My Darling

My Darling
40



🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Mereka berlima masih berada di rumah Zhayn untuk beberapa waktu , medical check up di rumah sakit milik Zhafira, yang kemudian mereka melanjutkan perjalanan untuk datang berkunjung ke panti asuhan Rumah Abang Zhayn, menghabiskan beberapa waktu di sana karena anak-anak panti merasa senang ketika kakak dan para abang-abang kesayangan mereka datang berkunjung.


Namun tidak untuk Aisyah, Aisyah hanya sebentar saja di sana karena Azzam telah memerintahkan seorang sopir untuk menjemput Aisyah. Ada pembicaraan serius diantara kedua kakak beradik ini yang membuat Azzam tidak memperbolehkan untuk anak-anak Aisyah mendengarkan isi percakapan tersebut. Sehingga, mereka berempat kakak beradik itu tidak tahu apa saja isi pembicaraan yang diperbincangkan oleh Aisyah dengan Azzam, yang mereka berempat tahu setelah Aisyah menerima telepon tersebut, Aisyah segera bergegas menuju kediaman utama Azzam setelah berpamitan dengan seluruh yang tinggal di panti asuhan termasuk putra dan putri nya.


Di sepanjang perjalanan Aisyah menyunggingkan senyuman. Membuat sang sopir menanyakan perihal apa yang membuat sang nyonya merasa begitu senang. Namun Aisyah dengan jahilnya berkata


" Mamang nanya, bertanya-tanya " yang berhasil membuat sang sopir tergelak tertawa mendengar logat bicara Aisyah yang menye-menye seperti yang biasa Zhafira lakukan jika sedang menggoda sang ibu. Tanpa Aisyah sadari jika terkadang dirinya bertingkah seperti seperti putri kesayangannya.


Aisyah memerintahkan anak-anaknya untuk langsung pulang ke rumah mereka setelah menghabiskan hari mereka. Walaupun Aisyah tidak pulang ke rumah, mereka berempat dilarang untuk menyusul ke kediaman mansion Azzam.


Mereka berempat sih asyik - asyik saja, toh setelah dari panti asuhan Rumah Abang Zhayn, mereka akan melanjutkan perjalanan mereka dengan berwisata kuliner di beberapa tempat kekinian dan bernostalgia di beberapa tempat mereka nongkrong di masa lalu , dan kemudian mungkin akan di akhiri dengan bermain game di beberapa tempat bermain. Padatnya aktifitas mereka membuat ketiga pria ini mengkhawatirkan kondisi Zhafira sedangkan Zhafira sendiri bahkan tidak menghiraukan, tidak memperdulikan kondisi tubuh nya yang tidak terlalu fit.


Karena menurut Zhafira momen seperti ini akan dirindukan nanti setelah para abang-abang kesayangan nya pulang ke negara masing-masing tempat untuk mengais rezeki, dan yang pastinya untuk bekerja menghasilkan cuan - cuan di kerajaan bisnis keluarga mereka. Lagipula momen-momen ini sangat jarang sekali dia dan Zhidan dapatkan apalagi kedua abangnya jika sudah pulang ke negaranya masing-masing, akan lama untuk kembali berjumpa dan berkumpul dengan keluarga.


Zhafira ingin kepulangan para abang-abang kesayangan nya memiliki waktu yang berkualitas dan berkesan bagi mereka semua tanpa terkecuali.


Sesampainya di mansion Azzam, Aisyah segera mendatangi kakak iparnya yang sedang menata sajian yang akan dihidangkan menyambut kedatangan tamu Azzam. Aisyah mengucapkan salam dengan sedikit terburu-buru setelah itu dia menanyakan apakah yang disampaikan oleh Azzam kepadanya adalah benar. Yang tentunya di jawab oleh Siti dengan anggukan kepala penuh semangat yang membuat semburat merah di pipi Aisyah, bukan karena tersipu malu seperti anak gadis kebanyakan yang jika di puji pasangan.


Akan tetapi semburat merah ini, menandakan bahwa Aisyah tengah merasa sangat bersemangat menyambut kedatangan seorang pria yang mengaku ingin mempersunting Zhafira, apalagi garis keturunan pria ini berasal dari keluarga yang cukup dikenal baik oleh keluarga Lesham.


Mentari pun segera tenggelam di ufuk barat dengan semburat orange mengitari tenggelamnya mentari yang akan tergantikan oleh rembulan beserta temannya sang bintang - bintang yang bertaburan memperindah malam hari ini.


