
Makan malam pun di mulai, Cassandra memanggil kedua bocah besar itu. Dia menghampiri mereka yang sedang menonton tv di ruang tamu.
"Paman, ayo kita taruhan." ucap Danial.
"Taruhan apa?" ucap Danial.
"Jika aku menang, aku mau 10 wine terbaik yang Paman punya." ucap Danial.
Yah, Dewo adalah kolektor wine, dia sangat suka dengan wine, itu karena hidupnya yang dia rasa tidak berwarna, sehingga dia sering minum wine, tapi dia sudah mulai berhenti untuk minum wine, tapi kesenangannya terhadap wine tidak berkurang, hingga akhirnya dia memutuskan untuk mengoleksinya.
"Baiklah. Dan jika aku yang menang kamu harus mengorbankan mobil sport kesayanganmu itu." ucap Dewo.
Dewo adalah rajanya wine, dan keponakannya itu adalah seorang king of sports cars. Dia sangat suka mobil-mobil mewah, sehingga dia mengoleksi banyak mobil mewah. Dia sudah mengoleksi lebih dari 100 mobil mewah di rumahnya, dan untuk tempat koleksinya sendiri, dia membuat garasi di bawah tanah.
"Baiklah aku setuju." ucap Danial tanpa ragu.
'Hem.... lihatlah kedua konglomerat ini, taruhan mereka bukan hanya uang ratusan juta, bahkan jauh lebih mahal dari pada uang itu. Apalah daya orang yang hanya mengandalkan kekuatannya sendiri untuk bertahan hidup, sampai kapanpun aku tidak akan dapat mengerti cara berfikir orang kaya ini, sehingga mereka dengan mudah menghamburkan uang-uanh itu.' ucap Cassandra dalam hati.
"Sudahlah, hentikan itu. Jangan membuat diri kalian boros. Jika kalian kelebihan uang kalian bisa menyimpannya, atau pun menyumbangkannya pada orang yang membutuhkan, jangan pernah menghamburkan uang kalian pada hal yang tidak berguna. Lebih baik kalian cepat pergi ke dapur dan kita makan." ucap Cassandra pada keduanya.
Mereka berdua pun seakan-akan seperti bocah yang bersalah dan tengah di nasehati oleh ibunya.
"Baiklah." ucap mereka berdua dan bersama-sama pergi ke dapur.
Mereka sudah siap dengan makanan mereka masing-masing. Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka. Cassandra langsung bergegas untuk menyambut orang itu.
"Kevin." ucap Cassandra bahagia dan langsung memeluk Kevin.
"Selamat malam Cassy." ucap Kevin membalas pelukan Cassandra.
"Kenapa lama sekali?" tanya Cassandra.
"Ah maaf, aku sedang ada urusan tadi." ucap Kevin. "Dan ini dia pesanan mu." ucap Kevin sambil memperlihatkan barang yang dia bawa.
"Wah... benarkah?" ucap Cassandra tidak percaya. "Aku pikir kamu lupa dan tidak akan membelinya." lanjutnya.
"Tentu saja aku ingat, aku kan seorang Kevin." ucap Kevin membanggakan dirinya sendiri.
Cassandra hendak mengambil barang yang di bawa Kevin, namun Kevin mengangkatnya setinggi mungkin hingga Cassandra tidak dapat mengambilnya.
"Hey, kenapa kamu mengerjai ku, cepat sini berikan padaku." ucap Cassandra merengek sambil terus berusaha menggapai benda itu.
"Eits.. tidak kena." ucap Kevin.
"Kevin, sini berikan padaku." ucap Cassandra mulai kesal.
"Apakah kamu lupa?" ucap Kevin pada Cassandra.
"Imbalan ku." jelas Kevin.
"Imbalan?, imbalan apa?" tanya Cassandra.
Kevin tidak menjawabnya dia hanya menunjuk pipinya, seakan-akan memberi isyarat untuk menciumnya. Dan setelah mengerti Cassandra pun langsung mencium Kevin, dan kemudian Kevin memberikan barang itu.
"Apakah kamu tau, harusnya aku mendapatkan ciuman 2 kali lipat. Ake merasa harga diriku terun hanya untuk membeli benda itu." ucap Kevin.
"Sudahlah, anggap saja itu pelajaran untuk masa depanmu nanti." ucap Cassandra.
Sebelum Kevin pergi ke sekolah, Cassandra merasa perutnya sakit, dan itu menandakan bahwa dia akan datang bulan. Cassandra meminta Kevin untuk membelikannya pembalut, Kevin menolak permintaan itu dengan mentah-mentah. Tapi akhirnya dia setuju ketika tau bahwa Cassandra akan memberikannya ciuman.
Cassandra dan Kevin masih terus berbincang-bincang, sedangkan di sisi lain, ada 2 orang pria yang sedang memperhatikan mereka.
'Apa itu?, kenapa Cassandra bisa sesenang itu?. Apa yang ada dalam plastik itu?. Aku harus melihatnya, jika benda itu bisa membuatnya bahagia aku akan membelikannya untukmu, lebih banyak dari pada yang Kevin berikan padamu. Mungkin saja kamu nanti akan menciumku berlipat-lipat juga.' ucap Danial dalam hati.
'Apa yang di bawa Kevin?, aku harus bertanya padanya. Mungkin jika aku membelikan itu pada Cassandra dia akan memelukku dan memberikan aku sebuah ciuman juga.' batin Dewo.
Danial yang sudah penasaran akan isinya pun menghampiri Cassandra dan menanyainya.
"Cassandra, bisakah aku tau apa isi di dalam itu?" tanya Danial.
"Di dalam ini?, untuk apa?" ucap Cassandra bingung.
"Aku hanya penasaran saja." ucap Danial.
'Bagaimana caraku menjelaskan ini padanya. Mengatakannya saja aku sudah malu.' ucap Cassandra dalam hati.
"Ah.... ini..... ini, oh ya ini tuh roti Jepang." ucap Cassandra.
'Oh roti Jepang, baiklah. Aku akan menyuruh Tomy untuk pergi ke Jepang dan membelikannya yang banyak untuk Cassandra.' batin Danial.
"Baiklah aku mengerti." ucap Danial.
Cassandra menatap Danial tidak percaya. 'Astaga, ternyata Danial mengerti tentang hal ini. Aku pikir dia bakal bertanya lagi. Apa yang aku pikirkan, tentu saja dia tau, dia kan sudah punya kekasih, pasti sudah mengerti yang begituan.' ucap Cassandra dalam hati.
'Jadi itu roti Jepang, aku pikir apa. Baiklah besok aku akan membelikannya untukmu.' ucap Dewo dalam hati.
"Ya sudah kalau begitu kita makan, kalian duluan saja ke dapur, aku ingin meletakkan ini di kamarku." ucap Cassandra.
Akhirnya mereka memulai acara makan mereka. Dapur itu sangat sunyi hanya terdengar suara sendok dan piring yang sedang beradu.
Hai, jangan lupa tinggalkan jejak kalian. See you 👋