
Keesokan paginya
Cassandra masih setia berada di kasurnya, entah mengapa dia tidak ingin bangun. Cassandra merasa badannya terasa sakit, dan dia memutuskan untuk tetap berbaring di kasurnya.
Sedangkan yang lain, mereka sudah bersiap untuk sarapan. Di sana juga ada Danial dan Rayna, mereka memutuskan menginap karena sudah malam. Dan itu membuat keluarganya terkejut, jangankan untuk menginap pergi ke rumah ini saja Danial tidak mau.
"Dimana Cassandra?" tanya Dewo.
"Sepertinya dia masih ada di kamarnya." jawab Sandra.
"Baiklah, kalian sarapan saja dulu, aku mau menemuinya." kata Dewo.
"Dhefin ikut ya Paman kakek." ucap Dhefin.
"Tidak boleh, diam dan makanlah sarapan mu." ucap Danial.
"Baik Ayah." ucap Dhefin.
Dewo pun pergi ke kamar Cassandra, di membuka pintunya perlahan. Dia masuk ke kamar Cassandra dan melihat Cassandra sedang tidur di kasurnya, dan dia memperhatikan seluruh kamar Cassandra, dia menemukan makanan yang tidak di sentuh sama sekali.
'Bukankah ini makan malam yang di antarkan oleh Danial tadi malam?, apakah dia tidak memakannya?' batin Dewo.
"Cassy?, apakah kamu tidur?, sudah pagi, waktunya kita sarapan." ucap Dewo.
Namun tidak ada respon dari Cassandra, Dewo pun memutuskan untuk melihat wajah Cassandra, dan betapa terkejutnya dia melihat wajah Cassandra yang pucat. Dia memeriksa keadaan Cassandra dengan menyentuh dahinya, dan benar saja itu panas sekali.
"Cassandra, kamu sedang sakit?, kenapa kamu tidak memberi tau ku." ucap Dewo khawatir.
"Paman, aku tidak apa-apa. Kalian sarapan saja, aku hanya ingin istirahat sebentar." ucap Cassandra lemah.
"Apanya yang tidak apa-apa, ayo kita pergi ke rumah sakit." ajak Dewo, dan dia sudah siap untuk menggendong Cassandra, namun itu di tahan oleh Cassandra.
"Aku tidak apa-apa Paman." ucap Cassandra.
"Tapi badanmu panas Cassandra, dan lihat, wajahmu sangat pucat." kata Dewo.
"Aku hanya butuh istirahat saja Paman. Dan apakah Paman bisa membantuku?" tanya Cassandra.
"Apa yang bisa aku bantu?" jawab Dewo.
"Hari ini aku ada kelas, bisakah Paman memintakan ijin untukku?" ucap Cassandra.
"Tentu saja, apakah ada yang kamu butuhkan?, katakan saja." kata Dewo.
"Tidak ada Paman, hanya itu saja." jawab Cassandra.
"Baiklah, aku akan membuatkan mu bubur." ucap Dewo dan berlalu pergi.
"Tidak usah Paman." ucap Cassandra dan itu membuat Dewo terhenti.
"Tidak apanya, kamu sedang sakit, dan tadi malam kamu juga tidak makan. Kamu cukup diam di situ, serahkan semuanya padaku." ucap Dewo.
"Baiklah." ucap Cassandra karena dia tau bahwa tidak ada gunanya juga dia menolak.
"Gadis pintar." ucap Dewo. Dewo mengelus kepala Cassandra dan pergi membuatkan bubur untuknya. Dia juga membawa makanan yang tadi malam di bawa oleh Danial untuknya.
(ini Dewo ya guys, buat yang penasaran)
Dewo turun kebawah, dan seketika itu menjadi pusat perhatian keluarganya, karena dia hanya datang sendiri.
"Dimana Cassandra?" tanya Sandra.
"Dia sakit, dan dia sedang beristirahat di atas. Aku akan membuatkannya bubur." ucap Dewo dan berlalu pergi ke dapur.
Danial dapat melihat makanan yang di bawanya tadi malam masih penuh dan tak tersentuh sedikitpun.
'Apakah kamu sebegitu bencinya padaku hingga makanan yang aku bawa pun kamu tidak mau menyentuhnya?' batin Danial.
"Nenek, Dhefin mau menemui Mama. Dhefin mau memeriksa keadaan Mama." ucap Dhefin.
"Tidak boleh. Cassandra sedang sakit, Bagaimana jika kamu tertular." ucap Rayna.
"Betul kata ibumu Dhefin." kata Danial.
"Tapi Dhefin ingin menemui Mama." rengek Dhefin.
"Jika kamu tidak bisa di atur ayah akan membawamu pulang." ucap Danial tegas
'Maafkan ayah Dhefin, ayah hanya tidak ingin kamu mengganggu Cassandra, dia sedang sakit, jika kamu menemuinya kamu pasti akan menggangu waktu istirahatnya.' ucap Danial dalam hati.
Dhefin pun hanya bisa terdiam dan menunduk, dia tidak ingin pergi, dia masih ingin tetap tinggal dengan Cassandra.
"Dhefin mengerti Ayah." ucapnya.
