
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Ibrahim mengenang kembali di saat dia mendapatkan informasi dari Daniel yang diberitakan oleh Kim . Untuk disampaikan kepada Ibrahim mengenai sesuatu hal yang tentu saja membuat Ibrahim sangat terkejut, sekaligus bahagia dengan berita yang berisikan informasi yang menggembirakan dimana Kenzie memerintahkan Kim untuk mulai mencari informasi mengenai seorang perempuan di mulai dari asal usulnya hingga latar belakang kehidupannya sehingga Kenzie dapat mengetahui secara keseluruhan kisah kehidupan seorang perempuan bernama Zhafira.
Dan yang lebih mencengangkan lagi, ternyata perempuan yang saat ini sedang menjadi target sang putra adalah putri tunggal dari Adhitama yang memiliki dua nama keluarga besar sebagai identitas nya. Dimana Zhafira adalah bagian keluarga besar Lesham, dan memiliki nama besar Bhalendra yang tidak diragukan lagi.
Untuk pertama kalinya Ibrahim merasa bangga dengan Kenzie dalam memilih pasangan hidup. Bukan menilai dari kekayaan yang melekat pada figur Zhafira. Akan tetapi dari agamanya, walaupun Zhafira memenuhi di setiap kriteria tersebut.
Seperti yang tertulis di dalam HR Al Bukhari, 7/7 dimana diriwayatkan dari Abi Hurairah, dimana Rosullullah bersabda:
" Perempuan dinikahi karena empat perkara, yaitu harta, kemuliaan nasab, kecantikan, dan agamanya, pilihlah wanita yang taat kepada agamanya, maka kamu akan berbahagia (beruntung).
Ibrahim lebih menyukai jika anak menantu yang dipilih putra-putranya memiliki nilai agama yang tinggi, dan dengan nasab yang baik. Karena untuk harta , kekayaan Ibrahim sudah merasa cukup lah keluarga dia memenuhi hal itu, sehingga untuk urusan itu tidak harus dari golongan alim ulama, maupun golongan yang memiliki privilege atau strata sosial yang tinggi, tidak mesti seperti itu. Sedangkan untuk kecantikan, walaupun tidak bisa dipungkiri jika outer beauty dibutuhkan sebagai penunjang dalam circle kehidupan mereka, akan tetapi inner beauty lah yang dibutuhkan untuk keseharian kehidupan.
Sehingga sangat wajar jika Ibrahim sangat berbangga hati, akhirnya Kenzie bisa memilih perempuan terbaik bukan hanya versi dirinya pribadi, namun menurut apa yang di pernah disabdakan oleh Rasulullah SAW, yang tentu saja memiliki nilai sesuai dengan syariat .
Bahkan Keinginan Ibrahim soal memilih anak menantu yang nantinya akan menjadi penerus keturunannya, sesuai dengan yang disukai oleh Allah SWT dalam memilih kriteria atau sifat pertama dari seorang perempuan yang baik untuk dinikahi, yaitu baik akhlaknya, taat ibadahnya, dan menutup auratnya.
Begitu pula dengan Amanda yang sudah terpikat dengan pesona Zhafira. Amanda mencoba mengingat-ingat kembali dimana dia pernah bertemu dengan Zhafira. Karena wajah cantiknya Zhafira sangat familiar dalam ingatan Amanda yang yah mudah lupa itu. Namun, semakin diingat, dirinya semakin lupa, seakan-akan memory dalam otaknya hilang timbul. Ketika dia ingin mengatakan kenal, tapi dimana. Berkata tidak kenal, wajah cantiknya Zhafira tampak tidak asing.
Tapi ah, lupakan saja, poin paling penting Amanda sangat bahagia malam hari ini, walaupun dengan gemuruh di dadanya berharap Kenzie mengatakan hal yang diinginkan dan diharapkan Amanda selama ini terpenuhi. Namun pertanyaan Ibrahim kepada sang putra membuat tubuh Amanda seketika menegang kaku, terkejut sekali.
