
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Anggie tidak mempermasalahkan hal tersebut asalkan mereka (keluarga besar Abrisham ) dan Kenzie khususnya menjanjikan Zhafira akan hidup bahagia, menjanjikan jika hanya Zhafira yang akan menjadi satu-satunya istri bagi Kenzie. Untuk lainnya Anggie tidak peduli, asalkan semua demi kenyamanan dan kebahagiaan Zhafira itu poin utama yang harus dipenuhi oleh keluarga Abrisham dan Kenzie khususnya.
Malam semakin larut membuat semua orang mengistirahatkan tubuh mereka yang sudah kelelahan beraktivitas sepanjang hari. Termasuk Mr P dan para bodyguard lainnya. Namun istirahat yang mereka dilakukan secara bergantian secara berkala antara satu dengan lainnya agar bisa mengawasi keadaan di sekitar walaupun terdapat CCTV-nya, tetap saja perlu dilakukan kontrol secara berkala berkeliling di sekitar area kawasan villa, memastikan keamanan terjaga dengan baik, tidak ada dicurigai akan ada orang-orang yang berniat buruk ataupun berbuat buruk.
Sepanjang malam berjalan dengan baik. Udara dingin yang sangat menusuk menembus kulit kian terasa semakin menyiksa membuat beberapa orang yang terjaga memilih untuk menyeduh kopi hangat.
Aroma wangi menusuk di indera penciuman mereka. Dan membuat perut mereka meronta-ronta ingin meminta di isi. Namun darimana aroma ini, sedangkan hari masih pukul tiga malam. Seketika bulu kuduk mereka bergidik, akankah banyolan " bang, satenya lima tusuk " benar-benar terjadi malam ini dan mereka alami juga.
" Assalamualaikum "
" Bang " ucap Zhafira dengan lembut membuat beberapa bodyguard menolehkan kepalanya ke asal suara
Ali yang sudah hafal betul suara Zhafira tersenyum sangat manis, menikmati wajah cantik Zhafira. Tanpa memperdulikan jika Yoyok sedari tadi menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku Ali yang sudah terlalu bucin pada Zhafira.
" Silahkan di nikmati "
" Teman kopi "
" Kasihan kopi nya nggak ada temennya " Zhafira berkata dengan disertai gelak tawa kecil yang diikuti oleh beberapa orang
" Terimakasih, nona " ucap bodyguard yang hampir secara bersamaan
" Belum tidur, nona " tanya salah satu orang bodyguard
" Sudah dong, bang "
" Yah "
" Terbangun saja " ucap Zhafira dengan ramah
" Permisi, bang "
" Zhaza masuk lagi ke dalam " ucap Zhafira dengan santun. Karena dia akan membangunkan Fauziah agar bisa beribadah bersama-sama sembari mentahsinkan beberapa bacaan sebelum qobliyah subuh
Sebelum melakukan hal lain, Zhafira membangunkan Zhidan untuk ikut beribadah sunnah sendiri atau bersama, dan di jawab Zhidan dengan meminta waktu untuk dia membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Kemudian Zhidan bergegas datang ke villa utama dengan mengenakan kopiah dan sarung, yang ternyata Ali juga telah bersiap-siap untuk ikut bergabung. Sedangkan Yoyok hanya melihat saja, nanti saja lah pikir Yoyok lagipula hanya sunnah bukannya wajib seperti subuh.
Saat subuh saja, dia akan ikut bergabung. Sedangkan beberapa orang yang beragama sama terlalu malas untuk melaksanakan ibadah. Karena amalan itu hak masing-masing orang untuk patuh atau tidaknya toh semua akan di perhitungkan di hari perhitungan, sehingga tidak masalah. Hanya saja, tugas kita mengingatkan orang yang kita sayangi agar bisa bersama-sama menikmati indahnya janji Allah ketika kita mentaati apa yang Dia perintahkan karena janjiNya itu pasti.
Ah, bahagia sekali perasaan Ali ketika memiliki kesempatan untuk terus berada di dekat Zhafira. Selain bisa memperbaiki keimanannya, Ali pun bisa merasakan perasaan yang berbunga-bunga hanya melihat wajah cantik Zhafira yang sedekat ini. Menikmati alunan bacaan ayat-ayat suci yang di baca oleh Zhafira dan lainnya secara bergantian termasuk Ali yang juga berusaha memperbaiki bacaannya dengan baik sesuai dengan hukum tajwid dan Tartil Al-Qur'an dengan baik agar sesuai dengan makna dari setiap katanya.
