My Darling

My Darling
31



🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Sejuta Pertanyaan- pertanyaan yang ingin sekali diungkapkan oleh Ali kepada Zhafira mengenai seberapa dekat, siapa, atau kenapa, bahkan apakah Zhafira telah memiliki hubungan dengan pria ini membuat Ali mendesah frustasi, sehingga selama di dalam perjalanan mengikuti Zhafira raut wajahnya Ali terlihat sendu dan kacau yang bukannya fokus malah asyik di dunianya sendiri yang memandangi siluet mobil yang bergerak itu dengan tatapan mata yang melayang entah kemana.


Yoyok yang melihat tingkah rekan kerjanya hanya mampu menggaruk kepalanya ketika melihat tingkah laku Ali yang terlihat sekali sedang dilanda frustasi . Tidak munafik, wajar jika Ali menyukai Zhafira, karena tidak ada seorang pria pun yang tidak jatuh dalam pesona Zhafira. Hanya saja Yoyok yang sudah memiliki istri dan anak, dan dia juga begitu mencintai istrinya, dan bahkan sudah memiliki seorang putri di dalam keluarga kecilnya sehingga dalam pekerjaannya Yoyok mampu bersikap profesional. Akan tetapi tidak bagi Ali yang merupakan rekan kerja nya. Ali yang masih lajang, tentu saja tidak bisa tidak jatuh cinta pada sosok seorang Zhafira, dimana Zhafira merupakan role models untuk seorang istri yang ideal yang diimpikan oleh setiap pria, karena memenuhi semua kriteria tersebut.


Namun di balik semua pesona Zhafira, Yoyok pernah memberikan Ali beberapa nasehat, diantaranya jika Ali boleh bermimpi memiliki seorang perempuan yang memenuhi kriteria nya namun tidak boleh menaruh mimpi itu terlalu dalam, jika itu hanyalah sebuah bunga tidur maka yang Ali dapatkan hanyalah itu saja. Kecuali jika Allah sudah mentakdirkan Ali sebagai pasangan perempuan tersebut, maka langitkan saja doa, ucap Yoyok kala itu.


Dalam nasehat itu juga tersirat makna lain yang Yoyok ucapkan, yaitu Ali harus mengikhlaskan perempuan yang dia sukai jika dia bukanlah jodohnya. Karena sudah jadi rahasia umum jika ada banyak sekali pria yang menyukai Zhafira, dari segala kalangan sehingga Ali harus mampu sadar siapa dirinya jika ingin bersanding dengan Zhafira yang terlalu tinggi untuk Ali gapai.


Kalaupun itu memang rezeki dan jodohnya Ali, maka hal itu tidaklah mengapa, nah bagaimana jika hal itu tidak atau bukan, maka Ali jangan terlalu memaksa diri dengan menutup hatinya dari perempuan lajang lainnya. Karena masih ada keinginan seorang ibu yang harus Ali penuhi sebagai seorang anak.


Perjalanan membawa mereka menuju ke sebuah mansion berukuran besar, dan mewah setelah dari toko perhiasan mewah. Di mansion ini, antara jarak pintu gerbang menuju ke dalam mansion saja masih harus melewati jalan panjang, dan sebuah kolam air mancur berukuran besar.


Kenzie sengaja mengajak Zhafira ke mansion utama Abrisham setelah mereka memperbaiki cincin Zhafira yang sudah rusak.


Zhafira sangat malu untuk turun, karena penampilan Zhafira sangat tidak pantas menurut Zhafira, apalagi dengan dandanan dan baju yang terlihat sudah tidak rapi, dan berbau. Namun Kenzie yang seperti ini, apa yang bisa Zhafira lakukan selain menuruti saja kemauan Kenzie.


Kenzie meminta seorang maid untuk mengantarkan Zhafira menuju sebuah kamar tamu. Dan ternyata Kenzie telah mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh Zhafira. Baik, pakaian sampai bagian terdalam. Begitu pula dengan alat kebersihan tubuh, di sana sudah sangat lengkap.


Zhafira mau bagaimana lagi, yah sudah mungkin hari ini adalah hari kesialan bagi dirinya, sehingga Zhafira menganggap hari ini adalah qadarallah, yah sudah. Jalani saja.


Besok, Zhafira harus lebih hati-hati, jangan sampai dia kecolongan lagi seperti hari ini, yang tanpa Zhafira ketahui jika liciknya Kenzie melebihi dirinya, dan jika Kenzie telah menargetkan sesuatu maka hal itu harus Kenzie dapatkan bagaimanapun caranya.