" Apakah kamu menikahi dia karena obsesi kamu saja terhadap dirinya yang tidak seperti biasanya perempuan perlakukan kamu, atau juga karena dia berbeda dari perempuan-perempuan yang tergila-gila padamu "
" Ataukah karena kamu benar-benar ingin menikahi dia karena rasa cinta yang tumbuh begitu saja " ucap Ibrahim dengan tajam
" Tidak perlu menjawabnya malam hari ini "
" Kamu sudah pasti kelelahan "
" Beristirahat lah "
" Namun, renungkan kembali apa jawaban yang akan kamu berikan, sebelum Daddy datang melamar dia untuk kamu, putraku " ucap Ibrahim. Kemudian Ibrahim memejamkan kedua matanya
" Jangan menikahi dia karena obsesi "
" Jika memang keputusan kamu tetap ingin menikahi dia karena rasa cinta yang tumbuh di hati kamu, maka Daddy dan Mommy pasti akan meminta dia kepada kedua orang tuanya dan keluarga besar Lesham, dan keluarga besar Bhalendera "
" Akan tetapi jika tidak, jauhilah dia "
" Dia sangat layak bersanding dengan pria yang lebih baik akhlaknya, ibadahnya, dan mencintainya dengan tulus "
" Jika memang tekad kamu bulat, maka datanglah, dan temuilah kembali Daddy dan Mommy dalam keadaan kamu yang sudah memantapkan hati dan pikiran kamu untuk menikahi dia "
" perlu kamu ketahui, Zie "
" Sesungguhnya, jika keputusan yang akan kamu ambil adalah tetap memilih dia menjadi istri kamu, maka ada yang harus kamu pertimbangan, yaitu hubungan silaturahmi kita dengan keluarga dia "
" karena hal itu, kelak pasti akan mempengaruhi hubungan keluarga kita dengan kedua keluarga besar tersebut "
" jika kamu melakukan kesalahan, maka dari itu pikirkanlah dengan matang "
" Istirahat lah, nak " ucap Ibrahim yang sudah meminta Amanda untuk segera bangkit dari duduknya.
Dengan berat hati Amanda menerima uluran tangan dari sang suami, dan memaksakan senyuman di wajahnya yang terlihat sendu
" Istirahatlah , Zie "
" Bukankah besok kamu akan ada banyak sekali kegiatan yang harus kamu selesaikan " ucap Amanda yang memaksakan senyuman, sembari mengikuti langkah kaki sang suami yang berjalan lebih dahulu satu langkah di depan Amanda.
Kenzie yang mendengarkan kalimat Ibrahim seketika terdiam. Apakah semudah itu, sang ayah mampu membaca situasi. Bukankah sang ayah sudah menarik diri dari semua aktivitas karena sudah memutuskan untuk pensiun dari dunia kerja, yang untuk ke semua urusan sudah di letakkan di bahu setiap anaknya yang sudah menduduki setiap bagian penting perusahaan.
Walaupun untuk di negara yang Ibrahim huni saat ini, Kenzie lah yang di dapuk memegang kekuasaan tertinggi perusahaan, meskipun bukan sebagai presiden perusahaan Abrisham, akan tetapi semua keputusan berada di tangan Kenzie.
Sempat terjadi pergolakan ketika Kenzie memutuskan untuk melepaskan jabatan di perusahaan Abrisham, karena untuk mengendalikan perusahaan Kenzie sendiri, beban kerjanya sudah sangat berat. Namun, Ibrahim meminta Kenzie untuk bersabar sembari menunggu Kenzo menyelesaikan kuliahnya yang hingga saat ini belum selesai-selesai.
Entah kenapa, karena apa. Kenzo, adiknya Kenzie yang memiliki karakter berbeda dengan sang Abang tiba-tiba bersemangat untuk menyelesaikan kuliahnya semenjak mengalami kecelakaan yang lumayan parah. Oleh karena itu juga Kenzie menyetujui syarat sang Daddy jika dia harus rela menunggu Kenzo menyelesaikan kuliahnya.
Malam hari ini, Kenzie tidak bisa terlelap. Kenzie masih memikirkan setiap kata yang diucapkan oleh Ibrahim yang tersirat bahwa sang ayah mengetahui setiap pergerakannya. Apakah selama ini, ada seseorang yang berkhianat darinya. Apakah itu Kim ?, Ataukah salah satu dari asisten kepercayaan Kenzie.
Meskipun di hati Kenzie belum merasakan perasaan cinta. Namun, ada rasa tidak suka jika ada seorang pria pun yang mendekati Zhafira. Karena Kenzie sudah meng-klaim bahwa Zhafira adalah miliknya. Sehingga tidak boleh ada seorang pria pun yang boleh dekat dengan Zhafira.
Sama seperti yang dirasakan oleh Kenzie, Zhafira tidak bisa terlelap malam hari ini. Akan tetapi bukan karena memikirkan bagaimana perlakuan orang tua Kenzie kepadanya, bagaimana sikap Kenzie kepadanya. Namun, Zhafira berpikir keras bagaimana cara dia bisa terlepas dari jeratan pria bernama Kenzie.
Wajar saja, pria bernama Kenzie bersikap seperti itu, ternyata dia salah satu keturunan keluarga Abrisham yang sangat terkenal. Dalam pencarian di internet, wajah tampan Kenzie terpampang jelas di sana, dengan berbagai prestasi, akan tetapi untuk asmara tidak ada berita tentang hl itu sama sekali.
