
"Cassandra." ucap Danial.
Danial hendak pergi menghampiri Cassandra, namun Cassandra yang takut pun memilih untuk bersembunyi di belakang tubuh Dewo.
Dewo tau kalau Cassandra merasa takut, terlebih Cassandra melampiaskan ketakutannya dengan memegang baju Dewo dengan sangat kuat, dan tangannya juga gemetar.
"Ngapain kamu di sini?. bukankah kamu tidak pernah mau menginjakkan kaki di rumah ini lagi?" kata Dewo.
"Apa maksud Paman?. Ini rumah orang tuaku, tentu saja aku bisa datang dan tinggal di sini kapan pun aku mau." ucap Danial.
"Tapi kamu tidak pernah datang walaupun itu untuk acara keluarga." ucap Dewo.
"Itu bukan urusan Paman." kata Danial.
Danial semakin mendekat ke arah Cassandra, dan Cassandra pun semakin mendekatkan diri ke tubuh Dewo.
Danial yang merasa cemburu akan kedekatan Dewo dan Cassandra pun marah. Dia tidak ingin melihat pemandangan itu. Danial langsung pergi dan menarik tangan Cassandra.
"Apa yang kamu lakukan Danial." ucap Dewo.
"Bukan urusanmu." kata Danial.
"Tentu saja itu urusanku, aku yang membawanya ke sini, dan menjaga keamanannya adalah tugasku." kata Dewo.
Cassandra semakin takut, karena apa yang pernah Danial katakan dulu. Danial pernah mengancam akan membuat Cassandra terluka jika Cassandra dekat-dekat dengannya, terlebih jika Cassandra dekat dengan Dhefin.
Disitu pun Cassandra hanya bisa terdiam dan meneteskan air matanya, dia semakin takut ketika pergelangan tangannya yang di pegang oleh Danial menjadi semakin kuat.
"Lepaskan dia Danial, kamu membuatnya takut." ucap Jovan.
"Tidak, aku tidak akan pernah melepaskannya." ucap Danial tak kalah lantang.
"Lepaskanlah nak, kamu menyakitinya." ucap Sandra.
"Tidak Mah, Danial tidak akan melepaskannya dan Danial juga tidak akan menyakitinya." ucap Danial.
Danial kemudian menatap Cassandra, dia melepaskan tangan Cassandra dan beralih memegang wajahnya agar mau menatap matanya.
"Lihat aku Cassandra." ucapnya lembut.
Namun Cassandra tidak mendengarkan perkataannya, dia semakin menunduk dan air matanya pun semakin banyak menetes.
"Apakah aku menyakitimu?, maafkan aku. Aku tau aku salah, aku hanya bisa menyakitimu, tapi ketahuilah, itu juga bukan keinginanku, itu..." ucap Danial terpotong oleh perkataan Rayna.
"Apa yang kamu lakukan Danial. Cepat jauhkan tubuhmu dari wanita j*l*ng itu." ucap Rayna dengan kasar.
"Apa yang kamu katakan?, dia j*l*ng?, lalu kamu apa?" ucap Sandra sambil menatap jijik Rayna.
"Hei diam kamu ya..." kata Rayna kesal.
"Diam Rayna. Tidak cukupkah Kamu membuat keributan?" ucap Danial dingin.
'Ada apa ini?, kenapa Danial tidak membelaku?, sepertinya wanita itu kembali menggodanya. Awas aja kamu Cassandra.' batin Rayna.
"Kenapa kamu tidak membelaku?, apakah kamu sudah digoda oleh perempuan j*l*ng ini." kata Rayna.
"DIAM." ucap Danial marah.
Sandra membawa Dhefin pergi dari sana, karena ia tau bahwa masalah itu tidak akan cepat berakhir.
"Kamu membentakku?, apakah tidak salah?. Bukankah kamu tau sendiri bahwa wanita ini hanya ingin kekayaanmu saja, buktinya dia mencuri cincinku, namun sayangnya aku berhasil menggagalkan rencananya. Dan kamu, apakah kamu tidak malu?, demi kekayaan kamu pun mendekati ayah Danial?. Dasar jal-."
PLAK
Dewo menampar pipi Rayna, dia sudah geram dari tadi melihat wanita itu berbicara buruk terhadap Cassandra.
Danial mendorong Cassandra dan langsung pergi memeriksa keadaan Rayna.
"Dia pantas mendapatkannya. Dan ya, jika kalian hanya ingin membuat keributan di sini kalian bisa pergi, pintu terbuka lebar untuk kalian." ucap Dewo.
"Maaf Paman, kami hanya ingin menemui Dhefin dan berniat makan malam di sini." ucap Danial.