Bagi Zhafira, Fauziah, dan Zhidan melakukan tadarus satu juz dalam satu jam sudah biasa mereka lakukan. Namun tidak
bagi Ali yang masih tergolong baru.
Sehingga Ali hanya mengikuti ketika mereka bertiga tadarus saja dengan hanya menyimak saja. Setelah itu, Ali meninggalkan mereka bertiga yang masih melanjutkan mentahsinkan bacaan, yang kemudian murojaah surah yang akan mereka setorkan. Jika Fauziah akan menyetor surah pada Abi atau umi nya, maka Zhafira dan Zhidan saling menguji satu sama lain.
Kegiatan dilanjutkan sampai mereka menyelesaikan subuh. Setelah itu, Zhidan kembali lagi ke dalam villa yang dia tempati bersama para pria lain yang ternyata Aditya mengajak beberapa sahabatnya. Zhafira dan Fauziah yang terbiasa mandiri, mereka memasak menu sarapan pagi untuk para temannya dan para tamu lainnya yang ternyata lumayan banyak, itu diketahui setelah Ali mengatakan jumlah seluruh pria yang ada.
Rasanya ingin berteriak heran, karena baru kali ini pertemuan para ladies diikuti pria. Namun apalah daya, toh Zhafira pun mengajak adik laki-lakinya sehingga Zhafira tidak mau memperdebatkan tamu yang lainnya.
Mereka berdua mulai memasak menu sarapan pagi. Dengan berbagai menu, yang untungnya di dalam villa utama telah tersedia bahan masakan yang lengkap sehingga mereka tidak pusing memikirkan apa saja yang perlu mereka sajikan nantinya.
Kenzie yang kelelahan hampir saja melewati ibadah wajib dua rakaat jika Kim tidak memperingati nya. Kenzie sengaja menunggu Zhidan keluar dari kamar untuk bisa sarapan pagi bersama sebagai bentuk perkenalkan dengan satu-satunya saudara Zhafira.
Tanpa ada rasa curiga sama sekali, Zhidan mengajak Kenzie dan Kim untuk ikut bersamanya ke villa utama yang pasti sang kakak telah menyiapkan menu sarapan pagi yang ternyata benar. Bahkan Ali dan Yoyok sudah berada di sana dengan beberapa bodyguard yang terjaga.
Di dalam batinnya Kenzie banyak sekali kalimat umpatan ketika melihat banyak orang yang menikmati sarapan pagi selain dirinya dan Kim. Padahal pagi hari ini Kenzie merencanakan sesuatu yang sudah pasti bertujuan untuk melakukan pendekatan pada Zhidan.
Zhafira yang sama sekali tidak peduli dengan para pria yang ikut bergabung karena Zhafira selalu menundukkan pandangan sama seperti Fauziah. Walaupun mereka berdua perempuan di sini, mereka berdua jugalah yang mempersiapkan sarapan dan menjamu para pria untuk sarapan pagi.
Zhafira dan Zhidan memilih untuk berada di area lain, dan bukan di meja makan, begitu pula dengan Fauziah yang mengikuti mereka berdua. Namun posisi mereka masih bisa dilihat oleh orang yang saat ini duduk di meja makan. Ali yang tanpa malu ikut bergabung diantara mereka bertiga. Tidak seperti di atas meja makan dimana orang yang duduk di sana makan hening sesuai dengan table manner pada umumnya.
Sedangkan di sudut lain, empat orang ini sarapan dengan gaya khasnya +62, sarapan sembari menceritakan sesuatu yang menyenangkan, sehingga suasana nampak begitu hangat yang terkadang terdengar suara tawa yang renyah membuat orang yang sarapan di meja makan mencuri-curi dengar apa yang mereka bicarakan sehingga membuat mereka begitu bahagia.
Jika tidak tahu malu, mungkin mereka memilih untuk ikut bergabung dengan keempat orang tersebut. Termasuk Kenzie yang tanpa sadar menyunggingkan senyuman ketika Zhafira yang bercerita tentang hal yang lucu. Sedangkan pria lainnya tanpa berkedip mata menatap wajah ayu Fauziah yang tertawa renyah akan apa yang Zhafira ceritakan pada mereka.
Mereka telah menyelesaikan sarapan pagi nya yang terbilang sangat pagi bagi orang yang terbiasa sarapan di atas pukul tujuh. Namun hal biasa bagi Zhafira, Zhidan dan Fauziah. Makanya ketika ada beberapa orang ikut sarapan bersama mereka. Mereka berfikir jika orang-orang ini sama seperti mereka. Padahal, ada udang di balik bakwan akan tingkah yang tidak biasa bagi mereka.
