
"DHEFIN......." teriak Cassandra.
Cassandra memangku Dhefin sambil menangis, dia meminta bantuan orang-orang di sana, hingga akhirnya ambulans pun datang. Dhefin di bawa ke rumah sakit, Cassandra terlihat sangat khawatir, tubuhnya gemetar, dia sangat takut jika sesuatu terjadi pada Dhefin, dan akhirnya dia menelepon Mama Danial.
"Halo sayang, ada apa?. Apakah jalan-jalannya sudah selesai?" tanya Sandra.
Cassandra pun tidak bisa berkata-kata, dia pun hanya bisa menangis di sana hingga membuat Sandra khawatir.
"Ada apa sayang?, apakah terjadi sesuatu?. Katakan pada Mama Cassandra, jangan bikin Mama khawatir." ucap Sandra pada Cassandra.
"Hiks... Dhefin, dia...... hiks kecelakaan Ma..." ucap Cassandra sambil terisak.
"Apa?, bagaimana mungkin itu terjadi?." ucap Sandra shock.
"Maafkan Cassandra Ma." ucap Cassandra.
"Tenanglah sayang, Mama akan ke sana. Tunggu Mama oke." ucap Sandra. Dan telfon pun berakhir.
Tidak butuh waktu berapa lama Danial beserta keluarganya pun sampai, Danial langsung berlari ke arah Cassandra dan langsung mencengkeram bahu Cassandra kuat.
"Bagaimana ini bisa terjadi?, apa yang kamu lakukan padanya?" ucap Danial pada Cassandra.
"Hiks... hiks.... maafkan aku Danial." ucap Cassandra dan dia terus menangis.
"Shut..... sudah-sudah, tak apa. Tidak akan terjadi sesuatu pada Dhefin." ucap Sandra menenangkan Cassandra.
Mereka tengah menunggu dokter keluar dari dalam, mereka semua menunggu dengan khawatir. Danial sudah sangat panik, tanpa sadar dirinya tadi menyakiti Cassandra jika bukan Papanya yang menenangkannya. Tiba-tiba Rayna datang dan dia langsung menampar Cassandra.
"Dasar j@l@ng, apa yang sudah kamu lakukan pada anakku?. Kamu pasti puaskan melihat Dhefin seperti ini?, atau mungkin kamu yang merencanakan ini?." ucap Rayna.
"Tidak, hiks... aku tidak akan tega melakukan itu padanya." ucap Cassandra.
"Danial kenapa kamu menikahinya?, dia itu hanya ingin hartamu, dan lihat itu. Sekarang dia sudah berani menyakiti Dhefin." ucap Rayna sambil pura-pura menangis.
"Hiks... tidak Danial, aku tidak mungkin melakukan itu." ucap Cassandra.
"Hei ******, jangan memprofokasi Danial, dia tengah khawatir saat ini. Dan ya, bukankah harusnya kamu yang menjaga anakmu sendiri, kamu sendiri tidak mau menjaga anakmu, dan sekarang kamu malah menyalahkan Cassandra." ucap Sandra membela Cassandra.
'Dasar tua bangka, aku harus membuat dia membenci Cassandra, jika tidak bagaimana mungkin aku menyingkirkan Cassandra dari hidup Danial.' ucap Rayna dalam hati.
Terdengar bunyi notifikasi dari telfon Rayna, dan dia pun tersenyum melihat itu
"Semuanya beres." isi pesan itu yang di kirimkan oleh Brayen.
'Hahaha, akhirnya rencana ku berhasil, dan tunggu menghitung waktu saja. 1, 2 , 3 dan bum.' ucap Rayna dalam hati.
Tiba-tiba terdengar bunyi telfon dari hp Danial, itu dari Tomy, dan dia pun mengangkatnya.
"Ada apa?" tanya Danial.
"Tuan, perusahaan kita yang ada di bidang perkebunan telah berganti nama tuan. Itu sudah buka milik tuan." ucap Tomy.
"Apa maksudmu?, bagaimana mungkin itu bisa terjadi, memangnya itu berubah atas nama siapa?" tanya Danial emosi.
"Atas nama... nona Cassandra tuan." ucap Tomy takut.
"Itu benar tuan, saya sudah memeriksanya dengan baik. Dan itu memang atas nama nona Cassandra." ucap Tomy, dan Danial pun mengakhirinya secara sepihak.
