
🪷🪷🪷🪷🪷🪷🪷🪷🪷🪷🪷🪷🪷🪷
Namun sekali lagi, tidak ada kapok- kapoknya mereka yang memang memiliki penyakit hati merenggut buah hati pertama Aisyah dengan Adhitama membuat Aisyah harus kehilangan Zhayn, membuat Zhayn berada di dunia yang sesungguhnya meninggalkan Aisyah dan adik-adiknya. Sehingga pada momentum inilah yang menjadi titik balik Aisyah mengukuhkan hatinya untuk tidak mau lagi berhubungan dengan keluarga Bhalendra manapun. Memantapkan hati dan perasaannya untuk menggugat cerai suaminya melepaskan perasaan cinta yang sudah tumbuh di hati Aisyah sejak prosesi akad nikah.
Aisyah membuka kedua matanya, dia masih merasa tersakiti, dia masih menyimpan luka itu dan kenangan itu masih tersimpan rapi dalam ingatannya, bahkan di relung hati Aisyah yang paling dalam, sehingga ketika Aisyah dalam kesendirian, dalam kesepian di tengah keramaian pun luka itu masih sangat terasa sakit. Namun, demi sebuah bentuk kesopanan terhadap orang yang pernah dia kenal, Aisyah memberikan seulas senyuman yang tanpa ekspresi ketika Aisyah kembali menolehkan wajahnya ke arah wanita paruh baya yang terlihat sendu. Namun sekali lagi, Aisyah tidak mau menatap mata dan wajah perempuan yang penuh muslihat di masa kejayaannya
" Ais "
" Maafkan, mama " ucap nyonya Malika dengan lirih
" Sudah menjadi masa lalu, nyonya "
" Saya sudah melupakan, mengikhlaskan masa lalu "
" Untuk sebuah kata maaf, sudah sangat terlambat. Karena saya sudah memaafkan nyonya sudah sejak lama. " Ucap Aisyah tanpa memandang wajah Malika. Karena Aisyah sudah tidak mau tertipu lagi dengan topeng nyonya Malika yang selalu manis di hadapan semua orang namun begitu sinis di kala semua orang tidak ada, Aisyah tidak ingin merasakan perasaan itu lagi.
Tanpa Aisyah ketahui, jika Malika benar-benar insyaf dan bertaubat atas segala kesalahan-kesalahan yang pernah dia lakukan terhadap Aisyah setelah dia menuai apa yang dia tabur.
Sultan Bhalendra memberikan kode kepada asisten kepercayaannya, sehingga membuat asisten kepercayaannya Sultan Bhalendra langsung mengerjakan pekerjaan dengan segera. Beberapa pegawai hotel membawakan menu-menu yang akan menjadi santapan mereka. Ada berbagai menu yang di buat prasmanan, ada pula menu yang diletakkan di atas meja bulat berukuran sangat besar, yang memiliki kaca sehingga lauk pauk yang berada di atasnya bisa di putar sesuai dengan keinginan kita.
Adhitama segera menghentikan laju kaca yang berputar , menyiapkan lauk pauk yang sangat disukai Aisyah tepat di depan Aisyah yang membuat Aisyah menahan gemuruh di dadanya. Aisyah sangat tidak suka dengan sikap ramah tamah yang Adhitama lakukan kepadanya, Aisyah merasa jika Adhitama hilang akal atau putus urat malu.
Namun Adhitama seakan-akan buta dan tuli. Dia tidak menghiraukan sikap, tingkah laku Aisyah yang memberikan respon tidak suka dan tidak nyaman. Yang terpenting bagi Adhitama dia merasa sangat bahagia karena Aisyah berada tepat di samping tubuhnya. Bahkan aroma tubuh Aisyah sangat dirindukannya terasa di indera penciuman Adhitama. Adhitama bahkan kali ini tanpa malu menatap wajah cantik Aisyah dengan intens, tidak seperti di awal perjumpaan yang terlihat sekali mencuri-curi pandang.
Ketiga saudara Aisyah sangat kesal, terlihat mereka menekan sendok dan garpu dengan sangat kuat sehingga membuat buku-buku tangan mereka terlihat memutih, rahang mereka terlihat mengeras menahan diri jangan sampai mengeluarkan sumpah serapah kepada Adhitama yang sudah secara terang-terangan menatap wajah cantik Aisyah dengan penuh damba.
" Makanlah dengan tenang "
" Tolong hargai, dan pandanglah Abang kalian ini "
" Ini peringatan Abang untuk yang terakhir kali "
" Jangan sampai kalian membuat Abang malu, sehingga Abang akan menghukum kalian bertiga "
" Apa karena Abang bersikap lunak, membuat kalian lupa diri " ucap Azzam sembari memisahkan daging ikan dengan duri yang melekat.
