
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Wajah tampan pria itu semakin dekat dengan wajah cantik Zhafira, membuat Zhafira semakin melebarkan kedua pupilnya. Zhafira masih mempertahankan kewarasan dirinya dengan menahan pergerakan pria itu mengunakan kekuatan pada kedua tangan Zhafira .
Namun gerakan Zhafira tidak membuat pria itu menghentikan aksinya, bahkan cenderung terus bergerak secara perlahan mendekat, semakin dekat, terus mendekat, sampai hanya tinggal beberapa inci lagi kedua bibir keduanya saling bertautan yang membuat pupil Zhafira semakin melebar ketika jarak pria itu semakin tipis.
" Abang " suara teriakan membuat pria di hadapan Zhafira terpaksa menghentikan keinginannya, karena suara yang memanggil dirinya sangat keras
" Bang Ezie " panggil pemuda itu lagi dengan intonasi suara yang semakin tinggi oktaf nya, membuat pria yang di hadapan Zhafira semakin mengeram karena kesal. Namun pria itu tetap mengukung tubuh mungil Zhafira, seolah-olah Zhafira seekor kelinci yang sewaktu - waktu akan melarikan diri dari pemburu nya.
" Oh " ucap pemuda itu melihat Zhafira dalam pelukan Kenzie.
" Maaf "
" Maaf"
" Lanjutkan, bang " ucap pemuda itu sambil menahan suara tawanya, dengan mengatupkan mulutnya mengunakan satu telapak tangan besar nya.
Pemuda itu melihat handphone terjatuh tidak jauh dari posisi pasangan ini. Dengan cepat pemuda itu memunguti ponsel tersebut, dan memeriksa siapa kah pemilik handphone tersebut
" Bukan kah ini ponsel abang "
" Iya, ini ponsel bang Ezie " ucap Darren dengan antusias menyerahkan ponsel milik Kenzie yang terjatuh
" Tapi ada retakan di templated glass nya, bang " ucap pemuda itu lagi dengan polos
Kenzie berpura-pura marah dengan menatap tajam Zhafira. Mungkin dengan sedikit memberikan gertakan akan membuat Zhafira merasa harus bertanggung jawab, tanpa melepaskan dekapan di tubuh Zhafira, bahkan Kenzie tidak melepaskan arah pandangan nya satu detik pun membuat Zhafira menjadi benar-benar ciut nyalinya dalam seketika. Namun Zhafira masih tidak mau menatap wajah Kenzie, justru Zhafira semakin menundukkan pandangannya dan masih berusaha melepaskan diri
" apa yang akan kamu lakukan dengan ini "
Ucap Kenzie menyodorkan handphone nya ke arah Zhafira, membuat Zhafira melirik ke arah ponsel yang terdapat kerusakan di layar depan ponsel.
" Insyaallah, aku akan bertanggung jawab atas kelalaian aku ,bang " ucap Zhafira dengan lirih, membuat Kenzie mengembangkan senyuman di wajah tampannya yang selalu menatap orang lain dengan dingin.
Bila saat ini Zhafira sibuk bernegosiasi dengan Kenzie, maka Anggie mulai sibuk dengan ponselnya untuk menghubungi Zhafira, kenapa lama sekali sahabatnya ini , padahal hanya sekedar membayar bill tagihan doang. Apa Zhafira sibuk bercengkrama dengan orang yang dia kenal, atau sibuk bicara dengan karyawan restoran.
" kemana sih kamu bebeibs " ucap Anggie sambil berdecak kesal ketika sambungan telepon masih juga tidak diangkat oleh Zhafira
ponsel Zhafira berdering, karena terlalu lama dibiarkan, membuat layar ponsel mati dengan sendirinya
" sebentar bang " ucap Zhafira lagi dengan lirih. Kemudian Zhafira mengambil ponselnya yang masih berada di dalam tas yang belum Zhafira sempat tutup resletingnya. Tidak lama kemudian Anggie kembali menghubungi dirinya. Suara salah satu penyanyi yang menjadi nada dering khusus untuk nomor telepon Anggie
" halo "
" beibs " salam sapa Zhafira mengangkat telepon
Zhafira memang secara sengaja tidak mengucapkan salam yang biasa dia lontarkan sesuai agamanya, karena Zhafira dan Anggie jelas berbeda keyakinan dengan, namun tidak mengurangi nilai persahabatan diantara mereka berdua.
" elo dimana sih beibs "
" buruan gih " ucap Anggie sambil berdecak kesal
" kamu bilang hanya sebentar saja, pakai gerakan ninja "
" Eh, malah seperti siput, nggak datang- datang "
" Kamu dimana sih, Zha "
" Apa aku jemput aja kamu, biar jangan mampir- mampir lagi kemana gitu " ucap Anggie lagi dengan nada suara yang sama seperti sebelumnya,..
