
๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ๐ฅ
Begitu sampai di depan halaman restoran mewah tempat pertemuan Zhafira dengan pria yang telah membuat janji bertemu, Zhafira di sambut salah satu greeter restoran yang menanyakan kepada Zhafira dengan pertanyaan yang biasa dipertanyakan kepada tamu restoran lainnya seperti berapa orang yang akan menjadi tamu restoran , apakah sudah melakukan reservasi sebelumnya. Dan untuk Zhafira tentu saja Zhafira memberitahukan bahwa dia memiliki janji bertemu dengan seorang pria bernama Kenzie.
Seorang greeter restoran mengantarkan Zhafira menuju ke meja frontliner, dimana meja tersebut ada beberapa orang dimana ada seorang pria yang memiliki jobdesk sebagai reseption dan reservation juga, dan seorang kasir yang menemaninya di meja resepsionis restoran.
Reservation tersebut meminta salah satu pelayan pria untuk mengantarkan Zhafira menuju meja yang telah di reservasi sebelumnya. Dan meja yang dipesan oleh Kenzie cukup nyaman dan dengan pemandangan yang indah. Ketika Zhafira sudah mendaratkan tubuhnya di kursi waiter segera memberikan kode kepada temannya yang bekerja sebagai seorang food Runner agar melayani Zhafira yang sudah datang sebagai reservation guest, dimana Zhafira merupakan tamu restoran yang adalah sudah melakukan reservasi sebelumnya.
Para pekerja restoran memberikan pelayanan terbaik mereka kepada para tamu restoran, yang sudah tentu para tamunya tergolong menengah ke atas. Apalagi letak yang dipilih oleh Kenzie memang spot terbaik dari restoran mewah ini.
Zhafira yang datang terlebih dahulu, segera meminum jamuan food Runner, setelah Zhafira meminta diberikan segelas air mineral, dikarenakan Zhafira hendak meminum obat asam lambungnya, ketika merasakan nyeri sangat hebat pada area perutnya. Zhafira bahkan memberikan usapan pada perutnya agar sedikit mengurangi rasa nyerinya yang terasa sangat melilit.
" Maafkan aku terlambat "
" Rute jalan yang Abang lalui lumayan macet " ucap Kenzie yang langsung mendaratkan tubuhnya di kursi yang berhadapan dengan Zhafira.
Mendengarkan seseorang menyapa dirinya, Zhafira segera mendongakkan kepalanya ke arah asal suara
" Oh "
" No problem "
" Assalamualaikum " ucap Zhafira dengan berdiri sejenak lalu menundukkan sedikit kepalanya sebagai tanda hormat, kemudian kembali duduk.
" Waalaikumsalam " sahut Kenzie sedikit canggung, karena dia lupa jika perempuan yang dihadapannya ini termasuk ukhti muslimah.
" Sudah reservasi menu " ucap Kenzie, sambil mengambil buku menu yang diberikan waiter.
" Oh "
" Belum " ucap Zhafira sembari melirik ke arah buku menu yang juga diberikan kepadanya.
Mereka berdua membuka buku menu masing-masing , dan menyebutkan menu appetizer, main course, dessert, dan mignardise yang ingin mereka santap malam hari ini.
Ketika waiter meninggalkan mereka berdua, Kenzie sudah pasti menatap wajah cantik Zhafira, sedangkan Zhafira yang mendapatkan tatapan intens tersebut langsung memalingkan wajahnya, bahkan setelah nya menundukkan wajahnya sambil membuka handphone seolah-olah banyak hal yang penting harus diperhatikan oleh Zhafira. Dan Kenzie hanya tersenyum simpul melihat gelagat Zhafira seperti itu.
