
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Melihat Zhafira yang hanya terdiam saja sejak mereka masuk ke dalam mobil mewah ini, Kenzie berencana untuk membuka percakapan dengan menanyakan kemana Zhafira ingin diantarkan pulang.
" Mau kembali pulang ke mansion tuan Azzam, atau kembali pulang ke rumah kamu " ucap Kenzie yang sudah duduk santai di samping tubuh Zhafira di dalam mobil mewah Kenzie. Yang saat ini Kenzie menggunakan mobil Rolls Royce Phantom Extended Wheelbase 6.7 L , jenis sedan berwarna navy tua yang sudah pasti terlihat sekali mewah dan berkelas.
Zhafira yang sangat kesal sekali dengan tingkah laku Kenzie segera memalingkan wajahnya ke arah kaca jendela mobil. Zhafira sama sekali tidak berkeinginan untuk menanggapi semua ucapan Kenzie, dikarenakan pria ini dengan berani menyentuh dirinya, yang membuat dirinya benar-benar merasa berdosa. Namun Di dalam batinnya Zhafira berkecamuk rasa dimana otaknya berisikan pertanyaan- pertanyaan kepada dirinya sendiri seperti, apakah hal ini terjadi adalah hukuman yang diberikan oleh Allah SWT atas dosanya kepada sang ibu, ataukah ini adalah ujian yang Allah berikan kepadanya, karena kurangnya dia dalam amalan.
Kenzie yang tidak mendapatkan jawaban dari Zhafira segera merapatkan tubuhnya, bahkan dengan lancang menyentuh jemari tangannya Zhafira
" Tolong "
" Hargailah agama yang saya anut "
" Diharamkan bagimu menyentuh yang bukan halal bagimu "
" Hargailah saya seorang perempuan Islam yang menjunjung tinggi akidah dan keyakinanku "
" Jangan menyentuh saya yang bukan mahramnya anda " ucap Zhafira dengan suara yang sudah menahan tangisannya.
Hal itu membuat Kenzie secara perlahan melepaskan tautan tangannya pada tangan Zhafira yang tidak terlalu halus seperti pada umumnya perempuan yang hidup dalam kalangan seperti mereka, kalau di negara ini pada masa kini lebih sering menyebutnya dengan crazy rich.
" Maafkan Abang "
" Abang antarkan kamu pulang kemana ? " Tanya Kenzie dengan lembut yang belum pernah dia lakukan sebelumnya pada perempuan mana pun
" Ke rumah " ucap Zhafira yang belum selesai memberikan alamat rumahnya. Namun Kenzie memerintahkan kepada sang sopir untuk menuju ke rumah Zhafira. Dan hal itu tentu saja membuat Zhafira bergidik ngeri. Siapakah pria ini, bahkan nama pakde Zhafira pun dengan entengnya dia sebut, dan kini alamat Zhafira pun yang belum sempat Zhafira beritahukan, pria ini sudah tahu kemana tujuan Zhafira pulang.
Setelah ini, sudah dipastikan Zhafira akan menutup akses untuk kembali bertemu, dan mem-blacklist Kenzie dalam daftar tamu nya.
Perjalanan mereka menuju rumah kediaman Zhafira tidak terlalu singkat dan tidak terlalu lama, sehingga dalam tempo waktu beberapa menit yang tidak menghabiskan satu jam perjalanan, kini mereka sudah berada di depan rumah Aisyah yang tampak sepi, dan hanya ada penerangan seadanya saja.
Kenzie lebih dahulu turun, lalu keluar menyambut Zhafira keluar dari pintu nya, namun sekali lagi Zhafira tidak menyambut tangan yang Kenzie ulurkan
" Maafkan saya " ucap Zhafira dan Kenzie kembali meletakkan tangan nya, yang sekali ini berpindah ke atas langit mobil, melindungi kepala Zhafira agar tidak terantuk di langit mobil. Terlihat so sweet sekali, perlakuan Kenzie terhadap Zhafira, namun hal itu sama sekali tidak menyentuh relung hati Zhafira, karena bagi Zhafira Kenzie adalah makhluk tuhan yang akan paling dihindari nya setelah malam hari ini.