Beberapa koki dan pelayan villa terkejut ketika mereka datang sudah ada aktivitas, namun Zhafira mengatakan jika si empunya villa dan beberapa orang belum menikmati sarapan pagi sehingga Zhafira meminta mereka untuk menata kembali meja makan dan berbenah. Maklum, Zhafira tidak ingin mereka merasa sungkan, atau parahnya mereka akan kena imbas karena Zhafira telah memasak makanan padahal Zhafira dan Fauziah tamu di villa ini.
Sang koki bertekad mulai besok akan datang lebih pagi lagi dari hari ini jika tidak ingin kehilangan mata pencariannya, karena Cleo tidak selunak Zhafira dan Fauziah dalam hal kinerja pegawainya.
Zhidan di larang untuk ikut, karena ini me time nya gadis-gadis, begitu pula dengan Mr P, Ali dan Yoyok. Zhafira melarang keras mereka mengikuti mereka berdua, lagipula mereka berdua hanya akan berkeliling di sekitar area kawasan villa yang pastinya sangat luas.
Namun mereka tidak puas, dengan mengunakan sepeda listrik yang tersedia, mereka menuruni jalan menanjak itu melewati hamparan kebun yang memanjakan mata akan indahnya ciptaan Allah SWT. Ah, nikmatnya ucap Fauziah sembari merentangkan kedua tangannya dan menutup kedua bola matanya meresapi tiupan angin yang membelai wajah ayu Fauziah. Fauziah menyunggingkan senyuman yang memperlihatkan dimples di satu sisi.
Sedangkan Zhafira yang sebenarnya memiliki karakteristik yang periang, berlari-lari kesana kemari sembari bergaya sembari bersenandung riang. Zhafira memetik bunga yang dia persembahkan kepada Fauziah dengan tersipu malu - malu Fauziah mengucapkan kalimat terimakasih, sedangkan Zhafira yang berlagak seperti seorang pria mengangkat dagu Fauziah yang kemudian mereka berdua tertawa renyah akan tingkah laku mereka yang seperti sepasang kekasih.
Tanpa mereka sadari jika sudah ada dua pria yang memperhatikan mereka sejak awal. Kedua pria tersebut berusaha menahan tawa mereka agar mereka tetap tidak terdeteksi jika sedang mengawasi mereka berdua.
Dan satu lagi pada dasarnya , ada salah satu karakter asli Zhafira yang jarang sekali dia perlihatkan yaitu sikap usilnya yang luar biasa jahil. Seperti saat ini, setelah melakukan adegan romantis bersama sahabatnya Zhafira memiliki ide yang luar biasa jahil. Terlihat satu ulat daun yang terlihat tidak jauh dari posisinya, lalu Zhafira memetik daun yang ada ulat daun tersebut. Kemudian Zhafira dengan senyuman mengatakan " look at this, Zia " yang secara otomatis Fauziah mengikuti arah pandang Zhafira.
Fauziah termasuk tipe gadis yang geli dengan hewan satu ini segera berteriak dan berlari cukup kencang menjauhi Zhafira. Zhafira tertawa lagi dengan sangat puas, namun tidak berlangsung lama karena Fauziah sudah bersiap-siap untuk menghukum Zhafira atas perbuatannya. Zhafira tentu saja segera menghindari Fauziah.
Zhafira segera keluar dari area kebun , berlari ke arah jalan yang ternyata jalanan tersebut menurun. Sehingga Zhafira berlari mengikuti alurnya, sedangkan Fauziah yang tadi ingat dengan sepeda listrik segera menunggangi nya lalu mengejar Zhafira yang sudah lebih dulu turun dari jalanan menurun.
Sialnya posisi jalanan yang menurun terlalu terjal membuat tubuh kecil Zhafira seakan-akan terhempas angin, yang membuat langkahnya semakin kencang nya. Dan sial, Zhafira yang sangat terkenal dengan perilaku ceroboh nya tentu saja tidak memprediksi hal seperti ini sehingga tubuh Zhafira terjatuh berguling-guling di jalanan tersebut, yang tentu saja membuat Fauzia yang berada di atas sepeda listrik panik melihat kondisi Zhafira yang sudah mengelinding seperti trenggiling.
