My Darling

My Darling
9



🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Sebelum Zhafira berangkat kerja, Zhafira menyempatkan diri untuk mengirim pesan kepada Aisyah dan juga Zhidan, jika dirinya akan melakukan aktivitas di luar rumah. Di sepanjang perjalanan Zhafira menuju ke perusahaan milik sang ibu, Zhafira menyetel lagu-lagu favoritnya di head unit audio, fitur yang sudah pasti ada di dalam mobil, yang terkadang sudah di modifikasi oleh pemilik dengan kualitas yang lebih baik dari bawaan mobil ketika di beli. Termasuk mobil yang dikendarai oleh Zhafira, Zhidan memberikan fasilitas tambahan yang membuat Zhafira merasa nyaman mengendarai mobil nya.


Karena mobil ini selalu menjadi tunggangan Aisyah, Zhafira, dan Zhidan. Karena Aisyah tidak suka jika anak-anaknya membeli, memiliki barang-barang yang tidak memiliki faedahnya, bila masih bisa dipergunakan bersama-sama kenapa harus membeli lebih dari satu, kecuali memang sangat dibutuhkan, mau tidak mau harus ada, maka tidak masalah bagi Aisyah, tapi harus dimanfaatkan dengan seefektif mungkin.


Oleh karena itu, mobil sport yang Zhafira miliki, lebih banyak disewakan daripada Zhafira pakai, karena sangat jarang sekali Zhafira memakainya, kecuali bila para sahabatnya mengajak mereka melakukan pertemuan.


Salah satu alasan kenapa Zhafira juga mendapatkan julukan isterinya paman Gober, karena Zhafira sangat memanfaatkan sesuatu untuk mendapatkan cuan, sehingga cuan - cuan yang dimiliki dan dihasilkan oleh Zhafira lebih banyak daripada para sahabatnya.


Zhafira juga sangat irit dalam pengeluaran hariannya. Karena Zhafira termasuk wanita yang tidak suka berbelanja, apalagi berbelanja hanya menghabiskan uang untuk barang yang kegunaannya tidak terlalu penting.


Contohnya, ketika Zhafira dan para sahabatnya hang out ke salah satu gerai tas ternama di salah satu negara yang menjual tas branded. Zhafira yang speechless dengan harga sebuah tas, mengurungkan niatnya untuk membeli tas yang sejak awal dia sukai. Dan pada akhirnya Zhafira menemukan tas itu dengan motif , corak, yang serupa tapi tidak sama di negara kelahirannya. Tentu saja Zhafira langsung membeli tas tersebut.


Alhasil, di salah satu pertemuan bisnis, Zhafira tanpa sengaja dipertemukan dengan lawan bisnis yang memang selalu mencari gara-gara dengan Zhafira mempermalukan Zhafira di hadapan khalayak ramai para pengusaha - pengusaha, yang mulai dari berbagai kalangan, dan berbagai jenis bisnis yang mereka miliki, bahkan ada banyak investor - investor yang sedang mencari pengusaha - pengusaha perusahaan yang memberikan mereka keuntungan jika berinvestasi.


Zhafira dipermalukan di acara besar itu. Namun dengan santai, Zhafira membuat suara dari dentingan pada gelas, yang membuat para tamu undangan memberikan perhatian ke arah asal suara, kemudian menatap Zhafira dan wanita yang memiliki penyakit hati pada Zhafira secara bergantian, saat wanita itu mencemooh, dan mempermalukan Zhafira dengan memberikan penilaian Zhafira malam hari ini. Terutama tas tangan jenis hand bag yang berukuran sedang, agar bisa muat menyimpan mukena, dan alat-alat makeup serta perlengkapan wanita lainnya.


Wanita itu tersenyum sinis, ketika beberapa sosialita melirik dengan tatapan menghinakan penampilan Zhafira yang tidak mengunakan pakaian branded. Queen yang saat itu juga menghadiri acara itu terlihat sudah mengepalkan tangannya, begitu pula dengan Anggie yang sudah memberikan tatapan menghunus tajam ke arah wanita itu.