Zhafira membuka pintu pagar, dan hendak menguncinya kembali, namun Kenzie segera menghalangi Zhafira melakukan hal tersebut.
" Please "
" Tidak ada seorang pun di rumah "
" Saya perempuan " ucap Zhafira yang belum selesai, karena Kenzie telah memotong ucapan nya dengan mengatakan bahwa Kenzie hanya ingin memastikan bahwa Zhafira baik-baik saja.
Zhafira menghembuskan nafasnya dengan berat, menghadapi seorang Zhidan saja membuat Zhafira pusing, apalagi dengan hadirnya pria ini yang akan membuat dirinya kembali dibuat pusing. Belum melangkahkan jauh hubungan mereka saja, Kenzie sudah berani menampakkan sikap posesif dan protektif nya. Tentu saja Zhafira tidak suka akan hal itu. Di dalam batinnya berkali-kali Zhafira mengucapkan kalimat istighfar agar jangan sampai dia berjodoh dengan pria ini yang sangat menyebalkan di mata Zhafira.
Zhafira menghidupkan semua penerbangan di dalam rumah nya. Dan belum masuk ke dalam kamarnya. Zhafira berhenti di depan ruangan tamu saja. Tanpa berniat berbasa-basi mempersilahkan Kenzie untuk duduk di kursi sofa yang tersedia pada ruangan tersebut.
Kenzie sangat paham jika Zhafira tidak ingin Kenzie bertamu di rumah ibunya dan berlama-lama di sana. Kenzie pun segera berinisiatif kembali keluar rumah setelah memastikan bahwa rumah sudah dalam keadaan clear dari hal-hal buruk. Terlihat dari satu persatu pengawal Kenzie yang memberikan kode bahwa di bagian masing-masing rumah aman untuk di tempati Zhafira. Dan hal itu membuat Zhafira menekan pelipis nya,
" Tidak perlu melakukan hal itu "
" Karena rumah ibu saya sudah dilengkapi keamanan yang baik. Sistem kunci rumah yang baik, bahkan di setiap sudut ada cctv yang terpasang "
" Dan Allah SWT sebaik-baiknya tempat saya berlindung " ucap Zhafira dengan lembut agar Kenzie segera pergi dari rumah Aisyah,dan tidak lagi mencari alasan lain untuk berlama-lama, karena Zhafira seorang perempuan single sehingga dia sangat risih jika Kenzie masih berlama-lama di sini.
" Iya "
" Abang pulang " ucap Kenzie menatap wajah cantik Zhafira tanpa berkedip, sesungguhnya di dalam batinnya Kenzie sangat sungkan dirinya untuk meninggalkan Zhafira.
Langkah kaki Kenzie berhenti di depan pagar Zhafira, dengan masih memandang wajah cantik Zhafira, sedangkan Zhafira berusaha bergerak cepat untuk segera masuk ke dalam rumah setelah mengunci pagar. Tanpa menolehkan kembali wajah nya, Zhafira segera menutup pintu utama rumah, dan menguncinya. Sedangkan Kenzie masih berdiri di sana dengan gaya berdiri yang sangat elegan. Satu tangannya diletakkan ke dalam kantong saku celana.
Kenzie langsung mengubah raut wajahnya ketika melihat ke arah banyaknya mobil yang datang. Adhitama turun dari mobil dengan murka, ingin melihat pria mana yang dengan lancang telah menyentuh anak perempuan tercintanya.
Sosok Kenzie samar-samar terlihat oleh Adhitama. Apalagi para pengawal pribadi Kenzie yang bersedia mati demi melindungi Kenzie dari musuh.
" Selamat malam "
" Paman " ucap Kenzie, mendahului Adhitama sebelum berucap satu katapun. Kenzie pula memberikan kode kepada para pengawalnya untuk segera menyingkir dari hadapannya, agar Adhitama dapat melihat dirinya dengan jelas.