"Jika begitu tidak perlu membuat keributan." kata Jovan.
Dewo menghampiri Cassandra dan membawanya pergi ke kamar, dia tau bahwa Cassandra sedang shock akan kejadian ini. Dia membawa Cassandra dengan menggendongnya, dan di sisi lain Danial merasa sakit melihat pemandangan itu.
'Ada apa denganku?, kenapa aku merasa sakit melihat Cassandra dekat dengan Paman.' ucap Danial dalam hati.
"Sudahlah, ayo duduk. Papah akan panggilkan ibumu dan Dhefin." ucap Jovan.
Setelah semua orang pergi, Rayna pun menanyakan perlakuan Danial yang tidak membelanya tadi.
"Lepaskan, kenapa kamu tidak membelaku?. Pasti dia sudah mencuci otakmu kan." ucap Rayna kesal.
"Diam, aku tau apa yang kamu lakukan bulan lalu, dan itu bukan perbuatan Cassandra, tapi perbuatan mu sendiri. Jika kamu tidak bisa diam, aku akan mengirim video itu pada awak media." kata Danial dingin.
'Apa?, jadi Danial sudah tau, bagaimana ini.' batin Rayna.
"Sayang maafkan aku, aku tau aku salah. Aku melakukan ini semua karena aku tidak ingin kehilanganmu." aktingnya di hadapan Danial.
"Sudahlah, aku tidak ingin kejadian seperti itu terulang lagi." kata Danial.
"Tentu saja." ucap Rayna.
Beberapa saat kemudian semua orang pun turun, dan ikut bergabung bersama mereka untuk makan malam, kecuali Cassandra.
"Dimana Cassandra?" tanya Danial.
"Dia sedang beristirahat di kamarnya." kata Dewo.
"Apakah dia tidak makan?" ucap Danial.
"Dia tidak ikut makan bersama, nanti aku yang akan mengantarkan makanan ke kamarnya." kata Dewo.
"Bisakah aku saja yang mengantarnya?" tanya Danial.
"Tidak." ucap Dewo menolak permintaan Danial.
"Aku ingin mengantarnya dan meminta maaf padanya." jelas Danial.
"Baiklah, tapi aku harap kamu tidak mengganggunya." kata Dewo.
"Baiklah, aku akan pergi setelah mengucapkan maaf padanya." kata Danial.
Mereka makan dengan damai, tidak ada satupun yang bersuara, mungkin karena kejadian tadi hingga membuat mereka canggung untuk berinteraksi.
'Ini...., rasa masakan ini..., aku tau pasti dia yang membuatnya. Aku sangat merindukan masakan ini.' ucap Danial dalam hati.
Danial makan lebih cepat dari pada yang lain, karena dia sangat ingin sekali bertemu dengan Cassandra. Dia menyiapkan Cassandra makanan dan membawanya ke kamar. Danial mengetok pintu terlebih dahulu sebelum masuk.
Ceklek
Dia terkejut melihat kamar itu, kamar itu sangat gelap, karena Cassandra mematikan lampunya. Namun Danial masih bisa melihat gadis itu tertidur di kasurnya, tapi sayangnya dia tidak bisa melihat wajahnya karena Cassandra membelakangi pintu.
"Apakah kamu sudah tidur?, jika belum kamu makanlah lebih dulu, supaya perutmu tidak sakit." ucap Danial, namun tidak ada Jawaban dari Cassandra.
"Aku letakkan makanannya di atas laci, dan makanlah, supaya kamu tidak sakit. Dan ya, aku ingin meminta maaf, aku tidak mendengar perkataanmu bulan lalu, dan maaf karena aku tidak percaya padamu. Terimakasih sudah mau menerima Dhefin, aku pikir kamu akan membencinya setelah tau aku memperlakukanmu dengan begitu buruk. Dan terimakasih sudah menjadi ibu yang baik untuk Dhefin, kamu selalu berhasil membuatnya tersenyum. Kalau begitu aku pergi dulu, selamat tidur Angela." ucap Danial.
Dia pergi menutup pintu dengan perlahan karena takut membangunkan Cassandra. Namun tanpa Danial ketahui, Cassandra tidak tidur, dan dia mendengar semua perkataan Danial.
"Apa yang harus aku lakukan Danial, aku ingin sekali membencimu, tapi apa ini. Hanya mendengar perkataan darimu saja sudah membuatku tidak bisa membencimu. Tolong jangan permainkan hatiku, sudah cukup aku menderita karena mu." ucap Cassandra.
Hai, jangan lupa untuk like, komen dan vote sebanyak-banyaknya. Jika kalian semakin sering vote, author juga akan menjadi lebih semangat dan semakin sering juga update. see you again 👋