Tidak lama, setelah Zhafira keluar dari kamar yang dia tempati untuk membersihkan diri, dan berdandan rapi, dengan semua pemberian Kenzie. Zhafira terlihat sangat menawan, penampilan Zhafira terlihat anggun dan mewah dalam pandangan, membuat Kenzie semakin tidak menjatuhkan pandangan matanya.


" Awas "


" Hati-hati, andai saja kamu Cyclops maka bisa hancur tuh tubuh perempuan itu yang sejak dari tadi kamu pandang'in terus " ucap seseorang di samping Kenzie, yang secara spontan Kenzie menolehkan kepalanya ke arah asal suara. Yang ternyata sang ayah sudah berdiri di sisi sebelah kirinya.


" Daddy " ucap Kenzie dengan menahan malu yang belum pernah Ibrahim lihat ekspresi wajah anaknya seperti ini setelah Kenzie tersakiti oleh perempuan itu.


" Ternyata kamu telah membawa calon menantu, Daddy "


" Wah "


" Kebetulan sekali, ini adalah calon menantu yang hendak Daddy perkenalkan dengan kamu beberapa waktu silam " ucap Ibrahim yang melihat ke arah lain, dimana di arah itu istrinya Ibrahim datang mendekati para pria


" Maksudnya " ucap Kenzie yang tidak dijawab oleh Ibrahim karena mendengar suara teriakkan Amanda yang datang berlari menyambut Zhafira, dan bukan suaminya.


Dan hal itu berhasil membuat Ibrahim menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


" Kamu "


" Kok bisa tahu rumah mommy "


" Padahal, mommy sudah merencanakan untuk bertemu dengan kamu beberapa hari lagi "


" Ternyata kita dipertemukan di rumah mommy "


" Subhanallah, bahagia sekali mommy, nak " ucap Amanda dengan sangat antusias. Yang membuat semua orang terkejut akan perlakuan Amanda terhadap Zhafira


" Daddy "


" Daddy "


" Perkenalkan ini, loh "


" Yang mommy ceritakan dengan Daddy waktu itu " ucap Amanda yang masih dengan antusias memperkenalkan Zhafira kepada sang suami


" Duduk , nak " ajak Amanda yang sudah merangkul Zhafira dengan sangat bersemangat, memanggil beberapa maid untuk melayani Zhafira dengan baik. Beberapa maid di mansion utama Abrisham tertawa melihat Amanda yang terlihat antusias, namun Amanda tidak melihat ekspresi wajah Kenzie yang terlihat kesal ketika perempuan yang untuk pertama kalinya Kenzie bawa ke mansion sudah di sabotase oleh sang ibu.


Amanda sibuk bercerita ngarul-ngidul entah kemana titiknya, yang Zhafira hanya berusaha mengikuti alur cerita Amanda.


" Oh, iya "


" Katakan kepada mommy "


" Apa yang membuat kamu datang ke mansion mommy " ucap Amanda yang baru sadar jika tidak mudah bagi seseorang untuk masuk ke dalam mansion utama. Bahkan harus ada izin dari Amanda, atau Ibrahim untuk bisa masuk, kecuali putra-putranya.


" Oh "


" Baru sadar yah, mommy "


" Kalau di sini bukan hanya mommy dan tamu mommy aja di sini " tanya Ibrahim setelah menyelesaikan mandi.


Membayangkan jika sang suami yang biasanya mandi membutuhkan waktu yang cukup lama, membuat Amanda terkejut, ternyata cukup lama dia bercerita ngarul-ngidul bersama Zhafira.


" Ayo, Mommy"


" Ajaklah tamu kita untuk makan malam terlebih dahulu, mommy "


" Kasihan dia, mungkin dia sudah lapar " ucap Ibrahim


" Ah , iya "


" Maafkan mommy yah, nak "


" Sampai-sampai mommy lupa mengajak kamu untuk makan "


" Baik, ayo kita " ucap Amanda, namun ucapan Amanda belum selesai ketika melihat Kenzie yang sudah memegang baju Zhafira, mengajak Zhafira untuk makan dan menunggu Zhafira berdiri yang kemudian Kenzie mengikuti Zhafira dari belakang.


Amanda sempat melongo melihat Kenzie bersikap sangat lembut sekali, dan apa ini !


Amanda sempat nge-freeze sebentar, yang kemudian terganggu ketika mendengar suara tawa sang suami di dekatnya.


" Makanya "


" Kamu terlalu excited "


" Sampai lupa dunia "


" Kamu bahkan sampai lupa bertanya, " dengan siapa kamu datang kesini , nak ? " " Ucap Ibrahim menirukan suara Amanda.


