My Wife My Maid

My Wife My Maid
Bunga



Keesokan harinya


Cassandra terbangun dari tidurnya karena mimpinya. Dia bermimpi tentang kejadian semalam. Keringat pun membasahi wajahnya, dan dia terlihat ngos-ngosan.


Kevin masuk ke kamar Cassandra, dia membawakan bubur dan juga obat demam, karena Cassandra masih belum sembuh. Dia membuka pintunya dan betapa terkejutnya dia melihat Cassandra duduk di atas kasur dengan wajah ditutupi oleh bantal. Kevin pun berjalan sedikit cepat dan langsung memeluknya.


"Tak apa, itu tidak terjadi. Tenangkan dirimu, aku disini, aku akan selalu ada di sampingmu. Jangan khawatir Cassandra." ucap Kevin.


"Hiks.... hiks.... Kevin....." ucap Cassandra. "Me, mereka menyentuh tubuhku..... hiks... hiks... tubuhku kotor karenanya...." ucapnya terus menangis.


"Tidak Cassandra, tubuhmu masih suci, tadi malam aku sudah menyuruh bibik untuk membersihkan tubuhmu dan menggantikan kamu baju, jadi badanmu tidak kotor lagi. Aku sudah membersihkan bekas-bekas dari tangan kotor mereka. Jadi kamu jangan khawatir. Dan tolong jangan terus bersedih, aku dan yang lain yang selalu ada di sisimu." ucap Kevin.


"Kamu benar Kevin, maafkan aku, aku terlalu rapuh hingga aku tidak memikirkan kalian semua." ucap Cassandra.


"Tak apa. Yasudah kamu sarapan dulu, aku mau mandi, hari ini aku ada kelas." ucap Kevin.


"Lalu.... bagaimana denganku?, aku tidak ingin sendirian." ucap Cassandra.


"Tenanglah, aku akan menelfon Tante Sandra, dia nanti yang akan menemanimu." ucap Kevin.


Setelah selesai mandi, Kevin pun menelfon rumah orang tua Danial.


"Halo". ucap Sandra.


"Halo Tante, apa Tante sibuk?" tanya Kevin.


"Tidak Kev, ada apa ya?" tanya Sandra.


"Bisakah Kevin minta tolong Tan?" ucap Kevin.


"Tentu saja sayang, ada perlu apa?." tanya Sandra.


"Begini Tan, hari ini Kevin ada kuliah, dan Cassandra sendirian di rumah, jadi Kevin minta tolong Tante untuk temani Cassandra. Karena dia masih takut jika tinggal sendirian di rumah." jelas Kevin.


"Oh baiklah, Tante akan ke sana." ucap Sandra.


"Terimakasih Tante, Kevin tutup dulu ya, sampai jumpa Tan." ucap Kevin menutup teleponnya.


"Ada apa Mah?, kenapa Kevin nelfon?" tanya Jovan.


"Ah ini Pah, dia bilang Cassandra sendirian di rumah, jadi dia memintaku untuk menemaninya di sana." ucap Sandra.


"Oh, Papa pikir kenapa." kata Jovan.


"Ya sudah Mama siap-siap dulu ya Pah." ucap Sandra dan melangkah ke kamarnya, namun Jovan menghalanginya.


"Tunggu Mah, Mama tidak perlu ke sana." ucap Jovan.


"Kenapa Mama tidak boleh ke sana Pah?" tanya Sandra.


"Astaga Mama ini, biarkan putramu saja yang ke sana. Bukankah tadi malam dia sedih karena bukan dirinya yang menyelamatkan Cassandra, jadi biarkan dia saja yang menemaninya." ucap Jovan.


"Ah iya Mama lupa." ucap Sandra. "Ya sudah, Mama mau bangunkan bocah itu, sudah siang bolong begini masih belum bangun." ucapnya.


Sandra pun pergi ke kamar Danial, dan dia membangunkan Danial dengan menggoyangkan tubuhnya, namun tidak berhasil sama sekali.


"Dasar pemalas. Ini sudah siang Danial, apakah kamu tidak mau bangun?" ucap Sandra.


"Pergilah Mah, jangan ganggu aku." ucap Danial.


"Kamu tidak pernah dengar pepatah bangunlah pagi-pagi, supaya rejekimu tidak di patok ayam. Cepat ayo bangun, jika kamu tidak bangun cintamu yang di patok sama Kevin." ucap Sandra.


Danial pun bangun, karena mendengar perkataan Mamanya itu.


"Apa maksud Mama?" ucap Danial tidak mengerti.


"Astaga bocah ini. Dengarkan Mama baik-baik, Kevin hari ini ada kuliah jadi Cassandra sendirian di apartemennya, dan dia menelfon Mama untuk menemani Cassandra. Jika kamu tidak cepat bangun, maka Mama saja yang-" ucap Sandra terpotong, karena Danial langsung beranjak dari kasurnya dan langsung pergi ke kamar mandi.


"Astaga anak itu, Mama belum selesai yang ngomong." omel Sandra pada Danial.


Setelah selesai mandi, Danial pun pergi ke apartemen Kevin, namun sebelum itu dia menyempatkan untuk membeli bunga, karena dia tidak enak jika tidak membawa apapun.