Ucapan Azzam membuat ketiga Abang Aisyah segera menarik nafasnya dengan sangat dalam dan menghembuskan nafasnya secara perlahan-lahan. Mereka sangat tidak suka, akan tetapi ancaman halus Azzam memiliki makna yang sangat dalam. Mereka lebih takut dengan Azzam yang bersikap dingin seperti ini daripada Azzam yang masih bisa di ajak bersenda gurau.
Acara makan malam berlangsung dengan penuh rasa kekeluargaan bagi keluarga Bhalendra dan sebagian keluarga Lesham. Karena beberapa masih terlalu enggan untuk membuka hati mereka yang terlanjur menyimpan luka. Setelah selesai menikmati makan malam, beberapa kembali membuka obrolan hangat. Tetapi tidak untuk Adhitama yang hanya terdiam memandangi wajah istri yang dia rindukan sedang asyik bercengkrama dengan mantan-mantan saudara iparnya.
Ada satu mantan saudara ipar Aisyah yang berusaha mengakrabkan diri pada Aisyah dengan mantan mertua Aisyah. Yang kali ini berhasil membuat Aisyah merespon balik dari ramah tamah yang dilakukan oleh mantan saudara iparnya setelah Aisyah mendapatkan tatapan mata Azzam yang menyiratkan agar Aisyah harus mampu menekan ego di dalam dirinya yang tanpa sadar muncul ke permukaan.
Namun apalah daya bagi Aisyah yang juga segan dengan sang Abang seperti saudara Aisyah yang lainnya yang juga sangat segan terhadap Azzam. Oleh karena itu, Aisyah bersikap sedikit ramah. Mantan ibu mertuanya Aisyah masih mencoba peruntungan dengan mengajak Aisyah berbicara yang kali ini berhasil mendapatkan respon dari Aisyah yang membuat Malika meneteskan air matanya tanpa dia sadari.
Akan tetapi air mata itu sama sekali tidak mengugah hati dan perasaan Aisyah. Karena Aisyah sudah tidak bisa respect terhadap nyonya Bhalendra seperti di masa lalu. Nyonya Bhalendra terlalu banyak drama itulah alasannya sehingga di kala di bersungguh-sungguh bertaubat, orang yang dia dzalim'i tidak lagi pernah bisa mempercayai segala kata-kata, ucapan, dan perbuatannya.
Seperti saat ini dimana semua orang menyuarakan pendapatnya ketika Azzam menyampaikan bahwa ada seorang pria dari keluarga Abrisham putra sulung dari Ibrahim dengan Amanda datang menemui Azzam yang disaksikan isteri dan adiknya Aisyah. Di sana pria tersebut menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya yang ingin meminang dan menikahi Zhafira.
Azzam juga menyampaikan apa yang telah dia katakan kepada Kenzie , agar kelak Kenzie tidak salah paham dengan apa yang disampaikan oleh Azzam ke Kenzie menyangkut nama keluarga dimana keluarga Kenzie termasuk bukanlah dari golongan biasa saja. Ditakutkan Kenzie akan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, Azzam meminta Kenzie datang bersama keluarganya untuk bertemu dengan dua keluarga Zhafira agar kelak jangan terjadi sala paham bila nanti tidak didapatkan kesepakatan dari kedua belah pihak.
Sebenarnya untuk pertama kalinya Sultan Bhalendra menyetujui pendapat Malika, bahwa Kenzie putra Ibrahim tidak pantas bersanding dengan Zhafira, dikarenakan Sultan Bhalendra juga sudah berhasil menyelidiki bagaimana rekam jejak Kenzie yang tidak semulus dan sedatar wajah Kenzie.
" Ais "
" Mama tidak suka dengan pria itu, putra sulung dari Ibrahim dengan Amanda "
" dia " ucap Malika yang dihentikan oleh Bastian putra Malika yang kedua. Bastian memberikan kode dengan menggelengkan kepalanya
" Mama hanya menginginkan yang terbaik untuk Zhaza " ucap Malika dengan lirih, entah kenapa perasaan Malika tidak tenang, ketika Adhitama memberitahu kepada ibunya bahwa putra sulungnya Ibrahim dengan Amanda menginginkan Zhafira untuk menjadi isterinya. Bahkan Ibrahim sempat meminta Adhitama melakukan pertemuan, dan dalam pertemuan tersebut Ibrahim pun menyampaikan jika dia menginginkan, sangat menginginkan Zhafira menjadi menantunya, menjadi bagian keluarga Abrisham.
Dimana Adhitama tidak mampu mengiyakan atau pun menolak permintaan Ibrahim. Mengingat jika Adhitama berhutang Budi di masa lalu. Salah satunya Ibrahim pula lah yang menyarankan Adhitama untuk membuat skenario seolah-olah Aisyah dan Adhitama bercerai padahal kenyataannya semua itu tidak pernah terjadi. Peran serta Ibrahim dalam keutuhan rumah tangganya lah membuat Adhitama tidak dapat berkutik ketika Ibrahim meminta Adhitama menerima Kenzie sebagai kandidat terkuat dari pemilihan calon suami Zhafira.
