
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Beberapa hari kemudian. Zhafira yang masih tetap tinggal sendirian di rumah Aisyah. Dan Aisyah juga Zhidan yang masih tinggal di mansion Azzam, atas permintaan dari Azzam yang memiliki tujuan agar baik Aisyah maupun Zhafira memiliki waktu memikirkan terbaik atas apa yang terjadi. Berbenah diri, mengintrospeksi diri sendiri, apakah karena cara atau karena sikap. Azzam tidak mau berpihak kepada Aisyah meskipun Aisyah adik kandungnya, karena Zhafira pun salah satu keponakan yang dia sayangi.
Sedangkan Zhidan yang sejak awal sudah berpihak pada Zhafira tentu saja memilih untuk menemani Zhafira di rumah mereka daripada menemani sang ibu. Namun berkali-kali pula Zhafira memberikan pengertian kepada sang adik, agar menemani Aisyah. Walaupun Aisyah tinggal bersama Azzam di mansion Azzam, dan Azzam sendiri adalah kakak laki-laki Aisyah. Namun tugas dan tanggung jawab terhadap Aisyah merupakan tanggungjawab penuh Zhafira dan Zhidan sebagai seorang anak.
Oleh karena itu, Zhafira tidak suka jika Zhidan bersikap seperti ini. Yang lebih memihak kepadanya, walaupun pada kenyataannya Zhafira sedih dengan sikap Aisyah lakukan pada hari itu. Zhafira memberikan Zhidan pengertian karena memposisikan dirinya sebagai seorang kakak, yang harus memberikan adiknya bekal ilmu terutama ilmu etika, dan ilmu agama bagaimana bersikap kepada orang tua meskipun orang tua itu sudah menyakiti anaknya. Berlaku hormat kepada orang tua wajib bagi seorang anak . Zhidan yang mendapatkan ultimatum mengenai hal itu, tentu saja mau tidak mau dia harus bersama Aisyah untuk menjaga ibundanya. Padahal pada kenyataannya Aisyah selama di mansion Azzam selalu bersama Siti untuk mencurahkan isi hatinya kepada sang kakak ipar.
Seperti di sore hari ini. Siti mengajak Aisyah untuk bersantai menikmati sore di gazebo. duduk sambil menikmati teh dan disertai temannya pisang goreng, bakwan jagung yang masih hangat. Aroma gorengan yang kriuk tentu saja mengubah selera. Baik Siti maupun Aisyah menyantap menu sore hari ini
" Ais "
" Sebelumnya apakah kamu sudah pernah berbicara dari hati ke hati "
" dengan Zhaza " ucap Siti dengan hati-hati
" kalau itu sih sudah pernah, kak "
" Zhaza yang tidak pernah mampu menjawab pertanyaan- pertanyaan yang aku ajukan kepada dia, bahkan terkadang dia hanya terdiam dan menangis tanpa suara "
" Kalau sudah seperti itu, aku juga tidak dapat meminta dia untuk menjawabnya, dan tentu saja aku juga tidak bisa meneruskan sesi itu, kak " ucap Aisyah yang sudah meletakkan cangkir teh
" Cobalah lagi untuk berbicara dengan Zhaza dengan baik-baik "
" Maafkan kakak, jika terlalu lancang mencampuri urusan rumah tangga kamu "
" Zhaza seperti itu, kan kita semua tahu jika hal itu "
" Dipastikan karena traumatis di masa lalu "
" Dan bukankah terapis nya pernah bilang "
" Meskipun sebagian ingatan masa lalu dihilangkan, akan tetapi itu tidak bisa bersifat permanen, karena Zhaza bukan mengalami benturan yang menyebabkan dia gegar otak atau pun amnesia "
" Berkemungkinan ingatan itu untuk kembali cukup besar "
" Yang aku takutkan jika itu sudah terjadi, sehingga Zhafira bersikap seperti itu "
" Hanya saja Zhaza menyimpan rapat-rapat lukanya dari kita semua " ucap Siti lagi yang sudah pasti dengan sangat hati-hati
" Aku juga sempat berpikiran seperti itu, kak "
" Karena beberapa hari setelah dia siuman dari pingsannya pada waktu itu "
" Setelah di rawat inap karena demam tinggi "
" Demam tinggi itupun akibat Zhafira yang berhasil menyelamatkan nyawa seorang pria yang mengalami kecelakaan yang jaraknya hanya beberapa radius dari posisi kendaraan mereka "
" Akan tetapi Anggie tidak berbicara apapun saat ini, dia seolah-olah seperti menutupi sesuatu, dan kakak tahu sendiri seperti apa Anggie jika berhadapan dengan Zhaza "
" Tidak ada yang lebih setia kepada Zhaza selain Anggie "
" Sehingga hal itu tentu saja tidak tergali oleh ku " ucap Aisyah menyenderkan kepalanya pada tiang gazebo.
