My Wife My Maid

My Wife My Maid
Kebenaran



"Kalian ngapain?" ucap lelaki yang memegang pundak mereka.


Mereka berdua pun perlahan menoleh, mereka sangat takut akan apa yang akan terjadi jika sampai itu bodyguard Danial.


Mereka menoleh dan melihat pria itu, dan betapa beruntungnya mereka. Dia adalah dosennya yaitu Pak Dewo. Beliau pergi ke sana untuk menjemput Dhefin, betapa terkejutnya dia bertemu dengan muridnya.


"Ada apa?, kenapa kalian begitu ketakutan?" ucap Dewo bingung.


"Eh enggak Pak, kami kira orang lain." ucap Cassandra.


"Orang lain siapa? Danial?" ucap Dewo dan itu membuat Cassandra terdiam. Dewo yang sudah tau situasinya pun mengajak mereka berdua ke tempat lain.


"Kalian ikutlah denganku, aku ingin mengatakan sesuatu." ucap Dewo.


"Baik Pak." ucap keduanya.


Dewo mengajak Kevin dan Cassandra ke kafe. Dia ingin mengatakan suatu hal, namun dia juga takut.


"Ada apa Pak?" tanya Cassandra.


"Aku hanya ingin mengajakmu untuk tinggal di keluarga kami Cassandra, lebih tepatnya rumah orang tua Danial." ucap Dewo.


"Tapi Pak..." ucap Cassandra terpotong.


"Saya tau, kamu pasti sangat keberatan, tapi saya mohon Cassandra. Demi Dhefin, kami sangat ingin melihat cucu kami tersenyum seperti semula. Dan kami juga tau, kamulah senyuman Dhefin itu."


"Tapi Pak, bagaimana dengan.... Danial." ucap Cassandra.


"Danial biar kami yang urus. Bagaimana?, apakah kamu bersedia?" ucap Dewo Punuh harapan.


"Saya memang sangat ingin bertemu dengan Dhefin, tapi saya sangat takut jika..."


"Saya tau, tenang saja. Danial tidak tau masalah ini, lagian dia tidak pernah datang ke rumah orang tuanya, jadi kamu aman di sana." jelas Dewo.


"Baiklah Pak jika begitu." ucap Cassandra.


"Apakah kamu yakin?, bagaimana jika Danial melukaimu lagi?" ucap Kevin khawatir.


"Tenanglah Kevin, kami semua berada di pihak Cassandra, kami akan melindunginya." ucap Dewo.


"Baiklah, saya harap Bapak memegang ucapan Bapak." ucap Kevin pasrah.


"Tenang saja, saya akan menepati ucapan saya. Dan kamu juga bisa datang menemui Cassandra di sana." kata Dewo.


"Baik Pak." ucap Kevin.


"Sekarang kamu ikut aku, kita ambil barang-barang mu di rumahmu dan pergi ke rumah orang tua Danial." ajak Dewo.


"Baik Pak." ucap Cassandra.


"Baik-baiklah di sana." ucap Kevin.


"Iya, kamu tenang saja." ucap Cassandra kepada Kevin, karena dia tau bahwa Kevin sedang khawatir.


Dewo dan Cassandra pun pergi. Sedangkan Kevin, dia sedang sibuk dengan ponselnya, entah apa yang sedang dia lakukan.


.


.


.


.


.


Kantor Danial.


Ting (Bunyi notifikasi)


Dia mengambil Hp di kantongnya dan memeriksa pesan tersebut.


"Kevin?, apa yang dia kirimkan padaku?" ucapnya.


'Ini adalah bukti bawa Cassandra tidak bersalah, aku juga tidak perduli kamu mau melihatnya atau tidak, aku juga tidak peduli kamu percaya atau tidak video itu, tapi video itu real dari CCTV tanpa aku otak atik. Kuharap kamu masih memiliki hati nurani, dan melihat kenyataan yang sebenarnya.' isi pesan yang dikirim oleh Kevin.


Di situ juga terdapat sebuah video, Danial memutar video itu. Dan betapa terkejutnya dia, dia melihat Cassandra pergi meninggalkan tasnya, dan di situ, wanita yang dicintainya datang dan meletakkan cincin nya sendiri di tas Cassandra. Danial sangat terkejut, dia merasa bersalah pada Cassandra.


"Maafkan aku Cassandra, lagi-lagi aku menyakitimu. Aku tau kamu bukan gadis seperti itu, maafkan aku yang sudah di butakan oleh cinta. Aku akan menemuimu dan meminta maaf kepadamu." ucap Danial.


