
Perlahan-lahan mata Cassandra pun terbuka, dia melihat ke sekeliling ruangan itu, dia sadar bahwa dia ada di rumah sakit, ia mencari keberadaan seseorang, dia dapat melihat Dhefin duduk di sebelahnya dan tidur sambil menggenggam tangannya, sedangkan Danial, dia tidur di sofa.
"Kamu sudah bangun?" tanya Danial sambil menguap.
"Ya, berapa lama aku tidur?"
"Satu taun."
"APA?"
"Mama, Mama sudah bangun, Dhefin sangat khawatir dengan keadaan Mama."
"Dhefin, kamu sudah bangun."
"Siapapun akan bangun mendengar teriakanmu itu."
"Dhefin, Mama mau tanya, berapa lama Mama tertidur?"
"Mama tidur dari kemarin malam, jadi tidak nyampek 1 hari."
"Benarkah itu?"
"Iya."
'Dasar Danial brengsek, baru aja aku sadar sudah ngerjain aku, pasti dia seneng tuh liat aku sakit kek gini.'
"Mama kenapa bisa pingsan."
"Mama punya trauma dengan taman bermain, terlebih lagi bianglala."
"Bisakah Mama cerita?, Dhefin ingin dengar."
Flashback....
"Cassandra, kita ketaman bermain yok" ucap ibunya.
"Apakah benar?, yey akhirnya Cassandra bisa naik bianglala, bolehkah Cassandra nanti naik bianglala Ma?"
"Tentu saja boleh sayang" ucap Papanya.
Cassandra dan kedua orang tuanya pun pergi ke taman bermain, mereka menuruti semua keinginan Cassandra, hingga suatu hal terjadi.
"Ma, Cassandra ingin naik bianglala, ayo kita naik bersama Mah, Pah."
"Bagaimana jika Cassandra naik sendiri, Mama sama Papa tunggu di bawah, kan Cassandra gadis yang kuat."
"Baiklah, Cassandra akan naik sendiri, Mama sama Papa liahat ya."
Cassandra pun naik bianglala tersebut, setelah dirinya sampai di atas, dia bisa melihat kedua orang tuanya pergi meninggalkannya, dia berteriak memanggil mereka, namun mereka tidak menoleh sedikitpun, dia meminta berhenti pada petugas bianglala, namun tidak terdengar oleh suara musik di bianglalanya. Bianglala pun berhenti, Cassandra langsung turun dan mencari mereka, namun tidak ada, dia juga mencarinya ke seluruh taman bermain, namun orang tuanya tetap tidak ketemu.
"Mama.... Papa.... dimana kalian, Cassandra takut, Cassandra tidak ingin sendiri, Cassandra butuh kalian." ucap Cassandra sambil menangis.
Setelah itu, ada seorang ibu-ibu yang baik hati, dia menitipkan Cassandra ke sebuah panti asuhan, dan dia tinggal disana hingga dia dewasa dan memutuskan untuk pergi dari panti asuhan tersebut.
End.....
Dhefin yang mendengar cerita Cassandra pun menangis, dia tidak tau bahwa nasib Mamanya semalang itu, dia pikir hanya dirinyalah yang tidak memiliki ibu, tapi Mamanya justru di tinggal oleh kedua orang tuanya. Dhefin bersyukur masih memiliki ayahnya dan sekarang, dia juga memiliki Cassandra.
"Dhefin janji, Dhefin tidak lagi mengajak Mama pergi ke taman bermain."(sambil nangis)
"Tidak apa sayang."
'Aku baru tau kalo nasib gadis ini begitu malang, aku pikir dia gadis manja, makanya dia suka teriak-teriak tidak jelas, ternyata.... tapi itu tidak akan mengubah niatku untuk mengerjai mu, lihat saja nanti Cassandra, mungkin aku sedikit lembut, karena sekarang kamu lagi sakit, tapi intinya aku tetap akan membuatmu tersiksa.' batin Danial.
"Dhefin, kamu tidak berangkat sekolah?"
"Tidak mau, nanti sapa yang jagain Mama."
"Kan ada Ayahmu di sini, Ya kan Danial."
"Hm...." (Sambil mengangguk.)
"Tu kan."
"Eh, tunggu-tunggu, maksudnya apa nih."
"Dhefin akan ke sekolah, jadi Ayah yang jagain Mama."
"Kenapa harus Ayah?"