Oleh karena itulah Adhitama meminta forum terbuka, sehingga jika memang seluruh anggota keluarga besar Lesham dan Bhalendra tidak menyetujui, maka Adhitama tidak akan bisa disalahkan oleh Ibrahim atas tidak terpilihnya Kenzie sebagai kandidat calon suaminya Zhafira.
" Apa yang membuat kamu tidak menyetujui jika putra Ibrahim dengan Amanda , Malika " ucap Sultan Bhalendra yang membuat suasana tadi penuh suara bisik-bisik, kini hening seketika
" Dia bukanlah laki-laki yang baik "
" Dia tidak pantas bersanding dengan cucu kesayangan kita, Daddy " ucap Malika dengan lirih
" Laki-laki yang baik itu seperti apa nyonya. Apakah seperti putra nyonya " ucap Ammar salah satu kakak laki-lakinya Aisyah
" di masa lalu juga kami dengan rela melepaskan calon kandidat suami Aisyah yang disetujui oleh semua anggota keluarga Lesham. Namun dikarenakan pria tersebut memiliki masa lalu yang kejam dan kelam membuat beberapa anggota keluarga sanksi lalu menjatuhkan pilihan kepada putra anda yang baik-baik itu, nyonya "
" Sejarah mengukir itu, nyonya " ucap Ammar dengan sarkas yang membuat percikan api di kedua belah pihak, tidak seperti di awal pertemuan.
Azzam menekan pelipis nya ketika sang singa keluarga mengeluarkan taringnya. Tidak bisa dipungkiri , Azzam sudah bisa memprediksi jika Ammar tidak akan bisa menahan diri untuk berucap sarkas terhadap orang yang menyakiti anggota keluarga Lesham.
" Bukan begitu maksud saya, ma- maksud saya, entah kenapa hatiku mengatakan jika dia bukanlah pria yang pantas bersama Zhaza " ucap Malika dengan lirih sembari menundukkan kepalanya
" Oh "
" Seperti adik saya yang tidak pantas bersanding dengan putra nyonya yang luar biasa baik itu " ucap Ammar kembali menyulut api, membuat putra Idris kedua mengepalkan tangannya. Namun sang kakak laki-lakinya yang tepat berada di atasnya mengeram menatap tajam sang adik. Sang isteri terus saja mengusap-usap punggung suaminya yang hampir saja membuat gaduh.
" Kita kembali ke topik saja "
" Tuan Ammar "
" Bukankah kita membahas masa depan Zhafira, dan jangan kita membahas masa lalu yang harusnya tidak kita bahas lagi " ucap moderator yang dipilih,, karena Sultan Bhalendra sudah menyiapkan ini sejak awal. Ditakutkan terjadi kekacauan saat pertama kali pertemuan kedua keluarga. Dan prediksi itu, tepat sekali. Bukan di awal pertemuan namun di awal perbincangan
" Maksudnya masa lalu yang bagaimana "
" Bhalendra keluarga busuk "
" Bahkan bajingan ini, yang sudah jelas menyakiti saudari ku tetapi enggan melepaskan nya "
" Masa lalu apanya " ucap Ammar yang sudah berapi-api membuat Sultan Bhalendra menolehkan kepalanya menatap Azzam yang sudah menganggukkan kepalanya sebagai pertanda jika dia sudah memberitahu kepada saudara -saudara Aisyah yang lainnya.
" Keparat ! "
" .......*****...... " Cakra sudah tidak bisa menahan emosinya lagi ketika nama keluarga mereka di hina, membuat Bastian memberikan kode kepada Damar adiknya di bawah Cakra untuk menahan Cakra yang sudah tersulut emosi.
Ada benarnya, ketika semua orang sebelum masuk ke dalam sini, di melucuti senjatanya. Namun mereka melupakan ikat pinggang para lelaki yang bisa di pakai sebagai senjata.
Dari pihak Lesham, kedua saudaranya yang tidak kalah tajam menatap setiap anggota keluarga Bhalendra sebagai musuh. Telah menilai dan bersiap menghabisi anggota keluarga Bhalendra yang sudah lama ingin mereka musnahkan. Hanya saja Azzam meminta mereka untuk tidak berbuat buruk, membuat mereka menahan diri selama ini Namun tidak hari ini, mereka akan menuntaskan keinginan mereka sejak dahulu.
