My Darling

My Darling
76



🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Jika semua orang tampak berbahagia, tidak untuk Zhafira yang justru merasa risih dengan kehadiran Kenzie yang selalu ingin berada di dekatnya hingga nyaris menempel di sisi Zhafira yang seakan-akan menunjukkan kepemilikan atas diri Zhafira. Zhafira tidak suka dengan sikap pria ini, begitu pula dengan Anggie.


Oleh karena itu ketika Zhafira tahu jika Anggie akan segera menunjukkan taringnya, Zhafira dengan segera menangkupkan telapak tangannya ke punggung telapak tangan Anggie dengan mengucapkan kalimat yang membuat Anggie tersenyum dimana sebuah senyuman itu hanya ditujukan Anggie untuk Zhafira saja. Sebuah senyuman yang sangat manis khas Anggie yang sangat jarang sekali diperlihatkan oleh putri tuan Clarke.


Darren yang pernah mengalami kekerasan fisik oleh putri tuan Clarke ini begitu terkejut ketika melihat perempuan sadis ini terlihat sangat mempesona malam hari ini. Darren tidak habis pikir bagaimana bisa perempuan ini terlihat sangat cantik yang berbeda sekali ketika dia dalam mode on serius menghadapi lawannya. Darren menekan bagian dadanya yang mendadak sesak dan penuh.


Beberapa sepupu dan anak angkat Ibrahim lainnya menggoda Darren ketika menyadari kemana arah tatapan mata Darren berlabuh. Ada yang memiliki challenge dimana jika Darren berhasil menaklukkan hati putri tuan Clarke maka Darren akan memiliki beberapa aset yang telah ditawarkan.


Akan tetapi salah satu diantaranya berkata " ingat Darren berhati-hatilah. Jangan pernah bermain-main dengan tuan putri tuan Clarke jika kamu masih sayang nyawa. Jika tidak, silahkan saja, try it's. Yang penting aku sudah memperingati kamu, jangan sampai Daddy tahu kebodohan yang akan kamu lakukan jika sampai kebodohan itu tetap kamu lakukan jangan sampai terjadi perang yang melibatkan keluarga, cukup kamu saja yang menanggung beban dari kebodohan kamu itu. "


" Dan Ketahuilah jika sampai Kenzie mengetahui hal ini, sudah pasti dampaknya akan berimbas pada kita semua. Apalagi calon istri Kenzie sangat dekat pada perempuan itu. Jangan lihat lemah lembutnya putri Adhitama, kita belum pernah melihatnya saja jika dia dalam mode on sisi lainnya. Banyak orang pernah berkata jika lebih baik dia mati ditempat daripada hidup tersiksa bagaikan di neraka " ucap si X memperingati semua pria yang saat ini mengobjekan Anggie sebagai bahan taruhan mereka


" Bukankah abang Ezie juga mendapatkan putri tuan Adhitama demi memenuhi challenge dengan para sahabatnya " ucap si C yang membuat si D berkata " tutup mulutmu ! " dengan penuh penekanan, sembari melihat ke segala sisi agar melihat ekspresi orang- orang adakah yang mendengar ucapan salah satu diantara mereka


Belum selesai yang lain berkomentar, si D melanjutkan ucapannya


" Berhati-hatilah dengan apa yang kau ucapkan karena itu bisa merugikan kita semua, nama besar Abrisham menjadi taruhannya. Jangan sampai dua keluarga besar ini menjadi musuh keluarga kita. " Ucap si D


" Mulutmu memang perlu di beri pelajaran jika sekali lagi berkomentar mengenai hal yang tidak penting. Aku tidak mau menjadi musuh diantara kesemua para penguasa itu " ucap si H


" Hm, benar sekali. Masih ada empat keluarga besar lainnya yang akan menjadi support sistem jika keluarga kita menjadi rival salah satu diantaranya " ucap si K


" Jangan lihat lembeknya Lesham, bahkan sekelas Bhalendra bukanlah apa-apanya ketika bermasalah dengan Lesham. Aku pernah mendengar kisah itu. Dan sangat terkejut dengan power Lesham ketika salah satu anggota keluarga nya tersakiti, wow. Tidak pernah terbayangkan oleh semua orang. Melihat bagaimana keluarga besar lainnya bersatu demi menjadi pelindung Lesham " ucap si B


" Mengapa kalian menyudutkan aku. Harusnya abang Ezie, bukan ? " Protes si C


" Bagaimana cara kita menanyakan hal ini pada Ezie, bang. Takutnya karena dia nama keluarga besar kita menjadi taruhannya " ucap si K membuat banyak pria disana terdiam, obrolan yang kian serius