" Iya "
" Kamu jemput aku aja ,Gie "
" a-aku ada di pelataran arah jalan ke parkiran " ucap Zhafira yang masih menundukkan kepalanya dan dengan nada sedikit bergetar
Anggie memicingkan matanya ketika mendengarkan jawaban Zhafira yang terdengar sekali jika suaranya bergetar pertanda jika Zhafira merasa dirinya tertekan, tanpa berfikir lama Anggie segera turun dari mobil, dengan gerakan cepat tanpa menutup kembali pintu mobil, membuat sopir melihat ke arah belakang, Anggie yang terburu-buru pergi menjauhi mobil.
Pak sopir yang masih terlalu muda di sapa bapak langsung berinisiatif untuk memberitahu para bodyguard tentang kelakuan Anggie yang terasa janggal. Pasti terjadi hal yang buruk pada Zhafira.
Anggie berlari dengan sangat kencang, tidak menghiraukan kondisi kanan kirinya. Terlihat kemarahan saat dia sudah mulai ke lokasi dimana Zhafira di kukung seorang pria. Anggie tanpa ragu melayangkan tendangan ke arah Kenzie. Namun dengan cepat Darren secara refleks langsung segera menangkis tendangan Anggie.
Anggie segera memberikan serangan lanjutan yang langsung ke arah Kenzie yang masih mengukung tubuh mungil Zhafira.
Namun sekali lagi Darren memberikan perlindungan untuk Kenzie.
" Aku mohon "
" Lepaskan lah aku "
" Sahabat aku tidak akan membiarkan kalian hidup jika kamu masih bersikap seperti ini kepada aku " ucap Zhafira dengan mengiba, bahkan bibir Zhafira bergetar menahan rintihan tangisannya
Kenzie yang mendapatkan tatapan kesedihan seperti itu , langsung melepaskan Zhafira setelah mengucapkan
" Jangan pernah lari dari aku "
" Bertanggung jawab, dan penuhilah permintaan aku "
" Berjanjilah "
" Maka aku akan melepaskan kamu " ucap Kenzie masih memaksakan kehendak kepada Zhafira, karena entah kenapa Kenzie merasa setelah terjadi hal seperti ini, maka dia tidak akan pernah bisa bertemu kembali dengan Zhafira.
Kenzie harus bisa membuat Zhafira menjanjikan hal yang bisa menguntungkan bagi dirinya, jika tidak percuma saja usaha Kenzie untuk menahan Zhafira. Zhafira segera mendekati Anggie dengan jalan yang tertatih, karena salah satu kakinya terkilir. Zhafira berusaha memisahkan Anggie.
Namun karena Anggie terlibat dalam perkelahian, membuat Anggie mengelak pukulan Darren, sehingga pukulan Darren mendarat di tubuh mungil Zhafira, hal itu terjadi karena kondisi Zhafira yang tidak siap, kaki yang terkilir, dan pikiran yang masih shock atas perlakuan Kenzie membuat Zhafira tidak bisa mengimplementasikan, atau menerapkan, atau lebih dikenal mempraktekkan ilmu bela diri yang sudah Zhafira kuasai secara langsung.
Zhafira kembali berakhir di lantai paving block atau yang lebih dikenal dengan conblock jalan. Melihat itu, Anggie semakin meradang, Anggie meningkatkan kekuatan, dan ketajaman gerakannya, sehingga membuat Darren babak belur.
Kenzie sama sekali tidak membantu, karena akan ada bodyguard yang akan membantu Darren. Menurut perkiraan Kenzie, jika dia turut membantu Darren, yang ada akan membuat Kenzie semakin jauh dari perempuan yang dia inginkan ini, walaupun perempuan itu sudah berjanji.
Perkelahian sudah tidak bisa di hindari lagi, bodyguard Kenzie datang untuk membantu, begitu pula dengan bodyguard Anggie dan Zhafira. Mereka mempertahankan posisi masing-masing, mengadu kemampuan siapa yang terbaik dalam pertarungan.
Wajah Ali dan Yoyok sangat merah padam ketika melihat Zhafira yang terjatuh di paving block, ingin membantu Zhafira berdiri, tetapi Zhafira sangat melindungi dirinya dari sentuhan dari laki-laki. Untung nya tidak lama Diana dan Eva datang.
Eva segera membantu Anggie, namun ucapan Anggie
" Dia harus mati di tangan aku " membuat Eva urung membantu tuannya dan segera mencari lawan lain untuk diburunya.
Semakin lama semakin banyak yang datang membantu, bahkan para bodyguard restoran datang memberikan bala bantuan. Membuat Zhafira semakin panik, melihat kondisi Darren yang mengenaskan. Kenzie membantu Darren di saat melihat pergerakan kuncian Anggie yang akan membunuh Darren.
