
ππππππππππππππ
Zhafira tidak kehabisan akal, dia memilih tepat berada di tengah-tengah di antara Cleo dan Anggie. Sekarang amankan, mereka semua menjadi lebih tenang apalagi
Cleo dengan Anggie, mereka berdua tidak lagi bertatap-tatapan seperti tadi.
" Baiklah "
" kemana mereka bereka bertiga " ucap Zhafira memecahkan keheningan yang baru saja terjadi
" Apakah kamu mencari aku " ucap Queen yang berjalan anggun ke arah meja yang telah di huni para sahabatnya.
Zhafira yang mendengar suara khas Queen segera mencari asal suara, Zhafira yang telah melihat Queen segera berdiri untuk menyambut kedatangan sahabat yang telah lama tidak dia jumpai dan Queen langsung saja memeluk tubuh sahabat yang dia rindukan
" Wah "
" Makin goal aja body kamu , Que " ucap Zhafira menatap lekukan tubuh sahabatnya. Bukannya minder Queen malah memamerkan keindahan tubuhnya yang membuat Cleo jengah menatap lama Queen
" Wajah-wajah syirik " ucap Queen ketika melihat respon sahabat yang lain membuat Zhafira terkekeh geli
" Baiklah "
" Sekarang, Inez atau Lily yang akan kita berikan hukuman " ucap Fauziah dengan penuh semangat, karena itu sudah menjadi kesepakatan bersama sejak dahulu kepada siapapun yang datang terlambat.
Seorang pegawai cafe dan restoran menyajikan menu makanan yang telah di pesan sebelumnya. Anggie yang mengarahkan pegawai untuk menyajikan menu tersebut di hadapan Zhafira tentunya Zhafira mengucapkan kalimat terimakasih setelah makanan tersebut disajikan di hadapan Zhafira.
" Gie "
" Zhaza sudah besar loh, bisa kok dia pesan sendiri apa aja yang dia mau " ucap Queen yang tidak suka jika Anggie terlalu mengatur apa saja untuk Zhafira
" Tidak apa "
" Aku pemakan segala kok " sahut Zhafira yang enggan ada drama di awal pertemuan seperti ini
Belum sempat Queen mengajukan banding, Fauziah menyikut Queen untuk diam, dan segera memberikan kode pada Queen untuk menutup mulutnya, sedangkan Cleo segera memasukkan french fries ke dalam mulut Queen sehingga membuat Queen tidak berdaya. Begini amat sih punya teman gumam Queen di dalam batinnya.
Tidak berselang lama kemudian datanglah dua sahabat mereka yang lainnya.
" sorry, guys "
" Gue datang terlambat " ucap Liliana yang langsung berpelukan dengan para sahabatnya yang telah berada di cafe sebelum dia datang
" tumben banget kamu datang terlambat, Lily " ucap Cleo ketika Liliyana melabuhkan kecupan di kedua pipi Cleo
" Yah, di negara ini yah kota ini kota yang parah macetnya, lewat jalan tikus. Tikusnya berlari " seloroh Liliana yang unfaedah
" Sorry guys "
" Gue terlambat " ucap Inez yang baru tiba setelah Liliana.
" Ini dia juga alasan gue terlambat "
" menjemput pengantin baru "
" Oh my God, kapok aku "
" Sumpah, banyak banget drama nya " ucap Lily mencibir Inez yang lagi sibuk bercengkrama dengan yang lainnya
" Elo di kacang'in " tanya Anggie
" Iya "
" Lama banget aku nungguin dia di basement "
" Ngomongnya sebentar- sebentar melulu "
" Tapi nggak nongol - nongol nih anak "
" Kapok aku jemput dia lagi " ucap Liliana menghempaskan kekesalannya
Cleo dan lainnya hanya tertawa mendengar gerutuan dari Liliana, karena sebagian dari mereka pernah merasakan hal yang sama ketika menjemput Inez.
" Jangan gitulah, bestie "
" kasihanilah aku "
" sekarang mana bisa aku pergi sendiri tanpa kalian "
" aku diberikan dia izin itupun jika aku pergi bersama kalian saja, dan itu.... izinnya sulit banget pemirsa. Harus melewati serangkaian syarat dan ketentuan yang berlaku " ucap Inez yang langsung memindai meja cafe di hadapannya yang sudah banyak menu makanan tersaji
" kya "
" Emang enak di posesif'in mah lakik " Fauziah menggoda Inez
" Baru satu aja yang posesif'in elo udah keder, gimana nasibnya Zhaza. Di posesif'in saudara, sahabat, ntar suaminya pula gitu juga "
" Ah "
" Nggak terbayang deh, gimana tersiksa nya Zhaza " seloroh Queen yang membuat semua orang tanpa terkecuali tertawa mendengar ucapan Queen yang tidak salah sama sekali.