Betapa terkejutnya Adhitama ketika melihat sosok Kenzie dihadapannya
" Kau ! " Ucap Adhitama dengan geram
" Maafkan aku, Paman "
" Alangkah baiknya jika kita berbicara dengan baik "
" Kita bicarakan dengan baik di tempat yang private " ucap Kenzie dengan santun
Bahkan Kenzie sedikit menundukkan kepalanya, memberikan kehormatan. Adhitama menghembuskan nafasnya dengan berat
" Dimana Robi ? " Tanya Adhitama, dan Kenzie langsung menolehkan kepalanya kepada Kim sebagai kepala pengawalnya.
" Dia baik-baik saja ,Paman "
" Dia sudah diantarkan pulang ke rumahnya " ucap Kenzie dengan sopan
Mereka langsung meninggalkan kompleks perumahan Zhafira, karena ditakutkan akan ada bisik-bisik tetangga yang akan sampai di telinga Aisyah jika mereka ribut di sini. Adhitama menyetujui permintaan Kenzie untuk membicarakan hal ini di tempat yang tepat.
Di tempat yang berbeda, di kota yang sama.
Aisyah yang masih sedih atas apa yang telah dia lakukan kepada Zhafira. Aisyah tahu jika tidak sepantasnya dia memaksakan kehendaknya kepada anak-anak. Namun, Aisyah memiliki alasan kenapa dia bersikap demikian. Medical check up yang dilakukan nya terakhir kali memberikan hasil yang tidak baik. Aisyah takut jika dia akan meninggalkan Zhafira dan Zhafira tidak ada yang melindunginya dan menjaganya
Zhafira adalah permata hatinya, cinta nya, hidupnya. Anak perempuan kebanggaan nya. Aisyah masih menangis sampai matanya sudah sangat bengkak bahkan untuk membuka kelopak matanya pun Aisyah tidak mampu. Matanya sakit terkena bias cahaya. Azzam yang melihat kondisi Aisyah tentu saja mengkhawatirkan adik perempuannya.
Aisyah yang enggan untuk memakan makanannya membuat Azzam mendesah pasrah. Satu sisi Zhafira tidak salah,satu sisi Aisyah juga tidak salah hanya saja caranya yang salah. Siti membujuk Zhidan agar mau membujuk Aisyah untuk makan. Walaupun di dalam hatinya Zhidan kesal dengan perbuatan sang ibu, Zhidan tidak ingin mendapatkan predikat anak durhaka, apalagi dialah satu-satunya laki-laki. Sehingga tanggung jawab seorang kepala rumah tangga berada di pundaknya. Zhidan harus bisa membedakan urusan hati dengan urusan keluarga.
Apalagi sang kakak sudah mengamanahkan kepadanya mengenai sang ibunda mereka. Zhidan tidak ingin Zhafira sampai kepikiran banyak hal. Padahal kondisi sang kakak tidak baik-baik saja. Zhidan sangat mengkhawatirkan kondisi sang kakak. Mana belum ada kabar dari Zhafira apakah dia sudah menyelesaikan pertemuan nya ataukah Zhafira sudah pulang ke rumah.
Zhidan yang sejak tadi menghubungi Robi tidak kunjung mendapatkan jawaban membuat Zhidan tambah khawatir. Apakah Zhafira benar-benar diantarkan di tempat tujuan ataukah bagaimana. Tanpa berfikir lama, Zhidan memerintahkan Ali untuk segera melihat Zhafira di rumah mereka. Kalaupun Zhafira berada di rumah, maka Ali akan menjaga Zhafira di sana meskipun Ali harus tidur di mobil sekalipun.
Zhafira segera membersihkan tubuh nya yang terasa lengket, dan menunaikan ibadah yang terlambat, dan segera menuntaskan sholat malamnya. Jika memang dia tidak terbangun untuk tahajud nya , setidaknya dia telah menunaikan salah satu ibadah Sunnah di waktu malamnya.