Membuat Amanda kesal,


" Daddy ! " Ucap Amanda yang hendak melayangkan protes, namun sebelum itu, Amanda membelalakkan kedua bola matanya sembari menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan


" jangan katakan ? " Ucap Amanda, yang membuat Ibrahim terkekeh geli melihat ekspresi wajah Amanda yang masih nampak mengemaskan meskipun sudah tidak muda lagi


" Oh my God " ucap Amanda dengan mata berkaca-kaca


" Allah menjawab setiap doa' kamu "


" My queen " ucap Ibrahim membelai rambut sang istri, dan di balas Amanda memeluk tubuh sang suami. Amanda merasa senang berkali-kali lipat, atas apa yang dia dapatkan hari ini


" Cerita kan kepada ku, apa saja yang Daddy ketahui " ucap Amanda dengan mata berkaca-kaca


" Iya "


" Ayo "


" Kita menuju ke meja makan "


" Aku juga sudah tidak sabar untuk melihat lagi apa yang belum pernah aku dan kamu lihat selama ini yang Kenzie lakukan terhadap seorang perempuan "


" Yah, sebenarnya hal ini cukup menggelikan bagi aku, my queen " ucap Ibrahim yang disertai dengan suara tawa yang cukup renyah, dan hal itu menular ke Amanda.


" Nyonya Aisyah tidak pernah membedakan meja makan ketika kita semua akan makan bersama "


" Nona Zhaza, tuan muda Zhizi juga seperti itu "


" Bahkan tuan besar Azzam juga seperti itu terhadap semua bawahannya "


" Kita makan besar bersama-sama "


" Sholat bersama "


" Hanya mandi dan tidur saja di kamar berbeda " ucap Ali yang sedang melayangkan protes kepada Yoyok


" Nona juga tadi terlihat sekali jika dia merasa sungkan, dan berharap kita selalu bersama dia '' ucap Ali yang lagi-lagi melayangkan protes


" Ali "


" Lihatlah situasi dan kondisi "


" Saat ini kita datang sebagai tamu di rumah orang "


'' meskipun nona terlihat tidak suka, tapi dia terpaksa harus mengikuti aturan orang di rumahnya "


" Jika di rumah nyonya, atau pun tuan besar Azzam sudah sangat jelas mereka majikan kita dan memiliki kebiasaan mereka sendiri "


" Kamu harus tahu batasan diri "


" kita ini hanyalah pengawal, dimana di mata orang lain kita hanyalah seorang pelayan, atau bawahan nona "


" Mengertilah "


" Atau kamu ingin kita membuat kegaduhan yang akan merusak citra nona di mata keluarga pria ini yang mungkin saja calon suami nona " ucap Yoyok yang terpaksa harus bersikap profesional, karena Ali sudah tidak bisa membedakan urusan profesionalisme dengan urusan pribadi.


Ali terlihat sangat kesal, di campur marah, yang juga terlihat sedih, dan terluka. Jika memang pada akhirnya Zhafira tidak akan pernah berjodoh dengan dirinya, maka Ali harus bersiap-siap untuk menata hatinya yang hancur karena patah hati.


Makan malam pun berakhir, yang dipikir Zhafira berakhir jugalah pertemuan dia dan Kenzie. Yang tanpa Zhafira ketahui bahwa dirinya telah terikat dengan keluarga Abrisham setelah Zhafira memasuki mansion utama Abrisham.


Kenzie bersikeras untuk mengantarkan Zhafira pulang ke rumahnya, namun Zhafira meminta Kenzie untuk tidak mengantarkan dirinya pulang karena sudah ada Yoyok dan Ali yang sudah pasti akan mengantarkan Zhafira pulang dengan selamat.


Kenzie yang tidak mengenal kata penolakan, untuk kali ini dia menuruti keinginan Zhafira apalagi Zhafira memberikan alasan dengan sangat santun, dan lembut sehingga membuat hati Kenzie meleleh, akan tetapi tidak untuk pengawasan, karena Kenzie memberikan Zhafira pengawalan sekitar dua sampai tiga mobil yang akan mengikuti mobil yang dikemudikan oleh Yoyok.


Zhafira sudah tidak mengambil pusing atas perilaku Kenzie yang menyebalkan bagi Zhafira yang hanya disimpan Zhafira di dalam batinnya saja. Sepulangnya Zhafira, Ibrahim memberikan kode kepada Amanda untuk berbicara dengan Kenzie, namun Amanda malah memberikan kode balik, agar suaminya saja yang berbicara dengan Kenzie


" Zie " panggil Ibrahim, yang membuat Kenzie mengalihkan pandangannya dari mobil yang sudah mulai menjauhi lobby mansion utama Abrisham


" bisa kita berbicara" ucap Ibrahim kembali. Tanpa menjawab Kenzie memasuki mansion utama Abrisham menuju ke arah ruangan keluarga.