Cleo dan Anggie terdiam saja, enggan menanggapi guyonan sahabatnya yang lain. Karena seperti apa yang dikatakan oleh Queen emang betul seperti itu
" A cie-cie "
" nyonya Aditya "
" Yang akan membayar bill nya kita hari ini yah, puas-puasin pesan menunya, Zha " ucap Fauziah
" Betul "
" Dia yang pantas diberikan hukuman "
" Karena gue terlambat datang yah karena dia "
" Mana sok tahu nya itu loh , sooook banget ngasih arahan jalan, eh "
" Jalan menuju kesesatan "
" Jauh banget dari titik yang kalian kirim search loc ke gue " komplain Liliana yang membuat wajah Inez memerah menahan malu. Sedangkan yang lainnya tertawa mendengar ucapan Liliana.
Percakapan mereka terjalin dengan hangat sampai tiba di waktu Cleo memberikan ide yang sudah dia susun sebelumnya.
" Jangan bercanda, Cleo "
" Nggak lucu yah " ucap Inez dimana ide yang Cleo katakan ide brilian namun membuat Inez shock mendengarkan nya jika memang itu benar.
Anggie nampak santai, sama sekali tidak terkejut dengan apa yang disampaikan oleh Cleo. Dan untuk yang lainnya , khususnya Fauziah dan Zhafira sebelum mereka berdua membuka mulutnya Cleo sudah terlebih dahulu membungkam mulut mereka berdua dengan mengatakan jika Cleo telah meminta izin kepada orang tua Fauziah. Sedangkan untuk Zhafira, Cleo sudah meminta izin kepada Azzam dan Aisyah secara langsung dimana ucapan Cleo membuat mereka semua menggaruk pelipisnya, sebegitu prepare nya Cleo dalam rencananya
" tenang saja, Zha "
" khususnya buat elo , nanti Zhidan sendiri lah yang akan datang "
" biasa, guys "
" sister complex " ucap Cleo yang mendapatkan tawa renyah dari sahabat lainnya.
" hei "
" jangan sekate-kate yah ente "
" Zhizi nggak segitu nya juga kali "
" kalian aja yang salah penilaian " ucap Zhafira yang tidak terima jika sang adiknya mendapatkan kalimat bullying.
" Emang gitu kok kenyataannya " ucap Cleo tanpa merasa bersalah
" makanya ,Zha "
" kan sudah pernah ai cakap "
" tuh budak kecik jangan selalu kamu emong "
" mau makan aja selalu di suap "
" selalu di bawah ketek "
" yah gitu, bucin dengan kakaknya sendiri " ucap Lilyana
" aku punya adik laki-laki "
" yah memang sih, tidak seperti Zhidan juga sikapnya ke aku " ucap Queen dengan tertawa
" aku juga punya saudara laki-laki "
" nggak seperti Zhidan juga kali " ucap Cleo, begitu pula dengan yang lainnya, kecuali Anggie yang tidak merespon para sahabatnya yang saat ini sudah membidik Zhafira sebagai bahan olokan mereka.
Zhafira hanya menggelengkan kepalanya saja, mau apa di kata apa yang dikatakan oleh para sahabatnya memang benar. Zhidan sudah di tahap mengkhawatirkan sikap over protective nya itu loh yang sudah sangat keterlaluan terhadap Zhafira dan juga sang ibu. Entah sejak kapan Zhidan berubah sikap menjadi seperti ini.
Beberapa Jam sebelumnya,
Di Saat Zhidan baru saja tiba di tempat yang di sepakati oleh Zhidan dan para sahabat lainnya untuk melakukan pertemuan rutin, dimana circle Zhidan berada bersama para pengusaha muda yang umurnya di lebih banyak jauh di atas Zhidan, karena Zhidan merasa lebih nyaman berteman dengan para senior sejak sekolah, akan tetapi tidak menutup diri dengan teman- teman sekelas dan seumuran dengannya. Hanya saja Zhidan menutup dirinya dari teman yang berjenis kelamin perempuan. Bagi Zhidan cukuplah Aisyah dan Zhafira yang menjadi teman, sahabat perempuan yang bisa dekat dengan dirinya, lain dari itu tidak sama sekali. Kepribadian Zhidan yang seperti ini juga lah yang membuat teman perempuan yang sekelas atau beberapa kelas di masa sekolah Zhidan memuja Zhidan, berharap menjadi tambatan hati seorang Zhidan yang termasuk dalam kategori pria idaman masa depan, tipikal suami idaman yang setia kepada pasangannya.