" Sulit "
" Ck "
" Adhitama pasti memantau kalian dari jarak aman kalian "
" Coba kamu tanyakan hal itu kepada Adhi " ucap Siti
" Maksudnya ? " Ucap Aisyah mengernyitkan dahinya
" Iya "
" Abang kamu kan dimintai oleh Adhi untuk memberikan dia akses "
" Akan tetapi Abang kamu tidak memberikan hal itu "
" Maka Adhi meminta Abang kamu memberikan dia kelonggaran dengan memberikan Adhi akses untuk melindungi Zhaza, Zhizi, dan kamu "
" Tanpa kalian sadari jika ada beberapa bodyguard yang melindungi kalian semua selama ini "
" Apalagi Zhaza "
" Selain sudah mendapatkan perlindungan Ali dan Yoyok yang diperintahkan oleh Zhizi " " Zhaza juga mendapatkan perlindungan dari ayahnya, namun Adhi memberikan perlindungan nya yang secara diam-diam " ucap Siti yang membuat Aisyah masih tidak mempercayai ucapan Siti
" Bukankah "
" Zhaza pernah hampir terjatuh di tangga eskalator, akibat ulah temannya yang bercanda tidak pada tempatnya, di masa dia kuliah "
" Dan bukankah Ali mengatakan jika saat itu dia tidak berhasil menyelamatkan Zhaza, yang menyebabkan Zhizi marah besar , sampai-sampai Abang kamu harus memisahkan mereka kalau tidak habislah Ali saat itu "
" Kembali ke cerita Zhaza pada saat itu, dan bukan kah kamu cerita jika Zhaza malah tidak mengalami luka sedikitpun, dan masa kamu tidak merasa janggal karena itu " ucap Siti sembari menyantap gorengan pisang yang masih mengepul asapnya
" Menurut kakak yah, Itu kan bisa saja terjadi, karena selain Ali, ada seseorang pengawal khusus Zhaza yang selalu melindungi Zhaza "
" Dan kakak yakin hingga saat ini pengawal itu selalu ada, dan bersembunyi dari Zhaza "
" Bahkan Ali pun tidak tahu, siapa pria itu sampai saat ini, hanya beberapa kali ada wajah familiar yang selalu dicurigai oleh Ali sebagai bodyguard misterius itu " ucap Siti lagi. Dan setelah mendengarkan pendapat Siti, Aisyah pun merasa apa yang disampaikan oleh Siti ada benarnya. Banyak hal-hal yang janggal terjadi, bukan hal yang meresahkan akan tetapi hal yang membantu Zhafira dalam setiap kesulitannya pasti ada orang yang membantu Zhafira, dan orang tersebut pasti menghilang setelah memberikan bantuan kepada Zhafira.
" Terserah dia, kak "
" Toh Zhaza memang anak kami berdua "
" Sudah sepantasnya, jika dia melindungi putrinya "
" Kalau dia melindungi aku itu yang tidak pantas dan tidak dibenarkan toh aku sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi dengan dia " ucap Aisyah yang melihat ke dalam kolam ikan yang mengelilingi gazebo. Aisyah masih terlalu malas jika membahas tentang Adhitama. Pria yang sudah dianggap mantan suaminya itu.