Sesampainya mereka bertiga di sana, Ibrahim memulai pembicaraan.


" Jelaskan siapa perempuan yang kamu ajak untuk datang kemari, Zie " ucap Ibrahim yang langsung masuk ke inti


" Dia "


" Zhafira " ucap Kenzie dengan singkat


" Oh "


" Selain itu " sahut Ibrahim dengan sabar untuk mengali informasi dari anaknya yang super duper irit bicara


" Dia perempuan yang akan aku nikahi "


" Mohon Daddy dan Mommy untuk merestui keinginan aku " ucap Kenzie yang menampilkan sorot mata serius menatap ke arah Amanda dan Ibrahim secara bergantian


Amanda yang mendengarkan kalimat Kenzie langsung senang mendengar langsung dari mulut sang putra , bahwa sang putra menginginkan sebuah pernikahan, dan perempuan yang akan menjadi menantunya adalah perempuan yang sangat dia inginkan. Dengan refleks, Amanda menyentuh punggung telapak tangan suaminya dengan wajah yang sumringah.


" Daddy sangat bersyukur mendengar hal ini "


" Apalagi perempuan yang kamu bawa kali ini sesuai dengan kriteria menantu yang, yah baik " ucap Ibrahim, namun Amanda segera memberikan sebuah cubitan yang sampai membuat Ibrahim meringis karenanya


" Yah, baik "


" Maksud, Daddy ! " Ucap Amanda sembari melototkan kedua bola matanya


" Iya ,iya "


" Menantu terbaik "


" Tuh "


" Kamu lihat sendiri, Zie "


" Belum lah dia menjadi istri kamu, Mommy sudah lebih mengajukan protes "ucap Ibrahim sembari mengelus-elus bagian tubuh bekas sisa cubitan yang dilayangkan oleh Amanda


Kenzie hanya terdiam saja melihat drama di hadapannya. Karena bagi Kenzie yang terpenting dia sudah menyampaikan keinginannya untuk menikahi Zhafira.


" Zie "


" Sebelumnya Dads meminta maaf jika akan menyinggung perasaan kamu "


" Namun hal ini harus Daddy sampaikan kepada kamu sebelum terlambat " ucap Ibrahim yang sudah berbicara dengan nada serius. Dan Kenzie pun menanggapi dengan serius, sembari menunggu kelanjutan kalimat yang akan Ibrahim katakan kepada dirinya


" Tanpa Daddy katakan, Kamu sudah tahu sendiri "


" Siapa perempuan yang kamu bawa ke mansion"


" Latar belakangnya, lain sebagainya " ucap Ibrahim kembali, mau tidak mau Amanda pun bersikap serius


" Daddy akan mengulangi pertanyaan kepada kamu "


" Apakah kamu bersungguh-sungguh akan menikahi perempuan itu " ucap Ibrahim yang sudah menatap tajam manik mata putra sulung nya bersama Amanda.


Dengan hati yang berdebar-debar, baik Ibrahim maupun Amanda menanti jawaban yang akan Kenzie berikan kepada mereka berdua. Apakah Kenzie serius dengan perasaannya terhadap Zhafira, atau ada alasan lain.


Apalagi pada waktu itu, pertengkaran antara Amanda dengan Kenzie terjadi akibat Amanda yang meminta Kenzie untuk menikah, dan melepaskan kisah lalu nya, yang sebenarnya sejak awal tidak memiliki restu dari sang mommy, karena entah kenapa perempuan yang dicintai Kenzie, sangat tidak disukai oleh Amanda.


Yang usut punya usut, Amanda meminta Ibrahim untuk menyelidiki perempuan itu. Dan hasilnya sangat mencengangkan, ternyata perempuan itu bukanlah perempuan yang cocok untuk dijadikan seorang istri. Dan semenjak saat itu, Amanda menentang keras hubungan yang sudah terjalin antara sang putra dengan perempuan tersebut. Sehingga sejak saat itu terciptalah jarak di antara ibu dan anak tersebut.


Keadaan diperparah ketika beberapa tahun kemudian aib perempuan itu yang disembunyikan oleh Ibrahim dan juga Amanda terbongkar dengan sendirinya di hadapan Kenzie, serta berbagai bukti yang telah dikumpulkan oleh Kim yang membuat perubahan yang signifikan pada sosok Kenzie yang tidak pernah orang-orang di sekitar Kenzie rasakan, baik itu dari pihak keluarga, maupun di sekitar Kenzie, termasuk Kim yang selama ini sudah menemani kemanapun Kenzie. Begitu pula dengan para asisten kepercayaan Kenzie.


*


*


*


*


*


*


*


🌺🌺