Zhafira melepaskan elastis perban yang masih terpasang, meraba daerah yang terkilir, apakah sudah tidak lagi terlihat bengkak, dan Zhafira memilih untuk tidak memasangkan kembali elastis perban karena sampai hari ini terhitung dua hari sejak pemasangan elastis perban.
Besok, Zhafira akan berjalan lebih baik dari sebelumnya. Zhafira segera mematikan lampu kamarnya, dan mengantikannya dengan lampu tidur. Tubuh dan pikirannya hari ini sungguh lelah luar biasa. Zhafira memejamkan matanya di saat setelah membaca doa sebelum tidur dan beberapa surah wajib sebelum tidur.
Jika Zhafira sudah tertidur pulas mengarungi dunia mimpinya, maka Kenzie saat ini sudah berhadapan dengan Adhitama
" Haruskah aku menyapa ayah kamu "
" Malam ini " ucap ayah kandung Zhafira, tuan Adhitama. Dan itu sukses membuat Kenzie terkejut, namun Kenzie berusaha bersikap seperti biasa saja.
" Seperti nya ada kesalahpahaman di antara kita "
" Dan Kenzie tidak tahu apa yang telah disampaikan kepada Paman sehingga membuat Paman bersikap seperti ini kepada Kenzie "
Ucap Kenzie dengan sangat hormat, agar bisa sedikit meluluhkan hatinya Adhitama. Dan ternyata usaha berhasil . Bisa dilihat dari tatapan mata Adhitama yang tidak setajam pertama kali Kenzie lihat walaupun dari nada bicaranya yang terdengar sangat berkesan hangat.
" Dimana Robi "
" Dia adalah orang kepercayaan aku " ucap Adhitama yang langsung ke poin utamanya
" Oh " ucap Kenzie yang meminta Kim untuk segera mendekat hanya melalui bola matanya saja
" Pria itu sudah kami pulangkan ke rumah nya dengan selamat, tuan " ucap Kim sambil menundukkan tubuhnya yang merupakan gerakan memberi hormat. Memberitahukan untuk kedua kalinya agar Adhitama yakin bahwa apa yang dikatakan sebelumnya tidak salah
" Mohon maafkan saya, karena tidak mengenali orangnya, tuan "
" Karena saya kira, pria itu seorang penguntit yang berusaha menyakiti nona atau tuan muda " ucap Kim yang masih belum menaikkan tubuhnya
" Sekarang kalian sudah tahu, jika Robi adalah orang kepercayaannya aku "
" Dia bertindak, pasti telah terjadi sesuatu pada Zhafira yang membuat Zhafira tidak nyaman " ucap Adhitama mencoba mencari tahu. Atas dasar apa yang membuat Robi sampai menghidupkan sinyal darurat
" Tidak terjadi masalah apa-apa, Paman "
" Hanya saja , Zhafira hampir terjatuh karena tubuhnya tidak seimbang "
" Mungkin akibat keseleo satu hari lalu yang menyebabkan hal tersebut terjadi " ucap Kenzie dengan setenang mungkin
" Saya yang berada di dekatnya , secara refleks sudah pasti membantu Zhafira untuk berdiri sempurna, dan membimbingnya untuk berdiri sempurna "
" Saya tahu jika Zhafira tidak pernah bersentuhan dengan lawan jenisnya dengan sengaja "
" Jika memang karena itu, yang membuat Paman murka kepada saya "
" Seperti yang sudah saya katakan kepada Zhafira "
" Bila " ucap Kenzie dengan sopan dan serius dalam ucapannya
" Bila Paman mengizinkan, saya hendak meminang Zhafira menjadikan dia halal bagi saya "
" Mempersunting Zhafira, menjadikan dia isteri bagi saya " ucap Kenzie dengan mantap.
Adhitama yang mendapatkan kalimat permintaan seorang pria yang meminta anak perempuan tercintanya tentu saja sangat terkejut, bahkan respon Adhitama ketika mendengar ucapan Kenzie seketika langsung menegang. Masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Sedangkan Kenzie menunggu jawaban dari Adhitama.