Suara pecahan vas bunga terdengar nyaring di telinga setiap orang, membuat semua orang melihat ke asal suara, yang ternyata Sultan Bhalendra lah pelaku yang memecahkan vas bunga tersebut
" Moderator "
" Kita kembali ke acaranya, silahkan pimpin kembali acara " ucap Sultan Bhalendra dengan tenang. Sultan menatap tajam wajah cucunya yang tersulut emosi, sedangkan Azzam sudah mengeraskan rahangnya ketika saudara nya Ammar sudah mematik keributan di forum ini.
Aisyah yang mendengar kalimat saudara yang mengatakan
" Bahkan bajingan ini, yang sudah jelas menyakiti saudari ku tetapi enggan melepaskan nya "
Seketika kaku, dengan raut wajah yang terlihat gelisah, Aisyah semakin merasa ada yang aneh dari ucapan saudara nya.
apa yang dimaksud Ammar adalah dia yang masih sebagai isteri Adhitama, atau Adhitama yang masih mengharapkan Aisyah. Akan tetapi jika hanya sekedar mengharapkan Aisyah menjadi isterinya, bukankah mereka sudah bercerai sejak lama, sehingga untuk bersama lagi Aisyah harus memiliki suami dan bercerai, barulah kemudian mereka bisa menikah kembali.
Namun kalimat enggan melepaskan, terkesan jika Aisyah masih memiliki status istri Adhitama, tidak, tidak mungkin. Aisyah menggelengkan kepalanya, tidak bagaimana ini bisa terjadi, sedangkan dia ingat betul jika pengacaranya mengatakan jika mereka resmi bercerai.
Adhitama yang melihat peluh di dahi Aisyah, dengan tangan gemetaran, meraih telapak tangan Aisyah dan merengkuhnya, namun Aisyah yang menyadari jika Adhitama meremas lembut telapak tangannya segera menepis tangan Adhitama dengan kasar
" Tidak "
" Tidak "
" Jangan katakan apapun " ucap Aisyah dengan suara yang gemetaran, dan tubuh yang terguncang shock dengan kenyataan yang sebenarnya
" Lebih baik kita pulang saja "
" Ayo, Ais " ucap Ammar yang hendak meraih Aisyah namun ditepis oleh Adhitama membuat Ammar tersulut emosi sehingga memberikan pukulan di wajah Adhitama dan hal itu membuat Cakra maju dengan membalas apa yang telah di perbuat Ammar.
Athala dan Adnan yang melihat kedatangan Cakra dan saudara lainnya yang hendak melayangkan pukulan kepada Ammar segera masuk lalu bersiap melindungi Ammar. Bastian dan Damar harus memegang saudara-saudaranya masing-masing sedangkan untuk pihak Lesham mereka terhenti ketika Azzam berteriak dengan sangat keras membuat ketiga adiknya terdiam dengan rahang yang mengeras
" Kita pulang, Ais " ajak Ammar yang tidak suka dengan keputusan sang kakak , setelah adiknya disakiti namun Azzam membiarkan Adhitama tidak menceraikan Aisyah. Menurut Ammar, Azzam terlalu lunak terhadap keluarga Bhalendra.
Padahal tanpa saudara-saudaranya ketahui jika Azzam terikat janji dengan ibu mereka.
Aisyah yang masih berdiri mematung, secara perlahan-lahan dia mendekati sang Abang.
" Bang " ucap Aisyah menyapa sang kakak laki-laki, membuat Azzam mendekati adiknya yang sangat terlihat sedang rapuh
" A - a - aku " ucap Aisyah dengan terbata-bata
" Kamu hingga saat ini, masih istri sah Tama " ucap Azzam yang merasa bersalah telah ikut menyembunyikan status pernikahan Aisyah. Aisyah yang mendengar ucapan sang kakak langsung menggelengkan kepalanya, suara tangis Aisyah pecah, suara tangisan yang pilu, membuat suasana hening seketika. Semua orang memilih diam.
" Mengapa , bang " ucap Aisyah dengan suara parau
" Ketahuilah "
" Abang tidak menyetujui hal ini "
" Hanya saja, saat itu, sebelum semuanya terjadi "
" Umma meminta Abang berjanji untuk tidak ikut campur urusan kamu jika Tama tetap memilih mempertahankan pernikahannya "
" Tama lah yang datang menemui Umma , mengatakan semua hal tentang dirinya, dan Abang sama sekali tidak tahu apa saja itu "
" Namun Umma meminta Abang untuk berjanji tidak akan membantu kamu dalam proses perceraian, kecuali Tama lah yang meminta perceraian itu sendiri terjadi "
" Abang sampai bersimpuh meminta dia melepaskan kamu, namun dia tidak pernah mengabulkan permohonan Abang "
" Sehingga Abang tidak kuasa melepaskan jeratnya dari kamu, Ais "
" Maafkan Abang " ucap Azzam yang suaranya terdengar bergetar, menahan diri agar tidak menangis, namun titik-titik air mata itu mengalir dengan sendirinya.
*
*
*
*
*
🌺🌺