Fauziah mempercepat laju kecepatan sepeda listrik tersebut yang membuat Fauziah hampir saja ikut terjatuh juga sama seperti Zhafira. Hm, Zhafira gitu loh, dalam keadaan seperti ini setelah tubuhnya berguling-guling di atas dinginnya aspal, Zhafira mengakhiri aksinya dengan melakukan front tuck atau yang lebih dikenal dengan gerakan jungkir balik ke arah depan secara berlanjut, dan di akhiri gerakan jungkir balik yang sempurna.
Tanpa ekspresi Zhafira malah meregangkan otot-otot tubuhnya yang terasa sedikit sakit, dan melakukan sedikit pemanasan tanpa sadar tuh ada sahabat yang sudah mengkhawatirkan kondisi dirinya. Zhafira dengan santainya mengajak Fauziah duel setelah memberikan pukulan yang hampir mengenai wajah Fauziah
" Oh "
" Not bad " dengan santainya Zhafira mengucapkan kata yang membuat Fauziah membelalakkan kedua bola mata cantiknya. Zhafira sedang menguji respon Fauziah jika dihadapkan tindakan impulsif dari lawan.
Tingkah laku Zhafira yang terkadang out of the box membuat Fauziah tidak perlu lagi mengkhawatirkan kondisi Zhafira apalagi Zhafira sampai menghadiahkan sebuah pukulan padanya. Dengan pasti Fauziah dengan gerakan memutar memberikan Zhafira sebuah tendangan yang juga hampir mencelakai Zhafira
" Easy, girl " ucap Fauziah dengan sarkas ketika Zhafira berhasil memasang kuda-kuda. Jika tadi mereka masih nampak bermain-main, kali ini mereka sedikit serius. Memang ini cara mereka menguji kemampuan tarung mereka dalam sparing terbuka diantara mereka saja. Bukan dalam tingkat yang profesional dalam olahraga.
Mereka memang dibekali ilmu beladiri sejak sedari kecil dikarenakan kehidupan mereka yang sudah terbiasa penuh drama keluarga sehingga orang tua mereka berharap anak gadisnya bisa melindungi dirinya sendiri dalam keadaan mendesak. Oleh karena itu, ke tujuh gadis cantik ini memiliki bekal ilmu beladiri yang cukup baik.
Teknik pertahanan diri Fauziah semakin membaik, begitu pula dengan teknik menyerang Zhafira. Walaupun begitu masih terlihat perbedaan level diantara keduanya. Tetap saja Zhafira terbaik dalam ilmu beladiri setelah Anggie yang notabenenya memiliki empati yang sangat tipis terhadap lawannya.
Oleh karena itu segala teknik bertarung dikuasai oleh Anggie, sedangkan Zhafira menyimpan emosinya dalam pertarungan karena sikap welas asih pada lawannya. Itulah mengapa teknik menyerang Zhafira sedikit di bawah kemampuan Anggie.
Keduanya sudah terlalu lelah untuk melanjutkan sparing yang spontan ini, deru nafas mereka sudah semakin terdengar saling memburu. Zhafira menjatuhkan tubuhnya di atas rerumputan yang diikuti oleh Fauziah. Jangan ditanyakan bagaimana penampilan mereka karena penampilan mereka saat ini sudah berantakan.
Butuh waktu untuk mereka menetralisir nafas agar kembali teratur, dan detak jantung mereka kembali normal. Zhafira meminta air mineral milik Fauziah dikarenakan botol air mineral miliknya telah menghilang entah kemana
" Ambil sendiri di dalam box sepeda kok " ucap Fauziah yang malas untuk beranjak dari tidurnya
Dengan malas-malasan Zhafira berusaha bangkit menuju sepeda listrik
" ini " ucap Fauzia sambil menyerahkan botol air minum mineral berukuran sedang di hadapan Zhafira. Fauzia segera membuka segel air mineral miliknya juga dan segera menghabiskan air itu hingga separuh karena separuh nya lagi akan dia berikan kepada Fauziah.
Dengan malas Fauziah berusaha untuk bangkit dari posisi sebelumnya. Lalu menghabiskan air mineral hingga tandas tidak tersisa.
" Pulang, yuk "
" Gerah, butuh berendam di air " ucap Fauziah yang mendapatkan anggukan kepala dari Zhafira yang juga merasakan hal yang sama seperti sahabat nya.
Dengan gontai mereka berdua berjalan menuju sisi jalan dimana sepeda listrik yang mereka gunakan tadi berada.
Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Barang yang menjadi andalan mereka untuk bisa segera tiba di villa Cleo seketika mati kehabisan daya listriknya.
*
*
*
*
*
*
*
🌺🌺