
Danial pun akhirnya pulang kerumahnya, dia di papah oleh Paman dan Papanya. Danial masuk kerumah itu, tapi entah mengapa dia melihat bayang-bayang seorang wanita yang terus menerus mengganggu pikirannya. Dia berusaha untuk tidak memikirkannya, tapi sayangnya sosok itu selalu ada di setiap sudut rumahnya, dia tidak bisa mengingat siapa wanita itu, tapi entah mengapa hatinya merasa sakit jika melihat wanita itu.
'Sial, siapa gadis itu, kenapa dia selalu muncul di kepalaku?' ucap Danial dalam hati.
Keluarga Danial meninggalkan dia di rumahnya, karena mereka ada urusan masing-masing. Danial pun memutuskan untuk tidur, dia tidak ingin pikirannya terus memikirkan gadis yang entah siapa namanya itu. Dalam mimpinya Danial melihat gadis itu, di tengah hujan hadis itu memanggilnya, dan dia pun menoleh padanya, tapi entah mengapa dia begitu Bahagia melihat gadis itu, gadis itu pun pergi ke arahnya, namun gadis itu begitu ceroboh hingga dia tidak melihat sekeliling, dia pun nyaris tertabrak mobil tapi itu di gagalkan oleh Danial. Danial pun terbangun dari tidurnya sambil berteriak memanggil Cassandra.
"Cassandra...." ucap Danial.
'Astaga, ada apa denganku?, siapa Cassandra?, kenapa aku begitu khawatir ketika dia ingin tertabrak mobil, dan kenapa juga aku menangis?, kenapa hatiku merasa sakit?, apa yang sebenarnya terjadi?.' ucap Danial dalam hati.
Danial pun menceritakan tentang mimpinya itu, dan semua orang yang berada di sana hanya bisa terdiam, mereka tidak tau bagaimana caranya supaya Danial tidak memikirkan Cassandra, tapi entah mengapa sepertinya Danial sendirilah yang tidak bisa melupakan Cassandra.
"Sayang, itu hanya mimpi, kamu tau sendirikan, mimpi itu hanyalah bunga tidur, jadi jangan pikirkan lagi ya." ucap Sandra.
"Tidak Ma, mimpi ini beda, Danial merasa mimpi ini begitu nyata, hingga Danial terbangun pun Danial masih merasakan sakit di hati Danial, siapa dia sebenarnya?, apakah kalian menyembunyikan sesuatu dariku?" kata Danial.
"Me... menyembunyikan apa?, apa maksudmu Danial?, bagaimana mungkin kita menyembunyikan sesuatu darimu." ucap Sandra gugup.
"Sudahlah Danial, siapkan dirimu untuk acara nanti malam." ucap Jovan.
"Acara apa?" tanya Danial.
"Nanti kamu juga akan tau." ucap Jovan.
Malam hari
Danial pun pergi ke rumah orang tuanya, dia masih sangat penasaran dengan gadis yang selalu menghantuinya itu, tapi sepertinya dia harus mencari tau sendiri, dia yakin ada sesuatu dengan gadis itu.
Danial masuk ke dalam dan disana keluarganya sudah duduk di meja makan, dan 2 orang lagi yang Danial tidak tau siapa namanya.
"Hai Danial, kemari lah nak." ucap Sandra dan Danial pun duduk di samping ibunya.
"Siapa mereka?" ucap Danial to the poin.
"Dia adalah Alena, dia adalah tunanganmu." ucap Sandra.
"Aku tidak akan pernah setuju sebelum aku menemukan Cassandra." ucap Danial, dan itu membuat semua orang yang ada di sana pun terkejut.
"Kenapa begitu Danial?, bukankah aku sudah bilang bahwa dia hanyalah wanita yang ada di dalam mimpimu saja, wanita itu tidak nyata Danial, dia hanya halusinasi mu saja." ucap Sandra.
"Tidak Ma, Danial yakin pasti ada sesuatu dengan gadis itu, dan Danial sangat ingin tau apa yang sebenarnya terjadi, kenapa Danial merasa sangat dekat dengannya." kata Danial.
"Apakah kamu akan terus terusan mencari gadis yang ada di mimpimu itu?, lalu kemana kamu akan mencarinya?" tanya Jovan.
"Danial juga tidak tau Pah." ucap Danial.
"Sudahlah nak, sekarang lupakan gadis itu, dan terima Alena sebagai tunanganmu." ucap Jovan.
"Danial tidak setuju, sampai kapanpun Danial tidak akan pernah bertunangan dengannya." ucap Danial.
'Kenapa pengaruh j@l@ng itu masih ada, bukankah dia sudah pergi, tapi kenapa Danial masih tidak ingin lepas dengannya, bahkan setelah dia hilang ingatan pun dia masih mengingatnya. Aku tidak akan membiarkan j@l@ng murahan itu kembali ke kehidupan Danial, aku harus mencarinya dan membunuh j@l@ng itu sebelum Danial menemukannya.' ucap Alena dalam hati.
"Apakah ada yang salah dariku hingga kamu menolak untuk bertunangan dengan ku?" tanya Alena.
"Tidak, aku hanya tidak ingin di perintah, dan aku juga tidak ingin berhubungan dengan seseorang yang tidak aku kenal." ucap Danial.
"Ini demi perusahaan Danial, apakah kamu masih tidak mau?." ucap Jovan.
"Meskipun itu demi perusahaan, aku tidak akan pernah mau melakukannya." ucap Danial.
"Jika itu demi Dhefin, apakah kamu tidak ingin memberikan Dhefin seorang ibu?, dia butuh kasih sayang seorang ibu Danial." ucap Sandra.
Danial terdiam sejenak, kemudian dia melihat ke arah Dhefin, tapi Dhefin menolehkan kepalanya, seakan-akan itu memberi tanda bahwa dia tidak ingin Danial berhubungan dengan Alena, tapi Danial salah mengartikannya, dia pikir Dhefin bersikap seperti itu karena karena dia ingin sekali memiliki seorang ibu.
"Akan aku pikirkan." ucap Danial dan dia pun meninggalkan rumah orang tuanya itu.
'Kemana aku harus mencari gadis itu?, hei gadis misterius, jika kamu memang ingin aku temukan tolonglah beri sedikit petunjuk untukku, jika tidak bagaimana caranya aku bisa menemukan mu.' ucap Danial dalam hati.
Hai semua jangan lupa untuk tetap like komen dan vote sebanyak-banyaknya ya, see you di bab selanjutnya 👋