"Tenang saja Dhefin, Paman kakek akan menjaga Mama mu dengan sepenuh hati." ucap Dewo. Dan itu berhasil membuat Danial terkejut.
'Apa maksudnya?, apakah Paman menyukai Cassandra?.' batin Danial
"Ya sudah aku pergi dulu, Cassandra pasti sudah lapar." Kata Dewo.
Dewo pergi ke kamar Cassandra, dia menaiki tangga, namun belum beberapa langkah dia pun terhenti.
"Biarkan aku saja yang membawanya." ucap Danial.
"Sudah biar aku saja, dia sedang sakit, jika kamu yang membawanya, dia pasti tidak akan memakannya lagi." ucap Dewo.
Danial marah mendengar perkataan seperti itu dari Dewo. Dia pun pergi ke kamarnya tanpa menyelesaikan sarapannya.
Dewo masuk ke kamar Cassandra, dan dia melihat Cassandra bersiap untuk duduk, dia langsung berlari dan membantunya duduk.
"Sekarang kita makan dulu, biar badanmu terasa lebih baik." ucap Dewo.
"Baiklah, sini aku akan memakannya." ucap Cassandra.
"Tidak, kamu cukup membuka mulutmu saja, aku yang akan menyuapimu." kata Dewo.
"Tapi Paman-"
"Sudahlah, ayo buka mulutmu." ucap Dewo tidak mau di bantah.
Dewo menyuapi Cassandra dengan telaten, dia memperlakukan Cassandra dengan sangat lembut. Danial yang melihat adegan itu menjadi marah, ya Danial dari tadi mengintip Cassandra dan Dewo, dia penasaran dengan apa yang mereka lakukan.
'Kenapa aku merasa ada sesuatu yang menggangguku?, itu hanya Dewo yang sedang menyuapi Cassandra, apa istimewanya?' batin Danial.
Dia pun pergi ke bawah dan langsung pergi ke kantor. Rayna yang melihat Danial pergi pun merengek supaya membawanya ikut.
Kampus Cassandra
Pada saat kelas di mulai, Kevin sudah kebingungan, dia dari tadi menelfon Cassandra, namun tidak di angkat sama sekali. Dia takut Cassandra telat, karena sekarang adalah jam pelajarannya pak Dewo.
"Astaga, kemana kamu Cassandra. Apakah kamu mau mendapatkan nilai rendah, walaupun Pak Dewo memintamu untuk tinggal di rumah sodaranya tapi bukan berarti kamu bisa bolos kelasnya." kata Kevin.
Absen pun dimulai, Kevin sudah keringat dingin memikirkan alasan apa yang akan dia ucapkan jika ditanya oleh Pak Dewo. Kelvin sudah menunggu nama Cassandra di sebut, namun sampai absensi selesai pun nama Cassandra tidak di sebutkan oleh Pak Dewo.
Kevin yang penasaran pun memberanikan diri untuk bertanya pada Pak Dewo.
"Pak, sepertinya anda melewatkan satu nama." ucap Kelvin.
"Benarkah itu?, siapa yang terlewat?" ucap Dewo.
"Cassandra Pak. Cassandra Putri." kata Kevin.
"Oh Cassandra, dia izin." ucap Dewo.
'Apa?, Cassandra izin, kenapa dia tidak memberi tahuku.' ucap Kevin dalam hati.
"Jika saya boleh tau Cassandra izin kenapa ya Pak?" kata Kevin.
"Dia sedang sakit." jawab Dewo.
'Cassandra sakit?, kenapa dia tidak mengabariku, baiklah aku akan menjenguknya nanti.' batin Kevin.
Kelas pun berakhir, Kevin segera pergi ke rumah keluarga Bramantyo. Namun sebelum pergi dia menyempatkan untuk membeli buah leci kesukaan Cassandra dan membelikannya bunga mawar.
Kevin sampai di rumah orang tua Danial, dia menekan bel, dan tidak butuh waktu lama pun Sandra keluar dari rumah.
"Eh Kevin, ada apa sayang." tanya Sandra.
"Siang Tante, saya ingin menjenguk Cassandra." ucap Kevin.
"Oh baiklah, silahkan masuk. Cassandra ada di kamarnya." ucap Sandra ramah.
"Baik Tante, saya temui Cassandra dulu ya." kata Kelvin.
Danial keluar dari kamarnya, dia kembali ke rumah karena barangnya ada yang ketinggalan, dan dia tidak sengaja melihat Kevin masuk ke kamar Cassandra membawa bunga.
"Apa yang akan mereka lakukan?, apakah Kevin pacar Cassandra?. Kenapa dia membawakan Cassandra bunga mawar." ucap Danial.
Danial yang penasaran pun menguping pembicaraan mereka, namun betapa tidak beruntungnya dia, pintu kamar Cassandra tidak tertutup rapat, jadi pada saat dia bersandar pintunya terbuka dengan sendirinya.
"Danial, apa yang kamu lakukan?"
Hai semua, Bagaimana kabarnya?, saya harap kalian tetap sehat walaupun keadaan seperti ini. Jangan lupa vote novel author ya, dan tetap like komen dan follow akun author. See you 👋