" Tidak "
" Anakku masih terlalu muda untuk kamu nikahi " ucap Adhitama yang masih menolak jika Zhafira sudah menjadi seorang perempuan dewasa yang sudah pasti menarik bagi pria dewasa untuk menikahinya. Apalagi, Zhafira sosok perempuan soleha yang memenuhi semua syarat sebagai isteri yang diidamkan oleh para pria dewasa
" Kita akhiri saja pertemuan ini "
" Aku sudah tidak akan mempermasalahkan hal terjadi pada malam hari ini "
" Dan ucapan yang kamu katakan tadi, aku anggap itu hanya angin lalu saja "
" Dan jangan lagi kamu katakan hal yang sudah pasti tidak akan pernah mendapatkan jawaban dariku " ucap Adhitama sembari berdiri, mengucapkan kalimat salam, dan meninggalkan Kenzie yang masih berada di tempat duduknya.
Adhitama berkali-kali menggelengkan kepalanya di saat berjalan menuju ke arah mobilnya yang sudah ada sang sopir yang menyambut Adhitama. Sedangkan Kenzie melongo melihat tingkah Adhitama yang dianggap sedikit ambigu.
" Tuan " ucap Kim
" Tuan Adhitama terlihat shock akan ucapan tuan kepadanya "
" Sama dengan putrinya "
" Nona Zhafira tidak menyangka jika ada seorang pria dewasa dengan berani meminang nya , dan tuan Adhitama juga seperti itu, tidak menyangka jika putri tercintanya akan dipinang oleh anda, tuan " ucap Kim, agak panjang menyampaikan pendapatnya
" Kamu benar "
" Aku semakin penasaran dengan Zhafira "
" Benarkah perempuan itu tidak pernah tersentuh oleh pria " ucap Kenzie yang meragukan informasi yang diberikan oleh Kim kepadanya
" Aku mempertaruhkan nyawa aku, tuan "
" Jangan tuan permainkan nona Zhafira, ada banyak hati yang tersakiti jika tuan melakukannya . Lebih baik tuan bermain dengan perempuan lain, dan mohon lepaskan nona Zhafira bila tuan hanya penasaran " ucap Kim dengan menundukkan kepalanya. Walaupun Kim adalah kepala pengawal Kenzie yang paling dipercaya oleh Kenzie. Untuk pertama kalinya Kim berani berucap lancang seperti ini yang membuat Kenzie mengerutkan dahinya
" Sebegitu dalam kamu menghargai perempuan itu "
" Apakah kamu menyukainya juga " ucap Kenzie dengan menaikkan sebelah alisnya
" Tidak ada seorang pria pun yang tidak tertarik kepada nona Zhafira "
" Nona begitu berharga, nona memenuhi semua kriteria perempuan yang patut dijadikan sebagai seorang istri " ucap Kim
" Untuk aku pribadi "
" Terlalu lancang jika aku berharap nona Zhafira menjadi pendamping ku "
" Nona Zhafira lebih pantas dan cocok mendampingi tuan "
" Aku sangat suka , dan akan memberikan semua pengabdian kepada tuan jika tuan menikahi nona Zhafira "
" Nona sangat layak menjadi nyonya, daripada perempuan ****** itu " ucap Kim yang sekali lagi membuat Kenzie menatap tajam wajah Kim
" Maafkan aku, tuan " ucap Kim yang kemudian menundukkan kepalanya, bukan karena merasa bersalah karena mengutarakan pendapatnya, Kim hanya bersikap hormat saja. Dan Kim sangat tidak suka dengan perempuan yang sudah membuat Kenzie menjadi pria nakal, tidak seperti Kenzie sebelumnya. Bahkan Kenzie menjadi semakin liar ketika aib perempuan itu terkuak, yang menyebabkan Kenzie tidak mempercayai bahwa di dunia ini masih ada perempuan yang baik
" Ayo " ucap Kenzie yang malas meladeni Kim. Kenzie segera meninggalkan tempat pertemuan Kenzie dengan Adhitama, yang diikuti oleh Kim dan para pengawal lainnya.
*
*
*
*
*
*
🌺🌺