Azzam pulang sedikit terlambat dari biasanya dikarenakan sesuatu dan lain hal, sehingga membuatnya harus menghabiskan waktu perjalanan agak lama apalagi menembus kemacetan. Sehingga kehadiran salah satu anggota keluarga Abrisham, hanya di sambut oleh Siti dan Aisyah.


Inipun sudah Siti beritahukan kepada Azzam jika tamu mereka telah tiba, dan Azzam meminta isteri dan adiknya untuk menyambut dan menjamu tamu mereka dengan baik, sebelum dia pulang ke mansion.


Yang pastinya dituruti oleh perempuan yang kecantikan mereka tidak lekang di makan usia. Di kediaman Azzam memiliki masjid dimana ketika untuk beribadah wajib, Azzam mewajibkan setiap orang penghuni mansion beragama Islam untuk memenuhi panggilan mendirikan sholat. Sehingga setiap orang sudah bersiap-siap menuju masjid yang tidak jauh dari mansion utama Azzam.


Kenzie yang sudah jarang, bahkan sudah tidak pernah beribadah sedikit terkejut akan ajakan seluruh penghuni. Sehingga mau tidak mau Kenzie melaksanakan sholat.


Untuk imam dan iqomah sudah ada orang yang akan melakukannya, sehingga hal itu membuat Kenzie sedikit tenang. Tidak terbayangkan olehnya jika sampai Siti dan Aisyah meminta Kenzie untuk menjadi imam masjid. Tanpa meminta saja Kenzie sudah merasa sangat malu, karena hafalan itu sudah terlupakan dalam ingatannya. Hanya saja Kenzie berlagak cool sehingga kecemasannya tidak terlalu terlihat.


Kenzie merasa sedikit beruntung karena Azzam memberikan kabar jika dirinya datang terlambat yang artinya Kenzie tidak akan diuji dengan bacaan dalam sholat.


Assalamualaikum " kalimat salam yang pertama kali Azzam ucapkan ketika masuk ke dalam mansionnya. Yang disambut para penghuni mansion dengan balasan serupa secara hampir bersamaan.


Kenzie yang melihat kedatangan kepala keluarga Lesham tanpa ragu segera mendekati Azzam, yang kemudian Kenzie mencium punggung tangan Azzam dengan takzim sebagai bentuk kesopanan dalam bertamu di negara+62, dimana perilaku Kenzie inu tidak luput dari penilaian Azzam dan keluarga terhadap sikap Kenzie ketika datang bertamu di mansionnya Azzam.


Azzam pun menyambut kedatangan Kenzie dengan bersikap hangat. Azzam bahkan memberikan usapan lembut pada bahu Kenzie dan menyematkan senyuman di wajah lelahnya di saat wajah Kenzie menyentuh punggung telapak tangan Azzam dengan penuh takzim.


" Tidak apa-apa, jika saya tinggal sebentar "


" Karena saya mau membersihkan tubuh terlebih dahulu " ucap Azzam yang disambut Kenzie dengan anggukan kepala saja, pertanda bahwa dirinya menyetujui keinginan Azzam untuk membersihkan diri setelah seharian berada di luar rumah.


Sembari menunggu kedatangan kepala keluarga, Siti mulai mengintrogasi berbagai pertanyaan-pertanyaan dengan tema random, yang dijawab Kenzie dengan santun. Bagaimanapun Kenzie harus lulus dalam mencuri perhatian dari kedua perempuan yang sangat dihormati Zhafira.


Tidak berselang lama kemudian, Azzam yang telah menyelesaikan membersihkan tubuh nya terasa sangat lengket, dan menyelesaikan ibadahnya yang tertunda karena perjalanan. Segera bergabung ketika melihat kedua perempuan yang dia cintai sedang bercerita banyak hal dengan sang tamu.


Percakapan terhenti ketika mereka bertiga mendengar langkah kaki Azzam yang kian mendekat. Secara spontan mereka melihat ke arah kedatangan Azzam, membuat Azzam tersenyum geli melihat wajah-wajah penasaran.


" Kenapa terhenti percakapan kalian "


" Lanjutkan saja " ucap Azzam yang saat ini mendaratkan tubuhnya di sofa yang biasanya Azzam duduki ketika ada tamu yang datang berkunjung ke kediamannya.