" Siapa bilang "
" Kalian kan masih " ucap Siti yang tanpa sadar hampir membuka rahasia yang hanya diketahui oleh sedikit sekali orang. Siti langsung membungkam mulutnya, ketika dia hampir keceplosan
" Hm "
" Maksudnya, itu "
" Hm "
" Maksudnya tuh, begini "
" Aduh "
" Lupakanlah, kakak lupa, Ais " ucap Siti yang gelagapan yang takut jika kembali salah berucap
" Kakak ada-ada saja "
" Sudah "
" Lupakan saja, yang pasti dua hari lagi aku ingin segera pulang ke rumah "
" Sudah hampir satu pekan aku berada di sini "
" Aku sudah merindukan putri kecilku " ucap Aisyah yang merasa bersalah karena memarahi Zhafira tanpa sebab, yang hanya menuruti menginginkan agar Zhafira menuruti keinginan diri nya saja.
Zhafira yang hampir satu pekan hidup sendirian masih tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Dia tetap memilih bekerja. Waktunya dimanfaatkan untuk bekerja, entah bekerja di rumah sakit, atau bekerja di perusahaan, atau pun bekerja membersihkan rumah. Zhafira bahkan melakukan latihan fisik yang berlebihan melebihi kapasitas kerja seperti yang biasa dia lakukan. Zhafira mem- push tenaga nya lebih dari sebelumnya.
Anggie bukannya tidak heran. Hanya saja Anggie membiarkan apa saja yang dilakukan oleh Zhafira selagi tidak menimbulkan masalah bagi Zhafira. Dia tahu betul jika sudah seperti ini maka Zhafira pasti memiliki beban pikiran, daripada Zhafira kenapa-kenapa lebih baik Zhafira mengisi waktunya dengan lebih bermanfaat. Karena setelah dia merasa kelelahan, Zhafira akan tertidur dengan sangat pulas. Dan Anggie akan selalu menemani Zhafira dimana pun Zhafira berada apalagi setelah mendengarkan cerita yang disampaikan oleh Zhidan y6 menceritakan tentang apa yang terjadi di mansion Azzam beberapa hari yang lalu.
Seperti saat ini, Zhafira yang sedang latihan pada samsak, memukul samsak dengan lebih akurat, dan lebih fokus. Membuat Anggie menyunggingkan senyuman. Karena jika Zhafira mengalihkan pikirannya ke arah lain, maka Zhafira akan kehilangan moodnya. Dan semakin Zhafira memforsir tenaga nya lagi. Sehingga Anggie membiarkan Zhafira fokus pada target nya.
Sedangkan Kenzie, setelah perbuatannya pada Zhafira. Dia kehilangan akses untuk bertemu dengan Zhafira. Bahkan, Zhafira meminta Ali dan Yoyok untuk selalu waspada pada apapun, yang sudah tentu membuat mereka bertanya-tanya apa yang terjadi setelah pertemuan Zhafira yang tidak membawa serta mereka berdua. Zhafira meminta personil bantuan untuk memperketat penjagaan terhadap dirinya. Tapi tidak menjelaskan secara detail, dan Zhafira juga meminta kepada mereka berdua untuk tidak melaporkan ini kepada Zhidan.
Untuk Adhitama sendiri, mendengar laporan dari pengawal tersembunyi nya selain Robi, mengatakan jika Zhafira memerintahkan hal itu. Turut menambahkan personil bantuan . Sehingga berkali-kali lipat penjagaan terhadap Zhafira. Hal inilah yang menyebabkan Kim tidak bisa menembus pertahanan penjagaan Zhafira. Sehingga Kim melaporkan hal ini kepada Kenzie, yang membuat Kenzie semakin merasa tertantang untuk mendapatkan Zhafira. Dan hal ini tidak disukai oleh Kim. Akan tetapi Kim untuk sementara waktu hanya mengikuti perintah Kenzie, melihat bagaimana sang boss. Berharap Zhafira mampu meluluhkan dinginnya hari sang boss, dan membuat boss nya kembali menjadi boss mereka yang dahulu, yang begitu hangat.
