My Wife My Maid

My Wife My Maid
Terungkap



"Cinta?, cinta apa yang kamu maksud?. Cintamu itu bukan cinta yang membuat dia bahagia, cintamu itu malah membuatnya terluka. Biarkan dia pergi Danial, dan hiduplah dengan bahagian bersama Rayna dan Dhefin. Dan ya, sebelum dia pergi dia menitipkan surat untuk kalian." ucap Dewo sambil memberikan Danial dan Sandra suratnya.


Danial membaca surat itu betapa terkejutnya dia.


"Hai Danial, ini aku. Maaf telah membuatmu kecewa, aku tidak pernah bermaksud untuk membuat Dhefin terluka, tapi bagaimana pun itu kesalahanku, aku tidak menjaga Dhefin dengan baik. Maaf karena aku tidak bisa menjadi ibu yang baik bagi Dhefin. Dan masalah perusahaan, aku tidak pernah mengambilnya, jangankan untuk mengambilnya membayangkannya saja aku tidak pernah. Aku minta maaf telah mengecewakanmu, dan ya, aku sangat sedih melihat tatapan benci yang kamu berikan padaku kemarin, dan aku juga sangat sedih ketika mendengar perkataanmu yang rela jika aku meninggal. Kamu tau?, hatiku sakit mendengarnya. Aku tau saat ini kamu sudah mengetahui kejadian yang sebenarnya, tapi aku mohon jangan pernah mencariku lagi, aku ingin melanjutkan hidupku. Aku ingin hidup bahagian tanpa harus menerima segala tuduhan dan tatapan benci. Aku minta maaf jika selama ini sering membuatmu marah, dan ya aku titip Dhefin, jaga dia baik-baik. Selamat tinggal." isi pesan Cassandra untuk Danial.


Danial menangis setelah membaca surat itu, dia sadar bahwa dia begitu menyukai Cassandra, dia ingin Cassandra tetap berada di dekatnya. Dia tau dia egois, tapi dia tidak ingin Cassandra pergi dari hidupnya.


'Tidak Cassandra, jangan pergi. Aku yang salah, aku yang selalu menyakitimu, kembalilah Cassandra. Aku sadar jika aku menyukaimu, aku menyayangimu Cassandra. Lihat saja, aku akan mencarimu dan membawamu kembali. Aku akan menjagamu baik-baik, kita mulai dari awal, hanya ada kamu, aku dan Dhefin.' ucap Danial dalam hati.


Sandra juga merasa sedih ketika membaca surat yang Cassandra tulis untuknya.


"Hai Mah, Pah. Bagaimana kabar kalian?, Cassandra harap kalian tetap sehat. Maaf jika Cassandra tidak bisa menjadi anak yang baik, Cassandra minta maaf karena telah menyakiti hati kalian. Dan asalkan kalian tau, kalian adalah orang tua terbaik yang pernah aku miliki, meskipun aku bukan anak kalian, tapi kalian menjaga dan merawatku seperti anak sendiri. Terimakasih atas kasih sayang yang kalian berikan padaku, tapi maaf, Cassandra tidak bisa kembali ke sana lagi. Hati kecil Cassandra ingin berada di sana, namun disisi lain hati ini juga sakit, itu sangat menyakitkan, terlebih melihat kalian begitu benci dan marah terhadap Cassandra. Tapi Cassandra tau jika kalian salah sangka, dan Cassandra sudah memaafkan kalian, tapi maaf, Cassandra tidak bisa kembali. Jaga kesehatan kalian, Cassandra sangat menyayangi Mama dan Papa. I LOVE YOU." isi surat Cassandra yang di berikan pada Jovan dan Sandra.


"Mama juga menyayangimu sayang, I LOVE YOU TO." ucap Sandra sambil menangis.


Danial bergegas keluar untuk mencari Cassandra namun Rayna menghalanginya.


"Mau kemana kamu?, Dhefin sedang sakit di sini, dan kamu mau meninggalkannya?" tanya Rayna.


"Kamu ibunya jadi kamu yang mengurusnya." ucap Danial kemudian dia pergi.


Danial keluar dari kamar inap Dhefin, dan di situ dia bertemu Dokter Bima.


"Tuan Danial, ini hasil tes DNA kemarin, saya sebenarnya juga sangat syok melihatnya, tapi ini tes benar-benar asli, tidak saya ubah." ucap Bima.


"Apa maksudmu?" tanya Danial.


"Kamu lihat sendiri." ucap Bima.


Danial membuka hasil laporan itu dan betapa terkejut nya dia melihat bahwa hasil tes DNA nya dengan Dhefin sangat berbeda. Ternyata Dhefin bukanlah anak kandungnya.


"Ini tidak mungkin, bagaima bisa begini. Tidak, ini semua bohong." ucap Danial tidak percaya.


"Maaf, tapi itu adalah hasil yang sebenarnya, walaupun anda tes beberapa kali pun hasilnya akan sama." ucap Bima.