Ketika Azzam tiba, seketika Kenzie yang tadinya sudah nampak santai sekarang mendadak kaku lagi yang membuat Siti dan Aisyah tertawa kecil


" Kenapa ? " Tanya Azzam kepada adik dan istrinya


" Pi "


" Tamu kita mendadak tegang nih, karena adanya Papi disini " ucap Siti yang tanpa menutupi apa yang dia pikirkan


" Oh "


" Papi kira ada apa." Ucap Azzam yang tersenyum kecil


" Bukankah kita sudah sering bertemu di berbagai kesempatan " ucap Azzam memecahkan suasana, dan Kenzie hanya merespon dengan anggukan kepala saja


" Ya udah "


" Karena Papi sudah ada , kita langsung makan malam saja, sekarang "


" Mami sudah lapar " ucap Siti agar suasana menjadi cair, Aisyah yang mendengarkan penuturan dari kakak iparnya menganggukkan kepalanya sebagai tanda jika dia menyetujui apa yang dikatakan oleh kakak iparnya.


Azzam segera bangkit dengan mengulurkan tangannya kepada sang isteri. Tanpa malu, Siti pun segera meraih telapak tangan suaminya yang terulur tersebut. Aisyah yang sudah biasa melihat romantisme abangnya yang tidak lekang dimakan usia, hanya tersenyum saja


" Abang dan kakak memang seperti itu "


" Harap maklum saja yah , nak " ucap Aisyah yang melihat wajah Kenzie yang sedikit canggung.


Mereka berjalan menuju ke arah meja makan yang cukup besar.


" Anak - anak saya sedang berada di luar "


" Mereka sedang bersenang-senang dengan Zhaza dan Zhizi "


" Maklum saja, kami baru saja kedatangan abang-abang Zhaza dari luar "


" Sehingga mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk berkumpul "


" Akan tetapi Zhaza tidak akan datang kemari "


" Yah, anak-anak bunda lebih memilih untuk berada di rumah bunda saja " ucap Aisyah memberikan penjelasan yang seharusnya tidak perlu dijelaskan oleh Aisyah. Karena Kenzie tidak bertanya, entah kenapa Aisyah merasa seakan-akan harus mengatakan hal itu sehingga mengalir lah cerita tentang Zhafira yang sedang berada di luar.


Sejenak Kenzie tertegun, apakah abang-abang yang dimaksudkan oleh Aisyah adalah dua pria yang duduk mengapit Zhafira beberapa hari yang lalu.


" Betul sekali "


" Mereka sudah bolos bekerja dua hari , bahkan Abhi sudah merencanakan hari ini untuk tidur di rumah Aisyah, begitu pula dengan anak-anak bude yang lain "


" Di suruh menginap disini tidak mau , padahal jika mereka semua ada di sana pastilah berdesakan tidurnya "


"Yah sudah "


" Kirim mbok untuk membantu Ais di sana " ucap Azzam dengan enteng


" Mereka bilang , nggak usah mbok kesini biar kami aja yang beresin rumah , Mami tuh jangan ngerusuhin kami deh " ucap Siti yang sudah menirukan gaya dan suara salah satu putrinya yang membuat Aisyah, dan lainnya tertawa


" Saat Ais berkata ke mansion Abang, Zhaza malah bilang kalau bunda nggak usah pulang, kasihan nanti pulangnya kemalaman " ucap Aisyah


" Hm "


" Apalagi kalau Zhaza sudah bilang seperti itu "


" Pasti mereka sudah merencanakan sesuatu di rumah kamu, Ais " ucap Siti yang sudah bersikap seperti seorang detektif Cunan


" Yah "


" Biarkan saja, kak "


" Kapan lagi mereka bisa berkumpul seperti itu, kelak jika mereka semua sudah memiliki pasangan masing-masing, mereka akan merindukan momen indah seperti itu " ucap Aisyah yang mendapatkan anggukan kepala dari Siti.


" Sudah, curhatan nya, nanti kita sambung lagi "


" Makanan sudah tersaji "


" Ayo, dinikmati makanan yang sederhana ini " ucap Azzam beramah-tamah kepada tamunya, karena di dalam Islam memuliakan tamu adalah wajib hukumnya


Sehingga rangkaian acara makan malam hari ini berjalan baik, Kenzie makan dengan tenang, walaupun bukan dengan konsep fine dining, tetap saja jamuan makan malam ini terkesan formal bagi Kenzie yang terbiasa untuk makan dengan konsep seperti layaknya orang-orang dalam circle mereka.


Setelah waktu makan malam nya terlewati, kini mereka kembali beralih ke ruangan tamu, dimana formasi sudah lengkap, ada seorang tamu yang tampan di hadapan kepala keluarga Lesham yang kini di dampingi isteri dan adiknya yang sangat dia cintai.


" Maafkan saya sebelum saya melanjutkan pembicaraan kita


" Saya ingin kamu memperkenalkan diri kamu, walaupun saya cukup mengenal ayah kamu, dan bahkan seringkali kita berjumpa "


" Namun alangkah baiknya kita berkenalan dan kemudian atas dasar apa yang membuat kamu sudi untuk datang ke kediaman saya yang sederhana ini " ucap Azzam sebagai pembukaan pembicaraan di antara tuan rumah dan seorang tamu.