Zhafira berusaha mencari tahu tentang Kenzie, bukan karena rasa kagumnya, akan tetapi bagaimana caranya Zhafira bisa mencari kekurangan dari Kenzie, tanpa campur tangan Anggie, karena sebelumnya sudah ada masalah Anggie dengan pihak dari Kenzie.
Maka, malam hari ini Zhafira segera menghubungi Lily yang saat ini berada di negara yang berbeda untuk mencari identitas pribadi pria yang sudah dikirimkan oleh Zhafira. Agar Lily bisa melacak rekam jejak dari Kenzie. Namun sekali lagi Kenzie berada satu langkah dari Zhafira. Ketika seorang kepercayaan Kenzie mengatakan jika ada seseorang berusaha meretas akun pribadi Kenzie, yang sudah di duga oleh Kenzie jika Zhafira akan melakukannya. Kenzie hanya menyunggingkan senyuman devilnya sembari menghisap sebatang cerutu dengan nikmatnya.
Benar-benar licik , ucap Zhafira di dalam batinnya sembari mengutuk pria itu di dalam batinnya. Kemudian Zhafira baru menyadari jika dia berbuat dosa, dan langsung saja mengucapkannya istighfar, akan tetapi tetap tidak menghilangkan rasa kesalnya. Apalagi ketika tidak lama , Kenzie menghubungi Zhafira, yang hanya di diamkan saja oleh Zhafira ponselnya berdering sejak tadi.
Zhafira sibuk dengan kegiatan sebelum tidur saja. Zhafira yang hendak tidur, harus terpaksa mengangkat telepon ketika satu pesan yang dikirimkan oleh Kenzie berisi ancaman yang membuat Zhafira tidak habis pikir.
Kenzie yang sukses membuat Zhafira menerima panggilan telepon hanya menyunggingkan senyuman saja. Suara khas Zhafira merasuki gendang telinga Kenzie membuat Kenzie merasa nyaman. Padahal Kenzie tahu jika Zhafira tidak menyukai Kenzie, yang bisa diketahui dari cara bicara Zhafira yang sudah terdengar malas-malasan menjawab setiap kalimat tanya yang diajukan oleh Kenzie.
Namun Kenzie tetap bertahan untuk setia mendengar suara khas Zhafira yang terdengar nyaman bagi Kenzie.
Pertanyaan umum, yang yah pertanyaan umum, seperti sudah kah kamu mandi, tadi sudah di hubungi balik apa belum adiknya ucap Kenzie karena Zhidan sudah sibuk bertanya - tanya apalagi GPS Zhafira sempat mati, apakah terjadi sesuatu kepada Zhafira dan hak itu tentu saja diketahui oleh Kenzie. Pertanyaan lainnya Kamu sekarang tidur pakai baju apa, warna apa dan kalimat tanya lainnya yang pada umumnya yang terkesan garing bagi Zhafira, namun merupakan kalimat yang berisikan perhatian Kenzie kepada Zhafira yang belum pernah sama sekali Kenzie lakukan bahkan kepada mantan pacar Kenzie.
Zhafira yang sudah di ujung batas kesabarannya, memilih untuk meninggalkan percakapan tanpa mematikan sambungan telepon, sehingga Kenzie terus bercerita dari a ke z yang random, karena tidak ada respon dari Zhafira, Kenzie memanggil Zhafira, dan tetap tidak ada respon.
Kenzie terdiam, ketika mendengar dengkuran halus yang masuk ke dalam indera pendengarannya. Suara dengkuran halus itu terdengar bagaikan lullaby di telinga Kenzie sehingga membuat Kenzie pun secara perlahan-lahan tertidur pulas tanpa mematikan sambungan telepon dari Kenzie.
Tanpa mereka ketahui, jika Adhitama berhasil masuk ke dalam kamar sang anak gadisnya, dan menjauhkan ponsel yang masih berada di dekat Zhafira. Membenarkan posisi tidur Zhafira, membuat Zhafira tertidur dengan nyaman. Dan kemudian Adhitama memberikan kecupan selamat malam kepada Zhafira yang sudah sangat terlelap malam hari ini.
" Jauhkan pria itu dari Zhaza "
" Jika Zhaza tidak menginginkan dia untuk mendekati anakku "
" Keinginan Zhaza adalah perintah aku " ucap Adhitama kepada kepala pengawal pribadinya. Yang mendapatkan anggukan kepala.
Adhitama segera pergi dari rumah Aisyah, setelah memastikan anak perempuannya aman, dan memerintahkan beberapa pengawal mengawasi Zhafira, karena sebelumnya tim ion dari keluarga Abrisham berhasil meringsek masuk ke dalam pengawasan. Terjadi perdebatan, sampai pada akhirnya Ibrahim menghubungi Adhitama, dan meminta maaf kepada Adhitama yang akhirnya mendapatkan kesepakatan diantara mereka berdua untuk bertemu langsung tatap muka membicarakan tentang Kenzie dan Zhafira.