Danial bergegas pergi meninggalkan kantornya dan pergi ke rumah Cassandra. Namun gadis itu tidak berada di sana, dia berusaha menelfon Kevin, namun sayangnya nomernya di blokir oleh Kelvin.


"Sial." ucapnya.


Danial semakin merasa bersalah pada Cassandra, dia langsung pergi ke kediaman Aditama. Dia bertanya kepada pembantu disana namun ternyata Kevin dan Cassandra tidak ada di sana.


Tidak sampai di situ, dia langsung pergi ke apartemen Kevin, dan dia menemukan Kevin di sana.


"Dimana dia?" ucap Danial.


"Dia siapa?, kekasihmu? tentu saja dia ada di rumahmu?, siapa lagi yang kamu cari?" ucap Kevin dengan bengis.


"AKU KATAKAN DIMANA DIA." ucap Danial marah.


"Sudahlah, lebih baik kamu pergi, kamu tidak pantas untuknya, kamu hanya bisa menyakiti hatinya. Sudah cukup dia menderita, lebih baik kamu urusi saja kekasihmu itu. Biarkan Cassandra bahagia." ucap Kevin.


"DIAM KAMU." ucap Danial.


Danial yang sudah kesal dengan Kevin pun mendorong Kevin menjauh dari pintu, dia masuk ke apartemen Kevin, dan mencari keberadaan Cassandra.


"Cassandra, dimana kamu?, jangan bersembunyi, aku tau kamu di sini. Keluarlah Cassandra, aku tau aku salah, aku ingin meminta maaf padamu." ucapnya.


Namun sayangnya Cassandra tidak ada di tempat itu. Danial kemudian menemui Kevin dan mencengkeram kerah bajunya.


"DIMANA CASSANDRA?, DIMANA KAMU MENYEMBUNYIKANNYA?" ucap Danial marah.


"Percuma saja kamu marah, dia sudah tidak ada di sini. Dia sudah pergi, jauh sangat jauh hingga kamu tidak akan bisa menemukannya." kata Kevin.


"BRENGSEK." ucap Danial.


Danial tau bahwa sampai kapanpun Kevin tidak akan mengatakan keberadaan Cassandra, dan dia memutuskan untuk mencarinya sendiri.


"Cassandra, dimana kamu?, kemana lagi aku harus mencarimu?"


Danial pergi ke panti asuhan, namun sayangnya Cassandra juga tidak ada di sana. Danial pun semakin sedih, dia semakin merasa bersalah, dan bayangan kala dia menghina Cassandra pun menghampirinya.


"Maaf Cassandra, aku tau aku salah, dimana kamu?, aku tidak akan mencelakaimu, aku hanya ingin menemukanmu dan mengucapkan maaf. Keluarlah Cassandra." ucapnya putus asa.


Dan di situlah, tanpa Danial sadari hatinya bukan milik Rayna lagi, tapi menjadi milik Cassandra. Namun entah mengapa dia tidak menyadari akan perasaannya itu, itu bukan hanya perasaan bersalah, tapi perasaan hancur karena sudah menyakiti orang yang di cintainya.


Danial yang sangat sedih itupun pergi ke Bar, dia sangat frustasi. Dia menenangkan dirinya di Bar, dan akhirnya dia mabuk, bartender itu pun menelfon Tomy, bawahan Danial. Bartender itu sudah kenal dengan Danial karena dia sering ke sana, namun akhir-akhir ini dia sudah tidak ke sana lagi.


Tomy pun datang, dia terkejut melihat tuannya yang mabuk berat seperti itu.


'Ada apa dengan tuan?, biasanya dia tidak akan sampai seperti ini?, bahkan saat nona Rayna pergi dia tidak sampai seburuk ini.' batin Tomy.


"Ada apa dengannya?" tanya Tomy.


"Saya juga tidak tau tuan, dia hanya minum tidak berhenti. Saya sudah menahannya namun dia tidak mendengarkan saya." ucap bartender itu.


Akhirnya Tomy pun membawa Danial pergi dari bar itu, dan betapa terkejutnya dia ketika mendengar perkataan Danial.


"Cassandra, maafkan aku. Aku... aku mencintaimu." ucap Danial sebelum akhirnya hilang kesadaran.


"Tuan berkata seperti ini di saat dia mabuk, dan perkataan orang mabuk adalah perkataan yang paling jujur. Berarti tuan mencintai nona Cassandra, aku harap tuan segera menyadari perasaan tuan." ucap Tomy.


Hai semua, aku sudah update nih, jangan lupa untuk like, komen dan vote sebanyak-banyaknya. Jangan lupa juga follow akun author, see you.👋