Kenzie mengetukkan ujung pena ke atas meja kerjanya. Terlihat sekali Kenzie sedang berfikir keras, namun tidak ada hasil sama sekali. Satu notifikasi pesan membuat Kenzie mengalihkan pandangannya. Di sini, dia mendapatkan pikiran lain. Dia butuh rehat dari apa yang dia pikirkan.
Leon menatap Kenzie dengan tidak suka ketika Kenzie mengatakan kemana tujuannya setelah selesai jam kerjanya. Akan tetapi apalah daya nya, dia adalah asisten kepercayaan Kenzie yang dituntut harus setia kepada Kenzie.
Ibrahim menekan pelipis nya ketika mendengarkan laporan dari Daniel, atau yang lebih sering di sapa Mr. D.
" Apakah keponakan Azzam yang di maksud oleh Kenzie pada waktu itu " tanya Ibrahim
" Seperti nya, iya " sahut Daniel dengan singkat
" Apakah Ezi benar-benar menyukai keponakan Azzam "
" Atau hanya mempermainkan nya saja "
Ucap Ibrahim
" Kalau itu, saya tidak tahu "
" Saya bukan peramal dan tidak pula memiliki kemampuan membaca pikiran orang " sahut Daniel dengan sedikit lebih banyak dari sebelumnya.
Dan jawaban dari Daniel membuat Ibrahim melongo, tidak percaya jika Daniel akan memberikan dirinya jawaban seperti itu
" yang pasti "
" Jika tuan muda berani bermain api dengan nona Zhafira, maka bukan hanya tuan muda yang akan merasakan terbakar "
" Nama besar Abrisham dan Gumay akan ikut terkena dampaknya " ucap Daniel dengan serius.
Memang tidak terlalu menonjol seperti keluarga lain dalam circle mereka. Namun, semua kalangan keluarga sangat menyegani keluarga Lesham. Sedikit flashback ke masa lalu dimana keluarga Bhalendra yang memiliki nama sangat besar pun terguncang ketika keluarga Lesham menancapkan bendera perang. Dan menutup seluruh akses keluarga tersebut. Tidak memberikan jalan damai, apalagi keluarga Abrisham yang tidak terikat hubungan sama sekali , kecuali kolega dan rekan bisnis semata. Dan yang lebih mirisnya keluarga Lesham lah yang mengulurkan tangannya ketika keluarga Abrisham di Landa keterpurukan ekonomi kala itu akibat persaingan bisnis yang melumpuhkan kerajaan bisnis keluarga.
Akan semakin buruk citra keluarga besar, jika keluarga Abrisham melakukan hal buruk kepada keluarga Lesham, yang sangat terkenal namun tidak mau terekspos seperti keluarga lainnya yang masuk dalam circle mereka. Sehingga pribadi keluarga Lesham sangat di segani, dan tidak heran jika anak keturunan keluarga Lesham sangat diinginkan untuk mereka miliki masuk dalam keluarga mereka.
Ibrahim mendesah pasrah, mengapa anaknya ini menargetkan Zhafira, tidak kah ada perempuan lain saja yang menjadi incaran. Kalau Kenzie memang bersungguh-sungguh dengan Zhafira, Ibrahim bagaikan mendapatkan sebutir telur emas, ketika Kenzie berniat menikahi Zhafira, tapi ini ?
Ibrahim tidak tahu , apa yang menjadi tujuan Kenzie menargetkan Zhafira sebagai perempuan yang ingin didapatkan oleh Kenzie.
