My Wife My Maid

My Wife My Maid
Coklat



Hai semua, author sedikit kecewa. Kenapa like nya semakin sedikit, padahal di episode 1 like nya 200 lebih, tapi makin ke sini malah makin dikit T_T Author harap para pembaca sekalian lebih sering lagi untuk like, karena like itu gratis, tanpa di pungut biaya sepeser pun. Jadi author harap makin ke sini makin banyak like nya. Supaya author juga makin semangat untuk up. Selamat membaca😁


Danial pun kembali ke ruang tamu, di situ dia dapat melihat Cassandra yang sedang duduk melamun memandangi bunga mawar itu.


'Apakah dia tidak suka bunganya?' batin Danial.


Danial pun memutuskan untuk menghampirinya dan bertanya padanya.


"Cassandra." ucap Danial dan itu membuat Cassandra terkejut dari lamunannya.


"Ya, ada apa Danial?" tanya Cassandra.


"Kenapa kamu terus memperhatikan bunga itu?, apakah kamu tidak menyukainya?" tanya Danial.


"Tentu saja aku suka." ucap Cassandra. 'Aku suka dan sangat senang, terlebih bunga ini di berikan oleh mu, tapi makna dari bunga ini yang membuat ku kecewa.' ucap Cassandra dalam hati.


'Jika kamu suka, kenapa kamu terlihat tidak senang. Sedangkan pada saat Kevin memberikanmu bunga mawar, kamu tampak begitu senang.' batin Danial.


Mereka pun terdiam, larut dalam pikiran masing-masing. Dan akhirnya Cassandra memutuskan untuk pergi ke kamarnya, dia tidak ingin lebih lama bersama Danial, karena itu akan membuatnya semakin mencintai pria itu.


"Hm.... Danial, aku ke kamar dulu ya. Kamu bisa istirahat di kamar Kevin jika kamu mau." ucap Cassandra sambil menunjukkan letak kamar Kevin.


"Ya." ucap Danial.


Beberapa jam kemudian, terdengar bunyi bel. Danial pun pergi untuk memeriksanya.


"Siapa sih, ganggu aj. Apa jangan-jangan itu Kevin?. Dasar bocah itu, aku baru saja sampai, dia udah balik aja." gerutu Danial sambil membuka pintu.


"Eh Danial, kenapa kamu ada di sini?, kamu tidak bekerja." ucap pria itu.


"Eh Paman, tidak Paman, hari ini aku libur, ayah yang menggantikan ku. Dan Mama menyuruh ku untuk menemani Cassandra di sini. Paman ada perlu apa ya ke sini?" tanya Danial.


"Ah, aku membawakan-" ucapan Dewo terpotong oleh Danial.


"Wah, apa itu coklat Paman?, aku sangat suka coklat itu, aku makan ya." ucap Danial.


Tanpa persetujuan dari Dewo, Danial langsung mengambil bungkusan itu dan memakan cokelat nya.


"Itu kan untuk Cassandra Danial." ucap Dewo


"Ah, benarkah?. Aku pikir paman membawakannya untukku." ucap Danial.


"Hm... sudahlah. Dimana Cassandra?" tanya Dewo.


"Di kamarnya, mungkin dia tidur." ucap Danial.


Dewo memperhatikan Danial, dia sangat rakus memakan cokelat-cokelat itu. Padahal setau Dewo Danial paling tidak suka makan-makanan yang manis.


"Tak tau." ucap Danial. 'Aku tidak menyukainya, tapi karena aku tidak ingin kamu memberikan ini pada Cassandra, jadi lebih baik aku saja yang makan.' ucap Danial dalam hati.


Cassandra pun turun dari kamarnya, dia terkejut melihat Dewo yang sedang duduk bersama Danial.


"Eh Paman, kapan Paman sampai?, kenapa tidak memberi tau ku?" tanya Cassandra.


"Danial bilang kamu ada di kamarmu, aku pikir kamu sedang beristirahat, jadi aku tidak ingin mengganggumu." ucap Dewo.


"Ooh." ucap Cassandra.


Cassandra pun menoleh ke arah Danial, dan dia melihat Danial sedang makan coklat seperti anak kecil. Cassandra pun pergi ke dapur untuk mengambil tisu, kemudian dia mengelap mulut Danial.


"Dasar bocah, makan coklat aja sampek belepotan gini." ucap Cassandra pada Danial.


"Suka-suka gue dong. Dan kamu jangan harap aku akan memberikan kamu coklat ini padamu, ini semua punyaku." ucap Danial.


"Ya ya ya, makan saja sepuasnya, sekalian tuh makan bungkusnya." ucap Cassandra.


"Huh, sewot aja jadi orang." ucap Danial.


Cassandra menuju ke dapur, dia berniat untuk membuat makan siang. Pada saat dirinya sedang sibuk dengan urusan memasaknya tanpa ia sadari Dewo menghampirinya.


"Sedangkan apa kamu Cassandra?" tanya Dewo.


"Eh Paman, aku sedang masak untuk makan siang kita." ucap Cassandra.


"Bisakah aku membantumu?" tanya Dewo.


"Tidak usah Paman, lagian kan Paman tamu, dan aku merasa tidak enak jika merepotkan Paman." ucap Cassandra.


"Tapi aku tidak merasa di repotkan kok, sini aku bantu." ucap Dewo.


"Baiklah jika itu kemauan Paman." ucap Cassandra.


Disini lain, Danial telah selesai memakan semua coklat itu, dia merasa tenggorokannya serak, dan dia pun memutuskan untuk pergi mengambil air minum. Danial pun masuk ke dapur, dan betapa kagetnya dia melihat Cassandra dan Dewo sedang masak berdua, mereka terlihat seperti pasangan suami istri.


'Apa-apaan sih mereka, emang mereka pikir di sini hanya ada mereka?, aku kan masih ada di sini. Dan ngapain juga paman bantuin Cassandra masak, dasar caper.' ucap Danial dalam hati.


Danial mengambil air minum di kulkas, dan setelah selesai dia menutup kulkas itu begitu keras, hingga membuat Cassandra dan Dewo menoleh ke arahnya.


'Ada apa dengannya?' batin Cassandra.


Maaf ya author telat yang up, soalnya kemarin lagi ada urusan. Tapi author bakal dobel up kok untuk membayar up kemarin yang ketinggalan. See you, jangan lupa untuk like, komen dan vote ya.