Zhafira meminta Anggie, dan Queen segera mundur, agar Zhafira saja yang menghadapi wanita itu. Zhafira bahkan sempat memberikan senyuman kecil yang memperlihatkan dimples di kedua sisi pipi Zhafira, yang membuat senyuman Zhafira menyihir kaum adam yang saat ini sedang mengamati drama di depan mereka.


" maafkan saya karena menganggu waktu dan kenyamanan para tuan dan nyonya yang hadir malam hari ini " ucap Zhafira dengan sedikit menundukkan kepalanya.


" baiklah "


" mungkin beberapa orang ingin tahu berapa sih harga dari setiap outfit yang saya pakai malam hari ini " ucap Zhafira , setelah itu Zhafira menjelaskan setiap rincian harga, tahun berapa dia beli, dan siapa desainer pakaian, hijab, tas, bros, dan sepatu yang Zhafira kenakan malam hari itu.


Hal itu membuat semua orang terkesima mendengarkan ucapan Zhafira, karena ternyata Zhafira mengunakan brand buatan lokal, dengan hasil yang memukau, bukan brand ternama, namun cukup unik, yang memberikan kesan yang sesuai diinginkan Zhafira , yang menginginkan penampilan Zhafira sederhana namun terlihat anggun dan mempesona.


" untuk informasi lebih lanjut "


" bagi para investor yang ingin bergabung dan mempercayakan dana anda kepada perusahaan saya "


" silahkan hubungi sekretaris saya "


" wanita cantik yang memakai pakaian berwarna hitam di sana " ucap Zhafira menunjuk dengan sopan ke arah Diana yang segera menundukkan kepalanya.


" dan untuk pertanyaan anda, nona "


" tentang kenapa sih saya yang tidak memakai serba branded seperti brand yang anda pakai, atau brand- brand terkenal lainnya , menurut anda ? " ucap Zhafira


" baik "


" branded "


" kata branded itu sendiri, jika tolak ukurnya anda, merupakan barang - barang mewah dari desainer ternama yang sudah berkecimpung di dunia mode dan fashion sudah cukup ternama "


" maka, tolak ukur saya adalah barang branded yang berasal dari barang- barang berkualitas yang dibuat oleh desainer baru di kancah dunia mode dan fashion karena itu adalah kesukaan saya, value saya, dan passion saya "


" so "


" tidak akan ada kata akhir sebelum dimulai dari kata awal "


" tidak pernah akan ada profesional jika tidak diawali dengan amatir"


" sebuah proses, itu poin penting nya "


" oleh karena itu saya membawa value yang saya sukai dan tentu nya dengan style yang menjadi khas saya sehingga membuat saya ingin melahirkan desainer - desainer baru yang mampu meraih puncak nya sendiri di dunia mode " ucap Zhafira


" Ok, kita lanjutkan "


" baik "


" kita mulai dari kata mode itu sendiri "


" anda tahu tidak arti kata mode ? " ucap Zhafira, yang membuat wanita itu menahan marah


" menurut yang saya ketahui, jika mode itu memiliki arti , yaitu ragam, cara, bentuk, yang terbaru pada suatu waktu "


" maka dari itu , dunia mode itu sendiri tidak memiliki jangka waktu yang lama, karena permintaan dari customer yang beragam, yang sulit diprediksi "


" oleh karena itu, yang dibutuhkan disini adalah tangan - tangan terampil dari para desainer yang memiliki jiwa kreatif, inovatif "


" dan tentu nya seorang desainer harus memiliki style dalam fashion yang akan dia usung "


" oleh karena itu, insyaallah saya yakin dengan para desainer di perusahaan saya akan memberikan banyak keuntungan bagi saya dan perusahaan "


" karena produk-produk yang sudah dan akan kami launching selalu berhasil memberikan kepuasan kepada pelanggan, Alhamdulillah " ucap Zhafira dengan bangga, namun bukan jumawa


" dan soal kualitas, yang anda pertanyakan tadi "


" kualitas adalah standar yang ditetapkan oleh orang itu sendiri "


" itu menurut saya "


" jadi, untuk price dari barang yang kita beli itu tergantung kita yang mengukur harga yang pantas yang kita berikan atas kreatifitas sang desainer selain dari kualitas bahan tentunya "


" dan saya selaku CEO dari produk yang saya pakai malam hari ini sangat yakin jika cukup memukau " ucap Zhafira dengan anggun sembari bersikap layaknya model ternama dengan gerakan yang terlihat anggun dan elegan secara bersamaan, dan hal itu tentu saja membuat para tamu undangan memberikan applause atau bertepuk tangan meriah.