"Tapi Ayah harus kerja Dhefin."
"Ya sudah Ayah kerja saja, Dhefin yang akan jaga Mama."
"Baiklah, Ayah yang akan jagain Cassandra, Dhefin ke sekolah ya nak, belajar yang rajin, jangan seperti Mamamu yang bolos sekolah."
'Astaga aku lupa, hari ini kan aku ada kuliah.' batin Cassandra.
"Mau kemana kamu?"
"Ya mau pergi sekolah lah."
"Dhefin menyuruhku untuk menjagamu."
"Ya tapi kan aku harus pergi kuliah."
"Aku sudah bolos dari tempat kerja gara-gara kamu, dan sekarang kamu mau meninggalkan aku sendiri?, tidak boleh, kamu harus tetap disini."
"Oh ayolah, dosen hari ini sangat killer, bisa-bisa aku dimakan olehnya."
"Aku bilang tidak ya tidak."
"Oh ayolah Pak Danial yang baik hati dan tampan." ucapnya sambil memelas.
"Baiklah, tapi ada syaratnya."
Kampus
"Oh ayolah Danial, kenapa jalanmu sangat lambat, aku sudah telat ini, aku tinggal ya."
"Eh, kamu berani ninggalin aku, hm?"
Cassandra langsung menarik tangan Danial, yah saratnya adalah Danial harus ikut ke kampus Cassandra, Cassandra ingin menolaknya, karena dia tau Danial pasti akan membuat keributan di sana.
Danial di kerumuni oleh mahasiswi di sana, yah siapa yang bisa menolak ketampanan Danial. Tidak jarang siswi disana yang meminta foto padanya tapi dia selalu beralasan bahwa pacarnya nanti akan marah, sambil menunjuk Cassandra.
"Hey sayang, apakah kamu tidak mau menolong pacarmu dari kerumunan ini."
'Oh ayolah, aku bisa-bisa di hukum oleh Pak Dewo nanti.' batin Cassandra.
"Maaf ya teman-teman, jika kalian mau minta foto kalian nanti bisa pergi ke perusahaan Bramantyo oke, sekarang aku harus pergi dulu, permisi."
'Hahaha, akhirnya aku bisa mengerjai mu Cassandra, rasakan hal itu, dan lihat saja, setelah kamu masuk kelas dan kamu juga bakal dimarahi oleh dosenku, aku akan semakin senang akan hal itu.' batin Danial
Sesampainya di depan kelas, Cassandra sudah mendengar suara pak Dewo, dia sepertinya sudah memulai pelajaran.
'Astaga, bagaimana ini, bagaimana nasibku nanti, alasan apa yang aku berikan pada Pak Dewo, astaga aku bingung sekali.'
"Kenapa diam saja?, dari tadi aku di suruh cepetan, tapi apa sekarang, pas udah nyampek malah diem aja, mau aku bukain pintunya?, oke aku bukain."
Ceklek
Danial sudah membukakan pintu untuk Cassandra, dia sudah berharap jika Cassandra akan dimarahi oleh dosennya itu habis-habisan.
'Rasain kamu Cassandra, lihat saja dosen mu akan sangat marah padamu.'
Cassandra hanya bisa terdiam, dan Danial sudah sangat menantikan dosen itu marah padanya.
'Kenapa lama sekali, apakah dosennya tidur, cepat marahi dia tunggu apa lagi.'
Danial pun menoleh untuk memastikan bahwa dosen itu tidak tidur, dan betapa terkejutnya dia setelah melihat bahwa dosennya adalah.......
"Paman."
"Danial, ngapain kamu kesini?, mau sekolah lagi hah?, kamu bolos dari perusahaan dan menggangu mahasiswi di sini, apakah wanita di kantormu masih kurang?. Cassandra, ayo masuk, duduk di tempatmu."
"Ah, iya pak Dewo, terimakasih."
'Sial, kenapa dosen yang ngajar Cassandra adalah paman Dewo, bisa mati aku.'
"Lanjutkan tugas kemarin dan kumpulkan besok, mengerti." ucapnya pada mahasiswa di sana. "Dan kamu Danial ayo ikut ke ruangan paman."
'Kenapa sial banget hidup gue, dasar gadis pembawa sial, tau gitu aku tidak mengikutinya.' batin Danial.
Hay semua, jangan lupa untuk like, komen dan vote ya. Sampai jumpa lagi:)