Adhitama yang tidak menyukai jika Zhafira didekati seorang pria manapun harus rela meletakkan egonya yang mau tidak mau harus dia akui bahwa anak perempuannya sudah tumbuh menjadi seorang perempuan berparas cantik yang sudah pasti disukai oleh para pria. Sehingga untuk prosesnya Adhitama akan mengawasi saja.
Namun berita yang menjelaskan jika Zhafira meminta untuk memperketat barikade pengawasan terhadap dirinya, tentu saja Adhitama ikut andil dalam memenuhi keinginan sang anak yang tanpa diketahui oleh Adhitama jika lawannya adalah sahabatnya sendiri, yaitu Ibrahim.
Salah satu sahabat yang pernah ikut membantu dirinya bangkit dari keterpurukannya di masa itu. Sehingga mau tidak mau Adhitama sedikit melonggarkan prinsipnya tapi tidak dengan pengawasannya terhadap Zhafira, sehingga ketika tim dari Abrisham mengikuti Zhafira, Adhitama segera mengusir tim tersebut, karena sudah ada dirinya yang akan melindungi putrinya sendiri.
Adhitama takut jika pria yang pernah bertemu dengan dirinya akan berbuat buruk kepada Zhafira. Bagaimanapun bejatnya Adhitama, untuk keluarga nya sendiri, Adhitama tahu bagaimana cara melindungi orang-orang tercintanya. Apalagi pria tersebut Kenzie yang terkenal sangat licik, seperti ayahnya pada masa itu. Adhitama tidak ingin hal buruk menimpa putri tercintanya.
Amanda terjaga setelah membelai sisi kasur yang kosong.
" Maafkan aku "
" Membangunkan kamu yah, sweetheart " ucap Ibrahim memberikan kecupan, dan meringsek masuk lagi ke dalam selimut
" It's okay " sahut Amanda yang kembali memejamkan kedua bola matanya yang tidak menyadari jika sang suami terlihat frustasi.
Keesokan harinya, Zhafira kembali beraktivitas seperti biasa. Memulai hari seperti biasanya. Yang berbeda hanyalah Aisyah yang nampak menyunggingkan senyuman ketika hari ini dia akan pulang ke rumah. Tanpa dia ketahui jika anak perempuannya tidak akan pulang malam hari ini dikarenakan dia akan melaksanakan tugas shift di rumah sakit.
Zhafira yang tidak tahu kepulangan sang ibu di rumah melanjutkan saja kegiatannya hingga malam hari. Zhafira memutuskan untuk mengunakan motor matic yang cukup berumur itu menuju ke arah rumah sakit tempat Zhafira mendedikasikan dirinya dalam ilmu keperawatan.
Tanpa di duga, motor yang dikendarai Zhafira tiba-tiba terasa tidak nyaman. Zhafira segera menepikan motor yang dikendarainya. Zhafira melihat ke arah ban belakang, yang ternyata sudah kempes. Zhafira menoleh ke sembarang arah siapa tahu ada bengkel terdekat dari tempat dia mengalami musibah.
Namun tidak ada satu pun sejauh mata Zhafira memandang. Zhafira dengan pasrah mendorong motornya menuju ke bengkel. Beberapa motor melewati Zhafira yang masih mendorong motornya dikarenakan hari sudah cukup malam. Takutnya jika Zhafira salah satu trik modus yang marak terjadi.
Zhafira masih terus bershalawat sembari mendorong motornya mencari tempat tambal ban atau pun bengkel terdekat. Sampai tiba seseorang datang yang kemudian memberhentikan motor nya dekat di posisi motor Zhafira
" Assalamualaikum " ucap pria tersebut, dan di jawab Zhafira dengan waalaikumsalam, sembari menundukkan wajahnya
" Ada yang bisa aku bantu " ucap pria tersebut
" Hm "
" Kempes ban bagian belakang, mas " ucap Zhafira
" Mau ke bengkel, atau tampal ban terdekat "
" Sepertinya masih jauh " ucap Zhafira kembali menjelaskan apa yang terjadi pada dirinya.
Bagaimana bisa Zhafira mengalami hal ini, padahal Zhafira memiliki pengawal pribadi pilihan sang adik dan pengawal tersembunyi. Untuk Ali dan Yoyok diminta Zhafira untuk membelikan dia makanan untuk Zhafira bagikan kepada para rekan sejawat yang akan bekerja malam hari ini.
Dan pria inilah yang selalu menjadi dewa penolong Zhafira yang tidak pernah Zhafira sadari.
*
*
*
*
*
🌺🌺