Jika Zhafira berhasil tampil memukau dengan kata-kata dan gayanya malam hari ini, membuat Queen tidak bisa berkata apa-apa sangking terpukau dengan kalimat yang dilontarkan oleh Zhafira, begitu pula dengan Anggie yang hanya tersenyum tipis. Zhafira terkadang membuat dia kagum dengan cara dia membalas lawan, tanpa harus adu otot.


Akan tetapi sejak saat itu pula, untuk OOTD yang dikenakan oleh Zhafira harus melewati penilaian stylish style, yang menurut Zhafira tidak perlu dan tidak penting, tapi ada beberapa sebagian orang-orang itu sangat penting. Sehingga terkadang sesekali Zhafira harus pasrah ketika Anggie dalam mode on seperti itu.


Kembali ke waktu sekarang, dimana kendaraan roda empat yang Zhafira kendarai telah sampai di tujuan nya, mobil Zhafira parkir di depan Lobby perusahaan nya, dimana Zhafira di sambut oleh beberapa pegawai nya, dan sekretaris utama Zhafira di perusahaan Aisyah.


Zeta Diamond Corp, adalah perusahaan utama milik Aisyah yang sudah memiliki cabang usaha di beberapa bidang bisnis, dan beberapa cabang.


Zhafira menyerahkan kunci mobilnya dengan sopan kepada salah seorang sopir perusahaan, hal remeh namun sangat berkesan bagi orang yang merasa kedudukan nya berada lebih rendah dari Zhafira


" jangan diulangi lagi "


" hormati lah orang yang lebih tua, "


" jangan lagi bersikap seperti itu, karena tidak sepantas saya mendapatkan tanda hormat sebesar itu, sedangkan usia saya jauh lebih muda dari abang "


" saya sangat tidak pantas mendapatkan kehormatan sebesar itu "


" dan tidak sepatutnya abang bersikap seperti itu, karena hanya akan membuat saya mendapatkan dosa karena berbuat dzalim pada Abang " ucap Zhafira sedikit memperingatkan sopir perusahaan yang mungkin baru saja diterima oleh perusahaan Aisyah, namun seperti biasanya Zhafira berbicara dengan kalimat santun.


" b a- baik, nona " ucap seorang sopir itu dengan menundukkan kepalanya


" tundukkan lah kepala kita kepada orang tua, orang yang lebih tua, orang yang kita hormati, dan yang paling utama tundukkan kepala kepada Allah pemilik alam semesta "


" maafkan saya, bang "


" saya mengingatkan abang, karena saya tidak suka diperlakukan dengan berlebihan "


" dan terimakasih " ucap Zhafira lagi dengan menundukkan pandangannya, serta menangkupkan kedua telapak tangannya.


Tidak berselang lama kedatangan Zhafira di lobby perusahaan Aisyah, Anggie tiba yang diikuti oleh asisten pribadi, untuk sekretaris utama Anggie sudah sejak tadi bergabung dengan sekretaris Zhafira.


Jika Zhafira cenderung bersikap ramah, maka Anggie cenderung bersikap sebaliknya, hanya Zhafira saja yang terlihat di manik matanya. Zhafira seperti pusat dunia Anggie, dan itu tidak bisa di ganggu gugat, bahkan Zhidan harus terpaksa mengalah jika Anggie berada di sekitar Zhafira, karena Anggie akan bersikap memonopoli Zhafira.


