak tau bagaimana hidup tanpamu, apakah aku bisa melanjutkan hidupku nantinya?.' ucap Danial dalam hati.


"Apakah keputusan ku ini benar?, tapi mengapa hatiku terasa sakit?, apakah aku harus kembali padanya?, tapi aku tidak sanggup untuk membayangkan hal-hal yang akan terjadi nantinya." ucap Cassandra.


Danial pergi dari sana, dia berjalan tidak tau ntah kemana, dia hanya mengikuti kemana kakinya melangkah, dia masih tidak sanggup menerima kenyataan bahwa Cassandra lebih memilih untuk menjauh darinya, dia masih ingin memiliki Cassandra, tapi jika itu keputusan yang dia inginkan, mau bagaimana lagi, mungkin itu yang terbaik untuknya.


Tiba-tiba hujan pun turun, Danial terus melangkah, dia ingin sekali kembali ketempat Cassandra dan memeluknya untuk terakhir kalinya, tapi dia tidak sanggup untuk berpisah jika dia sudah bertemu dengan Cassandra.


"Apa yang harus aku lakukan Cassandra, aku mencintaimu, tapi aku juga ingin kamu bahagia, apakah semua ini yang terbaik untuk kita?, tapi mengapa hatiku terasa sakit menerima kenyataan ini." ucap Danial, dan air matanya pun mengalir.


Air mata Danial mengalir menyatu dengan derasnya air hujan, mungkin langit juga ikut sedih melihat sepasang kekasih yang harus terpisah, mereka masih mencintai satu sama lain, tapi keadaan lah yang membuat mereka terpisah.



Disisi lain, Cassandra menyadari bahwa hatinya masih tidak bisa melepaskan Danial, dia sadar bahwa keputusan yang dia ambil salah, dia berlari ke luar untuk mencari Danial, namun dia tidak menemukannya. Dia terus berlari menyusuri jalan di tengah hujan, dia tidak peduli jika tubuhnya basah karena air hujan, yang dia pedulikan hanyalah untuk menemukan Danial.


"Danial.... dimana kamu, aku mencintaimu, kembalilah... hiks hiks, aku masih mencintaimu... aku tidak ingin berpisah denganmu, dimana kamu Danial...." teriak Cassandra, namun tidak ada hasil, jalanan itu ramai, dan di tambah dengan suara hujan, suara Cassandra menjadi tidak terdengar.


"Dimana aku harus mencarimu..." ucap Cassandra.


Cassandra pun akhirnya menemukan Danial, dia berada di sebrang jalan, Cassandra memanggilnya namun Danial tidak mendengarnya, Cassandra terus memanggil Danial, namun tidak ada hasil, dan dia pun memutuskan untuk menyebrang, namun sayangnya ada mobil di depan sana yang melaju dengan kecepatan tinggi hingga.


BRAK


Hai semua, jangan lupa untuk tetap like komen dan vote ya, see you again 👋.