Danial pun memutuskan untuk kembali masuk ke dalam, dia melihat Dhefin yang sedang menatapnya.


'Tidak, dia putraku. Dhefin adalah putraku.' ucap Danial dalam hati sambil memeluk Dhefin.


Sandra yang merasa aneh dengan tingkah putranya itu pun bertanya padanya.


"Ada apa Danial?" tanya Sandra khawatir.


"Dhefin di sini dulu ya sayang, Ayah mau keluar sama yang lain, Dhefin tunggu sini ya." ucap Danial pada Dhefin.


"Iya Ayah, Dhefin akan tunggu di sini." ucap Dhefin patuh.


Danial dan yang lain pun keluar dari kamar Dhefin, mereka bingung sebenarnya ada apa dengan Danial.


"Dhefin bukan anakku." ucap Danial terus terang.


"Apa bagaimana mungkin?, dia sangat mirip sekali dengan mu sayang. Mama tidak menyangka bahwa selama ini Dhefin bukan anakmu." kata Sandra.


"Tidak mungkin, itu pasti salah. Dokter itu pasti mengubahnya, bagaimana mungkin Dhefin bukan anakmu, itu pasti ada kesalahan." ucap Rayna tak terima.


"Yang salah itu kamu, aku tau kamu memiliki seorang lelaki di luar sana, aku memang tidak pernah menyelidikinya, karena aku yakin bahwa kamu orang yang baik, tapi apa ini?" ucap Danial.


"Hahaha, jadi selama ini kamu tau, dan kamu diam saja?. Dasar munafik kamu Danial, dan ya, Dhefin memang bukan anakmu itu kebenarannya. Dan aku memang bukan gadis baik-baik seperti Cassandra, aku melakukan semua ini demi uang, dan perusahaan itu, aku yang melakukannya." ucapnya Rayna.


PLAK


Danial menampar pipi Rayna, dan semua orang terkejut dengan perlakuannya, karena setau mereka Danial sangat mencintai Rayna. Jangankan untuk menamparnya, mencubitnya saja Danial tidak berani.


"Aku memang bodoh, aku bodoh bisa percaya padamu, aku bodoh karena lebih memilih seorang iblis dan membuang seorang malaikat yang rela memberikan hidupnya padaku. Dan ya, kamu ambil saja perusahaan itu, dan sebagai gantinya kamu tidak boleh membawa Dhefin pergi, sampai kapanpun dia akan menjadi putraku, putraku satu-satunya." ucap Danial pada Rayna.


"Ya, ambil saja dia, aku tidak peduli dengannya, lagian aku tidak punya uang untuk mengurusnya. Aku merasa senang bisa membuat gadis itu pergi dari hidupmu, dan sekarang kamu tidak akan pernah mendapatkannya kembali. Dan ya perlu kamu tau, akulah dalang di balik penculikan Cassandra, aku juga yang membuat Dhefin hingga seperti itu. Kenapa Danial?, apakah kamu terkejut?, Hahaha. Dasar pria bodoh, mudah sekali kamu di bohongi." ucap Rayna.


Rayna pun pergi meninggalkan tempat itu, dia masih ingin menikmati kekayaan Danial yang telah dia dapat.


Tanpa mereka semua sadari, dari tadi Dhefin tengah mendengarkan perkataan mereka, dan ketika mereka masuk, mereka langsung melihat Dhefin di depan pintu.


"Dhefin, kenapa kamu di sini sayang?" kata Danial pada Dhefin.


Tiba-tiba Dhefin menangis, mereka semua bingung, kenapa Dhefin bisa tiba-tiba menangis.


"Ada apa sayang?, apakah ada yang sakit?" ucap Danial.


"Ayah, aku bukan anak Ayah, tapi kenapa Ayah masih tetap mencintaiku?, hiks... hiks..." ucap Dhefin.


"Tidak sayang, kamu adalah anak Ayah, anak ayah satu-satunya. Jangan bilang seperti itu lagi oke." ucap Danial sambil memeluk Dhefin yang tengah menangis.


"Kenapa Ayah tidak membenciku?, aku adalah anak dari wanita yang telah menipumu, kenapa Ayah masih ingin merawat ku, hiks.. hiks..." ucap Dhefin.


"Tidak Dhefin, kamu anak Ayah, dan Ayah sangat menyayangimu, Ayah akan selalu menyayangimu seperti anak ayah sendiri, jadi jangan pikirkan hal itu oke." ucap Danial.


"Baik ayah, tapi kita harus mencari Mama. Tapi.... hiks... hiks.... apakah Mama masih menyayangiku?, bukankah Dhefin anak dari wanita yang selalu menuduhnya dan selalu membuatnya menderita. Dhefin sangat takut jika Mama tidak menyayangi Dhefin lagi hiks... hiks..." ucap Dhefin.