Bahkan dengan anak-anak perempuan Azzam saja, yang notabene nya saudara sepupu Zhidan, dia kurang luwes dalam hal mendekatkan diri seperti perlakuan dia kepada Abhi, dan beberapa sepupu laki-laki lainnya. Kenal baik sih iya, silaturahmi baik sudah pasti namun tidak dengan kata dekat itu sendiri. Amira pun terkadang sedikit sungkan untuk bermanja-manja dengan saudara sepupu laki-lakinya ini, karena memang Zhidan yang tidak memberikan akses untuk itu, berbeda dengan saudara sepupu laki-lakinya, Zhidan lumayan humble apalagi kepada Abhi, selain seumuran, Zhidan juga merasa jika Abhi satu frekuensi dengan dirinya , sehingga membuat Zhidan merasa nyaman untuk berinteraksi dengan Abhi, bahkan Abhi sedikit banyak mengetahui apa saja yang menjadi titik sensitif Zhidan dan apa saja yang dijadikan Zhidan sebagai privasi untuk tidak menjadi konsumsi publik kecuali Zhidan sendiri yang meminta pendapat.
Kembali lagi di waktu Zhidan setelah sampai di tempat tujuan, setelah puas sesi awal pertama pertemuan yang di buka kalimat tegur sapa, basa-basi beberapa hal random, tidak lama kemudian telepon seluler milik Zhidan bergetar, dan dengan segera Zhidan mengangkat telepon dari pamannya tersebut. Zhidan mendengarkan dengan seksama ucapkan Azzam walaupun sebenarnya Zhidan sedikit geram mendengar ucapan Azzam yang terkesan terburu-buru , padahal seharusnya sahabat kakaknya itu meminta izin kepadanya terlebih dahulu bukan dengan Azzam, yang sudah pasti mengiyakan saja permintaan Cleo tidak seperti Zhidan yang pasti akan menimbang terlebih dahulu baik buruknya sebelum memutuskan sesuatu. Akan tetapi balik lagi, Cleo paham dengan karakter Zhidan yang cenderung over protective, yang sudah pasti menolak permintaan ini, oleh karena itu Cleo langsung saja membungkam Zhidan dengan langsung meminta izin kepada bunda Aisyah dan Azzam yang pasti tidak mampu di tolak oleh Zhidan.
Cleo menjanjikan keselamatan para sahabatnya kepada wali dari seluruh sahabat nya, dan meyakinkan bahwa janji tersebut bisa dipertanggungjawabkan oleh Cleo. Sehingga walaupun Zhidan tidak menyukai keputusan sepihak ini mau tidak mau, suka tidak suka janji Cleo mengenai keselamatan Zhafira yang pasti terjamin membuat Zhidan terpaksa mengiyakan saja permintaan itu dengan catatan huruf balok Zhafira selalu dalam pengawasan Zhidan kecuali jika Zhidan ada pekerjaan penting yang membuat dia mengambil keputusan untuk membiarkan Zhafira tidak dalam pengawasan Zhidan atau Zhidan yang berada di kota atau negara yang berbeda, maka Zhidan akan membebaskan Zhafira. Kata membebaskan itu sendiri, bukan tanpa pengawasan, namun diartikan bahwa Zhidan tidak mengawasi Zhafira secara langsung, itu maksudnya.
Nah untuk perjalanan Zhafira dengan para sahabatnya ini akhirnya Zhidan menyetujui permintaan dari sang paman. Akan tetapi dengan syarat jika Zhidan sendiri lah yang akan mengantarkan Zhafira menuju ke kota tujuan perjalanan mereka , dan itu tanpa tapi, itu adalah syarat mutlak bagi Zhidan kepada Cleo jika Cleo tetap menginginkan Zhafira untuk ikut serta dalam acara healing tersebut.