Zhafira pun bergegas menarik Anggie untuk menghentikan Anggie. Sehingga serangan Anggie tidak berhasil mengenai Darren. Namun Anggie berusaha melepaskan diri dari Zhafira. Suara teriakan Zhafira memanggil Ali dan Yoyok membuat kedua pria itu segera berlari ke arah Zhafira
Tanpa mengucapkan kalimat, Ali dan Yoyok segera membantu Zhafira untuk mengunci pergerakan Anggie yang sudah dikuasai emosi. Setelah Zhafira berhasil memeluk tubuh Anggie,
" Tolong hentikan ini " ucap Zhafira menatap ke manik mata Kenzie, membuat Kenzie memberikan kode kepada para bodyguard untuk segera mundur dari pertarungan. Sedangkan para bodyguard dari pihak Zhafira masih terus memburu.
" Eva " ucap Zhafira yang langsung dimengerti oleh Eva, walaupun dengan berat hati , Eva segera meminta para bodyguard dari pihak mereka untuk segera mundur.
Zhafira yang masih memeluk tubuh Anggie segera memberikan Anggie dekapan yang menenangkan. Agar Anggie segera reda emosi nya.
" Lepaskan " ucap Anggie menatap tajam wajah Yoyok, dan Yoyok segera menatap Zhafira, menanti jawaban dari Zhafira
" Berjanjilah "
" Kamu akan lebih tenang, Gie " ucap Zhafira dengan lembut, karena sore hari ini sungguh mendadak buruk moodnya.
Anggie menghirup nafas dalam-dalam, mengeluarkan nya secara perlahan, agar dia bisa menguasai kembali dirinya.
" Sudah merasa lebih baik " ucap Zhafira, dan Anggie menganggukkan kepalanya
" Aku ketakutan, karena tadi aku melihat tikus "
" Dan Pria itu membantu aku, Gie "
" Karena aku berlari ketakutan membuat aku terjatuh " ucap Zhafira berbohong, agar Anggie tidak kembali tersulut emosi. Dan benar seperti dugaan Zhafira, jika Anggie terdiam, karena kali ini Anggie sudah salah sangka.
" Mbak " ucap Zhafira dengan lembut
" Semua nya kembali ke tempat masing-masing "
" Dan jangan sampai ada yang tahu kejadian ini "
" Baik keluarga Lesham, maupun keluarga Clarke "
" Terutama Zhidan "
" Ku mohon , jangan sampai terdengar mereka "
" Iya ,nona " jawab mereka secara serempak
" Baik "
" Kembali lah " ucap Zhafira
Diana sudah membawa mobil masuk di pelataran arah parkir restoran yang sebenarnya tidak boleh di lalui oleh kendaraan, akan tetapi kondisi Zhafira membuat suatu pengecualian.
" Eva"
" Anggie "
" Kalian masuklah terlebih dahulu di mobil "
" Ada yang ingin aku bicarakan dengan tuan ini " ucap Zhafira dengan sangat lembut
" Tidak "
" Aku akan mendampingi kamu, Zha " ucap Anggie yang masih mencari kebenaran dari ucapan Zhafira
" Gie "
" Ku mohon " ucap Zhafira, namun tidak digubris oleh Anggie
" Please "
" Sebentar saja yah " ucap Zhafira dengan puppies eyes, membuat Anggie mendesah pasrah akan permintaan Zhafira
" Sepuluh menit "
" Tidak lebih " ucap Anggie yang membantu Zhafira untuk berdiri
Semua orang sudah di usir Kenzie, dan kini hanya tersisa Kenzie dan Zhafira yang sudah saling berhadapan.
" Tubuh kamu terluka "
" Ki " ucap Kenzie yang mengkhawatirkan kondisi Zhafira, karena tanpa sengaja Darren melayangkan pukulan ke tubuh Zhafira. Yang Kenzie pikir Zhafira wanita yang tanpa memiliki kemampuan beladiri seperti sahabat nya.
" Saya mohon maaf "
" Kita akhiri saja sampai di sini "
" Segala urusan akan diselesaikan oleh sekretaris saya " ucap Zhafira tanpa melihat ke arah Kenzie, yang sama sekali menjatuhkan pandangan ke arah paving block.
Kenzie yang mendengarkan ucapan Zhafira terdiam. Seperti yang dia sangka hal ini akan terjadi, namun tekad Kenzie sangat kuat untuk memiliki perempuan yang berdiri di hadapannya
" Kamu sudah berjanji " ucap Kenzie mengingatkan kembali Zhafira akan janji yang telah dia sepakati, dan hal itu membutuhkan Zhafira mendesah pasrah
" Apa yang tuan inginkan " ucap Zhafira yang masih menundukkan pandangannya
" Identitas diri kamu " ucap Kenzie, dan Zhafira segera menyerahkan kartu tanda penduduk, karena seperti nya Kenzie tidak mempercayai Zhafira
" Nomor telepon kamu " ucap Kenzie, dan Zhafira segera menyodorkan kartu nama miliknya.