" Mau tidak mau paman Ibrahim harus mengetahui hal itu jika ingin kita semua selamat. Bagaimanapun kita ini satu perahu dalam satu naungan nama besar. Tidak mungkin tidak berimbas pada kita, walaupun kita tidak tahu, tidak ikut andil dalam permainan " ucap si L yang mendapatkan anggukan kepala dari semua orang


" Ngomong-ngomong, mengapa hanya putri tuan Clarke saja yang menghadiri acara ini " tanya si E


" Ini hanyalah acara biasa, yang tidak terlalu dianggap penting bagi mereka. Itu menurutku " ucap si B


" Iya. Tanggal * di bulan * acara lamaran Ezie, bukan. Aku rasa di hari itu semua perempuan luar biasa itu pasti akan menghadiri acara penting putri Adhitama " ucap si A


" Mengapa kamu tersenyum seperti itu " tanya si E ke si C


" Bang, pernah melihat putri tuan Abdullah " ucap si C dengan tersenyum malu-malu


" Oh "


" Kamu jatuh hati padanya ? "


" Selesaikan saja kuliah yang benar. Cari perempuan yang seusia dengan kamu atau di bawah kamu "


" Perempuan itu di luar jangkauan kamu, dik " ucap si B yang menggoda si C karena jika di ukur sesuai umur, maka si C berjarak terlalu jauh dengan Fauziah, salah satu sahabatnya Zhafira.


" Habis makan, jangan lupa cuci kaki, cuci tangan, minum obat cacing " ucap si H ikut menggoda si C. Yang membuat semua orang tertawa lepas melupakan sejenak bahasan yang berat tadi. Biarkanlah itu akan menjadi pekerjaan rumah Ibrahim dalam menyelesaikan apa yang akan diperbuat oleh putra kandungnya sendiri.


Semua orang sudah memilih teman berbicara masing-masing. Zhafira memindai keseluruhan ruangan dimana semua orang nampak bahagia berbicara tentang tema yang mereka usung agar pembicaraan semakin hangat.


Berbeda sekali dengan dirinya. Zhafira hanya bisa berbicara di dalam batinnya saja bagaimana kesalnya dia pada pria tidak tahu malu yang duduk tepat di sampingnya saat ini, yang selalu saja mengajak dirinya bercerita tentang banyak hal. Entah itu tentang minuman kesukaannya, makanan kesukaannya. Mungkin ini cara Kenzie menunjukkan euforianya atas apa yang diucapkan oleh Zhafira mengenai permintaan khitbah yang dilakukannya Kenzie tadi, ketika pembahasan serius berlangsung beberapa jam lalu.


Akan tetapi pada proses khitbah ini, agak sedikit lain yang seperti umumnya proses ini dilakukan. Akan tetapi melihat alurnya sedikit tidak biasa dimana tahapan prosesnya tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan oleh Zhafira. Azzam mengatakan pada Zhafira jika keluarga Abrisham kurang terlalu mengerti tentang tata cara pelaksanaan proses khitbah, yang di usung tema ta'aruf hingga sampai pada proses pernikahan. Oleh karena itu, Zhafira harus bisa mengerti jika agak berbeda dari yang diinginkan oleh Zhafira. Dan apakah Zhafira bisa bilang tidak, jawabannya jelas tidak.


Karena semua sudah diatur oleh Aisyah dan Amanda. Yah, sudahlah. Apalah daya, yang menikahi Zhafira bukanlah dari kalangan ahli dalam nilai agama. Walaupun sedikit berbeda Zhafira hanya bisa pasrah dan memakluminya saja toh setidaknya Kenzie masih mau mendengarkan ucapan Azzam yang mengatakan tidak boleh bersentuhan terhadap lawan jenis, itu saja sudah lebih dari cukup. Karena Kenzie tidak pernah melakukannya lagi setelah mendapatkan peringatan dari Azzam.


Akan tetapi, luar biasanya Kenzie. Dia memang tidak lagi menyentuh Zhafira, namun dia selalu memandangi wajah Zhafira memindai wajah Zhafira dari atas ke bawah, berulang- ulang lagi dan sepanjang jamuan malam ini yang membuat Zhafira merasa kesal bukan main. Kenzie sangat menikmati wajah cantik Zhafira yang dia rekam dalam manik mata birunya, padahal dalam agama juga ada hadist yang mengatakan tundukkanlah pandangan pada yang tidak halal.


Kenzie masih sangat jauh mengenal agama yang dianutnya sendiri. Dan itu pekerjaan rumah bagi Zhafira, begitulah kalimat yang diucapkan Azzam ketika Zhafira menyampaikan protesnya mengapa dia dipilihkan pria yang minim ilmu yang dikira Azzam sebagai bentuk penolakan pada sebuah pernikahan seperti yang selama ini Zhafira lakukan


Baiklah Zhafira melambaikan telapak tangannya ke atas apalagi ketika Kenzie lebih memilih bersikap polos jika Zhafira berusaha menghindari dirinya yang selalu berusaha menempel di tubuh Zhafira yang masih ingin menunjukkan kepemilikannya karena banyak sekali sepupu Kenzie yang berjenis kelamin laki-laki yang ikut hadir di acara ini.