" Ehem "
" kenapa ,kamu memakai kacamata ? " ucap Kenzie
" Oh "
" ada sedikit masalah pada mata saya " ucap Zhafira membalas pertanyaan Kenzie
" bukankah tidak etis jika kamu memakai kacamata di saat seperti ini "
" Buka saja kacamata yang kamu kenakan " pinta Kenzie dengan lembut yang tidak pernah dia lakukan sekalipun kepada seorang perempuan, kecuali kepada ibundanya. Zhafira yang mendengar ucapan itu, terpaksa harus menuruti permintaan dari Kenzie. Karena apa yang diucapkan oleh Kenzie memang ada benarnya, bahwa tidak etis dia mengunakan kacamata di saat jamuan makan seperti ini. Mau tidak mau Zhafira melepaskan kacamata yang dia pakai. Secara perlahan-lahan Zhafira melepaskan kacamata sehingga dengan perlahan-lahan pula terlihat bulu mata Zhafira yang hitam pekat nan lentik alami terlihat jelas dalam pandangan Kenzie. Namun Zhafira yang menundukkan pandangan, membuat Kenzie tidak dapat melihat bola mata Zhafira yang masih terlihat sembap dan bengkak khas seusai menangis
" Pertemuan kita " ucap Zhafira yang hendak membahas permasalahan yang pernah terjadi, agar bisa terselesaikan dengan segera, terhenti ketika Kenzie meminta Zhafira untuk tidak membahas lebih lanjut. Menyelesaikan makan malam yang lebih sering disebut dengan dinner time. Zhafira menurut saja sesuai dengan permintaan dari Kenzie, sampai seorang waiter menata meja dengan table set- up pada umumnya dalam jamuan dinner dengan konsep fine dining
Waiter masih melakukan tugasnya satu persatu, menata napkin, bahkan hendak meletakkan napkin yang di atas paha tamu , namun Zhafira tentu saja menolak nya karena dia sendiri yang akan melakukan nya, begitu pula dengan Kenzie.
" Kenapa kamu tidak menatap Abang " ucap Kenzie dengan penasaran, karena tidak sekalipun Zhafira menaikan pandangan nya sejak awal, bahkan saat Zhafira masih mengenakan kacamata.
" Maafkan saya "
" Seorang muslim dan muslimah memang sangat jelas diwajibkan gaddul bashar yang artinya menahan, menundukkan, atau menjaga pandangannya "
" dikarenakan ditakutkan jika seorang laki-laki atau seorang perempuan memandang sesuatu yang bukan haknya, hal-hal yang diharamkan, ditakutkan adanya syahwat pada yang bukan haknya maka akan ada dosa zina yang didapatkan "
" Hal ini sangat jelas dalam firman Allah dalam surah An-Nur ayat 30-31 "
" Dan dalam sabda Nabi Muhammad SAW
ุฅูููู ุงููููุธูุฑูุฉู ุณูููู ู ู ููู ุณูููุงู ู ุฅูุจููููุณู ู ูุณูู ููู ู
โPandangan mata itu (laksana) anak panah beracun dari berbagai macam anak panah iblis.โ "
" Untuk itu maafkan saya, kewajiban saya menurut perintah Allah dan rasul-nya " ucap Zhafira, dan di dalam hati Zhafira mengatakan bahwa sesungguhnya rasa cinta dan sayangnya kepada Rasulullah SAW sangat lah besar, ingin mengikuti jejak para sahabat Rasulullah dengan jaminan surganya Allah. Dan rasa cintanya kepada Allah jugalah Zhafira memperbaiki setiap amalan yang dikerjakannya. Oleh sebab itulah ketika dirinya menyebabkan ibundanya terluka hatinya. Tangisan yang dia curahkan bukanlah tangisan terluka karena amarah ibundanya. Akan tetapi, takutnya Zhafira terhadap murkanya Allah seperti firman Allah SWT dalam Surah Al-Israโ ayat 23, dan Surah Al-Ahqaf ayat 15, serta hadist sohih rosullullah SAW.