Jika Ibrahim sedang pusing memikirkan nasib keluarga atas apa yang akan dilakukan oleh Kenzie. Kenzie sendiri sedang asik bersama para sahabat dajjal nya yang memberikan Kenzie pengaruh buruk di masa-masa keterpurukan Kenzie kala itu, yang hingga kini masih digeluti Kenzie
Banyak botol minuman yang diharamkan tersaji di atas meja private room. Perempuan - perempuan cantik dengan pakaian kurang bahan melengak - lengok di lantai dansa dimana, suara musik yang memekakkan telinga, yang malah membuat penghuni tempat ini semakin menggila.
Seorang pria , sebut saja dengan Mr. X meletakkan sebuah foto pada bantalan target panah yang sudah ditempelkan pada dinding ruangan. Dengan riang pria itu menjelaskan semua informasi tentang perempuan itu, agar menarik minat para pria yang ada di dalam ruangan yang sibuk bercerita, atau meminum dan makan menu yang tersaji di atas meja.
Belum selesai Mr X menjelaskan biodata mengenai perempuan yang ada di dalam papan target, beberapa anak panah sudah meluncur membidik foto tersebut. Tiga anak panah berhasil menembus wajah cantik perempuan tersebut, yang artinya tiga orang pria ini yang akan bersaing mendapatkan perempuan tersebut, dan yang lainnya akan memberikan upeti kepada pemenang yang berhasil mendapatkan perempuan tersebut.
Kenzie tetap diam, sesekali meminum minuman yang sudah dia tuangkan ke dalam snifter glass, sembari menikmati aroma yang dikeluarkan oleh minuman yang dia tuangkan.
Mr X sudah menurunkan foto seorang perempuan yang menjadi target, dan menaikkan foto lainnya yang akan menjadi target taruhan mereka. Kali ini foto seorang perempuan berhijab yang menjadi target utama mereka, dan hal itu membuat Kenzie langsung menatap tajam foto tersebut. Tanpa memperdulikan apapun Kenzie langsung melepaskan anak panah nya, dan membuat bantalan target panahan tersebut terjatuh, dan tidak ada lagi seorang pria pun bisa menjadikan foto tersebut target mereka.
Pria X langsung tercengang begitu pula dengan para rekannya, dan beberapa sahabat Kenzie. Belum pernah mereka melihat Kenzie bersikap seperti ini. Suara gemuruh menyatakan apa saja yang akan menjadi taruhan mereka ketika Kenzie berhasil mendapatkan perempuan tersebut. Senyuman smirk Kenzie nampak menyeramkan membuat salah satu waiters pengantar minuman merinding ketakutan. Dia berusaha secepatnya mengerjakan tugas yang sudah menjadi pekerjaan dia dalam menjemput rezeki. Setelah berhasil mengerjakan pekerjaan dengan baik, waiters tersebut langsung keluar dari ruangan tersebut. Dengan tubuh yang terlihat gemetaran, dia terduduk di sudut ruangan, mengucapkan kalimat-kalimat yang terdengar tidak jelas karena diucapkan dengan nada ketakutan.
Sekelebat bayangan wajah Kenzie yang nampak menakutkan membuat dia segera berlari dari area koridor ruangan. Sayangnya waiters ini adalah salah seorang yang pernah Zhafira berikan pertolongan, namun dia sama sekali tidak pernah tahu siapa nama gadis cantik berhijab yang membantu nya saat itu. Mungkin inilah saatnya dia membalas budi baik yang pernah Zhafira lakukan, akan tetapi dia tidak tahu nama, dan alamat Zhafira. Yang membuat dirinya dihantui rasa bersalah jika Zhafira sampai mendapatkan keburukan.
Kembali ke dalam ruangan. Seorang sahabat Kenzie tertawa puas, ketika melihat tampang Mr X yang tertekuk sebal atas perbuatan Kenzie yang bahkan dia belum sempat mengatakan biodata tentang perempuan tersebut. Begitu hendak membuka mulutnya, tatapan mata Kenzie tajam menghunus ke dalam bola mata Mr X, membuat pria itu terdiam dan mengakhiri sesi taruhan mereka malam hari ini. Dan mereka melanjutkan pesta malam hari ini, menghabiskan waktu malamnya.
*
*
*
*
*
*
*
🌺🌺