"Tidak sayang, Cassandra pasti sangat menyayangimu, percayalah pada Ayah. Dan Ayah akan berusaha untuk mencarinya, kita akan hidup sama-sama nantinya. Hanya ada Dhefin, Ayah dan juga Mama." ucap Danial.


"Tapi dimana Mama sekarang?" tanya Dhefin.


"Ayah tidak tau, tapi Ayah akan berusaha untuk mencarinya." ucap Danial.


Danial pun menyuruh bawahannya untuk mencari Cassandra, dan ternyata Cassandra sudah pindah dari kampusnya. Itu membuat Danial semakin cemas, dia sangat takut jika Cassandra pergi meninggalkan kota ini, jika dia benar-benar pergi dari kota ini, sangat sulit baginya untuk menemukan Cassandra. Danial pun akhirnya memutuskan untuk mencari Cassandra sendiri.


Dia mencari Cassandra di rumah Kevin, tapi bukan Cassandra yang ia dapat tapi sebuah tinju yang Kevin berikan padanya. Danial tau kalau dirinya yang salah sehingga dia tidak membalas perbuatan Kevin kepadanya.


Namun pencariannya tidak sampai di situ saja, Danial pun pergi mencari Cassandra di panti asuhan. Dia melihat anak-anak panti yang sedang bermain di sana. Dan dia menanyakan tentang Cassandra pada seorang gadis kecil di sana.


"Hai gadis kecil, apakah kakakmu ada di sini?" tanya Danial pada Helena.


"Eh kakak, kakak bukankah kekasih kak Cassy?. Bunda bilang bahwa Kakak adalah kekasih kak Cassy, jika kakak memang benar kekasih kak Cassy, tolong jaga dia ya kak. Kak Cassy orang yang sangat baik, kami tidak ingin melihatnya terluka seperti waktu itu." ucap Helena.


"Waktu itu?" tanya Danial.


"Ya, waktu kak Cassy kembali ke sini, yang dia lakukan hanyalah termenung dan menangis, kami sedih melihat kak Cassy yang biasanya ceria menjadi seperti itu. Jadi aku harap Kakak akan selalu menjaga dan membuat kak Cassy selalu tersenyum. Apakah kakak bersedia?" Kata Helena.


'Maaf gadis kecil, tapi akulah orang yang membuatnya menderita. Aku juga telah menyakitinya berkali-kali, dan aku tidak tau bahwa dia menyukaiku. Aku memang bodoh, tapi aku berjanji padamu untuk membuatnya bahagia, aku akan membuatnya menjadi istriku yang sesungguhnya, dan aku tidak akan lagi menyakitinya.' ucap Danial dalam hati.


"Baiklah, kakak akan menjaga dan membuat Cassandra bahagia selamanya. Tapi bisakah kamu membantu kakak?" kata Danial pada Helena.


"Apa yang bisa Helena bantu?" tanya Helena.


"Jika Helena menemukan kakak Cassandra, Helena mau kan menghubungi kakak?" ucap Danial.


"Tentu saja, memangnya kak Cassandra ke mana?" kata Helena.


"Ah itu..." Danial tidak bisa mengatakan yang sebenarnya, jadi dia hanya terdiam.


"Ah Helena tau, pasti kakak sedang main petak umpet sama kak Cassandra kan. Tenang saja, Helena akan membantu kakak mencarinya." ucap Helena.


"Baiklah, kakak pergi dulu. Kakak harus segera mencari Cassandra, dan ini nomer telpon kakak, jika kamu menemukan Cassandra kabari kakak ya." ucap Danial pada Helena.


"Siap kak." kata Helena.


Danial pergi dari tempat itu, dia sudah bingung dan tidak tau kemana lagi dirinya harus mencari Cassandra. Dia pergi dan menyusuri jalan di kota, dia harap dia bisa melihat keberadaan Cassandra di sana. Namun usahanya gagal. Danial sudah menyelusuri kota berkali-kali namun tetap tidak menemukan Cassandra, dia pun memutuskan untuk pulang kerumahnya.


Sesampainya di rumah, Danial pergi ke ruang kerjanya, bukan untuk mengerjakan pekerjaannya, tapi untuk menenangkan pikirannya. Dia pergi ke sana untuk minum alkohol, tidak banyak yang tau bahwa di dalam ruang kerjanya ada begitu banyak alkohol yang ada di sana. Danial meminum semua alkohol itu hingga dirinya jatuh pingsan. Dia sudah kelewat mabuk, tapi hanya itu caranya supaya dia merasa tenang.


"Cassandra, jangan pergi. Jangan tinggalkan aku. Aku tidak bisa hidup tanpamu." ucap Danial sebelum kesadarannya menghilang.


Gimana nih perasaannya, bukankah part ini yang kalian tunggu-tunggu, komen di bawah ya. Jangan lupa untuk vote sebanyak-banyaknya, karena vote kalian sangat berharga. See you 👋😘