Hari ini, Zhafira telah menyakiti hati ibundanya, membuat ibundanya menangis, dan itu salah satu ciri - ciri anak yang durhaka, dan durhaka kepada kedua orang tua termasuk dalam dosa besar. Itulah sebabnya Zhafira sangat terpukul hari ini, Zhafira tidak ingin menambah dosanya dengan menaikkan pandangan dengan sesuatu yang haram baginya. Sedangkan amalan ibadahnya hari ini saja masih di pertanyaan, apakah di terima atau tidak, apakah mendapatkan pahala ataukah azab yang akan menimpanya.
Kenzie yang mendengarkan kalimat yang diucapkan oleh Zhafira terdiam, menelaah setiap baris kalimat yang diucapkan dan meresapi maknanya.
" Kalau begitu"
" Daripada haram hukumnya, dosa besar yang didapatkan karena tidak diperbolehkan memandang wajah kamu "
" Akan Abang halal kan kamu untuk abang "
" Bagaimana " ucap Kenzie yang tidak menghiraukan ucapan Zhafira tentang menjaga pandangan. Cukup Zhafira saja yang menjaga pandangan, dan untuk Kenzie yang memang sudah terpikat dengan pesona Zhafira tentu tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menatap wajah cantik Zhafira dengan sepuasnya.
Jika Kenzie terlihat santai namun serius dalam ucapannya, maka Zhafira terlihat sekali terkejut akan ucapan Kenzie yang secara tiba-tiba. Karena mengingat tujuan awal pertemuan ini adalah membahas janji Zhafira kepada Kenzie, bukan perihal pernikahan ataupun perjodohan. Selain itu Zhafira merasa tidak mengenal pria di depannya.
Sejak dari awal , Kenzie selalu menyebut dirinya " Abang " padahal Zhafira merasa tidak mengenal sama sekali pria yang saat ini duduk di hadapannya
Tubuh Zhafira nge-freeze mendengar ucapan Kenzie, namun sesaat kemudian Zhafira langsung sadar, dan memberikan respon yang tidak pernah di diduga Kenzie sama sekali
" Saya perempuan yang telah terikat " ucap Zhafira sembari memperlihatkan cincin yang disematkan oleh Zhayn kepada Zhafira.
Kenzie terdiam sejenak akan penuturan Zhafira. Karena asisten kepercayaan Kenzie mengatakan jika Zhafira perempuan single. Namun Kenzie tidak mau gegabah dalam bertindak, Kenzie terdiam saja sembari mendengarkan kalimat apa lagi yang akan Zhafira sampaikan. Namun sebelum itu food runner kembali lagi dengan membawa menu sesuai dengan urutannya. Mau tidak mau percakapan mereka terhenti.
Jika Kenzie mengindahkan peringatan Zhafira soal menjaga pandangan, maka Zhafira masih tetap menjaga pandangan nya terhadap Kenzie. Bahkan di dalam batinnya Zhafira sangat mengutuk pertemuan ini, dan pria dihadapannya ini jenis pria yang sangat menyebalkan baginya, yang sudah hapal Zhafira bagaimana tipe nya.
Zhafira berusaha menyusun rencana di dalam kepalanya yang akan berguna dalam penolakan yang akan dia lakukan. Tolak secara baik-baik, jika tidak mempan, terpaksa Zhafira mengeluarkan jurus jitu nya.
Akan tetapi rencana tinggallah rencana. Malam hari ini mungkin nikmat Allah yang sengaja Allah cabut dari Zhafira. Zhafira tidak cukup beruntung melakukan semua rencananya. Semuanya gagal total. Kenzie mampu untuk melibas semua perjuangan Zhafira.
Hal itu tentu saja peran penting dari asisten kepercayaan Kenzie yang memberikan informasi valid semua tentang Zhafira. Sehingga jika pandangan mata mereka duduk berseberangan dengan meja di hadapan mereka, jika di dunia imajinasi mereka berdua seperti sedang melakukan battle permainan catur. Dimana posisi Zhafira tidak diuntungkan sama sekali disini. Salah jalan sedikit, maka skakmat bagi Zhafira dan pertandingan dimenangkan oleh Kenzie.