" Ini nomor telepon pribadi kamu " ucap Kenzie. Membuat Zhafira kembali mendesah, karena itu nomor telepon sekertaris utama Zhafira, dan yang lainnya nomor telepon asisten pribadi nya Zhafira
Zhafira segera menuliskan nomor telepon di post-it note atau yang lebih dikenal dengan notes tempel. Zhafira bahkan menambahkan alamat kantor
" Kalau tuan tidak bisa menghubungi nomor telepon saya "
" Itu tempat saya bekerja "
" Sebenarnya dengan tuan menghubungi nomor telepon di kartu nama yang saya berikan sudah cukup "
" Untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi "
" Dan kita akhiri saja di sini " ucap Zhafira dengan nada tegas namun terkesan lembut di telinga Kenzie
" Siapa yang bilang "
" Kamu masih berhutang satu janji kepada saya ”
" Nanti saja akan kita bahas di pertemuan akan datang "
" Aku akan membantu kamu ke rumah sakit saja sekarang "
" Kamu terluka " ucap Kenzie yang mengkhawatirkan kondisi Zhafira yang sudah memucat
" Tidak perlu "
" Sampaikan permintaan maaf saya kepada pemuda itu "
" Saya akan bertanggung jawab atas biaya yang akan tuan keluarkan untuk pengobatannya " ucap Zhafira
" Tidak perlu "
" Aku masih sangat mampu untuk membiayai pengobatan adik aku sendiri " ucap Kenzie dengan jumawa
Anggie menghitung waktu yang diminta oleh Zhafira. Sepuluh menit, itulah waktu yang diminta oleh Zhafira untuk berbicara empat mata bersama pria yang telah berani menyentuh Zhafira.
Anggie segera keluar dari dalam mobil yang diikuti oleh Eva dan Diana. Untuk Anggie dan Eva sudah terbiasa raut wajah mereka dingin, namun kali ini Diana yang cukup terkenal ramah seperti Zhafira, mengubah ekspresi wajahnya.
" Zha "
" Sepuluh menit " ucap Anggie yang sudah berada di dekat Zhafira, membuat Zhafira segera langsung mengubah raut wajah dengan cepat
" Iya "
" Baik ,tuan "
" Sekali lagi saya memohon maaf atas kesalahpahaman yang terjadi " ucap Zhafira yang menorehkan senyuman di wajah cantiknya seakan-akan tidak ada masalah, walaupun Zhafira masih menundukkan pandangannya akan tetapi masih dapat terlihat oleh Kenzie.
Kenzie tidak membuang-buang kesempatan yang Zhafira buat untuk Kenzie
" Kalau begitu "
" Saya tidak akan sungkan untuk menagih janji anda kepada saya tadi " ucap Kenzie yang juga tanpa sadar memberikan seulas senyuman
" Saya pasti akan menghubungi kamu setelah membawa Darren ke rumah sakit " ucap Kenzie
" Yah "
" Setidaknya , datang lah berkunjung ke rumah sakit tempat Darren di rawat inap " ucap Kenzie yang kembali tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk bertemu kembali dengan Zhafira
" Insyaallah "
" Berikan saya dimana pemuda itu akan di rawat "
" Saya akan datang untuk membesuk dia " ucap Zhafira dengan pasrah. Bagaimana pun pemuda itu tidak bersalah sama sekali dengan kejadian yang baru saja menimpa Zhafira. Pemuda itu hanya berusaha melindungi kakak laki-laki nya yang akan di serang oleh Anggie, sahabatnya.
Pria ini pandai sekali membuat alasan yang mampu mengikat Zhafira. Zhafira tanp sadar mengepalkan tangannya, namun segera dia dia kendalikan, jika sampai Anggie melihatnya maka Anggie akan mengetahui bila saat ini Zhafira berbohong. Dan itu akan memperparah keadaan saja. Zhafira tidak ingin terjadi hal-hal yang buruk lagi setelah ini.
Zhafira sedikit meringis menahan sakit. Dan itu sangat terlihat, Anggie segera membopong tubuh Zhafira untuk segera masuk ke dalam mobil. Tanpa sadar tangan Kenzie terulur seakan-akan meraih Zhafira untuk membantu Zhafira. Kalimat sarkas dari belakang tubuh Kenzie membuat Kenzie terdiam
" Tuan "
" Jangan gegabah "
" Tidak seperti tuan biasanya " ucap asisten pribadi Kenzie yang mampu membuat Kenzie tidak bergeming dari tempatnya menatap mobil yang membawa Zhafira menjauh dari pelataran arah parkir restoran.
*
*
*
*
*
*
*
🌺🌺