Begitu pula dengan para sahabat Cleo yang lainnya, dengan kekuatan bulan, begitu mudahnya Cleo mendapatkan golden ticket izin dari para wali sahabat nya. Apalagi Inez yang notabenenya sudah menjadi keluarga Cleo dikarenakan pernikahan antara Inez dan Aditya sudah tentu orang tua bahkan suami Inez tidak mampu menolak permintaan Cleo yang sudah pasti harga mati tanpa penolakan. Nasib serupa dengan Queen dan Anggie yang sudah pasti orang tua mereka pasti ikut mengiyakan karena Daddy Cleo merupakan ketua klan terkuat, Cleo cukup menjual nama dirinya sebagai anak perempuan dari anam Daddy tentu saja sahabat Daddy Cleo sudah pasti mengiyakan saja anak-anak mereka di bawah perlindungan Cleo.
Berbeda dengan Fauziah, Cleo harus turun tangan sendiri, bahkan beberapa hari sebelum pertemuan mereka saat ini, mau tidak mau Cleo menemui abi dan umi nya Fauziah yang sangat ketat dalam memberikan izin. Apakah bermanfaat atau tidak, apakah merugikan orang lain atau tidak, dan masih banyak pertimbangan lainnya yang diutarakan oleh Abi nya Fauziah walaupun Fauziah hanya sekedar keluar dari rumah dalam beberapa jengkal saja apalagi waktu yang dimintai Cleo melebihi dari satu hari dan itu pun belum pasti kapan pulang nya. Selamat berjuang bagi para pria yang hendak mempersunting Fauziah kelak, batinnya Cleo.
Kembali ke saat ini, dimana semua mobil sport telah tiba di lokasi yang sudah diberitahukan oleh Cleo. Beberapa mobil sport tersebut terparkir rapi di dalam area parkir cafe dan restoran yang untungnya cafe dan restoran tersebut memiliki tempat parkir yang cukup luas.
Kehadiran mobil sport tersebut tidak membuat silau mata pengunjung, karena untuk berada di cafe dan restoran ini yang memiliki konsep luxury cafe and resto. Dimana bukan menjadi rahasia lagi jika cafe and resto yang mengusung konsep luxury pastinya mengedepankan konsep makan dengan fine dining dan ini biasanya hanya dikunjungi oleh para kaum borjuis untuk sekedar hangout atau makan malam dengan pasangan atau pun melakukan pertemuan dan jamuan penting dengan berkedok makan malam untuk melancarkan kesepakatan kerjasama. Namun tidak salah juga jika mempererat hubungan silaturahmi sesama rekan bisnis ataupun kolega, sehingga pemandangan area parkir yang dihiasi dengan mobil-mobil mewah ini sangat lumrah, dan biasa terjadi di cafe and resto yang ternyata di milik oleh Zhafira.
" Wah "
" Anyar nih " ucap Liliana menatap mobil sport milik Queen yang baru saja di beli sebelum dia sampai di negara ini
" Ah "
" Milik gue nih kalau gue yang menang " seloroh Liliana lagi
" Ck "
" Barisan ruko elo di ** milik gue kalau gue yang menang " ucap Queen yang tidak mau kalah taruhan.
Baik Cleo, Liliana, Queen bahkan Anggie menyebutkan taruhan yang akan mereka dapatkan jika berhasil mengalahkan sahabat nya.
" Aku sih nggak mungkin menang , Zha " ucap Fauziah menatap Zhafira yang berharap judi yang dilakukan oleh para sahabat mereka harus dihentikan. Zhafira menggaruk pipinya nampak sedang berfikir
" Baiklah "
" Jika akulah pemenang nya, maka semua yang menjadi taruhannya akan kembali ke orang yang punyanya masing-masing " ucap Zhafira yang membuat semua orang memutarkan kedua bola matanya
" Nggak asik banget "
" Kamu, Zha " ucap Liliana yang mendapatkan anggukan kepala dari Queen
Zhidan yang baru tiba, langsung mendekati Zhafira, dan tanpa malu memperlihatkan kemesraan di hadapan para sahabatnya Zhafira
" iyuh "
" Semakin menyebalkan saja kamu, Zhi " ucap Liliana yang wajah nya terlihat tidak suka dengan perlakuan Zhidan terhadap Zhafira
" Ck ck....masih aja sister complex kamu, Zhi " kali ini keluar dari mulutnya Queen
" Makin parah aja siscon adik kamu, Zha " bisik Inez.
*
*
*
*
*
*
*
πΊπΊ