Dimana terkadang mereka terlihat oleh Kenzie mencuri- curi tatapan dengan Zhafira yang terlihat sangat anggun dan menawan. Kulit Zhafira tidak terlalu putih seperti peribahasa seputih porselen memang tidak putih seperti itu. Hanya putih bersih mulus saja. Akan tetapi mengapa banyak pria termasuk Kenzie tidak pernah merasa bosan memandanginya apalagi jika Zhafira tersenyum, sedikit saja tersenyum dimples di kedua sisi pipinya akan terlihat.


Buah dari kecemburuannya, Kenzie tanpa merasa malu mengajak Zhafira untuk duduk berduaan saja di sofa yang berada di sisi sudut sehingga terlihat sedikit memojok dan ucapan Kenzie ini membuat Zhafira memutarkan kedua bola matanya


" Bang "


" Ngerti nggak Abang dengan bahasa manusia " ucap Zhafira penuh peringatan yang terkesan sedikit sarkas ketika Kenzie hendak melampaui batasannya. Terus terang saja, Zhafira sudah mulai merasa risih ketika Kenzie selalu mencari celah agar keinginannya tercapai.


" Masih belum "


" Setelah tiga bulan terhitung mulai hari ini. Maka kamu pasti akan menjadi istri aku. Dan jangan pernah sapa aku dengan Abang lagi, karena aku tidak suka " ucap Kenzie menatap wajah Zhafira membuat Zhafira melengos menatap arah lain


" Maunya kamu apa sih, bang ? " Ucap Zhafira berusaha bernegosiasi dengan Kenzie


" Menikahi kamu, menjadikan kamu ratu untukku " ucap Kenzie dengan tegas


" Iya. Menikahi aku itu tujuannya apa ? "


" Apakah demi sebuah challenge ?, Demi memenuhi ambisi kamu, bang. Itu ? " tanya Zhafira yang kali ini tidak bisa bersikap lunak. Karena Zhafira sama sekali tidak melihat cinta di tatapan mata Kenzie padanya tidak seperti tatapan mata, Maxwell contohnya.


Jika awalnya Zhafira masa bodoh dengan semua hal yang terjadi akhir- akhir ini, akan tetapi tidak untuk kali ini, karena dia harus tahu apakah Kenzie akan menjadi lawan atau kawan baginya. Sehingga dia harus bisa mengukur maunya apa pria di hadapannya saat ini. Dan mulai mencari tahu maksud dan tujuan dari pria ini sesungguhnya. Karena kandidat yang lebih mumpuni jauh lebih kuat hanyalah Maxwell jika diukur dari segi perasaan. Karena Zhafira sudah mulai menelaah setiap arti tatapan Maxwell berikan padanya ketika mereka bertemu. Besar sekali cinta yang ada di diri Maxwell terhadap Zhafira terlihat dari setiap tatapan Maxwell padanya penuh cinta, hanya saja Zhafira enggan untuk mengeksplorasi lebih perasaannya.


Akan tetapi, sekarang Zhafira dihadapkan dengan pilihan, maka Maxwell yang pasti lebih dipilih Zhafira, daripada Kenzie. Walaupun Zhafira belum bisa membuka hatinya, setidaknya dalam sebuah pernikahan ada salah satu diantaranya yang mencintai pasangannya sehingga jika terjadi badai dalam rumah tangga mereka kelak, setidaknya ada yang berusaha mempertahankan rumah tangga dan rumah tangga tersebut tidak akan karam, dan terselamatkan dari sebuah perceraian .


Namun, jika akhirnya Kenzie yang terpilih. Tentu saja itu bukanlah pilihan yang baik. Karena jelas- jelas Kenzie tidak mencintai Zhafira, Kenzie hanya memenuhi ambisinya saja. Jika mereka membangun rumah tangga. Rumah tangga seperti apa yang akan mereka bangun, karena tidak ada cinta, tidak ada konsep, tidak ada apa- apa , bagaikan sebuah cangkang tanpa isi sama sekali dimana bayangan akan sebuah pernikahan itu semakin suram saja dalam pikirannya Zhafira.