Namun tidak jarang mereka akhirnya memperebutkan hal yang tidak penting. yang pada akhirnya Zhafira hanya bisa pasrah mendamaikan mereka berdua, atau terkadang Zhafira memilih meninggalkan mereka yang berkonflik.


Zhafira berjalan dengan anggun, begitu pula dengan Anggie yang berjalan secara berdampingan yang diikuti oleh asisten pribadi Zhafira dan Anggie, serta sekretaris utama Zhafira dan Anggie. Sesekali asisten pribadi Zhafira menatap tajam wajah asisten pribadi Anggie.


Jika kedua boss mereka berdua berteman baik, bersahabat baik, tidak dengan kedua asisten pribadi Zhafira dan Anggie yang sedang terlibat permusuhan. Walaupun mereka berdua terlibat permusuhan, mereka berdua bersikap profesional selama bekerja, demi masa depan masing-masing.


Anggie termasuk tipe bossy dimana sikap nya yang lebih menunjukkan kekuasaan dan posisi nya sebagai atasan , sedangkan Zhafira termasuk tipe leader atau pemimpin dimana Zhafira lebih suka menggunakan kemampuannya untuk meng-influence orang lain.


Akan tetapi untuk tipe kepemimpinan yang mereka lakukan sama, yaitu tipe kepemimpinan afiliasi, bedanya adalah jika Zhafira lebih sering mengemukakan pendapatnya terlebih dahulu lalu mendengarkan pendapat karyawannya. Maka Anggie lebih sering mendengarkan pendapat karyawannya terlebih dahulu baru kemudian mengambil keputusan.


Zhafira masuk ke dalam ruangan nya, begitu pula dengan Anggie yang masuk ke dalam ruangan nya. Agak aneh memang namun lebih tepatnya sangat aneh jika Anggie yang notabenenya bukan dari kalangan biasa, akan tetapi putri dari seorang pengusaha terkenal akan kekayaan nya yang bahkan melebihi keluarga Lesham dan setara keluarga Morris, ayah dari Cleo.


Namun karena rasa sayang dan cinta nya sang Daddy membiarkan sang anak bekerja dengan Zhafira dengan alasan jika Anggie merasa aman dan nyaman jika berada di sisi Zhafira. Karena hal itulah tuan Clarke membiarkan Anggie tinggal satu kantor dengan Zhafira.


Akan tetapi Anggie jauh lebih bertanggung jawab ketika apa yang diinginkan nya di penuhi oleh kedua orang tua. Kinerja Anggie juga semakin membaik. Anggie masih selalu memantau, bahkan tinggal di ruangan pribadinya di perusahaan sang ayah jika ada urusan- urusan yang memang harus diselesaikan di perusahaan tuan Clarke.


Bila sudah lebih senggang, maka Anggie lebih memilih bekerja di kantor Zhafira, karena bisa memiliki waktu lebih lama bersama Zhafira daripada dia harus berada di perusahaan tuan Clarke. Setidaknya bagi Anggie, Zhafira berada di dekatnya, walaupun tidak bisa bersama dalam beberapa waktu karena kesibukan masing-masing.


Tanpa diketahui oleh orang lain, hanya orang-orang tertentu saja, yang hanya terdekatnya saja mengetahui jika Anggie memiliki phobia, yaitu Thantophobia. Salah satu jenis phobia yang memiliki rasa takut yang berlebihan akan kehilangan orang yang dia cintai.


Anggie sangat ketakutan jika sampai Zhafira meninggalkan dirinya, atau sampai Zhafira meninggalkan dirinya karena kematian. Hal ini karena trauma masa lalu yang membuat Anggie tidak lagi bisa menahan rasa takut akan kehilangan. Bahkan beberapa kali Zhafira harus menerima video call dari Anggie untuk memastikan jika Zhafira baik-baik saja.


Kondisi Anggie sudah semakin baik dari sebelumnya, setelah Anggie melakukan konseling seperti yang dulu pernah Zhafira lakukan, namun belum hilang, karena hal itu membutuhkan waktu dan kemauan yang kuat. Namun ternyata Anggie tidak sekuat itu, tapi setidaknya sedikit lebih baik saja.