Danial mampir ke toko bunga, dan dia memutuskan untuk membeli bunga mawar.


"Aku mau beli bunga mawar." ucap Danial.


"Anda ingin membeli bunga mawar yang mana?" tanya pelayan itu.


"Yang mana saja." ucap Danial.


"Tapi tuan, setiap bunga memiliki arti yang berbeda beda juga." ucap pelayan itu.


"Maksudnya?" ucap Danial tidak mengerti.


"Seperti mawar merah, itu melambangkan cinta." ucap pelayan itu.


'Pantas saja Kevin selalu membawanya.' ucap Danial dalam hati.


"Mawar kuning melambangkan permintaan maaf, namun dalam percintaan itu juga melambangkan bahwa cinta itu berakhir atau putus. Mawar biru melambangkan keajaiban dan hal-hal yang tidak mungkin terwujud. sedangkan mawar putih, itu melambangkan rasa hormat." jelas pelayan itu pada Danial.


'Aku baru tau, setiap bunga memiliki arti yang begitu dalam. Baiklah aku akan memilih mawar biru, itu melambangkan keajaiban dan hal-hal yang tidak dapat di wujudkan. Seperti perasaanku padanya.' ucap Danial dalam hati.


"Aku beli mawar biru." ucap Danial.


"Sepertinya anda ingin memberikan ini pada orang yang anda cintai, namun entah mengapa kalian tidak dapat bersatu, apakah saya benar tuan?" tanya pelayan itu.


"Salah." ucap Danial, dia lalu membayar bunga itu dan kemudian pergi.


"Tuan, ingatlah perkataanku, datanglah ke tokoku jika anda nantinya ingin membeli mawar merah, aku akan menghiasinya dengan cantik." ucap pelayan itu.


'Apa maksudnya, aku tidak akan pernah kembali ke tokomu.' batin Danial.


Setelah membeli bunga, Danial pun segera pergi menuju apartemen Kevin, dia mengetok pintu apartemen itu, dan seseorang pun membukanya.


"Danial?, kenapa kamu yang ke sini?, dimana Mama?" kata Cassandra.


"Kenapa jika aku yang datang?, kamu tidak suka?. Jika ya, aku akan pergi." ucap Danial.


"Ah tidak, Kevin bilang padaku bahwa Mama yang akan menemaniku di sini." ucap Cassandra.


"Mama sibuk." ucap Danial masuk ke dalam dan melemparkan bunga itu kepada Cassandra.


"Eh." ucap Cassandra terkejut. "Apa ini untukku?" tanya Cassandra tidak percaya.


"Tidak, itu untuk Kevin." ucap Danial emosi. 'Tentu saja itu untukmu.' ucap Danial dalam hati.


"Oh baiklah, aku akan memberikannya pada Kevin nanti." ucap Cassandra dengan polosnya.


"Kamu tuh ya, kalo ***** tu bagi-bagi, biar gak kek gini jadinya." ucap Danial kesal.


'Kasar banget sih ngomongnya, emang aku punya salah apa sama dia.' ucap Cassandra dalam hati.


"Emang aku salah ya, bukankah tadi kamu sendiri yang bilang klo bunga ini untuk Kevin, jadi aku menyimpannya untuk di berikan padanya nanti." ucap Cassandra.


Danial pun menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya dengan kasar.


"Jadi gini ya Cassandra yang polosnya minta ampun, masak iya aku beli bunga untuk Kevin, kamu pikir aku gay. Jelas-jelas aku beli bunga itu untukmu, dan kamu masih nanya untuk siapa." jelas Danial.


"Suruh sapa kamu tidak bilang dari tadi." ucap Cassandra kesal.


"Sudahlah, sana berikan aku minum, aku haus nih." ucap Danial.


"Denger ya wahai Bapak Danial yang terhormat, anda itu di sini untuk menjaga saya yang sedang sakit, kenapa justru aku yang harus melayani mu, harusnya kan kamu yang melayaniku." ucap Cassandra.


"Suruh sapa kamu bikin aku emosi. Dimana dapurnya." ucap Danial ketus.


Cassandra pun menunjukkan letak dapurnya, dan Danial pun pergi meninggalkan Cassandra di ruang tamu.


'Dasar nyebelin. Tapi kenapa dia memberiku bunga?, Untung saja bukan bunga kuburan, tapi kenapa mawar biru?. Memangnya apa arti mawar biru?, aku cari di internet deh.' ucap Cassandra dalam hati.


Cassandra pun mencari arti mawar biru itu di internet, dan betapa terkejutnya dia.


"Jadi, mawar biru ini melambangkan keajaiban dan hal-hal yang tidak dapat di wujudkan. Dan itu artinya, dia berharap agar aku tidak berharap akan sesuatu yang tidak pasti, dan sesuatu yang tidak pasti itu adalah..... cintanya." ucap Cassandra.


Hay semua, kok makin ke sini like nya makin dikit, author sedikit kecewa melihatnya. Apakah ceritanya sudah tidak menyenangkan?. Author harap para pembaca makin rajin untuk like, komen, dan juga vote. Karena itu semua yang bikin author semangat untuk menulis, jadi jangan pelit pelit untuk like dan vote ya, karena itu semua gratis. See you 👋😘