" Kita jalani saja pernikahan ini " ucap Kenzie mengalihkan pandangannya


" Ck "


" Berhentilah, sebelum jauh melangkah. Karena mau seperti apa rumah tangga yang Abang coba bangun bersama aku. Kamu tidak mencintai aku, tidak bersungguh-sungguh padaku. Sedangkan aku belum bisa mempercayai kamu, tidak ada ekspektasi apapun tentang kamu dan juga tentang pernikahan " ucap Zhafira yang sudah serius dalam ucapannya


" Maka dari itu, kita jalani terlebih dahulu pernikahan itu seperti apa. Dan aku menjanjikan tidak ada pernah ada kata perceraian dari pernikahan kita " ucap Kenzie yang membuat Zhafira menggelengkan kepalanya. Zhafira jengah dengan perdebatan kusir seperti ini yang tidak akan pernah dia menangkan. Zhafira berusaha bangkit, namun Kenzie segera menghentikan gerakannya Zhafira yang membuat Zhafira mengeram kesal, mendelik menatap Kenzie dengan tajam, akan tetapi Kenzie menelisik wajah cantik Zhafira malam hari ini


" Wajah kamu selalu membayangi setiap malam aku. Apakah itu cukup untuk membuat kamu berada di sisiku " ucap Kenzie lembut yang belum pernah dia lakukan sebelumnya


" Iya, aku memang semengemaskan itu "


" Karena kamu sudah tersihir oleh pesonaku. Maka dari itu, lepaskanlah aku " ucap Zhafira yang membuat Kenzie tertawa


" Kamu yang sudah menyihir aku, maka lepaskanlah sihir yang sudah menyerang aku " ucap Kenzie yang membuat Zhafira menyambak rambut Kenzie sangat kuat, membuat Kenzie mengeram kesakitan


" Nih, sudah aku cabut "


" Bencilah aku sebenci-bencinya " ucap Zhafira yang berusaha berdiri. Akan tetapi Kenzie malah membuat Zhafira terjatuh di atas paha Kenzie dan sukses membuat Zhafira membelalakkan kedua bola matanya. Refleks Zhafira mencubit lengan atas Kenzie yang membuat Kenzie mengerang kesakitan yang kali ini suara Kenzie terdengar oleh beberapa orang yang berada di dekat mereka


" Wah "


" Calon manten, mulai main cubit- cubitan " ucap seseorang yang membuat beberapa orang tertawa kecil dan hal itu sukses membuat wajah Zhafira merah padam bukan0 merona akibat tersipu malu, bukan. Zhafira merasa kesal pada Kenzie yang berusaha menunjukkan kemesraan yang membuat orang-orang berpikir jika dia menyambut perasaan pria ini.


Kenzie tersenyum ketika melihat wajah Zhafira yang seperti ini yang semakin membuat Zhafira semakin terlihat imut sekali. Masih ada perempuan yang tidak tertarik dengan pesona yang dimiliki seorang Kenzie. Tentu saja Kenzie harus bisa menaklukkan hati wanita ini, meskipun belum sepenuhnya perasaan yang dia miliki ini dinyatakan sebuah perasaan cinta. Yang paling penting bagi Kenzie, dia merasa nyaman bersama Zhafira. Entahlah Kenzie juga tidak tahu bagaimana melukiskan perasaannya ini yang terasa nyaman saja, ingin selalu menjahili Zhafira karena menarik perhatian Zhafira seperti ini saja hal yang membuatnya merasa senang dan tertawa tanpa beban. Apalagi melihat wajah Zhafira yang terlihat menggemaskan, seperti ini. Iya, seperti saat ini.


Sedangkan Zhafira yang jengah dengan sikap Kenzie, dia mulai mencari keberadaan sahabatnya yang bisa menolong dirinya dari si Ken Ken ini. Sunggut Zhafira dalam batinnya.


Ck, dimana sih Anggie ?, Gumam Zhafira dalam batinnya yang kadung kesal. Tanpa Zhafira sadari jika Anggie telah dijauhkan dari Zhafira atas permintaan Kenzie dengan


bantuan sang ibu untuk menyingkirkan Anggie yang masih tetap bertahan padahal beberapa cara telah dilakukan oleh Kenzie untuk menyingkirkan Anggie.


Kini Kenzie sudah merasa di atas angin sekarang. Apalagi Zhafira berhasil dia taklukkan dengan kalimat yang membuat Zhafira hanya bisa pasrah menuruti maunya Kenzie. Kenzie tidak peduli dengan ekspresi wajah yang Zhafira tunjukkan padanya. Yang sama sekali tidak tersenyum, cenderung jutek. Kenzie terlihat sangat santai, sangking santainya Kenzie mengambil handphone Zhafira tanpa izin kemudian mengotak-atik handphonenya Zhafira yang membuat Zhafira berkali-kali meminta miliknya dikembalikan. Dan Kenzie berusaha menahan Zhafira.


Tingkah laku mereka berdua seolah-olah seperti sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara dengan bersikap seperti anak-anak. Membuat beberapa tetua tersenyum


*


*


*


*


*


🌺🌺