'Tidak mungkin itu Cassandra?, tapi jika Tomy sudah memeriksanya itu pasti sudah jelas. Aku kecewa padamu Cassandra, bagaimana mungkin kamu melakukan hal ini.' batin Danial.
"Ada apa sayang?, apakah terjadi sesuatu." ucap Rayna, dan tatapan semua orang pun beralih padanya.
"Ada apa nak?" ucap Jovan.
"Perusahaan kita Pah, perusahaan kita yang ada di desa, yang bergerak dalam bidang pertanian telah berganti pemilik, itu bukan milik kita lagi." ucap Danial.
"Apa?, bagaimana mungkin?" ucap Jovan tak percaya.
"Itu benar Pah." kata Danial.
"Siapa yang telah mengambil alih perusahaan itu?" ucap Jovan.
"Papa pasti tidak dapat menyangka siapa di balik ini, dan aku pun tidak menyangka bahwa dia akan berbuat hal ini." ucap Danial.
"Apa maksudmu?, Papa tidak mengerti?" ucap Jovan tidak mengerti.
"Perusahaan itu telah berganti nama menjadi milik Cassandra, Cassandra Putri." ucap Danial, dan semua orang yang ada di sana pun tidak percaya.
"Ti.... tidak, bagaimana mungkin itu terjadi. Aku tidak mengambil perusahaan itu, untuk apa aku mengambilnya." jelas Cassandra.
"Lalu kamu mau bilang bahwa aku yang berbohong?, aku tidak menyangka, bagaimana bisa kamu melakukan hal ini Cassandra. Aku sudah percaya padamu, tapi apa yang telah kamu perbuat padaku?" ucap Danial.
"Sudah aku duga. Suruh sapa kalian tidak pernah mendengar perkataan ku, dia hanya ingin uang saja, dan dia juga melakukan ini pada Dhefin supaya usahanya tidak ketahuan." ucap Rayna.
"Tidak, aku tidak seperti itu. Itu bukan aku, percayalah padaku Danial?" ucap Cassandra, namun Danial tidak melihat Cassandra sedikitpun. "Mah, Mama pasti percaya padaku kan Mah?" ucap Cassandra pada Sandra.
"Mama kecewa padamu Cassandra, Mama pikir kamu perempuan baik, tapi apa yang kamu lakukan?" ucap Sandra emosi.
"Sudah Mah, Mama harus tenang, ini rumah sakit kita tidak boleh emosi." ucap Jovan menenangkan.
"Kenapa Papa tidak marah?, dia sudah mengambil harta kita. Dia itu perempuan munafik Pah." ucap Sandra.
"Tidak Mah, itu bukan aku hiks... hiks...., aku tidak akan melakukan itu. Aku tidak pernah sekalipun berkeinginan untuk mengambil harta kalian." ucap Cassandra sambil menangis.
"Gak usah bohong deh, kamu tuh hanya ingin harta kan, makanya kamu ngedeketin Dhefin, ya kan. Dasar tidak tau diri." cecar Rayna pada Cassandra.
"Tidak, bukan aku yang melakukannya hiks... hiks..." ucap Cassandra, namun tidak ada yang mendengarkannya. "Danial, apakah kamu percaya jika aku yang melakukan ini?" lanjut Cassandra.
Namun Danial tidak menatapnya. Cassandra kembali menangis seorang diri, dia tidak percaya bahwa semua orang yang dia sayangi tidak mempercayainya, dan tatapan mereka, mereka menatapnya dengan kebencian.
Dokter pun keluar dari ruangan itu, Cassandra berlari kearah dokter itu tapi Danial menyentuh tangannya dan mendorongnya menjauh, dan akhirnya Cassandra pun terjatuh.
"Kamu pergi dari sini, aku sudah muak melihat wajahmu yang munafik itu. Dan ya, jangan pernah kembali ke rumahku ataupun rumah keluargaku, aku tidak akan pernah menerima perempuan seperti mu." ucap Danial.
'Hati ku sakit, sangat sakit rasanya melihat orang yang kita sayang menatap kita dengan tatapan kebencian. Kenapa aku selalu mendapatkan perlakuan seperti ini. Benar kata Kevin, aku harus pergi dari kehidupannya, aku tidak layak berada di dekatnya.' ucap Cassandra dalam hati.
Hai semua, bagaimana ceritanya, komen di bawah ya. Jangan lupa untuk like komen dan vote, dan follow akun manga author ya, see you 👋