" Saya mengucapkan banyak terimakasih, tuan atas sambutan dari keluarga tuan yang menjamu saya dengan sangat baik "


" perkenalkan saya adalah Muhammad Kenzie Harith Abrisham " ucap Kenzie dengan sopan


" Wah panjang sekali nama kamu, nak " ucap Siti dengan tertawa kecil


" Kami menyapa kamu dengan sapaan siapa " ucap Siti kembali


" Oh "


" Sapa saya dengan Ezi saja, Nyonya " ucap Kenzie dengan seulas senyuman juga. Kenzie sengaja menyebutkan nama panggilan yang biasanya di ucapkan oleh keluarga saja, karena beberapa sahabat menyapa Kenzie dengan Haris.


" Baik, nak Ezi "


" Sekarang bolehkah kami mengetahui apa maksud kedatangan kamu kemari " ucap Azzam yang sudah tidak beramah-tamah lagi seperti sebelumnya, karena Azzam juga sudah merasa penasaran dengan maksud kedatangan dari salah satu anggota keluarga Abrisham. Karena keluarga ini terkenal tidak suka bertele-tele dalam sesuatu hal.


" saya putera sulung dari bapak Ibrahim Abrisham "


" tentu nya tuan Azzam, sudah mengenal Daddy saya " ucap Kenzie dengan sopan


"Hm "


" iya " ucap Azzam, sambil menganggukkan kepala nya saja.


" kedatangan saya ke mansion tuan, tentu saja karena saya memiliki maksud dan tujuan yang pastinya untuk saya pribadi menginginkan apa yang saya katakan nanti, mendapatkan jawaban yang sangat saya inginkan " ucap Kenzie dengan tegas. Kemudian Kenzie memberi jeda sebelum melanjutkan kalimatnya


" Saya bermaksud ingin mempersunting Zhafira, dan berniat menikahi Zhafira, keponakannya Tuan dan Nyonya, serta putrinya anda Nyonya Adhitama " ucap Kenzie dengan tidak kalah tegas dari sebelumnya yang membuat Azzam, Siti , bahkan Aisyah terdiam untuk sesaat menantikan kalimat Kenzie selanjutnya


" Sudikah tuan, dan nyonya menerima lamaran saya malam hari ini "


" Karena saya bersungguh-sungguh dengan niat saya " ucap Kenzie lagi


Beberapa waktu semua orang terdiam tanpa berkata-kata lagi, karena mereka sibuk dengan pemikiran masing-masing


" Apakah kamu memang bersungguh-sungguh ingin menikahi anak saya "


" Anak gadis kesayangan saya " ucap Aisyah menelisik ke dalam manik mata Kenzie, apakah pria muda ini benar-benar bersungguh-sungguh atas niatnya


" Iya " sahut Kenzie dengan tegas namun terdengar santun


" Bagaimana perjumpaan kalian hingga membuat kamu berfikir untuk menikahi putri kami " ucap Siti yang penasaran


" Ada kisah yang terlalu unik untuk saya ceritakan "


" Namun semua itu sepertinya jalan yang Allah SWT berikan kepada kami, karena sering kali kami dipertemukan membuat saya berpikir jika itu adalah cara Allah SWT membuka pintu hati saya. Sehingga saya sangat yakin jika Zhafira lah yang ingin saya persunting menjadi istri saya " ucap Kenzie dengan serius.


Semua orang dari keluarga Lesham yang berada di sana tanpa terkecuali terdiam mendengarkan kalimat Kenzie yang sejenak mereka pikirkan apakah benar-benar seperti itu, atau bagaimana.


Apakah pria ini benar-benar menyukai Zhafira, karena seperti yang mereka tahu jika Zhafira sangat jarang sekali melakukan kontak dengan seorang pria. Bahkan jika ada klien laki-laki yang akan banyak berbicara kalau tidak sekretaris, yah asisten kepercayaan Zhafira.


lagipula sebelum melakukan pertemuan, biasanya sudah ditanyakan apakah klien tersebut laki-laki atau perempuan, jika klien nya adalah seorang pria , seperti cerita sebelumnya jika Zhafira akan mengantisipasi nya dengan mengajak asisten kepercayaannya Zhafira atau sekretaris nya. Zhafira hanya akan menjadi pendengar, dan akan menimpali jika memang dirasa dibutuhkan terkait kontrak kerjasama dengan kliennya.


*


*


*


*


*


🌺🌺