" Kita langsung saja ke inti pertemuan ini "
" Dan saya telah mengingatnya , bahwa pertemuan ini terjadi karena kesalahan yang telah saya lakukan dengan merusak ponsel anda, dan iPad Anda, dan terakhir ponsel anda lagi "
" Bukankah saya telah melakukan ganti rugi sebelumnya, dan untuk yang terakhir kali ponsel anda terjatuh, anda lah meminta untuk bertemu langsung untuk membahas hal itu " ucap Zhafira yang sudah serius dan tidak lagi bermanis- manis dalam berucap
Zhafira mengeluarkan kartu sekretaris utamanya
" Oleh karena itu, saya meminta maaf atas kesalahan saya dan keteledoran saya, dan insyaallah mungkin ini pertemuan terakhir kita "
" Dan ini "
" Saya persilahkan anda menghubungi kontak ini jika saya lamban merespon pesan anda " ucap Zhafira dengan sopan yang tersirat jika Zhafira tidak ingin lagi bertemu dengan Kenzie.
Kenzie yang mendengarkan kalimat Zhafira hanya diam saja, dan masih betah menatap wajah cantik Zhafira, yang sudah tentu membuat Zhafira jengah akan sikap yang menurut Zhafira menyebalkan
Apa perlu aku mengunakan niqab untuk menutupi wajah ku agar aku terlepas dari zina mata, astagfirullah. Monolog Zhafira dalam batinnya.
Selama ini sudah terlalu sering Zhafira ingin melakukan hal ini, namun selalu terkendala restu dari Aisyah, dan juga dari para sahabat, Zhafira sudah cukup sering mengunakan pakaian yang syar'i saja sudah lumayan sempurna, apalagi dengan memakai niqab. Agak terlalu ekstrim, karena di dalam kepemimpinan Zhafira, para karyawan perlu mengenali pimpinan nya, kan sangat aneh ketika karyawan tidak mengenal pimpinan nya sama sekali, ucap para sahabatnya. Oleh karena itu jugalah Zhafira belum memutuskan memakai niqab.
" Tidak perlu "
" Bukan ganti rugi seperti ini yang aku mau " ucap Kenzie yang menyodorkan kembali kartu nama yang diberikan oleh Zhafira yang membuat kedua bola mata Zhafira melotot
Zhafira mendesis tidak suka dengan apa yang diucapkan oleh Kenzie, sedangkan Kenzie melihat itu tersenyum kecil, karena Zhafira terlihat sangat imut di matanya, sedangkan bagi Zhafira Kenzie terlihat sangat menjijikkan. Dan Zhafira tahu apa yang diinginkan oleh Kenzie.
" Kita akhiri disini saja pertemuan ini "
" Assalamualaikum "
Ucap Zhafira yang segera berdiri, baginya yang terpenting dia sudah memenuhi janjinya, selanjutnya untuk sisa masalah akan diselesaikan oleh Diana atau sekretaris Zhafira lainnya, yang pasti jangan lagi sampai dia bertemu kembali dengan pria menyebalkan ini lagi.
Melihat Zhafira yang telah berdiri, membuat Kenzie pun berdiri lalu dengan cepat berada tepat di samping Zhafira dengan mendekap bahu Zhafira yang membuat Zhafira semakin marah, wajah nya berubah menjadi merah padam
" Jangan menyentuh ku " ucap Zhafira dengan penuh penekanan menatap wajah Kenzie dengan penuh amarah, karena tidak ada sekalipun pria yang bukan mahramnya menyentuh dirinya. Malam hari ini dengan lancang Kenzie melakukan hal ini.
Zhafira yang selalu menundukkan pandangan terhadap pria yang bukan mahramnya, baru kali ini menatap pria se intens ini. Bukan tatapan cinta, namun tatapan penuh amarah, dan benci yang dia berikan.
Akan tetapi dari situ jugalah Kenzie dapat melihat kelopak mata Zhafira yang sembap dan bengkak khas orang seusai menangis hebat, dan ada luka dalam tatapan itu, membuat Kenzie terpaku sebentar
" Tetaplah bersama Abang "
" Mengikuti apa yang Abang mau "
" Atau menerima sikap Abang yang lebih dari ini "
" Dan kamu akan halal bagi Abang malam hari ini juga " ucap Kenzie tanpa memberikan Zhafira pilihan.