Inilah yang membuat Aisyah memaklumi jika Anggie suka berlebihan sikap over protective terhadap Zhafira, karena Zhidan juga melakukan hal yang sama seperti Anggie, yang justru Aisyah merasa kasihan dengan putri tercintanya yang harus berada di zona itu, semoga saja Zhafira selalu sabar dengan sikap kedua orang ini.


Untuk para sahabat Zhafira lainnya juga sudah mengetahui hal ini, itulah kenapa ketika Anggie selalu berada di sekitar Zhafira mereka hanya diam saja, atau memilih untuk mencari pasangan satu kamar dengan yang lainnya, daripada yah seperti itu. Namun beberapa tahun belakangan, Anggie sudah mampu menerima untuk tidak selalu bersama Zhafira, tapi setidak dia bisa memantau dimana pun posisi Zhafira.


Sangking takutnya Anggie kehilangan Zhafira, dia bahkan berkeinginan untuk memasang CCTV di kamar Zhafira, yang membuat Zhidan harus bersitegang dengan Anggie, karena hal itu sudah sangat menganggu privasi Zhafira.


Aisyah juga berpikiran hal yang sama, apalagi jika nanti Zhafira menikah, akan menjadi hal besar, dan Aisyah tidak menginginkan hal itu, dan bersyukur nya Anggie menerima apa yang dikatakan oleh Aisyah dan Zhafira jika hal itu terlalu berlebihan.


Toh Anggie bebas keluar masuk ke kamar Zhafira kapan pun, selama Zhafira masih single, itu pesan dari Aisyah kepada Anggie, yang artinya selama Zhafira memilih tetap single, Anggie akan aman selalu berada di sekitar Zhafira.


Sesampai Zhafira di ruangan kerjanya, Zhafira


sudah disuguhkan berbagai file dokumen- dokumen yang menumpuk di meja kerja nya.


Sekretaris utama Zhafira menjelaskan schedule yang harus dilakukan Zhafira pada hari ini, sedangkan sekretaris pribadi Zhafira yang lainnya menyiapkan beberapa file penting untuk dibawa Zhafira melakukan monitoring dan evaluasi.


" mari, kita selesaikan hari ini "


" mohon bantuannya " ucap Zhafira dengan mantap menatap para sekretaris pribadi nya. Diana hanya bisa tertawa hambar, sedangkan Kedua rekan satu profesi dengan Diana hanya membalas ucapan Zhafira dengan seutas senyuman saja, karena tidak tahu apakah bisa diselesaikan pada hari ini atau tidak, sebelum mereka kembali ke meja kerjanya masing-masing.


" nona "


" sudah waktunya kita untuk berangkat " ucap Diana, sekretaris utama yang akan menemani Zhafira bekerja baik di indoor maupun di outdoor perusahaan utama. Sedangkan asisten pribadi Zhafira akan tetap berada di perusahaan, sebagai perpanjangan tangan sementara ketika Zhafira berada di luar, namun terkadang jika Diana tidak bisa mendampingi Zhafira, maka Zhafira mengajak salah satu asisten pribadi Zhafira, tergantung tempat dan kondisi.


Jika itu pertemuan bisnis dengan beberapa pria, maka Jamal yang akan di ajak serta oleh Zhafira karena Zhafira sudah pasti akan tidak terlalu intens percakapannya jika lawan bicaranya berjenis kelamin laki-laki, hanya sekedar profesional kerja saja. Padahal saat melakukan pertemuan, terkadang lebih sering para kolega akan berbincang dengan tema random setelah mereka sudah selesai atau awal pertemuan sebagai tanda menjaga attitude.


" What's ! "


" masya Allah "


" baiklah " ucap Zhafira yang terkejut, ekspresi wajah Zhafira yang terkejut membuat sekretaris pribadi nya menertawakan Zhafira yang nampak begitu mengemaskan. Sedangkan Zhafira segera menghubungi Anggie melalui interkom.


*


*


*


*


*


*


*


🌺🌺