Zhafira yang diberikan pilihan yang sama sekali tidak menguntungkan tersebut, membuat dirinya benar-benar di puncak kesabarannya. Zhafira beberapa kali menarik dan menghembuskan nafasnya secara perlahan-lahan, dan bagi orang lain yang melihat mereka berdua, seakan-akan mereka berdua sedang bermesraan, dan terlihat sekali jika Kenzie bersikap romantis menuntun Zhafira menuju pintu keluar.
Robi yang melihat hal tersebut langsung mengepalkan telapak tangannya. Hati dan perasaannya sangat sakit, hatinya hancur sehancur- hancurnya melihat hal itu. Zhafira yang tidak pernah tersentuh oleh pria yang bukan mahramnya dengan seenaknya Kenzie melakukan hal itu. Robi hendak langsung mendatangi Kenzie, untuk langsung memberikan Kenzie pelajaran, namun gerakan Robi yang melangkah cepat ke arah Kenzie segera terhenti ketika seorang pria menghadang jalan nya.
Robi mendengus dengan raut wajah penuh kilatan amarah yang membakar hatinya. Tangan nya bergerak cepat menghunus ke tubuh pria di hadapannya, namun dengan cepat pria itu menangkis serangan Robi. Tanpa ragu pria itu segera menyeret Robi ke arah berlawanan dengan arah Kenzie dan Zhafira pergi.
Robi masih memberikan perlawanan, namun pria itu segera menyumpal mulut Robi yang hendak berteriak memanggil Zhafira. Perlawanan masih terus dilakukan oleh Robi, sehingga beberapa orang melihat Robi dan pria tersebut dengan curiga. Namun hebatnya, pria itu telah membawa serta tim lainnya. Yang membuat mereka seolah-olah hanya teman lama tidak berjumpa, sehingga bersikap seperti itu. Ekspresi pria itu yang bertolak belakang dari ekspresi ketika menatap Robi, membuat Robi tidak mampu berkutik.
Namun Robi sempat memberikan sinyal peringatan yang pasti diketahui oleh Adhitama karena sinyal peringatan tersebut langsung terhubung ke Adhitama. Sedangkan Adhitama yang mendapatkan sinyal peringatan dalam posisi aktif tentu saja langsung mengerahkan seluruh para pengawal tersembunyi untuk segera bertindak dan melacak posisi Zhafira saat ini berada.
Kepala pengawal Kenzie memberikan informasi bahwa Robi telah mengintai Zhafira sejak awal, dan saat ini telah diamankan kan tetapi menurut pemikirannya akan ada perlawanan yang datang. Mendengarkan ucapan sang kepala pengawal membuat Kenzie sedikit murka, terlihat dari sorot mata Kenzie, dan kepala pengawal itu langsung bergerak cepat untuk menyelesaikan dan mempersiapkan berbagai kemungkinan terjadi.
Sedangkan Kenzie bergegas membawa Zhafira masuk ke dalam mobilnya, dan tidak dihiraukannya Zhafira yang sudah sejak dari tadi protes. Zhafira yang diperlakukan seperti itu langsung berusaha memberikan perlawanan, walaupun hal itu percuma saja, karena Kenzie berhasil memberikan kuncian yang membuat Zhafira tidak mampu melawan.
Hal ini, dilakukan oleh Kenzie karena Kenzie sangat tahu bagaimana tentang seorang Zhafira melalui informasi yang diberikan oleh orang kepercayaannya. Sehingga perlawanan Zhafira hanya sebatas hembusan angin saja, yang tiada berguna. Mana kondisi fisik Zhafira yang tidak memungkinkan untuk memberikan perlawanan ekstra dikarenakan dalam kondisi tidak sehat.
*
*
*
*
*
*
*
๐บ๐บ